Anda di halaman 1dari 135

MK.

AKUNTANSI MANAJEMEN
(3 SKS)
Materi yang dibahas:
1.Pengantar: Peran, sejarah, dan arah
akuntansi manajemen (Bab 1)
2.2Konsep dasar akuntansi manajemen (bab2)
3.Perilaku biaya aktivitas (Bab 3)
4.Perhitungan biaya standar : suatu alat
pengendalian manajerial (Bab 9)
5.Pelaporan segmen, evaluasi pusat investasi,
dan penetapan harga transfer (Bab 10)

5. Bab 11: Analisis Biaya Volume Laba: Alat


Perencanaan Manajerial
6. Bab 12 : Pengambilan keputusan Taktis
7. Bab 13 : Keputusan Investasi modal
8. Bab 14 : Manajemen Persediaan
9. Bab 15 : Biaya kualitas dan produktivitas
10. Bab 16 : Lean accounting, perhitungan biaya
target dan balance scorecard
11. Bab 17: Manajemen biaya lingkungan
12. Bab 18 : Masalah internasional dalam akuntansi
manajemen

AKUNTANSI MANAJEMEN
(Management Accounting)
Buku wajib: Management Accounting (Akuntansi
Manajemen), Edisi 8 Buku 2, Pengarang: Don R.
Hansen dan Maryanne M. Mowen. Penterjemah: Dewi
dkk., Penerbit: Salemba Empat. Tahun 2009
Materi yang akan dibahas:
(Dari buku Jilid 1, Hansen & Mowen)
Konsep dasar akuntansi manajemen (Bab I)
Perilaku Biaya aktivitas (Bab 3)
Biaya standar: suatu alat pengendalian manajerial
(Bab 9)
Pelaporan segmenn, evaluasi pusat investasi, dan
penetapan harga transfer. (bab 10)

Materi yang dibahas:


Dari buku jilid 2, Hansen & Mowen:
Perencanaan dan Pengendalian:
Perencanaan dan pengendalian biaya kualitas dan
produktivitas
Manajemen biaya lingkungan
Evaluasi kinerja dalam perusahaan yang terdesentralisasi
Masalah internasional dalam akuntansi manajemen
Pengambilan Keputusan Manajerial
Pelaporan segmen dan evaluasi kinerja
Analisis biaya volume laba
Pengambilan keputusan taktis
Keputusan investasi modal
Manajemen persediaan

Akuntansi Manajemen
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
Adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (out put)
dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen

Economic Events

Masukan

Pengumpulan
Pengukuran
Penyimpanan
Analisis
Pelaporan
Pengelolaan

Laporan Khusus
Harga Pokok Produksi
Biaya Pelanggan
Anggaran
Laporan Kinerja
Komunikasi Personal

Proses

Keluaran

Pengguna

Menyediakan informasi untuk:


1. Perhitungan harga pokok jasa, produk dan tujuan lain
2. Perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan
berkelanjutan (continuous improvement)
3. Pengambilan keputusan

Penjelasan tujuan 1
Produk berwujud

Jasa (service)

Barang yang dihasilkan dengan mengubah bahan


baku melalui penggunaan tenaga kerja dan
masukan (input) modal, seperti pabrik, lahan, dan
mesin

Tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk


seorang pelanggan, atau aktivitas yang
dijalankan oleh seorang pelanggan dengan
menggunakan produk atau fasilitas
organisasi.

Penjelasan tujuan 2

Formulasi terinci dari kegiatan untuk


mencapai suatu tujuan akhir tertentu

Penetapan tujuan dan identifikasi


metode untuk mencapai tujuan tersebut

Perencanaan

Pengendalian

Pengevaluasian

Perbaikan berkelanjutan

Rencana harus
diimplementasikan, memonitor
pelaksanaan rencana, melakukan
tindakan korektif
Pemberian informasi mengenai
kinerja operasional dan
keuangan, memungkinkan untuk
menilai efektifitas usaha untuk
mencapai perbaikan
Mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan
produktifitas suatu aktivitas secara keseluruhan, dengan
mengurangi pemborosan, meningkatkan kualitas, dan
mengemat biaya

Penjelasan tujuan 3

Pengambilan
keputusan

Proses pemilihan diantara berbagai


alternatif, rencana tidak dapat dibuat
tanpa pengambilan keputusan
Keputusan dapat ditingkatkan
kualitasnya jika informasi alternatifalternatif dikumpulkan dan disajikan
kepada manajer
Contoh: Manajer harus memutuskan apakah
meningkatkan laba dengan cara menurunkan
harga jual dan meningkatkan iklan
Atau
Dengan cara menurunkan biaya variabel
Atau
Bahkan memakai kedua cara tersebut

Perbandingan Akuntansi manajemen dan


akuntansi keuangan
Akuntansi Manajemen
1. Fokus internal
2. Tidak mengikuti aturan
3. Informasi keuangan
dan non keuangan
informasi dpt subjektif
4. Penekanan pd masa
yang akan datang
5. Evaluasi dan
keputusan internal dg
informasi yang terinci
6. Sangat luas dan multi
disiplin

Akuntansi Keuangan
1. Fokus eksternal
2. Mengikuti aturan dr
pihak eksternal
3. Informasi keuangan
bersifat objektif
4. Berorientasi historis

5. Informasi mengenai
perusahaan secara
keseluruhan
6. Lebih independen

Tema baru dalam akuntansi


manajemen
(hal. 13-19)

1. Manajemen Berdasarkan Aktivitas (activity-based


management)
2. Orientasi pada pelanggan
Strategic positioning (cost leadership dan product
differentiation)
Kerangka kerja rantai nilai (rantai nilai industri, pertalian
internal, pertalian eksternal, manajemen rantai pasokan)
3. Perspektif lintas fungsional
4. Manajemen kualitas total (TQM)
5. Waktu sebagai unsur kompetitif
6. Efisiensi
7. Bisnis secara elektronik (E-business)

JELASKAN MENGENAI:

PERAN AKUNTAN MANAJEMEN


(HAL.19)
1. Struktur perusahaan (20)
2. Akuntansi manajemen dan perilaku
etis (22)
3. Standar perilaku etis untuk akuntan
manajemen (25)
4. Sertifikasi, CMA, CPA, dan CIA (2729)

Penanaman dan
Pengolahan
Pemanenan
Perusahaan B
Distribusi apel

Pembuatan selai apel


Distribusi selai apel
Perusahaan C
Supermarket
Pelanggan akhir
Pemakaian produk

Perilaku Biaya (Bab 3)


Bedakan pengertian BIAYA (COST) dan BEBAN (EXPENSE)
BIAYA (COST)
Merupakan kas atau nilai yang
ekivalen dengan kas yang
dikorbankan untuk barang dan
jasa yang diharapkan
memberikan manfaat ekonomis
sekarang atau dimasa yang
akan datang
Contoh
PT. Mentari membeli
persediaan barang
dagangan Rp 10 juta
tunai, maka cost dari
persediaan adalah Rp10
juta.

BEBAN (EXPENSE)
Biaya yang telah dihabiskan
dalam proses menghasil
pendapatan, maka biaya disebut
kadaluarsa (expired)

Contoh
Jika setengah dari persediaan
barang tadi dijual untuk
menghasilkan pendapatan, maka
jumlah biaya yang menjadi beban
adalah Rp5 juta (harga pokok
penjualan)

Perilaku Biaya
Istilah umum untuk menggambarkan apakah biaya berubah seiring
dengan perubahan output
Biaya-biaya bereaksi pada perubahan output dengan berbagai macam
cara:
Untuk menggambarkan perilaku biaya, maka ada 3 macam biaya: biaya
tetap (fixed cost), biaya variabel (variable cost) dan biaya
campuran/semi variabel (semivariable cost)

Manfaat pemisahan biaya variabel dan biaya tetap adalah:


Untuk membantu manajemen dalam penganggaran, pengendalian
dan pengambilan keputusan
BIAYA TETAP
Suatu biaya yang jumlahnya tetap
sama ketika output berubah.
Atau biaya yang dalam jumlah
total tetap konstan dalam rentang
yang relevan ketika tingkat output
aktivitas berubah

Sewa Mesin
Rp10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000

Jumlah unit

Biaya per unit

0 Tidak ada
5.000 Rp2.000
10.000
1.000
20.000
500.

BIAYA TETAP
Suatu biaya yang jumlahnya tetap sama ketika
output berubah.
Atau biaya yang dalam jumlah total tetap konstan
dalam rentang yang relevan ketika tingkat output
aktivitas berubah
Sewa Mesin
Rp10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000

