Anda di halaman 1dari 99

PEMBEKALAN KKS DI

DINAS KESEHATAN
KOTA MEDAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI


PENANGGUNG JAWAB KKS
Visi KEDOKTERAN
1.

2.

Jangka pendek :agar mahasiswa dalam melaksanakan


KKS di puskesmas yang merupakan UPT dari Dinas
Kesehatan Kota Medan mendapat gambaran tentang
segala sesuatu yang akan mereka laksanakan selama
KKS di puskesmas.
Jangka panjang : sebagai seorang mahasiswa
kedokteran yang akan menjadi pemikir di bidang
kesehatan nantinya memiliki kepedulian terhadap
kesehatan masyarakat dalam rangka mewujudkan
Indonesia Sehat 2010.

Misi :
Untuk mencapai visi di atas maka dilakukan
pembekalan kepada mahasiswa KKS
Kedokteran dan Kedokteran Gigi di
Ladikkes Dinas Kesehatan Kota Medan
sebagai berikut :
1. Materi yang diberikan :
a. Memperkenalkan struktur Organisasi Dinas
Kesehatan Kota Medan

STRUKTUR DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN


PERATURAN DAERAH KOTA MEDAN
NOMOR 3 TAHUN 2009
TANGGAL 4 MARET 2009

Dinas
Sekretariat

Sub Bagian
Umum

Kelompok
Jabatan
Fungsional

Bidang
Bina Pelayanan
Kesehatan

Seksi
Kesehatan Dasar

Bidang
Pengendalian Masalah
Kesehatan

Seksi
Pengendalian dan
Pemberantasan Penyakit

Sub Bagian
Keuangan
dan Perlengkapan

Sub Bagian
Penyusunan
Program

Bidang
Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kesehatan

Bidang
Kefarmasian Jaminan dan
Sarana Kesehatan

Seksi
Perencanaan dan
Pendayagunaan

Seksi
Kefarmasian

Seksi
Kesehatan Rujukan

Seksi
Wabah dan Bencana

Seksi
Pendidikan dan Pelatihan

Seksi
Jaminan Kesehatan

Seksi
Kesehatan Khusus

Seksi
Kesehatan Lingkungan

Seksi
Registrasi dan akreditasi

Seksi
Sarana dan Peralatan
Kesehatan

UPT

Cont. Misi
b. Membekali tentang :
Upaya kesehatan wajib , upaya-upaya
pengembangan, upaya-upaya penunjang dan
azas penyelenggaraan puskesmas yang
merupakan kebijakan Depkes RI untuk
terwujudnya Indonesia Sehat 2010.

Upaya kesehatan wajib :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Upaya promosi kesehatan


Upaya kesehatan lingkungan
Upaya KIA dan KB
Upaya perbaikan gizi masyarakat
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular
Upaya pengobatan
Upaya pencatatan dan pelaporan

Upaya kesehatan pengembangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Upaya kesehatan sekolah


Upaya kesehatan olahraga
Upaya perawatan kesehatan masyarakat
Upaya kesehatan kerja
Upaya kesehatan gigi dan mulut
Upaya kesehatan jiwa
Upaya kesehatan mata
Upaya kesehatan usia lanjut
Upaya pembinaan pengobatan tradisional

Upaya laboratorium medis dan laboratorium kesehatan


masyarakat merupakan pelayanan penunjang dari setiap
upaya wajib dan pengembangan puskesmas.

Kegiatan-kegiatan

yang dilakukan di
puskesmas dalam pelaksanaan upaya-upaya
dimaksud.
Standar pelayanan minimal menuju Indonesia
Sehat 2010

STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN


NO
1

JENIS PELAYANAN
Kesehatan Ibu dan Bayi

INDIKATOR

TARGET

a. Cakupan kunjungan ibu hamil K4

95%

b. Cakupan pertolongan persalinan oleh


bidan atau tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan

90%

c. Ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk

100%

d. Cakupan kunjungan neonatus

90%

e. Cakupan kunjungan bayi

90%

f. Cakupan BBLR yang ditangani

100%

Kesehatan anak prasekolah a. Cakupan deteksi dini tumbuh


dan usia sekolah
kembang anak balita dan prasekolah
b. Cakupan pemeriksaan kesehatan
siswa SD dan setingkat oleh tenaga
kesehatan atau tenaga terlatih/ guru
UKS/ dokter kecil

90%
100%

c. Cakupan pelayanan kesehatan remaja 80%

Cont..
3.

Keluarga berencana

Cakupan peserta aktif KB

70%

4.

Imunisasi

Desa/ Kelurahan UCI

100%

5.

Pengobatan / perawatan

a. Cakupan rawat jalan

15%

b. Cakupan rawat inap

1,5%

6.

Kesehatan jiwa

Pelayanan gangguan jiwa di


sarana pelayanan kesehatan
umum

15%

7.

