Anda di halaman 1dari 36

PALEONTOLO

GI UMUM

PENDAHULUA
N

PENDAHULUAN
P a l e o n t o l o g i berasal dari kata,
Paleo : masa lampau
Onto : kehidupan
Logos : ilmu
Paleontologi adalah Ilmu yang mempelajari kehidupan
dimasa lampau/purba
Alat yang dipergunakan adalah fosil, maka Paleontologi
dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari fosil.

Hubungan Paleontologi dengan


Biologi
BOTANIBotani:mempelajari tumbuhan yang masih hidu
NEONTOLOGI

ZOOLOGI
Zoologi: mempelajari hewan yang masih hidup
BIOLOGI

PALEONTOLOGI

PALEOBOTANI Paleobotani:mempelajari tumbuhan


masa purba.
PALEOZOOLOGIPaleozoologi:mempelajari hewan
masa purba.

VERTEBRATA

INVERTEBRATA

Mikropalentologi mempelajari
sisa
kehidupan
(fosil)
MAKROPALEONTOLOGI MIKROPALEONTOLOGI berukuran kecil (mikro) seperti
contohnya
foraminifera,
Makropalentologi
mempelajari
ostracoda,
radiolaria,
sisa kehidupan (fosil) berukuran
palinologi, nannoplankton.
besar
(makro)
i
contoh

Dinosaurus, Moluska. dll

Ecologi

Ilmu yang mempelajari tentang


penyesuaian diri ORGANISME
terhadap
lingkungannya.
Paleoecologi
:
Ilmu tentang ecologi
dari
Organisme yang telah
menjadi
fosil

Hubungan Paleontologi dengan


FOSIL BIOSTRATIGRAFI yaitu cabang dari stratigraf
Stratigraf

yang
memfokuskan
pada korelasi dan
penentuan umur
dari batuan sedimen
dengan menggunakan fosil.
Fosil untuk menentukan umur dan lingkungan
pengendapan
Planktonik Foraminifera untuk menentukan umur
Benthonik Foraminifera untuk lingkungan
pengendapan

Pengertian Fosil
Fosil berasal dari bahasa latin yaitu:
fodere = to dig = menggali, yang berarti
sesuatu yang digali dari tanah.
FOSIL adalah sisa atau bekas atau jejak dari hewan
atau tumbuhan yang oleh sebab, tersimpan dalam
kulit bumi dan berumur paling muda pleistosen,
lebih tua dari permulaan zaman sejarah.
Bagi stratigraf, FOSIL berguna untuk
1.
Petunjuk
mengenai
lingkungan
pembentukan sedimen
2.
Korelasi antar batuan

tempat

Sejarah Fosil
Aristoteles, pada abad ke 4 sebelum Masehi
menganggap bahwa fosil itu sebagai benihbenih makluk hidup
Leonardo Davinci (1454-1519)
Sudah
mempunyai pendapat yang sangat
modern tentang pembatuan
Berpendapat bahwa kulit kerang terjadi di laut
Pegunungan
terjadi karena pengangkatan
cekungan-cekungan
yang
dahulu
kala
merupakan lautan

Nicolaus Steno (1638-1878), seorang tabib dan


ahli ekonomi
Sudah memperhatikan perlapisan dan keadaan
sedimen, yang kebanyakan terjadi di dalam air
Menyatakan bahwa pegunungan pegunungan
pada asalnya merupakan dasar laut
Beringer 1700, yang memulai mengadakan
penyelidikan fosil secara sistimastis
Scheucher dari Zurich

Rangka salamander yang diketemukan dikira


sebagai tulang belulang manusia berdosa, yaitu
yang meninggal pada waktu air bah zaman Nabi
Nuh
Kepercayaan di atas hilang pada akhir abad ke 18

PROSES PEMFOSILAN
Syarat-syarat Terjadinya Fosil,
1. Penguburan
yang cepat dalam media
pelindung.
2. Mempunyai bagian-bagian yang keras.
3. Terhindar dari perusakan secara biologis atau
fisik atau kimiawi.
Media Pelindung yang baik
pada umumnya adalah sedimen yang :
Berbutir halus.
Tidak poreus / sukar dilalui air tanah.