Jumlah unit

Biaya per unit

0 Tidak ada
5.000 Rp2.000
10.000
1.000
20.000
500.

Gambar BIAYA TETAP

Biaya

Rp10.000.000

5.000

10.000

Unit yang diproduksi

20.000

BIAYA VARIABEL
Adalah biaya yang dalam jumlah total bervariasi secara proporsional
terhadap perubahan output, biaya variabel naik ketika output naik, dan
akan turun jika output turun
Unit yang
diproduksi
5.000 unit
10.000 unit
20.000 unit

Biaya bahan
per kg

Jumlah Biaya bahan

Rp2.500
2.500
2.500

Rp12.500.000
25.000.000
50.000.000

GAMBAR BIAYA VARIABEL


Rp50.000.000
Rp25.000.000
Rp12.500.000

5.000

10.00
0

20.000

BIAYA CAMPURAN atau BIAYA SEMIVARIABEL


Adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel
Misal, agen penjualan sering dibayar dengan gaji yang
ditambah komisi penjualan.
KASUS
Perusahaan bernama Ready Heaters memiliki 3 orang agen
penjualan
Gaji per orang $10.000, per tahun
Komisi sebesar $0,50 untuk setiap produk yang dijual

Total biaya = biaya tetap + total biaya variabel


Total biaya = $30.000 + ($0,50 x unit yang terjual)

Produk Biaya
Biaya
Total
Biaya
yang variabel
tetap
biaya
penju
terjual penjualan penjualan penjualan alan
per
unit
40.000
80.000
120.000
160.000
200.000

$20.000
40.000
60.000
80.000
100.000

$30.000
30.000
30.000
30.000
30.000

$50.000
70.000
90.000
110.000
130.000

$1,25
0,88
0,75
0,69
0,65

Perilaku Biaya Bertahap (Step-Cost)


Step variable cost
Biaya
500
400
300
200
100
10

20

30

40

50

Keluaran aktivitas (unit)

Biaya Tetap Bertahap


Biaya
$150.000

$100.000

$50.000

2.500

5.000

7.500

Penggunaan aktivitas:
jumlah pesanan perubahan teknis

Metode-metode untuk Memisahkan Biaya Campuran


ke dalam Komponen-Komponen Tetap dan Variabel
Beberapa biaya dapat secara jelas dan mudah
diklasifikasikan sebagai biaya variabel, tetap,
campuran.
Seringkali informasi yang tersedia hanya total biaya
suatu aktivitas dan jumlah penggunaan aktivitas
Misal: biaya total aktivitas pemeliharaan untuk
periode tertentu dan jumlah waktu pemeliharaannya
Ada 3 metode yang digunakan untuk memisahkan
biaya campuran menjadi biaya tetap dan variabel:
Metode Tinggi Rendah, Metode Scatterplot, dan
Metode Kuadrat terkecil

Metode Tinggi Rendah


Metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih
dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan
untuk menghitung parameter pemintas dan kemiringan
Biaya Variabel per unit = Perubahan Biaya/Perubahan output
Biaya variabel per unit = (Biaya tinggi Biaya rendah)/(output tinggi-output
rendah)
Biaya tetap =Biaya total titik tinggi (biaya variabel per unit x output)
Bulan

Januari
Februari
Maret
April
Mei

Biaya Penyetelan

Waktu Penyetelan
(Jam)

$1.000
1.250
2.250
2.500
3.750

100
200
300
400
500

Biaya variabel per unit= ($3.750 - $1.000)/(500 -100)= $2.750/400=$6,875


Biaya tetap = $3.750 ($6,875 x 500) = $312,50
Rumus biaya: Total Biaya = $312,50 + ($6,875 x waktu penataan)

METODE SCATTERPLOT
Metode penentuan persamaan suatu garis dengan memplot data dari suatu garis
Caranya dengan mengambil 2 titik yang dianggap sebagai garis terbaik (misal titik 1 dan 3)

Grafik Scatter untuk Perusahaan Larson


Biaya

3.750
2.500

4
3

2.250

1.250
1.000

1
100

200

300

400

500

Waktu penyetelan

Biaya per unit = ($2.250 - $1.000)/(300 100) = $1.250 / 200 = $6,25


Biaya tetap (dari titik 3) = $2.250 ($6,25 x 300) = $ 375
Rumus persamaan biaya: Total biaya = $375 + ($6,25 x jam penyetelan)

Bab 10
Pelaporan segmen, evaluasi pusat
investasi, dan penetapan harga
transfer
Desentralisasi dan pusat pertanggung jawaban
Sistem akuntansi pertanggungjawaban
sistem yang mengukur berbagai hasil yg
dicapai setiap pusat pertanggungjawaban
menurut informasi yang dibutuhkan para
manajer utk mengoperasikan pusat
pertanggungjawaban mereka.

Ada 2 pendekatan pengambilan


keputusan

Centralize decision making

Decentralize decision making

Pengambilan keputusan
tersentralisasi

Keputusan dibuat oleh manajemen


pusat, dan manajer pada jenjang yg
lebih rendah bertanggung jawab atas
implementasi keputusan keputusan
tersebut

Pengambilan keputusan
terdesentralisasi
Memperkenankan manajer pada jenjang
yang lebih rendah untuk membuat dan
mengimplementasikan keputusan
penting yg berkaitan dengan wilayah
pertanggungjawaban mereka

Desentralisasi
Praktik pendelegasian wewenang
pengambilan keputusan kepada
jenjang yang lebih rendah

Alasan untuk Desentralisasi


Mengumpulkan dan menggunakan
informasi lokal
Memfokuskan manajemen pusat
Melatih dan memotivasi para manajer
Meningkatkan daya saing

Pusat
Pertanggungjawaban
Pusat Biaya (cost center)
Pusat Pendapatan (revenue center)
Pusat laba (profit center)
Pusat Investasi (Investment center)

Tampilan 10.3
Pusat pertanggungjawaban dan informasi akuntansi yg
digunakan untuk mengukur kinerja
Pusat
Biaya Penjualan Investasi Lainpertanggungjawaban modal
lain
Pusat Biaya
Pusat pendapatan
Pusat Laba
Pusat Investasi

X
X
X
X

X
X
X

Pengukuran kinerja pusat


investasi
dengan menggunakan
Laporan laba-rugi Variabel
dan Absorpsi

Pelaporan Segmen dan Evaluasi Kinerja


Klasifikasi Biaya sebagai Biaya Produk atau Biaya Periode
Menurut Perhitungan Biaya Variabel dan Absorpsi
Perhitungan biaya absorpsi
(absorption costing)
Membebankan semua biaya
manufaktur ke produk
Tujuan: untuk pelaporan eksternal

Perhitungan biaya variabel (variable costing)


Membebankan hanya biaya manufaktur variabel ke
produk, overhead tetap sebagai beban periode
Dasar pemikirannya: overhead tetap merupakan
biaya kapasitas, atau tetap ada dalam bisnis
Tujuan: untuk internal perusahaan, yaitu
pengambilan keputusan dan pengendalian

Perhitungan Biaya Absorpsi

Biaya Produk

Biaya Periode

Perhitungan Biaya variabel

Bahan baku langsung


Tenaga kerja langsung
Overhead variabel
Overhead tetap

Bahan baku langsung


Tenaga kerja langsung
Overhead variabel

Beban penjualan
Beban administratif

Overhead tetap
Beban penjualan
Beban administratif

Perhitungan Biaya Absorpsi


(Absorption Costing)
Membebankan semua biaya manufaktur ke produk
(biaya variabel dan tetap)
Tujuan:
Untuk pelaporan eksternal
(Pemegang saham, investor, kreditor, bank,
pemerintah)
sudah dipelajari pada MK akuntansi biaya

Perhitungan biaya variabel (variable costing)


Membebankan hanya biaya manufaktur variabel
ke produk, overhead tetap sebagai beban periode
Dasar pemikirannya: overhead tetap merupakan
biaya kapasitas, atau tetap ada dalam bisnis
Tujuan: untuk internal perusahaan, yaitu
pengambilan keputusan dan pengendalian

Perhitungan Biaya
Absorpsi
(Full Absorption Costing)

Biaya
Produk

Bahan baku langsung


Tenaga kerja langsung
Overhead variabel
Overhead tetap

---------Biaya
Periode Beban penjualan
Beban administratif

Perhitungan Biaya
variabel
(Variable Costing)

bahan baku langsung


Tenaga kerja langsung
Overhead variabel
------------Overhead tetap
Beban penjualan
Beban administratif

Perbandingan kedua metode perhitungan biaya


Penilaian Persediaan,PT. ABC memiliki data berikut:
Unit persediaan awal
Unit yang diproduksi
Unit yang dijual ($300 per unit)
Volume normal