Pemantauan pertumbuhan balita

a. Balita naik berat badannya

80%

b. Balita bawah garis merah

< 15%

a. Cakupan balita mendapat


kapsul vit A 2x pertahun

90%

b. Cakupan ibu hamil


mendapat 90 tablet Fe

90%

c. Cakupan pemberian MPASI pada bayi BGM dari


GAKIN

100%

d. Balita gizi buruk


mendapatkan perawatan

100%

8.

Gizi

Cont.
9.
Obstetrik dan Neonatal emergensi dasar
dan komprehensif

a. Akses terhadap ketersediaan darah dan


komponen yang aman untuk menangani
rujukan ibu hamil dan neonatus

80%

b. Ibu hamil resiko tinggi / komplikasi yang


ditangani

80%

c. Neonatal resiko tinggi/ komplikasi yang


ditangani

80%

10.

Gawat darurat

Sarana kesehatan dengan kemampuan


pelayanan gawat darurat yang dapat
diakses masyarakat

90%

11.

Penyelenggaraan penyelidikan
epidemiologi dan penanggulangan KLB
dan gizi buruk

a. Desa / Kelurahan mengalami KLB


yang ditangani< 24 jam

100%

b. Kecamatan bebas rawan gizi

80%

12.

Pencegahan dan pemberantasan


penyakit Polio

Acute Flaccid Paralysis (AFP) rate per 1


100.000 penduduk < 15 tahun

13.

Pencegahan dan pemberantasan


penyakit TB Paru

Kesembuhan penderita TBC, BTA


positif

>85%

14.

Pencegahan dan pemberantasan


penyakit ISPA

Cakupan balita dengan pneumonia


yang ditangani

100%

15.

Pencegahan dan pemberantasan


penyakit HIV-AIDS

a. Klien yang mendapatkan


penanganan HIV-AIDS

100%

b. Infeksi menular seksual yang


diobati

100%

Cont.
16.

Pencegahan dan pemberantasan penyakit


DBD

Penderita DBD yang ditangani

80%

17.

Pencegahan dan pemberantasan penyakit


diare

Balita dengan diare yang ditangani

100%

18.

Kesehatan lingkungan

Institusi yang dibina

70%

19.

Pengendalian vektor

Rumah/ bangunan bebas jentik


nyamuk aedes

>95%

20.

Hygiene sanitasi di tempat umum

Tempat umum yang memenuhi syarat

80%

21.

Penyuluhan perilaku sehat

a. Rumah tangga sehat

65%

b. Bayi yang mendapat ASI eksklusif

80%

c. Desa dengan garam beryodium baik

90%

d. Posyandu Purnama

40%

22.

Penyuluhan, pencegahan, dan


penanggulangan penyalahgunaan NAPZA
berbasis masyarakat

Upaya penyuluhan P3 NAPZA oleh


petugas kesehatan

15%

23.

Penyediaan obat dan perbekalan


kesehatan

a. Ketersediaan obat sesuai kebutuhan

90%

b. Pengadaan obat esensial

100%

c. Pengadaan obat generik

100%

Penulisan resep obat generik

90%

24.

Penggunaan obat generik

Cont..
25. Penyelenggaraan pembiayaan untuk
pelayanan kesehatan perorangan

Cakupan jaminan pemeliharaan 80%


kesehatan prabayar

26. Penyelenggaraan pembiayaan untuk


keluarga miskin dan masyarakat
rentan

Cakupan jaminan pemeliharaan 100%


kesehatan keluarga miskin dan
masyarakat rentan

27. Kesehatan kerja

Cakupan pelayanan kerja pada


pekerja formal

80%

28. Kesehatan usia lanjut

Cakupan pelayanan kesehatan


pra usia lanjut dan usia lanjut

70%

29. Gizi

Cakupan wanita usia subur


yang mendapatkan kapsul
yodium

80%

30. Pencegahan dan pemberantasan


penyakit HIV-AIDS

Donor darah diskrining


terhadap HIV-AIDS

100%

31. Pencegahan dan pemberantasan


penyakit malaria

Penderita malaria yang diobati

100%

32. Pencegahan dan pemberantasan


penyakit kusta

Penderita kusta yang selesai


berobat (RFT rate)

>90%

33. Pencegahan dan pemberantasan


penyakit filariasis

Kasus filariasis yang diobati

90%

Manajemen

Puskesmas (perencanaan = POA


& Microplanning, pelaksanaan dan
pengendalian = Microplanning) serta
pengawasan dan pertanggung jawaban.
Sistematika kegiatan pelaporan

2.
3.

Diawal pembekalan akan dilaksanakan


pretest
Mahasiswa diharuskan membuat
laporan tertulis masing-masing grup
sesuai dengan apa yang mereka lihat
dan lakukan di puskesmas dengan
mendiskusikan dengan Ladikkes Dinas
Kesehatan Kota Medan.

