Anda di halaman 1dari 30

PERTEMUAN 2

SISTEM PERSAMAAN
LINEAR

Disusun oleh :
Asistan Lab. Komputasi Proses

Persamaan Linear
Jika pangkat tertinggi dari variabel suatu
persamaan adalah satu maka persamaan itu
disebut persamaan linear.
Y

Y
Y=mX
Y=mX+C

Persamaan Linier Simultan

Persamaan linier simultan adalah suatu bentuk persamaanpersamaan yang secara bersama-sama menyajikan banyak variabel
bebas
Bentuk persamaan linier simultan dengan m persamaan dan n
variabel bebas

aij untuk i=1 s/d m dan j=1 s/d n adalah koefisien atau persamaan
simultan
xi untuk i=1 s/d n adalah variabel bebas pada persamaan simultan

Penyelesaian Persamaan Linier Simultan


Penyelesaian persamaan linier simultan adalah penentuan nilai x i
untuk semua i=1 s/d n yang memenuhi semua persamaan yang
diberikan.
a11
a
21

...

a m1

a12
a 22
...
am2

... a1n x1
... a 2 n x 2

... ... ...



... a mn x n

AX = B
Matrik A = Matrik Koefisien
Vektor x = vektor variabel
vektor B = vektor konstanta.

b1
b2

...

bn

Metode Penyelesaian Persamaan Linier Simultan

Metode Eliminasi Gauss


Metode Eliminasi Gauss-Jordan
Metode Iterasi Gauss-Seidel

Metode Eliminasi Gauss


Salah satu metode penyelesaian persamaan linier
simultan dengan cara mengubah matrik menjadi matrik
segitiga atas atau segitiga bawah dengan menggunakan
OBE (Operasi Baris Elementer).

a11
a
21
a31
...
a n1

a13

... a1n

a 22
a32

a 23
a33

... a 2 n
... a3n

b2
b3

...

...

...

an2

a n 3 ... a nn

...

...

c11
0

c12
c 22
0

c13 ... c1n


c 23 ... c 2 n
c33 ... c3n

d1
d 2
d3

...
0

...
0

...
0

...
d n

b1

a12

bn

... ...
... c nn

Metode Eliminasi Gauss Jordan


Metode ini merupakan pengembangan metode eliminasi
Gauss, hanya saja augmented matrik, pada sebelah kiri
diubah menjadi matrik diagonal
a11
a
21
a31

...

a n1

a12
a 22

a13
a 23

... a1n
... a 2 n

a32
...

a33
...

... a3n
... ...

an2

a n 3 ... a nn

1
0

b1
b2
b3

...

bn

0 ... 0

0 ... 0

1 ... 0

d1

d 2
d3

... ... ... ... ... ...


0 0 0 ... 1 d n

Penyelesaian dari persamaan linier simultan diatas adalah nilai


d1,d2,d3,,dn dan atau:

x1 d1 , x 2 d 2 , x3 d 3 ,...., x n d n

Metode Iterasi Gauss-Seidel


Metode interasi Gauss-Seidel adalah metode yang
menggunakan proses iterasi hingga diperoleh
nilai-nilai yang berubah.

Untuk Lebih Jelasnya,


Di Perkuliahan Metode
Numerik

Kasus 1:
Diketahui sebuah sistem persamaan linier
sebagai berikut :

Please Try On MATLAB !!!

Penyelesaian :
Sistem persamaan linier ini dapat dinyatakan dalam
bentuk persamaan matriks :

= A\B

Aplikasi MATLAB
Kasus2
Kukus lewat jenuh bertemperatur 130 C
mengalir dalam sebuah pipa yang memiliki ID
20 mm (D1), dan OD 25 mm (D2). Pipa
diinsulasi setebal 40 mm [(D3 D2)/2].
Koefisien konveksi kukus (hi) = 1700 W/m2.K,
dan koefisien konveksi udara (ho) = 3 W/m2.K.
Konduktivitas termal pipa (ks) = 45 W/m.K, dan
insulasi (ki) = 0,064 W/m.K. Temperatur udara
di luar insulasi = 25 C.
Perkirakan temperatur T1, T2, dan T3.

T1

T2

T3

Kukus, TS
Udara, Ta

Jawaban :
Perp. Panas dari kukus ke pipa:

T1 T2

hi D1 TS T1
ln D2 / D1 / 2 k s

Perp. Panas dari pipa ke insulasi:

T1 T2
ln D2 / D1 / 2 k s

T2 T3

ln D3 / D2 / 2 ki

Perp. Panas dari insulasi ke udara:

T2 T3
ln D3 / D2 / 2 ki

hO D3 T3 Ta

Jawaban : (lanjutan)

2k s
2k s
hi D1 T1
T2 hi D1TS

ln D2 / D1

ln D2 / D 1

ks
ks
ki
ki

T 2
T3 0

T1

ln D3 / D2
ln D2 / D1
ln D2 / D1 ln D3 / D 2

2 ki
2 ki
hO D3 T3 hO D3Ta

T2
ln D3 / D2
ln D3 / D2

Jawaban : (lanjutan)

2k s
hi D1

ln D2 / D1

ks

ln
D
/
D

2
1

s t e m

2k s

ln
D
/
D

2 ki

O D3
ln D3 / D2

2 ki

ln
D
/
D

3
2

T1
T
2
T3

ki

ln D3 / D2


2 ki
hO D3

ln
D
/
D

3
2

p e r s a m a a n

hi D1T S

hO D3 Ta

L i n i e r .