0
10.000
8.000
10.000

Biaya variabel per unit:


Bahan baku langsung
$ 50
Tenaga kerja langsung
100
Overhead variabel*
50
Biaya Penjualan variabel
10
Biaya Tetap
Overhead tetap*
$ 250.000
Penjualan dan administratif tetap
100.000
*Overhead yang diestimasi dan aktual sama jumlahnya

Perhitungan biaya per unit


Komponen Biaya
Bahan baku langsung
Tenaga kerja langsung
Overhead variabel
Overhead tetap
(Rp250.000/10.000)
Total biaya per unit

Perhitungan
Biaya Variabel

Perhitungan
biaya Absorpsi

50
100
50
-

50
100
50
25

$ 200

225

Laporan Laba Rugi menurut Perhitungan Biaya Variabel


PT. ABC
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2006
Penjualan
Dikurangi: Beban variabel:
Harga pokok penjualan
Beban Penjualan variabel
Margin kontribusi
Dikurangi: beban tetap:
Overhead tetap
Penjualan dan admi.tetap
Laba bersih

2.400.000
1.600.000
80.000

(1.680.000)
720.000

250.000
100.000

(350.000)
370.000

Laporan Laba Rugi Menurut Perhitungan Biaya Absorpsi

PT. ABC
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Penjualan
Dikurangi: Harga pokok Penjualan
Laba kotor
Dikurangi : Beban penjualan dan administratif
Laba Bersih

$ 2.400.000
1.800.000
600.000
180.000
420.000

Perbedaan laba bersih kedua metode adalah:


Laba absorption costing $ 420.000
Laba variable costing
370.000
selisih
$ 50.000

Penyebabnya adalah:
Terdapatnnya persediaan akhir periode
sebesar 2.000 unit, dihitung sbb:
=(Produksi Penjualan)x biaya tetap per unit
= (10.000 unit 8.000 unit) x $ 25
= 2.000 unit x $ 25 = $50.000

Hubungan antara Produksi Penjualan dan Laba


(Tampilan 10-7 hal. 567)
JIKA
1.
2.
3.

Produksi > Penjualan


Produksi < Penjualan
Produksi = Penjualan

MAKA
Laba bersih absorpsi > Laba bersih variabel
Laba bersih absorpsi < Laba bersih variabel
Laba bersih absorpsi = Laba bersih variabel

Perhitungan Biaya Variabel dan Evaluasi Kinerja Manajer


(Mengevaluasi Manajer Pusat Laba, Hal.571)
Secara
Secaraumum,
umum,apabila
apabilakinerja
kinerjalaba
labadiharapkan
diharapkanuntuk
untuk
mencerminkan
mencerminkankinerja
kinerjamanajerial,
manajerial,maka
makamanajer
manajerberhak
berhak
untuk
untukmengharapkan
mengharapkanberlakunya
berlakunyahal
halberikut:
berikut:
1.
1. Ketika
Ketikapendapatan
pendapatanpenjualan
penjualanmeningkat
meningkatdari
darisatu
satuperiode
periode
ke
keperiode
periodeberikut,
berikut,sementara
sementarafaktor
faktorlain
laintetap,
tetap,maka
makalaba
laba
akan
akanmeningkat.
meningkat.
2.
2. Ketika
Ketikapendapatan
pendapatanpenjualan
penjualanmenurun
menurundari
darisatu
satuperiode
periode
ke
keperiode
periodeberikut,
berikut,sementara
sementarafaktor
faktorlain
laintetap,
tetap,maka
makalaba
laba
akan
akanmenurun.
menurun.
3.
3. Ketika
Ketikapendapatan
pendapatanpenjualan
penjualantidak
tidakberubah
berubahdari
darisatu
satu
periode
periodeke
keperiode
periodeberikut,
berikut,sementara
sementarafaktor
faktorlain
laintetap,
tetap,
maka
makalaba
labaakan
akantidak
tidakberubah.
berubah.

Contoh untuk membuktikan bahwa perhitungan biaya


variabel selalu mengikuti hubungan seperti diatas:
2005
Biaya manufaktur variabel per unit
Produksi (unit yang diproduksi dan
aktual)
Unit yang terjual ($25 per unit)
Overhead tetap (estimasi dan aktual)

2006

$10
10.000

$10
5.000

5.000
$100.000

10.000
$100.000

Laba menurut perhitungan biaya Absorpsi


Penjualan
Dikurangi harga pokok penjualan
Laba (rugi) bersih

2005

2006

$ 125.000
100.000

$ 250.000
250.000

$ 25.000

Laba menurut perhitungan biaya variabel


2005
Penjualan
Dikurangi: beban variabel
Harga pokok penjualan variabel
Margin kontribusi
Dikurangi beban tetap:
Overhead tetap
Laba (rugi) bersih

$ 125.000

2006
$ 250.000

50.000

100.000

75.000

150.000

100.000

100.000

$ ( 25.000)

50.000

Perhitungan Biaya Variabel dan Pelaporan Segmen (573)


Elcom, Inc.
Laporan Laba Rugi Segmen, 2005
Dasar Perhitungan Biaya Absorpsi
Stereo
Penjualan
Dikurangi : HPP
Margin kotor
Dikurangi: Beban penj . Dan
adm
Laba (rugi) bersih

Perekam
Video

Total

$400.000
350.000

$290.000
300.000

$690.000
650.000

50.000
30.000

( 10.000)
20.000

40.000
50.000

$ 20.000

$(30.000) $(10.000)

Perusahaan memutuskan untuk menghentikan produksi perekam video


(rugi $30.000), dengan alasan untuk meningkatkan laba , akan tetapi
setahun kemudian ternyata hasilnya berbeda.

Elcom Inc.
Laporan Laba Rugi, 2006
Dasar Perhitungan Biaya Absorpsi
Penjualan
Dikurangi: Harga pokok penjualan

$400.000
430.000

Margin kotor
Dikurangi: Beban penjualan dan administratif

( 30.000)
35.000

Laba (rugi) bersih

Ternyata rugi semakin besar

$(65.000)

Sekarang perhatikan laporan laba rugi segmen yang


menggunakan perhitungan biaya variabel
Elcom, Inc.
Laporan Laba Rugi Segmen, 2005
Dasar perhitungan Biaya Variabel

Stereo
Penjualan
Dikurangi beban variabel:
Harga pokok penjualan variabel
Penjualan dan administratif variabel

Perekam
video

Total

$ 400.000

$ 290.000

$ 690.000

( 300.000)
( 5.000)

( 200.000)
( 10.000)

(500.000)
( 15.000)
$ 175.000

Margin kontribusi
Dikurangi beban tetap langsung:
Overhead tetap langsung
Penjualan dan administratif langsung

95.000

$ 80.000

(
(

30.000)
10.000)

( 20.000)
( 5.000)

Margin segmen

55.000

$ 55.000

(
(

50.000)
15.000)

$ 110.000

Dikurangi beban tetap umum


Overhead tetap umum
Penjualan dan administrasi umum

( 100.000)
( 20.000)

Laba (rugi) bersih

($ 10.000)

Bab 11, buku Hansen Mowen Edisi 8, Buku 2


ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA:
Alat Perencanaan Manajerial
(Cost-Volume-Profit Analysis CVP analysis)

1.
1. Analisis
Analisisbiaya-volume-laba
biaya-volume-labamerupakan
merupakansuatu
suatualat
alatyang
yang
sangat
sangatberguna
bergunauntuk
untukperencanaan
perencanaandan
danpengambilan
pengambilan
keputusan.
keputusan.
2.
2. Analisis
AnalisisCVP
CVPmenekankan
menekankan keterkaitan
keterkaitan antara
antarabiaya,
biaya,
kuantitas
kuantitas yang
yangterjual
terjualdan
danharga,
harga,maka
makasemua
semuainformasi
informasi
keuangan
keuanganperusahaan
perusahaanterkandung
terkandungdidalamnya
didalamnya
3.
3. Suatu
Suatualat
alatyang
yangbermanfaat
bermanfaatuntuk
untukmengidentifikasi
mengidentifikasicakupan
cakupan
dan
danbesarnya
besarnyakesulitan
kesulitan ekonomi
ekonomiyang
yang dihadapi
dihadapi suatu
suatu divisi
divisi
dan
danmembantu
membantumencari
mencaripemecahannya
pemecahannya

Titik Impas
Titik impas ( break-even point)

adalah titik dimana total


pendapatan sama dengan total
biaya, titik dimana laba sama
dengan nol.