KEPUTUSAN MENTERI
KESEHATAN RI NO
128/MENKES/SK/II/2004
TENTANG
KEBIJAKAN DASAR PUSAT
KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang
Untuk mewujudkan salah satu tujuan nasional bangsa
Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD
1945, yaitu : melindungi segenap bangsa Indonesia,
mewujudkan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Salah satu cara perwujudan tersebut, yaitu dengan
memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan
menyeluruh bagi masyarakat, hal ini sejalan pula dengan
visi dari pembangunan kesehatan yang ingin dicapai
dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
secara adil dan merata untuk menuju Indonesia Sehat
2010 .

Pengertian, Fungsi dan Tujuan


Puskesmas

Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang


merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat
yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan
terpadu kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja dalam
bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.

Fungsi dan Tujuan Puskesmas


Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
Memberdayakan masyarakat dan memberdayakan keluarga.
Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama,
meliputi :
a. Pelayanan kesehatan perorangan
b. Pelayanan kesehatan masyarakat

Visi dan Misi Puskesmas

Visi Puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat.


Indikator kecamatan sehat, antara lain sebagai berikut :

Indikator lingkungan sehat


Indikator perilaku sehat
Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu
Indikator derajat kesehatan yang optimal.

Empat misi Puskesmas, yaitu :


Menggerakkan pembangunan kecamatan yang berwawasan
kesehatan.
Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup
sehat.
Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata dan terjangkau.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga
dan masyarakat beserta lingkungannya.

Upaya Penyelenggaraan Puskesmas

Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi dua


yakni :

Upaya Kesehatan Wajib.


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Upaya Promosi Kesehatan


Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Upaya Pengobatan
Upaya Pencatatan dan Pelaporan

Upaya Kesehatan Pengembangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Upaya Kesehatan Sekolah


Upaya Kesehatan Olahraga
Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
Upaya Kesehatan Kerja
Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Upaya Kesehatan Jiwa
Upaya Kesehatan Mata
Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional

Azas Penyelenggaraan Puskesmas


Azas Pertanggung Jawaban Wilayah
2.
Azas Pemberdayaan Masyarakat.
3.
Azas keterpaduan
Keterpaduan lintas sektoral
Keterpaduan lintas program
4. Azas rujukan
Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan.
Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat.
1.

Ad1. Promosi Kesehatan


Tujuan :
Agar individu dan kelompok masyarakat secara keseluruhan
melaksanakan perilaku hidup sehat
Agar individu dan kelompok masyarakat berperan aktif dalam
upaya-upaya kesehatan, serta ikut aktif dalam perencanaan dan
penyelenggaraan Posyandu.
Kegiatan :
Mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan pribadi,
kesehatan lingkungan, gizi keluarga, KB, imunisasi, Posyandu
dan sebagainya.
Mengadakan ceramah dan diskusi dengan bantuan poster,
pamflet dan brosur.
Pembinaan generasi muda untuk hidup sehat di dalam kegiatan
antara lain berupa gotong royong dan olah raga.

POSYANDU
Tingkatan Posyandu dibagi 4 strata :
Pratama
Madya
Purnama
Mandiri
KEGIATAN :
1. KIA
2. KB
3. IMUNISASI
4. PERBAIKAN GIZI
5. PENANGGULANGAN DIARE

BALITA;

10,6 %
BAYI ; 2,5 %
BULIN ; 2,6 %
BUMIL ; 2,7 %
BUTEKI ; 3,5 %
BUFAS ; 2,65 %

Ad2. KESEHATAN LINGKUNGAN


INDIKATOR :
Sarana air bersih
Sarana Pembuangan Kotoran
Penyehatan lingkungan
Pemeriksaan TPS/TPA
Pemeriksaan Sanitasi RS
Pembinaan DPLS (Daerah Percontohan Lingkungan
Sehat)
Pembinaan Sekolah Sehat

No Program
.

Sasaran

Target
Angka

Pencapaian

Sarana air bersih

90

Sarana Pembuangan
Kotoran

90

Penyehatan lingkungan

90

Pemeriksaan TPS/TPA

65

Pemeriksaan Sanitasi
RS

100

Pembinaan DPLS
(Daerah
Percontohan
Lingkungan Sehat)

100

Pembinaan Sekolah
Sehat

100

Angka

Keterangan
%

Ad3. KESEHATAN IBU DAN ANAK


SERTA KB
PENGERTIAN
KIA adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan
dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan Balita
serta anak usia pra sekolah yang menjadi tanggung jawab
Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kesehatan serta
kesejahteraan bangsa pada umumnya.