Contoh Media Yang Baik :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Lumpur yang lunak


Debu vulkanik
Suhu yang rendah (es)
Udara yang sangat kering (padang pasir)
Aspal
Getah pohon (resin)

Fosil hewan laut lebih banyak dijumpai daripada hewan


terrestris dan fosil hewan air lebih banyak daripada fosil
darat.
Loess is a geologic term that refers to
deposits of silt (sediment with
Pembentukan Fosil didarat,

Terperangkap dalam amber particles 2-64 microns in diameter)


that have been laid down by wind

Tertutup oleh debu vulkanik action (aeolian activity to geologists).

Tertutup oleh endapan loess

Proses Pemfosilan/Pengawetan
bentuk, yaitu :
1. Tidak Termineralisasi
2. Termineralisasi

ada

Tidak Termineralisasi
Merupakan suatu proses pemfosilan yang fosilnya
tidak berubah, dimana penyusun fosil tersebut
masih asli.
Banyak dijumpai pada
batuan Mesozoikum &
Kenozoikum dimana
hewan atau tumbuhan
terjebak ke dalam
resin/getah.

Termineralisasi
Merupakan proses pemfosilan dimana
fosil sudah berubah karena material
penyusun fosil tersebut sudah tidak asli
lagi.
Macam fosil termineralisasi :
- Histometabasis
- Destilasi
- Permineralisasi
- Replacement
- Molds dan cast
- Impression
- Tracks & Trail
- Pseudofosil /
dendritis

Histometabasis
Merupakan suatu istilah yang khusus untuk fosil
tumbuh-tumbuhan terutama fosil kayu yang molekulmolekul jaringannya terjadi pergantian total dan
diisi oleh mineral-mineral asing yang meresap
kedalam jasad tumbuhan tersebut tetapi struktur
microscopis nya masih nampak jelas setelah
tumbuhan tersebut terpendam di dalam sedimen.

Replacement
Merupakan proses
penggantian total
dari
rumah
organisme
oleh
mineral-mineral
asing.

Permineralisasi
Merupakan suatu keadaan dimana pori-pori dari
shell atau tulang terisi oleh mineral-mineral yang
dibawa air tanah.
Berdasarkan mineral yang
mengisi, maka permineralisasi
dibagi menjadi bermacam-macam
penamaan.
Contoh: calcite calsifkasi
pyrite piritisasi
silika silifkasisilifkasi

calsifkasi

piritisasi

Worms trail

TRAIL & TRACK

Trail itu merupakan jejak


(umumnya ekor) hewan
melata yang sedangkan

Track adalah bekas kaki


atau bagian lain dari
organisme yang
terawetkan.

Dinosaur track

DESTILASI (distillation) Carbonization


Proses pemfosilan dari tanaman, dan bagian lunak
dari ikan, reptil, invertebrata laut yang mengalami
penguraian meninggalkan hanya karbon. Karbon ini
kemudian menghasikan cetakan dari fosil yang
kadang tergambarkan secara detil.

Leaves

Insects

Graptolites

Impresion
Merupakan jejak - jejak
organisme
yang
mempunyai relief rendah
seperti bekas daun yang
jatuh di lumpur

Jelly Fish Fossil

Leaf Fossil

Burrows & Boring

TRACE
Merupakan bekas galian
FOSSIL
atau
lubang
atau
(ichnofossil)
saluran yang
di buat
oleh
hewan-hewan
tertentu seperti cacing,
gastropoda, dll.

Pseudofosil

Merupakan fosil palsu yang


biasanya terdiri dari kumpulan
zat anorganik yang menyerupai
tumbuh-tumbuhan.
Sideritic Concencretion

Dendrites

Dentrites

Merupakan
bahan-bahan
anorganik
yang
terawetkan,
biasanya
berbentuk
seperti
tumbuh-tumbuhan

Coprolite
Merupakan
terawetkan.

sisa-sisa

kotoran

hewan

yang

Molds

Merupakan bekas atau


jejak yang mempunyai
relief tinggi.