Penggunaan Laba Operasi dalam Analisis CVP


Laporan laba rugi dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut:
LABA OPERASI = PENDAPATAN PENJUALAN BEBAN VARIABEL BEBAN TETAP

Laba operasi = (harga x jumlah unit terjual) (biaya


variabel per unit x jumlah unit terjual) total biaya tetap

CONTOH: Whittier Company memproduksi mesin pemotong


rumput. Untuk tahun yang akan datang, pengawas telah
menyusun proyeksi laporan laba rugi berikut:
Penjualan (1.000 unit @ $400)

$400.000

Dikurangi: Beban variabel

325.000

Margin kontribusi

75.000

Dikurangi: Beban tetap


Laba Operasi

45.000
$ 30.000

Laba operasi = (harga x jumlah unit terjual) (biaya variabel per


unit x jumlah unit terjual) total biaya tetap
Titik Impas dalam Unit
0 = ($400 x unit) ($325 x unit) - $45.000
0 = ($75 x unit) - $ 45.000
$75 x unit = $45.000
Unit = 600

Pembuktian, pada penjualan 600 unit perusahaan


mencapai titik impas (laba = 0)
Penjualan (600 x @$400)

$240.000

Dikurangi: Beban variabel (600x$325)

195.000

Margin kontribusi

45.000

Dikurangi: Beban tetap

45.000

Laba operasi

JALAN PINTAS UNTUK MENGHITUNG UNIT IMPAS


Jumlah unit = Biaya tetap / margin kontribusi per unit
= Biaya tetap / (harga jual biaya variabel)
Jumlah unit = $45.000 / ($400 - $325)
= $45.000/$75
Jumlah unit = 600

PENJUALAN DALAM UNIT YANG DIPERLUKAN UNTUK


MENCAPAI TARGET LABA
Target Laba sebagai sebuah Jumlah Dolar atau Rupiah
Jika perusahaan ingin memperoleh laba operasi sebesar $60.000.
Berapakah mesin pemotong rumput yang harus dijual untuk mencapai hasil
ini?
Laba operasi = (harga x jumlah unit terjual) (biaya variabel per unit x
jumlah unit terjual) total biaya tetap
$60.000 = ($400 x unit) ($325 x unit) - $45.000
$105.000 = $75 x unit
Unit = 1.400

DAPAT DIHITUNG DENGAN RUMUS:


Jumlah unit =( Biaya tetap + laba operasi) / margin kontribusi per unit
Jumlah unit = ($45.000 + $60.000) / ($400 - $325)
Unit = 1.400
Perusahaan harus menjual 1.400 unit mesin pemotong
rumput, untuk menghasilkan laba operasi $60.000.
Laporan Laba rugi berikut membuktikan hasil ini:

Penjualan (1.400 unit @$400)

$560.000

Dikurangi: b. Variabel (1.400@$325)

455.000

Margin kontribusi

105.000

Dikurangi beban tetap


Laba Operasi

45.000
$60.000

Target Laba sebagai suatu Persentase dari Pendapatan


Penjualan
Misalkan Perusahaan ingin mendapatkan laba 15% dari pendapatan
penjualan Berapakah jumlah produk yang harus dijual ?
Laba operasi = (harga x jumlah unit terjual) (biaya variabel per unit
x jumlah unit terjual) total biaya tetap

0,15($400)(unit) = ($400 x unit) ($325 x unit) - $45.000


$60 x unit = ($400 x unit) ($325 x unit) - $45.000
$60 x unit = ($75 x unit) - $45.000
$15 x unit = $45.000
Unit = 3.000

TARGET LABA SETELAH PAJAK


Laba bersih = Laba operasi Pajak Penghasilan
= Laba operasi (Tarif pajak x Laba operasi
= Laba operasi (1 tarif pajak)
ATAU:
Laba operasi = Laba bersih / (1 Tarif pajak)
Jika perusahaan ingin memperoleh laba bersih setelah pajak
sebesar $48.750 dan tarif pajaknya adalah 35 %
Berapa unitkah harus dijual oleh perusahaan?
Langkah 1
Target laba setelah pajak harus dikonversi menjadi target laba
sebelum pajak
$48.750 = Laba operasi (0,35 x Laba operasi)
$48.750 = 0,65 (Laba operasi)
$75.000 = Laba operasi

Langkah 2
Gunakan rumus target laba untuk mengetahui berapa
unit yang harus dijual

Unit = ($45.000 + $75.000) / $75


Unit = $120.000/$75
Unit = 1.600
PEMBUKTIAN
Laporan Laba Rugi
Penjualan (1.600 @ $400)

$640.000

Dikurangi B. variabel (1.600@$325)

520.000

Margin kontribusi

120.000

Dikurangi Beban tetap

45.000

Laba Operasi

75.000

Dikurangi: Pph (35% x $75.000)

26.250

Laba Bersih

$ 48.750

TITIK IMPAS DALAM DOLAR atau RUPIAH PENJUALAN


(Hal. 11-12)
Dolar
Penjualan
Dikurangi: Beban variabel
Margin kontribusi
Dikurangi: Biaya tetap
Laba operasi

Persentase
penjualan

$400.000
325.000

100,00%
81,25%

75.000
45.000

18,75%

30.000

Rumus
Penjualan impas = Biaya tetap / Rasio
margin kontribusi
Penjualan Impas = $45.000 / 0,1875
Penjualan impas = $240.000

Target Laba dan


Pendapatan Penjualan (hal.
13)
Penjualan = ($45.000 + $60.000) / 0,1875
= $105.000 / 0,1875

= $560.000

Artinya: untuk mendapat laba $60.000,


perusahaan harus mencapai nilai
penjualan $560.000

LATIHAN 11-1
ADAMS CO. MENJUAL SUATU PRODUK SEHARGA $14, BIAYA VARIABEL
PER UNIT SBB:
$3,90
Bahan baku langsung
1,40
Tenaga kerja langsung
2,10
Overhead variabel
Beban variabel penjualan 1,00
Total overhead tetap adalah $ 44.000 dan
Total beban tetap penjualan $47.280
Diminta:
1. hitung biaya variabel per unit
4. hitung rasio biaya variabel
2. Hitung margin kontribusi per unit
5. hitung total biaya tetap
3. Hitung rasio margin kontribusi
6. Hitung unit impas, buktikan

Analisis Multiproduk (hal. 14)


Mesin pemotong rumput

Harga jual

Unit dijual

Mesin Manual
Mesin otomatis

$400
$800

1.200 unit
800 unit

Mesin
Manual
Penjualan
$480.000
Dikurangi: Beban variabel
390.000
Margin kontribusi
$ 90.000
Dikurangi: B. tetap langsung
30.000
Margin produk
$ 60.000
Dikurang: Beban tetap umum
Laba operasi

Mesin
Otomatis

Total

$640.000
480.000

$1.120.000
870.000

160.000
40.000

250.000
70.000

$120.000

180.000
26.250
$ 153.750

Penjualan dan Analisis CVP (hal. 17)


Produk

Mesin Manual
Mesin Otomatis
Total Paket

Harga
Biaya
jual per variabel
unit
per unit

Margin
kontribusi
per unit

Bauran
penjual
an

Margin
kontribusi
per paket

$400
800

$ 75
200

3
2

$225
400

$325
600

$625

Paket Impas = Biaya Tetap/ Margin kontribusi per paket


= ($70.000 + 26.250 / $625
= 154 paket

Agar tercapai titik impas perusahaan harus menjual


154 paket, terdiri dari:
Mesin manual : 154 x 3 = 462 unit
Mesin otomatis : 154 x 2 = 308 unit

LAPORAN LABA RUGI: SOLUSI IMPAS (hal. 18)

Mesin
Manual

Mesin
Otomatis

Total

Penjualan
Dikurangi: Beban variabel

$184.800
150.150

$246.400
184.800

$431.200
334.950

Margin kontribusi
Dikurangi: beban tetap
langsung

$ 34.650
30.000

$ 61.600
40.000

$ 96.250
70.000

$ 21.600

$ 26.250

Margin segmen

4.650

26.250

Dikurangi beban tetap umum


Laba Operasi

PENDEKATAN DOLAR / RUPIAH PENJUALAN


Rasio MK = margin kontribusi / penjualan
Rasio margin kontribusi: $250.000 / $1.120.000 = 0,2232

Penjualan Impas = Biaya tetap/Rasio margin kontribusi


= $96.250 / 0,2232
= $431.228

PENYAJIAN SECARA GRAFIS HUBUNGAN CVP

Contoh:
Data Biaya suatu produk tunggal
Total biaya tetap
Biaya variabel per unit
Harga jual per unit

$100
5
10

Laba operasi dapat dinyatakan sebagai berikut:


Laba operasi = ($10 x unit) - ( $5 x Unit) - $100
= ($5 x unit) - $100

Laba atau
rugi

GRAFIK LABA-VOLUME
200
L = $5x - $100

(40,$100)

100
Titik impas
(20, $0)

0
20

40
Unit yang terjual

-100

(0, -$100)

GRAFIK BIAYA-VOLUME-LABA
Total
pendapatan

Pendapatan

400
Laba
($100)

Total
biaya

200
Titik impas
(20, $200)
100
Rugi
($100)
0

20

40

Unit yang terjual

RESIKO DAN KETIDAK PASTIAN (hal.27)


Asumsi penting analisis CVP
Harga dan biaya diketahui dengan pasti, namun jarang
terjadi

Resiko dan ketidak pastian adalah bagian dari pengambilan


keputusan bisnis dan harus ditangani

Secara formal resiko berbeda dari ketidak pastian

Resiko, distribusi probabilitas variabelnya diketahui


Ketidakpastian, distribusi probabilitas variabelnya tidak
diketahui.