INDIKATOR
1. K1
2. K4
3. Resti
4. Kunjungan Neonatus
5. Persalinan Nakes
6. KPKIA
7. Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan prasekolah
8. Pembinaan GSI

No

Program

Sasaran

Target
Angka

Pencapaian
%

K1

95

K4

95

Resti

20

Kunjungan Neonatus

90

Persalinan Nakes

90

KPKIA

100

Deteksi dini tumbuh


kembang anak
balita dan
prasekolah

90

Pembinaan GSI

100

Angka

Keterangan

Ad 4. PERBAIKAN GIZI

Di Indonesia masalah yang cukup berat dan


komplit,karena keadaan ekonomi yang kurang dan
kurangnya pengetahuan tentang nilai gizi.
Permasalahan gizi di Indonesia adalah : defisiensi
protein kalori, defisiensi vitamin A dan defisiensi
yodium (gondok dan kretin), anemia.
SKDN
BALITA
GIZI
KELUARGA

NCHS
KADARZI
BUMIL
BUFAS

SKDN

Penilaian SKDN
Keterangan :
N/D : Status Gizi
Target : 80 %
D/S
: Peran serta Masyarakat
Target : 76 %
N/S
: Efektifitas Kegiatan
Target : 40 %
D/K
: Kesinambungan program
Target : 70 %
K/S
: Cakupan program
Target : 85 %

Laporan Gizi
No.

Program

Sasara
n

Target
(%)

Pemberian Vit A
Bayi
Balita
Bufas

90

Pemberian Tablet
Fe Bumil

90

90
80

Pencapaian
Angka

Keterangan

Ad 5. PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
Pengertian

Penyakit menular adalah penyakit infeksi


yang dapat dipindahkan dari orang atau
hewan yang sakit, dari reservoir ataupun
benda-benda yang mengandung bibit
penyakit lainnya ke manusia sehat.

1. IMUNISASI

INDIKATOR
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

BCG
Polio 1
Polio 4
Campak
Hepatitis > 7 hr
Hepatitis < 7 hr
DPT Hb 1
DPT Hb 2
DPT Hb 3

No.

Program

Sasaran

Target
Angka

Pencapaian
%

BCG

95

Polio 1

91

Polio 4

85

Campak

90

Hepatitis > 7 hr

75

Hepatitis < 7 hr

75

DPT Hb 1

95

DPT Hb 2

90

DPT Hb 3

85

Angka

Keterangan

%
Tercapai/
tidak tercapai

2. TB PARU

INDIKATOR
1.
2.
3.
4.

TB Paru BTA (+) sembuh


Cakupan penderita TB paru
Konversi
Error rate

No.

Program

>85

TB Paru BTA (+)


sembuh
Cakupan penderita
TB paru
Konversi

Error rate

<5

Sasaran

Target
(%)

70
80

Pencapaian
Angka
%

Keterangan

3. DEMAM BERDARAH
4. POLIO
5. ISPA
6. DIARE
7. HIV AIDS
8. MALARIA
9. FILARIASIS
10. HISTOMIASIS
11. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
12. KUSTA

AD 6. PENGOBATAN
10

PENYAKIT TERBESAR

Upaya kesehatan pengembangan


1. Upaya

kesehatan sekolah
2. Upaya kesehatan olahraga
3. Upaya perawatan kesehatan masyarakat
4. Upaya kesehatan kerja
5. Upaya kesehatan gigi dan mulut
6. Upaya kesehatan jiwa
7. Upaya kesehatan mata
8. Upaya kesehatan usia lanjut
9. Upaya pembinaan pengobatan tradisional

Upaya Kesehatan Sekolah


Dalam

Pasal 45 Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992


tentang Kesehatan disebutkan, kesehatan sekolah
diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat
peserta didik dalam lingkungan hidup sehat, sehingga peserta
didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis
dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Program

UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas


sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta
membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah.

TUJUAN

Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat
kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga
memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal
Tujuan Khusus
Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan
derajat kesehatan siswa, yang mencakup :
1. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan
prinsip hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha
peningkatan kesehatan di sekolah, di rumah tangga maupun
dilingkungan masyarakat.
2. Sehat fisik, mental maupun sosial.
3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap
pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA.

Upaya kesehatan olahraga


Upaya

kesehatan olahraga adalah upaya


kesehatan yang memanfaatkan aktivitas
fisik dan atau olahraga untuk meningkatkan
derajat kesehatan.
Dalam Pasal 46 Undang-undang Nomor 23
Tahun 1992 tentang Kesehatan disebutkan
Kesehatan olahraga diselenggarakan untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan
melalui kegiatan olahraga.

Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat


Sesuai

dengan Keputusan Menteri Kesehatan R I No: 128 / Menkes


/ SK / II /Tahun 20 0 4 tentang kebijakan dasar puskesmas, upaya
keperawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya kesehatan
penunjang yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan
wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.
Sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah individu,keluarga,
kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan
akibat faktor ketidaktahuan, ketidakmauan maupun ketidak
mampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya.
Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah kesehatan
terkait dengan masalah kesehatan prioritas daerah yaitu, belum
kontak dengan sarana pelayanan kesehatan atau
sudahmemanfaatkan tetapi memerlukan tindak lanjut.