Cast

Merupakan cetakan
rongga suatu fosil yang
terisi oleh materialmaterial

PENULISAN
PENAMAAN FOSIL

ATURAN PENULISAN PENAMAAN FOSIL


Aturan
penamaan
fosil
ada
di
International Biological Nomenclature
Linnaean

dalam

buku

Binomial Nomenclature.

Carl von Linnaeus (1707-1778)


Dalam sistem ini organisme secara hirarki
digolongkan menjadi urutan katagori:Tujuh dasar
kategori taksonomi(*) tersebut adalah: Kingdom,
Phylum, Kelas, Ordo, Famili, Genus dan Spesies.

* Taxonomi adalah prosedur dari


klasifkasi

URUTAN
KLASIFIKASI/SISTIMATIKA
KINGDOM
PHYLUM
KLAS
ORDO
FAMILI
GENUS
SPECIES
VARIETAS / SUBSPECIES

Aturan Penamaan tersebut antara lain menyebutkan


bahwa,

Tingkatan FAMILI, dicirikan oleh sifat umum dengan nama diakhiri


dengan idae.
contoh : Globorotalidae, nama ini
didasarkan atas bentuk testnya yang globular.
Tingkatan GENUS, dicirikan oleh sifat khusus bentuk luarnya dan
menggunakan satu kata dimana huruf pertama huruf besar diikuti semua
huruf kecil.
Contoh : Globorotalia, berdasarkan bentuk luar yang rotaloid
(berputar)
Tingkatan SPECIES, dicirikan oleh sifat khusus dari hiasan / ornamentnya
dan menggunakan dua kata, dimana huruf pertama pada kata pertama
huruf besar, lalu yang berikutnya pada kata ke dua huruf kecil semua.
Contoh : Globorotalia tumida, bentuk luar globular dengan hiasan
tumida/keel (galengan yang tajam)
Tingkatan SUBSPECIES / VARIETAS
dicirikan oleh sifat yang lebih khusus dari species dan namanya
terdiri dari tiga suku kata.
Contoh : Globorotalia tumida flexuosa berdasarkan atas bentuk
cangkang globular dengan hiasan keel dan ciri khususnya adalah
melengkung (Flexure)

Beberapa petunjuk yang dapat dipergunakan dalam


pemberian nama tingkatan species adalah,

Sifat dari kehidupan, contoh :


Orbulina bilobata
Nama orang yang menemukannya, contoh :

Lepidocyclina subandii, Globorotalia menardii (DOrbigny)

Nama tempat dimana fosil ditemukan, contoh :


Globoquadrina baroemoenensis

HOMONIM & SINONIM


Homonim adalah bila dua individu mempunyai satu nama.
Hal ini tidak diperkenankan, sehingga harus diperbaiki,
artinya salah satu individu namanya harus diganti.
Sinonim adalah bila satu individu mempunyai dua nama,
contohnya :
- Camerina = Nummulites
- Robulus = Lenticulina
Carl von Linne, 1758, membuat suatu hukum yaitu Law of
Priority yang isinya adalah , nama yang telah dipakai untuk
satu individu tidak diperkenankan dipakai untuk individu yang
lain.

KEGUNAAN FOSIL

KEGUNAAN FOSIL
Fosil dapat dipakai untuk :
Penentuan umur relatif
Korelasi
Menentukan
lingkungan
pengendapan
purba
(paleoenvironment)
Menentukan iklim masa lalu
Menentukan geografi masa lalu
Bukti evolusi
Fosil Index adalah fosil yang penyebarannya secara
lateral luas tetapi penyebaran verticalnya pendek
(mempunyai kisaran umur yang singkat), sehingga
sangat baik untuk dijadikan penentu umur batuan.

