Anda di halaman 1dari 24

FLU DAN BATUK

Kelompok 9:
Sri Edi Murwani
(12/330857/FA/09123)
Kurnia Indriany
(12/330940/FA/09153)
Zsa Zsa Theresia
(12/331046/FA/09183)
Wedita Destriani
(12/331128/FA/09213)

FLU

Influenza atau yang sering disebut flu


merupakan penyakit menular yang
disebabkan oleh virus RNA dari familia
Orthomyxoviridae (virus influenza), yang
menyerang unggas dan mamalia.
Influenza pada manusia biasanya
menyebabkan demam, hidung meler, batuk,
dan tidak enak badan serta peradangan pada
selaput lendir hidung dan saluran pernafasan.
Influenza ditularkan melalui udara lewat batuk
atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol
yang mengandung virus. Influenza juga dapat
ditularkan melalui kontak langsung dengan
tinja burung atau ingus, atau melalui kontak
dengan permukaan yang telah terkontaminasi.
Your footer here

Terdapat 3 klasifikasi virus flu yaitu tipe A,


B, dan C. Virus ini dibagi menjadi
subbagian yang lebih beragam tergantung
karakteristik antigen.
Virus influenza A dan B lebih mudah
termutasi, sehingga membutuhkan
pengobatan yang segera, teratur dan lebih
sering.
Influenza paling sering disebabkan oleh
virus influenza A. Pada dasarnya, Virus
influenza B menyebabkan penyakit yang
lebih ringan dan tidak lebih mudah
termutasi daripada virus A.
-

BATUK
Batuk adalah suatu bentuk refleks
pertahanan tubuh yang sangat
penting untuk mengeluarkan benda
asing seperti bakteri dan virus yang
masuk ke saluran pernafasan.
Batuk bukanlah suatu penyakit tetapi
merupakan gejala atau tanda adanya
gangguan pada saluran pernafasan.
Namun batuk dapat menjadi penyakit
bila tidak kunjung sembuh dan
semakin parah.
-

Batuk dapat disebabkan karena beberapa hal dibawah


ini:
1. Penggunaan ACE inhibitor (obat-obatan yang digunakan
untuk mengontrol tekanan darah)
2. Alergi Rhinoshinusitis (peradangan hidung dan sinus)
3. Asma
4. Chronic obstructive pulmonary disease (emphysema
atau bronkitis kronis)
5. Merokok
6. Perokok pasif
7. Penyakit paru-paru seperti bronkiekstasis, tumor atau ,
interstitial lung disease
8. Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau bronkitis akut
9. Sinusitis yang merujuk pada postnasal drip.

Jenis batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan waktu:


a. Batuk Akut
Batuk akut berlangsung selama kurang dari tiga minggu
dan merupakan simptom respiratori yang sering
dilaporkan ke praktik dokter. Kebanyakan kasus batuk
akut disebabkan oleh infeksi virus respiratori yang
merupakan self-limiting dan bisa sembuh selama
seminggu.
b. Batuk Kronis
Batuk kronis berlangsung lebih dari delapan minggu.
Batuk yang berlangsung secara berterusan akan
menyebabkan kualitas hidup menurun yang akan
membawa kepada pengasingan sosial dan depresi
klinikal. Penyebab dari batuk kronis adalah penyakit
refluks gastro-esofagus, rinosinusitis, asma, dan hal lain
yang masih belum diketahui secara pasti.
-

Berdasarkan tanda klinis, batuk dibedakan menjadi :


a. Batuk kering
Batuk kering terjadi apabila tidak ada sekresi saluran
nafas, iritasi pada tenggorokan, sehingga timbul rasa
sakit. Seringkali sangat menganggu, tidak dimaksudkan
untuk membersihkan saluran nafas, dan pada kondisi
tertentu berbahaya sehingga perlu ditekan.
b. Batuk Berdahak
Batuk yang terjadi karena adanya dahak pada
tenggorokan. Batuk berdahak memiliki mekanisme
pengeluaran sekret atau benda asing disaluran nafas
sehingga sebaiknya tidak ditekan. Pada pasien dengan
infeksi saluran pernapasan bawah, produksi dahak
bertambah begitu pula dengan kekentalannya sehingga
sulit dikeluarkan.
-