BAGAIMANA MANAJER BERHUBUNGAN


DENGAN RESIKO DAN KETIDAK PASTIAN?

Pertama, manajemen harus menyadari sifat ketidak

pastian dari harga, biaya, dan kuantitas dimasa depan

Selanjutnya, manajer bergerak dari titik impas, ke

kisaran titik impas, jadi tidak diestimasi pada satu titik

Manajer dapat menggunakan analisis sensitivitas atau

analisis bagaimana-jika (what if), untuk membantu


dalam menentukan hubungan titik impas (atau target
laba) dan untuk melihat dampak harga dan biaya yang
bervariasi terhadap kuantitas yang terjual (sebaiknya
menggunakan spreadsheet komputer)

Ada 2 konsep yang dapat


dipertimbangkan untuk mengukur
resiko yaitu:
Margin pengaman dan
Pengungkit operasi

Margin Pengaman (margin of safety) hal.28


Adalah unit yang terjual atau diharapkan untuk terjual atau
pendapatan yang dihasilkan atau diharapkan untuk dihasilkan
yang melebihi volume impas

Margin pengaman (dalam volume) =


(volume penjualan saat ini volume impas)
= (500 200)= 300 unit

Margin pengaman (dalam pendapatan penjualan)


= ($350.000 - $200.000) = $150.000

Pengungkit Operasi ( Operating

Leverage)
Merupakan penggunaan biaya tetap
untuk menciptakan perubahan
persentase laba yang lebih tinggi
ketika aktivitas penjualan berubah

Tingkat pengungkit operasi (degree of


operating leverage DOL)

Tingkat pengungkit operasi


= Margin kontribusi / laba
Misalkan: DOL = $500.000 / $125.000
= 4,0

Apa yang akan terjadi dengan laba, jika


penjualan naik 40%?

Maka laba akan naik sebesar: 40% x 4,0 =


160%

BAB 17(Bab.12): PENGAMBILAN KEPUTUSAN


TAKTIS
Pengambilan keputusan taktis terdiri dari pemilihan diantara berbagai
alternatif dengan hasil yang langsung atau terbatas.
Contoh:
Menerima pesanan khusus dengan harga yang lebih rendah dengan
memanfaatkan kapasitas menganggur dan meningkatkan laba tahun ini.
Beberapa keputusan taktis bersifat jangka pendek, namun harus
diperhatikan bahwa keputusan jangka pendek mengandung konsekuensi
jangka panjang
Contoh:
Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan untuk memproduksi suatu
komponen produknya daripada membeli dari pemasok luar. Tujuannya
untuk menekan biaya pembuatan produk utama.
Keputusan taktis mungkin merupakan sebagian kecil dari keseluruhan
strategi perusahaan dalam meraih keunggulan biaya, seringkali berupa
tindakan berskala kecil yang bermanfaat untuk tujuan jangka panjang

Model Pengambilan Keputusan Taktis


Enam langkah yang mendeskripsikan proses pengambilan
keputusan yang direkomendasikan adalah:

Kenali dan definisikan masalah

Identifikasi setiap alternatif sebagai solusi yang layak


atas masalah tersebut, eliminasi alternatif yang secara
nyata tidak layak.

Identifikasi biaya dan manfaat yang berkaitan dengan


setiap alternatif yang layak. Klasifikasikanlah biaya dan
manfaat sebagai relevan atau tidak relevan serta
eliminasilah biaya dan manfaat yang tidak relevan dari
pertimbangan.

Hitunglah total biaya dan manfaat yang relevan dari


masing-masing alternatif.

Nilailah faktor-faktor kualitatif

Pilihlah alternatif yang menawarkan manfaat terbesar


secara keseluruhan

Model Pengambilan Keputusan Taktis


Enam langkah yang mendeskripsikan proses pengambilan
keputusan yang direkomendasikan adalah:

Kenali dan definisikan masalah

Identifikasi setiap alternatif sebagai solusi yang layak


atas masalah tersebut, eliminasi alternatif yang secara
nyata tidak layak.

Identifikasi biaya dan manfaat yang berkaitan dengan


setiap alternatif yang layak. Klasifikasikanlah biaya dan
manfaat sebagai relevan atau tidak relevan serta
eliminasilah biaya dan manfaat yang tidak relevan dari
pertimbangan.

Hitunglah total biaya dan manfaat yang relevan dari


masing-masing alternatif.

Nilailah faktor-faktor kualitatif

Pilihlah alternatif yang menawarkan manfaat terbesar


secara keseluruhan

Biaya Relevan (Relevan Cost)


Bagaimana mengidentifikasi dan menentukan biayabiaya yang mempengaruhi keputusan?
Biaya relevan merupakan biaya masa depan yang
berbeda pada masing-masing alternatif. Semua
keputusan berhubungan dengan masa depan, jadi hanya
biaya masa depan yang dapat menjadi relevan dengan
keputusan
Untuk menjadi relevan suatu biaya juga harus berbeda
dari satu alternatif dengan alternatif lainnya.
Apabila biaya masa depan terdapat pada lebih dari satu
alternatif, maka biaya tersebut tidak memiliki pengaruh
terhadap keputusan (biaya tidak relevan)

Contoh Aplikasi Biaya Relevan


Keputusan membuat atau membeli
Keputusan meneruskan atau menghentikan
Keputusan pesanan khusus
Keputusan menjual atau memproses lebih lanjut

Sumber Daya Fleksibel


Beberapa sumber daya fleksibel dapat dengan mudah dibeli
dengan jumlah seperlunya dan pada saat dibutuhkan. Disebut
juga dengan biaya variabel.
Contoh: listrik untuk produksi
Sumber Daya Terikat
Committed resources dibeli sebelum digunakan, mungkin ada kapasitas yang tidak
digunakan yang berpengaruh pada keputusan taktis

Ada 2 jenis sumber daya terikat:


(1)Sumber daya terikat untuk jangka pendek
Sumber daya yang diperoleh sebelum penggunaan melalui kontrak implisit,
biasanya diperoleh dalam jumlah kasar (biaya ini dianggap sebagai stepvariable atau step-fixed)
Contoh: sumber daya yang berhubungan dengan tingkat penggajian organisasi dan
yang dibayar per jam.

(2)Sumber Daya Terikat Untuk Beberapa Periode


Diperoleh dimuka untuk kebutuhan produksi selama beberapa periode, sebelum
tingkat sumber daya diketahui. Contoh: sewa atau beli gedung dan peralatan untuk
produksi

Sumber Daya Fleksibel


Beberapa sumber daya fleksibel dapat
dengan mudah dibeli dengan jumlah
seperlunya dan pada saat dibutuhkan.
Disebut juga dengan biaya variabel.
Contoh: listrik untuk produksi

Sumber Daya Terikat


Committed resources dibeli sebelum digunakan, mungkin ada kapasitas
yang tidak digunakan yang berpengaruh pada keputusan taktis

Ada 2 jenis sumber daya terikat:


(1)Sumber daya terikat untuk jangka pendek
Sumber daya yang diperoleh sebelum penggunaan melalui kontrak
implisit, biasanya diperoleh dalam jumlah kasar (biaya ini dianggap
sebagai step-variable atau step-fixed)

Contoh: sumber daya yang berhubungan dengan tingkat penggajian


organisasi dan yang dibayar per jam.