Upaya Kesehatan Kerja


Menurut

kebijakan tehnis Program


Kesehatan kerja (Dep.Kes R I, 20 0 2)
kesehatan kerja adalah keadaan sejahtera
dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap pekerja dapat
bekerja secara sehat dengan produktivitas
yang optimaltanpa membahayakan
diri,keluarga, masyarakat dan lingkungan
sekitarnya.

Upaya pelayanan kesehatan gigi dan


mulut
Upaya

pelayanan kesehatan gigi dan mulut, merupakan


salah satu kegiatan dari Puskesmas dalam rangka
melaksanakan salah satu program pokok Puskesmas.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut ditujukan kepada
keluarga serta masyarakat di wilayah kerjanya, secara
menyeluruh baik pelayanan promitif (peningkatan
kesehatan/penyuluhan), kegiatan pencegahan (preventif),
kegiatan pengobatan (kuratif), dan kegiatan pemulihan
kesehatan gigi dan mulut (rehabilitatif).
Selain itu puskesmas juga melaksanakan kegiatan Usaha
Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan Usaha Kesehatan
Gigi Masyarakat Desa (UKGMD).

Upaya kesehatan jiwa


Upaya

Kesehatan Jiwa di Puskesmas telah mulai dikembangkan sejak


lama baik secara khusus maupun terintegrasi dengan kegiatan pokok
Puskesmas lainnya, dengan kegiatan sesuai Pedoman Kerja Puskesmas
adalah sbb :
1. Pengenalan Dini Kasus Gangguan Jiwa (Early Detection), meliputi :
Gangguan Psikosis, Gangguan Kecemasan, Gangguan Depresi, Retardasi
Mental, Gangguan Psikosomatik atau Psikofiologik, Gangguan
Penggunaan Zat, Gangguan pada Anak dan Remaja (Gangguan tingkah
laku, Gangguan pemusatan perhatian / sindom hiperkinetik, Gangguan
perkembangan spesifik) dan Epilepsi.
2. Memberikan upaya pertolongan pertama pada kasus-kasus gangguan
Jiwa (Primary Treatment).
3. Kegiatan rujukan yang memadai (Adequate referral).
4. Melaksanakan terapi lanjutan (follow up) terhadap kasus jiwa yang sudah
selesai perawatan di RSJ untuk meringankan beban pasien.

Upaya Kesehatan Mata


Tujuan

pelayanan kesehatan mata secara umum adalah untuk


meningkatkan derajat kesehatan mata dalam rangka meningkatkan
kualitas sumberdaya masyarakat.
Secara khusus tujuannya adalah :
1. Menurunkan angka kebutuhan dari 1,5 % pada tahun 2000 menjadi
1,0%pada tahun 2010 dan 0,5 % pada tahun2020 .
2. Meningkatnya kesadaran, sikap danprilaku masyarat terhadap
kesehatan Indera Penglihatan.
3. Meningkatkan jangkauan pelayanan mulai pemerataan pelayanan
termasuk pemenuhan sarana prasarana dan peningkatan kualitas
pelayanan mata.
4. Meningkatnya kerjasama lintas sektor dan peran swasta termasuk
LSM dalam Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutuhan dan
Upaya Penanggulangan Kebutuhan dan low vision.

Upaya Kesehatan Usia Lanjut


1.

Tujuan Umum
Meningkatakan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk
mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam
kehidupan keluarga dan masyakat sesuai dengan keberadaannya
dalam strata kemasyarakatan.
2. Tujuan Khusus
- Meningkatkan kesadaran pada usia lanjut untuk membina sendiri
kesehatannya.
- Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat termasuk
keluarganya dalam menghayati dan mengatasi kesehatan usia
lanjut.
- Meningkatkan jenis dan jangkauan kesehatan usia lanjut.
- Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

3. Sasaran pembinaan Secara Langsung


Kelompok usia menjelang usia lanjut ( 45 -54 tahun ) atau dalam virilitas
dalam keluarga maupun masyarakat luas.
- Kelompok usia lanjut dalam masa prasenium ( 55 -64 tahun ) dalam
keluarga,organisasi masyarakat usia lanjut dan masyarajat umumnya.
Kelompok usia lanjut dalam masa senescens ( > 65 tahun ) dan usia lanjut
dengan resiko tinggi ( lebih dari 7 0 tahun ) hidup sendiri, terpencil, hidup
dalam panti,penderita penyakit berat, cacat dan lain-lain.
4. Sasaran Pembinaan Tidak Langsung
- Keluarga dimana usia lanjut berada.
- O rganisasi sosial yang bergerak didalam pembinaan kesehatan usia lanjut.
- Masyarakat luas.