1. FOSIL untuk KORELASI


Sebelum melakukan korelasi antar formasi,
terlebih dahulu disusun suatu biostratigrafi yang
berdasar atas :
a.
Hukum superposisi, maka lapisan
yang lebih tua
akan berada di bawah lapisan yang
lebih muda
(Stenno).
b. Organisme yang lebih primitif akan
terdapat pada
batuan (lapisan) yang
lebih dibawah (William

Dengan fosil, kita dapat menyusun urutan umur


lapisan batuan. Hal tersebut dikarenakan fosil
berasal dari organisme yang mempunyai jangka
hidup tertentu, baik sebagai individu maupun
secara kelompok.
Selain itu, organisme mengalami perkembangan
dari yang primitif ke arah yang lebih maju,
sehingga diketahui bahwa organisme yang primitif
tentunya akan lebih tua dari yang lebih maju.
Setelah
masing-masing
formasi
disusun
biostratigrafinya,
maka
kita
dapat
mengkorelasikan formasi yang satu dengan yang
lain.

2. FOSIL sebagai Bukti EVOLUSI


Susunan lapisan yang normal adalah batuan yang
lebih tua akan berada di bawah yang muda. Hal
tersebut
memungkinkan
meneliti
perubahanperubahan bentuk organisme yang terdapat pada
setiap lapisan. Oleh karena itu akan didapat evolusi
dari organisme tersebut, sebab evolusi adalah
perubahan secara perlahan-lahan.
Organisme untuk keperluan hidupnya memerlukan
lingkungan hidup tertentu. Apabila terjadi perubahan
lingkungan, maka sebagian organisme akan mati, dan
sebagian akan beradaptasi supaya dapat tetap hidup.
Oleh karena itu, dengan mengamati satu jenis
organisme dari setiap lapisan pada suatu tempat di
formasi tertentu, akan dapat diketahui evolusinya.

3. FOSIL dan PALEOGEOGRAFI


Paleogeografi adalah suatu ilmu yang mempelajari
rekonstruksi dari bentuk permukaan bumi atau letak
geologi pada masa lalu.
Organisme untuk keperluan
lingkungan tertentu, seperti
daratan, ikan hidup di air, dll.

hidupnya, memerlukan
kucing pasti hidup di

Dengan mengamati kandungan fosil disuatu tempat,


maka akan dapat diprediksi lingkungan dari tempat
ditemukannya fosil tersebut. Di masa lampau, apakah
merupakan daratan, laut, padang pasir, danau atau
daratan. Apakah laut yang satu atau daratan yang
satu saling berhubungan dengan laut atau daratan
yang lain.

4. FOSIL dan PALEOCLIMATE


Organisme untuk keperluan hidup nya memerlukan
iklim tertentu, sehingga bila di tempat yang sekarang
beriklim dingin ditemukan fosil organisme daerah
beriklim panas, maka berarti daerah tersebut dulunya
pernah beriklim panas, contoh :
- Fosil palma yang ditemukan di Spitzbergen dari
strata Tersier, menunjukkan bahwa pada zaman
Tersier, Spitzbergen mempunyai iklim yang lebih
panas dari yang sekarang.
Coral Ordovician dan Silurian yang terdapat
melimpah di daerah Cincinnati juga menunjukkan hal
yang sama.

5. FOSIL dan PALEOEKOLOGI


Paleoekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
ekologi dimasa lalu.
Tujuannya adalah merekonstruksi lingkungan purba
dalam hal sifat-sifat yang khas dari geografi, physical
dan biologinya.
Oleh karena fauna maupun flora, membutuhkan suatu
lingkungan yang khas, maka dengan meneliti fosil di
dapat suatu rekonstruksi lingkungan purba. Penelitian
terhadap fosil-fosil tersebut dapat menentukan
lingkungan yang ada pada tempat-tempat tertentu
dan waktu tertentu, dapat juga untuk menentukan
hubungan organisme pada periode tertentu baik
antara mereka sendiri maupun dengan lingkungannya.

Ada
2
macam
assemblages
kumpulan fossil, yaitu
1. Thanatocoenose
Terdapatnya fosil yang bukan
lingkungan hidupnya.

atau

pada

2. Biocoenose
Terdapatnya fosil yang masih pada
lingkungan hidupnya.