(2)Sumber Daya Terikat Untuk Beberapa Periode


Diperoleh dimuka untuk kebutuhan produksi selama beberapa periode,
sebelum tingkat sumber daya diketahui. Contoh: sewa atau beli gedung
dan peralatan untuk produksi

Contoh Aplikasi Biaya Relevan


Keputusan Membuat atau Membeli (Make-or-buy decision)
Perusahaan tahun depan harus memproduksi 10.000
komponen untuk mendukung kebutuhan produksi printer
lama
Perusahaan dihubungi oleh pemasok untuk membuat
komponen tersebut dengan harga $4,75
Tawaran itu sangat menarik karena biaya manufaktur penuh
per unit adalah $8,20
PERTANYAAN
Apakah perusahaan akan memproduksi atau membeli saja
komponen tersebut?

Contoh Aplikasi Biaya Relevan

Biaya yang berkaitan dengan produksi 10.000


komponen
Total
Biaya per
biaya
unit
Sewa peralatan
$12.000
$1,20
Penyusutan peralatan
2.000
0,20
Bahan baku langsung
10.000
1,00
Tenaga kerja langsung
20.000
2,00
Overhead variabel
8.000
0,80
Overhead tetap umum
30.000
3,00
Total
$82.000
$8,20

Daftar total biaya relevan untuk masing-masing alternatif

Alternatif
Membuat

Sewa peralatan
Bahan baku langsung
Tenaga kerja langsung
Overhead variabel
Biaya pembelian
Tenaga kerja paruh waktu
Total

Membeli

Perbedaan
biaya untuk
membuat

$12.000
5.000
20.000
8.000
-

$47.500
8.500

$12.000
5.000
20.000
8.000
( 47.500)
( 8.500)

$45.000

$56.000

$(11.000)

Analisis menunjukkan bahwa membuat komponen sendiri adalah $11.000 lebih


murah daripada membelinya. Jadi, tawaran dari pemasok harus ditolak
Analisis dapat dilakukan atas dasar biaya per unit.
Biaya unit relevan untuk membuat sendiri adalah: $4,50 ($45.000/10.000).
Untuk alternatif membeli dari pemasok luar : $5,60 ($56.000/10.000)

Keputusan Meneruskan atau Menghentikan


(Keep-or-drop decisions) (hal. 79)
Perusahaan memproduksi balok, bata, dan genteng. Estimasi laporan laba rugi th 2006:

Balok
Penjualan
Dikurangi: beban variabel
Margin kontribusi
Dikurangi beban tetap langsung
Iklan
Gaji
Penyusutan
Total BTL
Margin segmen
Dikurangi: beban tetap umum
Laba operasi

Bata

Genteng

$500
250
250

$800
480
$320

$150
140
$ 10

10
37
53
100
$150

10
40
40
90
$230

10
35
10
$ 55
$( 45)

Total
$1.450
870
$ 580

30
112
103
245
335
125
210

Kinerja lini genteng menujukkan margin segmen negatif, apakah


perusahaan akan meneruskan lini genteng atau menghentikannya?

Meneruskan atau Menghentikan dengan Berbagai Dampak Komplementer


Manajer pemasaran memprediksi, penghapusan lini genteng akan:
Menurunkan penjualan balok 10%
Menurunkan penjualan bata 8%
Jika penjualan turun, maka beban variabel juga berkurang dengan % yang sama
Berikut ini ikhtisar analisis diatas:

Meneruskan
(blk, bata,
genteng)
Penjualan
$1.450
Dikurangi:beban variabel
870
Margin kontribusi
580
Dikurangi: iklan
( 30)
Beban pengawasan
( 112)
Total
$ 438

Menghentikan
(Balok, bata)

Perbedaan
jumlah jika
meneruskan

$1.186,0
666,6
519,4
(
20,0)
(
77,0)
$ 422,4

$264,0
203,4
60,6
( 10,0)
( 35,0)
$ 15,6

Meneruskan atau Menghentikan dengan Penggunaan Alternatif Fasilitas


Jika produksi genteng dihentikan dan digantikan dengan produksi tegel, dengan memanfaatkan mesin
yang ada, pemasaran tegel juga memungkinkan, apakah sebaiknya perusahaan menghentikan genteng
dan mengganti dengan tegel atau meneruskan genteng saja?
Asumsi penurunan penjualan balok dan bata tetap sama
Estimasi laporan keuangan untuk

tegel saja sebagai berikut:

Penjualan
Dikurangi beban variabel
Margin kontribusi
Dikurangi beban tetap langsung
Margin segmen

Penjualan
Dikurangi beban variabel
Margin kontribusi

$100
40
$ 60
55
$ 5

Meneruskan
(balok,bata,ge
nteng)

Menghentikan
(balok,bata,teg
el)

$1.450
870
$ 580

$1.286,0
706,6
$ 579,4

Perbedaan
jumlah jika
meneruskan
$164,0
163,4
$ 0,6

Keputusan Pesanan Khusus


(Special-order decision)
Hal ini berfokus pada pertanyaan: Apakah pesanan
harga khusus harus diterima atau ditolak?
Pesanan-pesanan seperti ini sering menarik, khususnya
ketika perusahaan sedang beroperasi dibawah kapasitas
produktif maksimumnya.
Contoh:
Sebuah perusahaan es krim sedang beroperasi pada
80% dari kapasitas produktifnya. Kapasitas yang dimiliki
20 juta unit, ukuran setengah galon.
Berikut ini total biaya yang berkaitan dengan pembuatan
dan penjualan 16 juta unit adalah sebagai berikut:

Data biaya produksi dan penjualan 16 juta unit (dalam ribuan dollar)
Total
Biaya variabel
Bahan-bahan susu
Gula
Penyedap
Tenaga kerja langsung
Pengemasan
Komisi
Distribusi
Lain-lain
Total biaya variabel
Biaya tetap:
Gaji
Penyusutan
Utilitas
Pajak
Lain-lain
Total biaya tetap
Total biaya
Harga jual grosir

Biaya per unit

$11.200
1.600
2.400
4.000
3.200
320
480
800
$24.000

$0,70
0,10
0,15
0,25
0,20
0,02
0,03
0,05
$1,50

$0.060
0,020
0,005
0,002
0,010
0,097
$1,597
$2,00

960
320
80
32
160
1.552
$25.552
$32.000

Sebuah distributor es krim dari wilayah lain yang biasanya tidak


dilayani oleh perusahaan, ingin membeli 2 juta unit dengan harga
$1,55 per unit, asalkan distributor tsb dapat memasang mereknya
pada es krim tersebutDistributor juga setuju untuk membayar biaya
transportasi, karena berhubungan langsung ke perusahaan, maka
tidak ada komisi penjualan.
Sebagai manajer perusahaan es krim tersebut, apakah anda akan
menerima pesanan ini atau menolaknya?
Penawaran harga sebesar $1,55 ini berada dibawah harga jual
normal $2,00, bahkan dibawah total biaya per unit $1,597
Hal-hal yang harus dipertimbangkan:
1. Perusahaan harus memiliki kapasitas menganggur
2. Pesanan tersebut tidak akan mengganti unit-unit lain yang
sedang diproduksi untuk dijual dengan harga normal
3. Memperhatikan biaya yang tidak relevan, biaya tetap akan selalu
muncul tanpa memperhatikan pesanan diterima atau ditolak.

Analisis biaya relevan dapat diringkas sebagai berikut:

Menerima

Pendapatan
Bahan-bahan susu
Gula
Penyedap
Tenaga kerja langsung
Pengemasan
Lain-lain
Total

$3.100.000
( 1.400.000)
( 200.000)
( 300.000)
( 500.000)
( 400.000)
( 100.000)
$ 200.000

Menolak

Perbedaan
keuntungan jika
menerima

$3.100.000
( 1.400.000)
( 200.000)
( 300.000)
( 500.000)
( 400.000)
( 100.000)
$ 200.000

$ 0

Dapat dilihat bahwa untuk perusahaan ini, menerima


pesanan khusus akan menaikkan laba sebesar $200.000
($0,10 x 2.000.000 unit)

Keputusan Menjual atau Memproses Lebih lanjut


(Sell or process further)
Produk gabungan (joint product) memiliki proses yang umum dan biaya
produksi sampai pada titik pemisahan . Pada titik tersebut, kedua
produk dapat dibedakan.
Contoh:
Mineral tertentu seperti emas dan tembaga dapat terkandung dalam satu
biji besi, biji besi tersebut harus ditambang, dihancurkan, dan diolah
sebelum tembaga dan emas dipisahkan. Saat pemisahan inilah yang
disebut titik pemisahan (split-off point). Biaya penambangan,
penghancuran dan pengolahan berlaku untuk kedua produk.