kasus2.m

Pemrograman MATLAB

clc
clear
% Input data
Ts = 130; % oC
Ta = 25;
% oC
D1 = 20e-3;
% Diameter dalam pipa, m
D2 = 25e-3;
% Diameter luar pipa, m
Ith = 40e-3; % Tebal insulasi, m
D3 = (D2 + 2*Ith);
% Diameter pipa + insulasi
hi = 1700; % Koefisien transfer panas bagian dalam
(W/m2.K)
ho = 3 ;
% koefisien transfer panas bagian luar
(W/m2.K)
ks = 45;
% Konduktivitas panas baja (W/m.K)
ki = 0.064; % Konduktivitas panas insulasi (W/m.K)

asus2.m (lanjutan)

Pemrograman MATLAB

% Matriks koefisien variabel


A = [2*ks/log(D2/D1)+hi*D1 , -2*ks/log(D2/D1) , 0
ks/log(D2/D1) , -(ks/log(D2/D1)+ki/log(D3/D2)) ,
ki/log(D3/D2)
0 , 2*ki/log(D3/D2) , -(2*ki/log(D3/D2)+ho*D3)];
% Matriks konstanta
c = [hi*D1*Ts ; 0 ; -ho*D3*Ta];
% Menyelesaikan sis pers. linier dengan fungsi invers MATLAB
T = A\c

Eksekusi program kasus2.m


Masukan dan hasil di Command
Window :

>> kasus2
T=
129.7858
129.7678
48.1191

Linierisasi
Seringkali ditemukan persamaan tak linier dalam
permasalahan real teknk kimia. Tentunya kita tak dapat
begitu
saja
mengalurkan
data-data
dengan
menggunakan pemodelan linier. Agar dapat dimodelkan
dengan pemodelan linier, maka persamaan tak linier itu
harus dilinierisasi terlebih dahulu. Berikut ini
pemaparannya.
Contoh :
K = A e(-Ea/RT)
ln K = ln A (Ea/RT)

LINIERISASI

y= mx+c

Tabel 1 Hasil linierisasi persamaan-persamaan tak linier

Subrutin MATLAB untuk regresi persamaan


linear dan polinomial dapat menggunakan
perintah sebagai berikut:

Kasus 3

Kasus 3 merupakan persamaan linier, maka n yang


digunakan dalam subrutin polyfit adalah 1.
Berikut ini pemrograman MATLAB-nya.

Hasil Di Command
window :

Kasus 4
Reaksi pembentukan EDC dari ethylene, HCl, dan oksigen merupakan
reaksi yang berlangsung secara eksotermis.
Konstanta
(k)

240

237

232

220

T(K)

400

500

600

800

Konstanta kecepatan reaksi yang diberikan mengikuti persamaan umum


kinetika menurut Arhenius :

k = A *e(-Ea/RT)
Dimana : k = konstanta kecepatan reaksi
A = faktor frekuensi tumbukan
Ea = energi aktivasi
R = konstanta gas, 8314.34 J/kmol.K
T = suhu, K

Kasus 5
Berikut ini data yang digunakan untuk menentukan hubungan
antara tekanan dan suhu 1 kg nitrogen pada volume tetap
.Volumenya yaitu 10 m3
T,oC-20 0 20 40 50 70 100 120
P,N/m2 7500
8104
8700
9300

9620

10200

11200

11700

Gunakan hukum gas ideal untuk menentukan berdasarkan


data tersebut .
Catatan : T dalam Kelvin.

On MATLAB :

T=[-20 0 20 40 50 70 100 120]+273.15;


p=[7500 8104 8700 9300 9620 10200 11200 11700];
[A,S]=polyfit(T,p,1)
m=A(1)
c=A(2)
V=10
n=1/28
R=(V/n)*A(1)

TUGAS 2 Sistem Distribusi Steam Pabrik Kimia


Di bawah merepresentasikan sistem distribusi steam dalam suatu
pabrik kimia. Neraca massa dan energi untuk sistem ini diberikan sebagai
berikut:

181,60 - x3 132,57 x4 x5 = y1 y2 + y5 + y4 = 5,1


(1)
1,17x3 x6 = 0
(2)
132,57 0,745x7 = 61,2
(3)
x5 +x7 - x8 - x9 x10 + x15 = y7 + y8 - y3 = 99,1
(4)
x8 + x9 + x10 + x11- x12 - x13 = -y7 = -8,4
(5)
x6 - x15 = y6 - y5 = 24,2
(6)
-1,15(181,60) + x3 x6 + x12 + x16 = 1,15y1 y9 + 0,4 = -19,7
(7)
181,60 4,594x12 - 0,11x16 = -y1 + 1,0235y9 + 2,45 = 35,05 (8)
-0,0423(181,60) + x11 = 0,0423y1 = 2,88
(9)
-0,016(181,60) + x4 = 0
(10)
x8 - 0,147x16 = 0
(11)
x5 - 0,07x14 = 0
(12)
-0,0805(181,60) + x9 =0
(13)
x12 x14 + x16 = 0,4 y9 = -97,9
(14)
Terdapat empat level steam pada pabrik ini yaitu: 680, 215, 170, and 37 psia.
Ke- 14 xi, i = 3,. . ., i = 16 tidak diketahui nilainya dan yi adalah parameter
yang diketahui untuk sistem ini. Kedua xi dan yi memiliki satuan 1000
lb/jam. Tentukan 14 paremeter xi yang tidak diketahui dari i = 3, ..., i = 16.