Upaya Pembinaan Pengobatan


Tradisional
Dalam

Undang Undang No 23 tahun 1992


tentang Kesehatan pasal 47 memuat
pengobatan tradisional, setiap upaya
pengobatan atau perawatan cara lain di luar
ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan.
Pengobatan tradisional yang dimaksud perlu
dibina dan diawasi untuk diarahkan agar
menjadi pengobatan dan atau perawatan cara
lain yang dapat dipertanggungjawabkan
manfaat dan keamanannya.

STANDART PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN


PERMENKES RI NOMOR 741/ MENKES/ PER/ VII/2008

SPM Target 2010- Tahun 2015


PELAYANAN KESEHATAN DASAR
1. Cakupan kunjungan Ibu hamil K4 95 % pada Tahun
2015
2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80 %
pada Tahun 2015
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
yang memiliki kompetensi kebidanan 90 % pada Tahun
4. Cakupan Pelayanan nifas 90 % pada Tahun 2015
5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani
80% pada tahun 2010

STANDART PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN


PERMENKES RI NOMOR 741/ MENKES/ PER/ VII/2008
6. Cakupan kunjungan bayi 90 %, pada Tahun 2010
7. Cakupan Desa/ kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100% pada
Tahun 2010
8. Cakupan pelayanan anak balita 90 % pada Tahun 2010
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6- 24 bulan
keluarga miskin 100% pada Tahun 2010
10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% pada Tahun 2010
11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100 % pada Tahun
2010
12. Cakupan peserta KB aktif 70 % pada Tahun 2010
13. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100% pada Tahun
2010
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100 % pada Tahun
2015

LATAR BELAKANG

Millenium Development Goals


(MDGs) dalam
bahasa indonesia diterjemahkan sebagai tujuan
pembangunan milenium (TPM)
Tujuan MDGs merupakan paradigma pembangunan
global yang disepakati secara internasional oleh 189
negara anggota
Perserikatan
Bangsa-bangsa
(PBB) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
milenium PBB bulan september 2000 silam.
Majelis umum PBB kemudian melegalkannya ke
dalam resolusi majelis umum PBB Nomor 55/2
tanggal 18 september 2000 tentang Deklarasi
Milenium PBB (a/res/55/2.
United Nations
Millennium Declaration).

LATAR BELAKANG

Deklarasi Millenium ini berisi kesepakatan negara-negara tentang arah


pembangunan berikut sasaran-sasarannya yang perlu diwujudkan
secara global meliputi:
(1) menghapuskan kemiskinan dan kelaparan berat;
(2) mewujudkan pendidikan dasar untuk semua orang;
(3) mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan
perempuan;
(4) menurunkan kematian anak;
(5) meningkatkan kesehatan maternal;
(6) melawan penyebaran HIV/AIDS, dan penyakit kronis lainnya
(malaria dan tuberkulosa);
(7) menjamin keberlangsungan lingkungan;
(8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

TUJUAN, TARGET, DAN


INDIKATOR MDGs INDONESIA

TUJUAN 1
MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN
KELAPARAN

1.
2.
3.
4.
5.

TARGET 1
Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah
US$1 per hari menjadi setengahnya dalam kurun waktu 1990-2015.
INDIKATOR
Menurunkan proporsi penduduk dengan tingkat pendapatan di bawah
US$1 (PPP) per hari menjadi setengahnya dalam kurun waktu 19902015 merupakan target mDgs terkait dengan pengurangan tingkat
kemiskinan.
Indikator yang digunakan di Indonesia:
Persentase penduduk dengan pendapatan di bawah US$1 (PPP) per
hari.
Persentase penduduk dengan tingkat konsumsi di bawah garis
kemiskinan nasional.
Indeks kedalaman kemiskinan.
Indeks keparahan kemiskinan.
Proporsi konsumsi penduduk termiskin (kuantil pertama).

CONT
TARGET 2
Menurunkan proporsi penduduk yang menderita
kelaparan menjadi setengahnya dalam kurun waktu
1990-2015.
INDIKATOR
Menurunkan proporsi penduduk yang menderita
kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990-2015
merupakan target MDGs terkait dengan upaya
mengurangi kelaparan.
Untuk Indonesia, indikator yang digunakan:
1. Persentase anak-anak berusia di bawah 5 tahun yang
mengalami gizi buruk (severe underweight).
2. Persentase anak-anak berusia di bawah 5 tahun yang
mengalami gizi kurang (moderate underweight).

TUJUAN 2
MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK
SEMUA
TARGET 3
Memastikan pada tahun 2015, semua anak, dimanapun, laki-laki
maupun perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasar.
INDIKATOR
Memastikan semua anak laki-laki maupun perempuan di manapun
untuk dapat menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 2015
merupakan target MDGs yang utama di bidang pendidikan.
Pengukuran pencapaian target ini di indonesia menggunakan
indikator sebagai berikut:
1. Angka partisipasi murni (APM) sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah
(7-12 tahun).
2. Angka
partisipasi
murni
(APM)
sekolah
menengah
pertama/madrasah tsanawiyah (13-15 tahun).
3. Angka melek huruf usia 15-24 tahun.