Bahan
(biji besi)

Proses
produks
i

Produk gabungan
tembaga
emas

Biaya produksi gabungan


(joint cost): Bahan, upah,
overhead

CONTOH
Appletime Corporation, perusahaan besar dibidang pertanian,spesialisasi perkebunan
apel
Biaya pemrosesan (menanam sampai panen) $300
Hasil produksi disortir menjadi 3 jenis apel
Apel jenis A : yaitu apel besar tanpa cacat
Apel jenis B : yaitu apel kecil tanpa cacat
Apel jenis C : yaitu apel yang tidak termasuk A dan B
Berikut ini situasi yang sudah berjalan di perusahaan:
Hasil pada titik pemisahan

Apel A

Biaya
gabungan
$300

Biaya
proses
lanjutan

Pemrosesan
lebih lanjut

Apel B

Dijual dalam
kantongan

Apel C

Saus apel

Ada tawaran dari perusahaan lain, agar perusahaan tersebut


memproduksi ISI PAI APEL
Apel yang cocok adalah jenis B, apakah perusahaan apel
tersebut akan menerima tawaran ini?
Analisisnya sebagai berikut:

Memproses
Menjual
lebih lanjut
(apel B,
(apel B, selai
dijual
apel)
kantongan)
Pendapatan
Biaya
pemrosesan
lanjut
Total

Perbedaan
jumlah jika
memproses
lebih lanjut

$450
( 120)

$150
-

$300
($120)

$330

$150

$180

Penetapan Harga (hal.88)


Penetapan Harga Berdasarkan Biaya
Pendapatan harus menutup biaya perusahaan untuk menghasilkan laba, maka
terlebih dahulu menetapkan biaya dalam menentukan harga

Biasanya sebagian merupakan biaya dasar dan markup

Markup adalah persentase yang dibebankan kepada biaya dasar, termasuk


laba yang diinginkan dan setiap biaya yang tidak termasuk biaya dasar.
Laporan laba rugi Elvin Company untuk tahun lalu sebagai berikut:
Pendapatan

$856.500

Harga pokok penjualan:


Bahan baku langsung

$489.750

Tenaga kerja langsung

140.000

Overhead
Laba Kotor
Beban administrasi dan penjualan
Laba Operasi

84.000

713.750
$142.750
25.000
$117.750

Menghitung Markup: (hal.89)


Markup harga pokok penjualan =
(Beban penjualan dan administrasi + laba operasi) /
Harga pokok penjualan
= ($25.000 + $117.750) / $713.750 = 0,20
= 20%
Cara lain:
Markup bahan baku langsung =
(Tenaga kerja langsung + Overhead + beban penjualan dan
administratif + Laba Operasi) / Bahan baku langsung
= ($140.000 + $84.000 + $25.000 + $117.750)/$489.750
= 0,749= 74,9%

Penggunaan markup dalam penawaran


Perusahaan menerima pekerjaan untuk merakit 100 unit komputer
menurut spesifikasi tertentu, biaya diestimasi sebagai berikut:

Bahan baku langsung (kom.komputer, software, kabel) $ 100.000


Tenaga kerja langsung (100 x 6 jam x $15)

9.000

Overhead (60% dari biaya tenaga kerja langsung)

5.400

Estimasi harga pokok penjualan


Ditambah 20% markup dari harga pokok penjualan
Harga penawaran

$114.400
22.880
$137.280

Perhitungan Biaya Target dan Penetapan Harga


Perhitungan biaya target (target costing) adalah
suatu metode penentuan biaya produk atau jasa
berdasarkan harga (harga target) yang bersedia
dibayarkan oleh pelanggan.
Ini disebut juga : Perhitungan biaya berdasarkan
harga (price-driven costing)

Keputusan bauran produk


hal.86
Sumber daya dengan satu kendala:
Ada 8 mesin, total jam mesin: 40.000 jam/th
Produk:
Perseneling X dikerjakan : 2 jam mesin,
margin kontribusi. $25
Perseneling Y dikerjakan :0,5 jam mesin,
margin kontribusi. $10
Asumsi tidak ada kendala lain.
Pertanyaan: berapa bauran optimal
perseneling tersebut?

Penyelesaian:
Jumlah unit yg dapat dihasilkan :
Perseneling X: 40.000 jam/2 jam= 20.000 unit
atau
Perseneling Y: 40.000 jam/0,5 jam = 80.000 unit
Perhitungan margin kontribusi:
-perseneling X : 20.000 unit x $25 = $500.000
atau
-perseneling Y : 80.000 unit x $10 = $800.000
KESIMPULAN:
Sebaiknya perusahaan hanya memproduksi perseneling Y,
karena menghasilkan margin kontribusi yang tinggi

Latihan 12-14
hal.110
Orly Company memproduksi 2 model mesin produk
industri:
Model A4: 6 jam mesin, margin kontribusi $24 per unit
Model M3:3 jam mesin, margin kontribusi $15 per unit
Kendala yang dimiliki adalah mesin pengebor laser hanya
memiliki: 12.000 jam mesin setahun
Pertanyaan:
1. Jumlah optimal tiap produk yang harus diproduksi,
anggap tidak ada kendala pasar, hitung margin
kontribusi masing-masing, model manakah yang akan
diproduksi perusahaan?
2 Anggap tiap model hanya dapat dijual 2.500 unit,
hitung jumlah optimal tiap model yang harus diproduksi

Sistem akuntansi
pertanggungjawaban
Adalah sistem yang mengukur

berbagai hasil yg dicapai setiap


pusat pertanggungjawaban menurut
informasi yang dibutuhkan para
manajer untuk mengoperasikan
pusat pertanggungjawaban mereka.

Evaluasi Kinerja dalam Perusahaan yang


Terdesentralisasi ( Bab 13, edisi 7,Hansen &
Mowen ), Menjadi bagian Bab 10, Edisi 8
Akuntansi Pertanggung Jawaban (responsibility
accounting
Terdapat hubungan yang erat antara struktur
organisasi dengan sistem akuntansi
pertanggungjawaban
Jenis-jenis pusat pertanggungjawaban
Responsibility center merupakan suatu segmen
bisnis yang manajernya bertanggung jawab
terhadap serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu

Sistem akuntansi
pertanggungjawaban
Adalah sistem yang mengukur berbagai
hasil yg dicapai setiap pusat
pertanggungjawaban menurut informasi
yang dibutuhkan para manajer untuk
mengoperasikan pusat
pertanggungjawaban mereka.

Ada 4 jenis utama pusat pertanggung jawaban


Pusat biaya (cost center): Suatu pusat
pertanggungjawaban yang manajernya
bertanggung jawab hanya terhadap biaya.
Pusat pendapatan (revenue center) : suatu pusat
pertanggungjawaban yang manajernya
bertanggung jawab hanya terhadap penjualan
Pusat laba (profit center) : suatu pusat
pertanggungjawaban yang manajernya
bertanggung jawab terhadap pendapatan dan
biaya
Pusat investasi (Investment center): suatu pusat
pertanggungjawaban yang manajernya
bertanggung jawab terhadap pendapatan,
biaya dan investasi (modal)

Ada 2 pendekatan pengambilan keputusan:


1. Pengambilan keputusan tersentralisasi
(centralized decision making), yaitu berbagai
keputusan dibuat pada tingkat manajemen
puncak, dan manajer pada jenjang yang lebih
rendah bertanggung jawab terhadap
pengimplementasian keputusan-keputusan
tersebut.
2. Pengambilan keputusan terdesentralisasi
(decentralized decision making), yaitu
memperkenankan manajer pada jenjang yang lebih
rendah untuk membuat dan mengimplementasikan
keputusan-keputusan penting yang berkaitan
dengan wilayah pertanggungjawaban mereka.

Alasan melakukan Desentralisasi


Kemudahan mengumpulkan dan
menggunakan informasi lokal.
Fokus manajemen pusat
Melatih dan memotivasi para manajer
segmen
Meningkatkan daya saing, membuka
segmen-segmen kepada berbagai
kekuatan pasar

Pengukuran Kinerja Pusat Investasi (hal.576)


Pengembalian atas Investasi (return on investment ROI)
Adalah pengukuran kinerja dengan mengkaitkan laba operasional
dengan aktiva yang digunakan , merupakan ukuran kinerja yang
paling lazim bagi suatu pusat investasi, dirumuskan sebagai berikut:

ROI = Laba operasi / Aktiva operasi rata-rata


Keterangan:
Laba operasi (operating income) adalah laba sebelum pajak
Aktiva operasi (operating assets) adalah seluruh aktiva yang digunakan
untuk menghasilkan laba operasi, termasuk kas, piutang, persediaan, tanah,
gedung, dan peralatan.
Aktiva operasi rata-rata =(nilai buku bersih awal + nilai buku bersih akhir) /2

Contoh:
Alpha Co: ROI = ($100.000 / $500.000) =0,20 = 20%
Beta Co.: ROI = ($200.000 / $2.000.000) = 0,10 = 10%

MARGIN dan PERPUTARAN


Rumus ROI dapat juga dinyatakan sebagai berikut:
ROI = Margin x Perputaran
ROI = (Laba operasi / penjualan ) x (Penjualan /aktiva
operasi rata-rata)
Keunggulan ROI:
1. Mendorong manajer untuk memfokuskan pada hubungan antara
penjualan, beban, dan investasi, sebagai mana yang diharapkan
dari manajer pusat investasi.
2. Mendorong manajer memfokuskan pada efisiensi biaya
3. Mendorong manajer memfokuskan pada efisiensi aktiva operasi
Kelemahan ROI:
1. Fokus yang sempit pada profitabilitas divisi, dengan
mengorbankan profitabilitas keseluruhan perusahaan
2. Fokus pada kepentingan jangka pendek, dengan mengorbankan
kepentingan jangka panjang

contoh
Alpha co. menghasilkan penjualan $400.000,
laba $100.000, aktiva operasi rata rata
$500.000
Margin = $100.000/$400.000 = 0,25
Perputarannya = $400.000/$500.000 = 0,80
ROI = 0,25x0,80 = 0,20 = 20%

LABA RESIDU (Economic Value Added EVA)


EVA = laba operasional setelah pajak ( rata-rata
tertimbang atas modal x total modal terpakai)
Contoh:
Mahalo Inc. tahun lalu memiliki pendapatan operasi bersih setelah pajak
$900.000. Tiga sumber pembiayaan digunakan yaitu:
1. $ 2 juta dari obligasi hipotek dengan bunga 8%
2. $ 3 juta dari obligasi tanpa jaminan dengan bunga 10%
3. $10 juta di saham biasa, yang dianggap lebih tidak beresiko
dibandingkan dengan saham lain.
Pajak penghasilan 40%, maka biaya setelah pajak dari:
1. Obligasi hipotek adalah 0,048 [(1 0,40) x 0,08]
2. Obligasi tanpa jaminan adalah 0,06 [(1 0,40) x 0,10]
3. Saham adalah 12% ( 6% pengembalian atas obligasi pemerintah jangka
panjang + 6% premi rata-rata)

KRITERIA PENILAIAN
Jika EVA positif: perusahaan telah
menciptakan kekayaan
Jika EVA negatif: perusahaan telah
menyia-nyiakan modal

Biaya tertimbang rata-rata atas modal dihitung


sebagai berikut:
Jumlah ( $)

Obligasi hipotek
Obligasi tanpa jaminan
Saham Biasa
Total
Biaya tertimbang rata-rata
atas modal

Persen
Perbandi
ngan

2.000.000
0,133
3.000.000 0,200
10.000.000 0,667
$15.000.000 1,000

Biaya setelah
pajak

Biaya yang
dibebankan

0,048
0,060
0,120

0,006
0,012
0,080
0,098

Jika total modal yang dipakai adalah $ 8 juta


Maka biaya modal adalah = $784.000 (0,098 x $8 juta)
EVA dihitung sebagai berikut:
Laba operasional setelah pajak:
Dikurangi biaya modal
EVA

$900.000
784.000
$116.000

Latihan 13-2
Perusahaan Classen memiliki penjualan
$50.000, beban $48.000, aktiva
operasional $10.000
Diminta:
1. Hitunglah laba operasional
2. Hitunglah margin dan rasio perputaran
3. Hitunglah ROI

LATIHAN 13-3
Perusahaan Seere menyediakan laporan laba rugi untuk tahun lalu:
Penjualan
$240.000
Dikurangi:beban variabel
(195.000)
Margin kontribusi
45.000
Dikurangi: beban tetap
(37.800)
Laba operasional
7.200
Pada tahun lalu Seere memiliki $78.650 dalam aktiva operasional.
Pada akhir tahun $81.350
Diminta: (1) hitunglah aktiva operasional rata-rata
(2)hitunglah margin dan rasio perputaran tahun lalu,
hitunglah
ROI

Pengukuran dan Penghargaan


Kinerja Manajer
Pembayaran Insentif Manajer
Mengapa manajer tidak memberi pelayanan
yang baik? :
1. Kemampuan rendah
2. Bekerja kurang keras
3. Suka memanfaatkan sumber daya untuk
tunjangan
Sistem pembayaran insentif harus terstruktur,
sehingga ada kesesuaian tujuan antara
manajer dan pemilik

KOMPENSASI MANAJEMEN
Kompensasi Keuangan
Kenaikan gaji dan bonus
Bentuk bonus: tunai dan kepelilikan saham

Kebaikannya?
dapat menaikkan laba

Kelemahannya?
Dapat menimbulkan perilaku disfungsional

Kompensasi Non Keuangan


Kenaikan jabatan

Ruang kerja yang nyaman dan mewah


Rekening pengeluaran yang ditanggung
perusahaan
Otonomi dalam pengelolaan bisnis

Pemanfaatan tunjangan merupakan hal


penting dari konpensasi manajemen

PENETAPAN HARGA
TRANSFER
Masalah harga transfer muncul jika:
Perusahaan punya beberapa divisi &
desentralisasi
Setiap divisi sbg pusat pertanggungjawaban
Dievaluasi berdasarkan laba & ROI

Terjadi di suatu perusahaan


Divisi
Pengirim
(Penjual)

Divisi
Penerima
(Pembeli)

Menetapkan harga transfer


(transfer price)

Dampak terhadap ukuran kinerja


Harga transfer mempengaruhi divisi-divisi
yang melakukannya, dampak timbul
karena:
I. Ukuran-ukuran kinerja divisi (ROI & EVA)
II. Laba perusahaan
III. Otonomi divisi

I. Dampak terhadap ukuran kinerja


divisi

II. Dampak terhadap keuntungan


perusahaan
Pengaruhnya pada dua cara:
1. Jika ia mempengaruhi perilaku divisi
Contoh:
Divisi A menjual 1 komponen $30
Biaya produksi $24
Divisi C, memilih beli dr eksternal $28
(penghematan $2)
Jika divisi A tidak dapat menggantikan penjualan
internal dg eksternal, maka
Perusahaan rugi $4 per komponen ($28-$24)
Hasil ini akan menaikkan total biaya perusahaan

2. Penetapan harga transfer juga dapat


mempengaruhi pajak penghasilan
perusahaan secara keseluruhan

Terjadi pada perusahaan multinasional


Perusahaan dapat mengatur harga
transfer kepada pendapatan divisi yg
beroperasi di negara dg pajak rendah
Biaya yg lebih tinggi kpd divisi yang
beroperasi di negara dengan pajak tinggi

III. Dampak terhadap


otonomi
Manajemen pusat sering mencampuri
urusan harga transfer demi mengurangi
biaya, maka akan mengganggu proses
desentralisasi
Campur tangan manajemen pusat dalam
jangka panjang justru menjadi lebih
mahal.

Masalah penetapan harga transfer


Sistem penetapan harga transfer harus
mampu memenuhi 3 tujuan:

1.
2.
3.

Evaluasi kinerja yang akurat


Kesesuaian tujuan
Pemeliharaan otonomi divisi

Pendekatan Biaya Kesempatan


sebagai Pedoman Penetapan
Harga
Opportunity
cost Transfer
approach :

mengidentifikasikan harga terendah yg mau


diterima divisi penjual dan harga tertinggi yg
mau dibayar divisi pembeli.

1.

2.

Harga transfer minimum (minimum transfer


price). Disebut sebagai batas bawah (floor) dari
jangkauan penawaran.
Harga transfer maksimum (maximum transfer
price), disebut batas atas (ceiling) dr jangkauan
penawaran.

Harga Pasar

Jika ada pasar luar dg persaingan


sempurna untuk produk yg
ditransfer, maka harga transfer yg
sesuai adalah harga pasar
Pendekatan biaya kesempatan juga
mengisyaratkan bahwa harga
transfer yang sesuai adalah harga
pasar

Harga Transfer yang


Dinegosiasikan
Pasar dg persaingan sempurna jarang
ada
Harga transfer yang dinegosiasikan dpt
menjadi alternatif praktis, biaya
kesempatan digunakan untuk batasan yg
dinegosiasi
Contoh 1: biaya distribusi yg dapat
dihindari

Divisi papan sirkuit dan Divisi


mainan anak-anak

Harga transfer minimum $20,


maksimum $22. Harga yang
dinegosiasi $21,10

Contoh 2: Kapasitas Berlebih

Harga transfer berdasarkan biaya

Penetapan harga transfer biaya penuh


Biaya penuh ditambah markup
Biaya variabel ditambah biaya tetap