TUJUAN 3
MENDORONG KESETARAAN GENDER
DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

TARGET 4
Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan
dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang
pendidikan tidak lebih dari tahun 2015.
INDIKATOR
Target menghilangkan ketimpangan gender di tingkat
pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005 dan di
semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015
dipantau dengan menggunakan indikator sebagai berikut:

CONT
1. Rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di tingkat
pendidikan dasar, lanjutan dan tinggi, yang diukur melalui
angka partisipasi murni anak perempuan terhadap anak lakilaki (%).
2. Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki usia 15-24
tahun, yang diukur melalui angka melek huruf
perempuan/laki-laki (indeks paritas melek huruf gender) (%).
3. Tingkat partisipasi angkatan kerja (tpak) perempuan (%).
4. Tingkat pengangguran terbuka (tpt) perempuan (%).
5. Kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan (%).
6. Tingkat daya beli (Purchasing Power Parity, ppp) pada
kelompok perempuan (%).
7. Proporsi perempuan dalam lembaga-lembaga publik
(legislatif, eksekutif, dan yudikatif) (%).

TUJUAN 4
MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK
TARGET 5
Menurunkan Angka Kematian Balita (AKBA)sebesar
dua-pertiganya dalam kurun waktu 1990 2015.
INDIKATOR
Indikator yang digunakan untuk menilai target
menurunkan angka kematian balita sebesar duapertiganya dalam kurun waktu 1990-2015 adalah:
1. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup.
2. Angka Kematian Balita (AKBA) per 1000 kelahiran
hidup.
3. Anak usia 12-23 bulan yang diimunisasi campak (%).

TUJUAN 5
MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
TARGET 6
Menurunkan angka kematian ibu sebesar tigaperempatnya dalam kurun waktu 1990 2015.
INDIKATOR
Indikator penilaian untuk penurunan angka kematian ibu
sebesar tiga-perempatnya dalam kurun waktu tahun 1990
sampai 2015 ialah:
1. Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) per 100.000
kelahiran hidup.
2. Proporsi kelahiran yang ditolong oleh tenaga kesehatan
(%).
3. Proporsi wanita 15-49 tahun berstatus kawin yang
sedang menggunakan atau memakai alat keluarga
berencana (%).

TUJUAN 6
MEMERANGI HIV/AIDS, MALARIA DAN
PENYAKIT MENULAR LAINNYA

1.
2.
3.
4.

TARGET 7
Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS dan mulai
menurunnya jumlah kasus baru pada tahun 2015.
INDIKATOR
Target mengendalikan penyebaran HIV dan mulai
menurunnya jumlah kasus baru HIV pada tahun 2015
dinilai dengan indikator-indikator:
Prevalensi HIV dan AIDS (%).
Penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi
(%).
Penggunaan kondom pada pemakai kontrasepsi (%).
Persentase penduduk usia muda 15-24 tahun yang
mempunyai
pengetahuan
komprehensif
tentang
HIV/AIDS (%).

CONT
TARGET 8
Mengendalikan penyakit malaria dan mulai
menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit
lainnya pada tahun 2015.
INDIKATOR
Indikator:
28. Prevalensi malaria per 1.000 penduduk.
29. Prevalensi tuberkulosis per 100.000 penduduk.
30. Angka penemuan pasien tuberkulosis BTA
positif baru (%).
31. Angka
keberhasilan
pengobatan
pasien
tuberkulosis (%).

1.
2.
3.
4.

TUJUAN 7
MEMASTIKAN KELESTARIAN
LINGKUNGAN HIDUP

TARGET 9
Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan
kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya
lingkungan yang hilang.
INDIKATOR
Merupakan bagian dari pencapaian pelaksanaan pembangunan
lingkungan hidup. Pembangunan lingkungan hidup dalam konteks ini
dipahami dari dua pendekatan, yaitu perlindungan fungsi lingkungan
hidup dan penanggulangan penurunan fungsi lingkungan hidup. Indikator
yang digunakan mencakup Green Indicator dan Brown Indicator:
Green Indicator
Rasio luas kawasan tertutup pepohonan berdasarkan hasil pemotretan
satelit Landsat terhadap luas daratan (%).
Rasio luas kawasan tertutup pepohonan berdasarkan luas kawasan
hutan, kawasan lindung, dan kawasan konservasi termasuk kawasan
perkebunan dan hutan rakyat terhadap luas daratan (%).
Rasio luas kawasan lindung terhadap luas daratan (%).
Rasio luas kawasan lindung perairan (marine protected area) terhadap
luas daratan (%).

CONT

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Brown Indicator
Jumlah emisi karbondioksida (co2) (metrik ton).
Jumlah konsumsi bahan perusak ozon (bpo) (ton).
Rasio jumlah emisi karbondioksida (co2) terhadap
jumlah penduduk indonesia (%).
Jumlah penggunaan energi dari berbagai jenis
(setara barel minyak, sbm), (a) Fosil dan (b) nonfosil.
Rasio penggunaan energi (total) dari berbagai jenis
terhadap produk Domestik bruto (%).
Penggunaan energi dari berbagai jenis secara
absolut (metrik ton).

CONT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

TARGET 10
Menurunkan proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air
minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar
sebesar separuhnya pada 2015.
INDIKATOR
Pembangunan lingkungan hidup dalam konteks ini dipantau dengan
menggunakan indikator :
Proporsi rumah tangga terhadap penduduk dengan berbagai kriteria
sumber air (total) (%)
Proporsi rumah tangga/penduduk dengan berbagai kriteria sumber air
(perdesaan) (%)
Proporsi rumah tangga/penduduk dengan berbagai kriteria sumber air
(perkotaan) (%)
Cakupan pelayanan perusahaan daerah air minum (kk)
Proporsi rumah tangga dengan akses pada fasilitas sanitasi yang
layak (total) (%)
Proporsi rumah tangga dengan akses pada fasilitas sanitasi yang
layak (perdesaan) (%)
Proporsi rumah tangga dengan akses pada fasilitas sanitasi yang
layak (perkotaan) (%)

CONT
TARGET 11
Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan
penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun
2020.
INDIKATOR
Target melakukan perbaikan yang berarti dalam
kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh
pada tahun 2020 merupakan bagian dari pencapaian
pelaksanaan pembangunan masyarakat yang bersifat
konservasi terhadap salah satu unsur lingkungan hidup.
Target ini dipantau dengan menggunakan indikator :
1. Proporsi rumah tangga yang memiliki atau menyewa
rumah (%).

TUJUAN 8
MEMBANGUN KEMITRAAN GLOBAL
UNTUK PEMBANGUNAN

Tujuan 8 dari MDGs adalah untuk mendorong kerjasama


internasional dalam rangka mendukung negara-negara di
dunia mencapai target-target mDgs mereka. Banyak target
dan indikator pencapaian tujuan 8 MDGs terkait erat dengan
upaya-upaya di tingkat global, sehingga tidak mudah menilai
kemajuan upaya di tingkat global berkaitan dengan
pencapaian MDGs di suatu negara.
Uraian di bawah ini secara spesifik melihat bidang-bidang
utama dalam kerjasama internasional yang paling relevan
dan secara potensial memiliki keterkaitan kuat dengan
pencapaian MDGs Indonesia.
Oleh karena itu, beberapa indikator dicoba untuk dipilahpilah dengan target yaitu keuangan dan perdagangan (target
12), ODA/pinjaman luar negeri (target 15), pengangguran
usia muda (target 16), dan akses kepada teknologi baru
(target 18).

CONT
TARGET 12
Mengembangkan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka,
berbasis peraturan, dapat diprediksi, dan tidak diskriminatif.
INDIKATOR
Di dalamnya termasuk pula komitmen untuk melaksanakan prinsipprinsip pemerintahan yang baik (good governance). Indikator yang
digunakan:
1. Rasio antara jumlah ekspor dan impor dengan PDB. rasio ini
menunjukkan tingkat keterbukaan suatu ekonomi (%).
2. Rasio antara kredit dan tabungan (LDR) bank umum (%). Rasio ini
menunjukkan peningkatan atau pengurangan fungsi intermediasi
bank umum.
3. Rasio antara kredit dan tabungan (LDR) bank perkreditan rakyat (%).
Rasio ini menunjukkan peningkatan atau pengurangan fungsi
intermediasi bank prekreditan rakyat.

CONT
TARGET 15
Menangani hutang negara berkembang melalui
upaya nasional maupun internasional agar
pengelolaan hutang berkesinambungan dalam
jangka panjang.
INDIKATOR
Indikator yang digunakan dalam menangani
hutang negara berkembang melalui upaya
nasional
maupun
internasional
agar
pengelolaan hutang berkesinambungan dalam
jangka panjang:
1. Rasio pinjaman luar negeri terhadap PDB.
2.
Debt-to-Service Ratio (DSR).

CONT
TARGET 18
Bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan
teknologi baru, terutama teknologi informasi dan
komunikasi.
INDIKATOR
Indikatornya:
1. Persentase rumah tangga yang memiliki telepon
dan telepon selular.
2. Persentase rumah tangga yang memiliki komputer
personal dan mengakses internet melalui komputer.

PERMASALAHAN
PEMECAHAN MASALAH
KESIMPULAN DAN SARAN
DOKUMENTASI

BIMBINGAN

Bimbingan dengan dr Meylina Sinulingga

Peserta KKS yang sedang mendengarkan bimbingan

MATERI PEMBEKALAN

Bimbingan dengan dr Rita Herlinawati

PRESENTASI DAN RESPONSI

PENYULUHAN DAN
PEMBAGIAN KUISIONER

TERIMA KASIH