TERAPI
Tujuan terapi utama pada pengobatan
influenza dan batuk adalah untuk mengontrol
gejala, mencegah terjadinya komplikasi,
menurunkan tingkat ketidakhadiran di tempat
kerja dan/atau sekolah, dan mencegah
penyebaran infeksi.
Pengobatan dengan antivirus paling efektif
jika diberikan dalam waktu 48 jam setelah
timbulnya gejala; semakin cepat diberikan,
maka antivirus akan semakin efektif.
Pemberian antivirus dapat mengurangi durasi
penyakit dan mengontrol gejala.
-

TERAPI
NON FARMAKOLOGI FLU
Banyak beristirahat. Dengan
tinggal/beristirahat di rumah akan memberi
kesempatan tubuh untuk memulihkan diri dan
sekaligus menghindari penularan ke orang
lain.
Minum banyak air, terutama yang hangat.
Hirup uap panas untuk menghilangkan gejalan
hidung tersumbat dan untuk mengencerkan
lendir yang terdapat di dalam saluran
pernapasan.
Untuk mencegah penularan infeksi, jangan
minum dari gelas atau cangkir yang sama
dengan penderita.
-

TERAPI
NON FARMAKOLOGI
BATUK
Cukup tidur/istirahat.
Minum air putih sekurang-kurangnya 8-10 gelas setiap
hari.
Hindari asap rokok atau debu udara yang terlalu dingin
atau terlalu kering.
Hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol
atau kafein karena dapat menyebabkan tubuh
kehilangan cairan. Asupan cairan sangat penting untuk
menjaga agar lendir/dahak tetap encer.
Menghirup uap mentol atau minyak atsiri juga dapat
meringankan batuk produktif, tetapi cara pengobatan ini
tidak boleh diberikan kepada anak-anak dibawah usia 2
tahun karena dapat menyebabkan kejang larynx.
Jika pasien mengalami alergi, anjurkan agar ia tidak
melakukan aktivitas di luar rumah sepanjang siang hari
agar tidak terpapar dengan alergen yang mungkin
banyak terkandung di udara.
-

TERAPI
FARMAKOLOGI FLU

Dekongestan untuk membantu mmeredakan gejala hidung


tersumbat, contohnya phenylephrine dan psseudoephedrine.
Antihistamin, contohnya brompheniramine, carbinoxamine,
chlorphenamine maleate, diphenhydramine, loratadine, dan
triprolidine, yang juga berkhasiat meredakan gejala hidung
tersumbat.
Analgesik dan antipiretik, seperti paracetamol, yang
bermanfaat membantu meredakan nyeri dan pegal linu atau
demam.
Dekongestan nasal, seperti oxymetazoline dan
xylometazoline menimbulkan konstriiksi pembuluh darah
sehingga mengurangi pembengkakan mukosa hidung dan
sinus. Tetapi penggunaan dekongestan pada jangka lama
menyebabkan kongesti balik (rebound congestion). Oleh
karena itu hindari pemakaian selama lebih dari 5 hari.
Larutan sodium chloride dalam bentuk obat tetes hidung atau
semprot hidung dapat meredakan lapisan mukosa hidung
yang mengalami inflamasi, kekeringan atau keropeng.
-

TERAPI
FARMAKOLOGI BATUK

Langkah awal dalam mengobati batuk


kering atau non produktif adalah mengobati
penyakit yang mendasarinya, misalnya
asma, bronkitis kronik, gagal jantung
dengan kongesti paru, kanker paru, dll.
Jika penyebab batuk tidak diketahui atau
jika terapi spesifik yang telah diberikan
tidak berhasil meredakan batuk, pemberian
obat simptomatik misalnya obat penekan
batuk untuk batuk kering, atau ekspektoran
dan mukolitik untuk batuk produktif
(berdahak) adakalanya bermanfaat.
-

Obat-obat penekan batuk:


1. Derivat opiat seperti kodein, bekerja dengan menekan pusat batuk
di otak secara langsung. Efek sampingnya meliputi rasa kantuk
yang ringan hingga berat, ketergantungan, dan konstipasi.
2. Obat yang bekerja secara sentral tetapi bukan derivat opiat yaitu
butamirate citrate, clobutinol, pentoxyverine, dan sodium dibunate
3. Pholcodine, noscapine, dan dextromethorphan merupakan obat
penekan batuk yang memiliki efek saamping lebih sedikit
dibanding derivat opiat.
4. Ekspektoran, seperti garam ammonium, eprazinone, guaiacol,
guaifenesin, ipecacuanha, sulfogaiacol, dan terpin hydrate
berkhasiat mengencerkan dahak/lendir sehingga mudah
dikeluarkan.
5. Mukolitik, seperti acetylcysteine, ambroxol, bromhexine,
carbocisteine, cyclidrol, mesna, dan metil N,S-diacetyl-L-cysteinate
merupakan zat yang digunakan untuk mengurangi kekentalan
dahak/lendir sehingga mudah dikeluarkan. Obat golongan ini
seringkali digunakan untuk batuk yang disertai dahak kental dan
lengket.
-

PENCEGAHAN FLU DAN


BATUK
1. Cuci Tangan
Virus flu kebanyakan disebarkan melalui kontak langsung,
karenanya menjadi hal yang paling penting untuk rajin mencuci
tangan dengan sabun atau larutan anti bakteri dan air mengalir.
2. Banyak Minum air putih
3. Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
Asap rokok yang terhirup bisa mengiritasi tenggorokan sehingga
akan memperparah gejala yang muncul.
4.
Istirahat yang cukup.
Stres dan kurang istirahat bisa menurunkan sistem kekebalan
tubuh sehingga lebih mudah tertular penyakit.
5. Mengonsumsi makanan bergizi.
Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan buah-buahan yang
kaya vitamin seperti jeruk bisa memberikan nutrisi dan vitamin
yang membantu tubuh melawan infeksi serta meningkatkan
kekebalan tubuh.
6. Melakukan olahraga.
Olahraga secara teratur bisa membuat tubuh mendapatkan
udara segar dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
7. Jaga kebersihan lingkungan.

CONTOH KASUS
Seorang pasien bernama John Roberts, seorang
businessman, berumur 41 tahun, tinggi 172 cm, berat 102
kg. Datang ke apotek, mengeluh sudah 3 hari mengalami
hidung tersumbat dan merah serta pilek, selain itu juga
merasakan pusing dan kelelahan. Gejala timbul 3 hari
setelah perjalanan bisnis ke Chicago. Pada pagi hari
gejala semakin memburuk. Pasien sudah mencoba mandi
air hangat, menggunakan kompres dan mengkonsumsi
acetaminophen 500 mg pada pagi harinya untuk
mengatasi sakit kepalanya. Selama ini beliau selalu
mengonsumsi makanan sehat rendah karbohidrat rendah
lemak, namun selama perjalanan beliau mengonsumsi
makanan cepat saji. Selain itu pasien jarang tidur karena
sering berpergian. Saat diukur di apotek, suhu tubuh
pasien 37,8 C; tekanan darah 125/80 mmHg, gula darah
puasa 117mg/dL di ukur di rumah. Pasien tidak memiliki
riwayat alergi. Selama ini pasien menderita penyakit
Diabetes Melitus dan sedang mengonsumsi obat
mengonsumsi lisinopril 40mg 1 tablet setiap hari,
metformin 1000mg 2 kali sehari, Centrum multivitamin 1
kali sehari, Echinacea 1 tablet 2 kali sehari.

ANALISIS KASUS
DENGAN METODE SOAP
1. Subjektif
Pasien mengeluh hidung memerah dan
tersumbat, sakit kepala dan kelelahan sudah
3 hari setelah pulang dari perjalanan.
Selama ini pasien mengonsumsi lisinopril
40mg 1 tablet setiap hari, metformin 1000mg 2
kali sehari, Centrum multivitamin 1 kali sehari,
Echinacea 1 tablet 2 kali sehari.

2. Objektif
Suhu tubuh pasien 37,8 C; tekanan darah
125/80 mmHg, gula darah puasa 117mg/dL
diukur di rumah.
-

3. Assesment
Berdasarkan gejala yang diutarakan, sesuai dengan
onset dan durasi pendek dari hidung tersumbat yang
dirasakan pasien serta demam tidak terlalu tinggi,
mengindikasikan bahwa pasien terserang flu. Dari
obat obatan yang dikonsumsi pasien, pasien
menderita diabetes.
Tindakan yang diperlukan antara lain:
Merekomendasikan obat bebas untuk setiap gejala:
dekongestan untuk mengatasi hidung tersumbat,
analgesic untuk sakit kepala, antihistamin untuk
rhinorrhea (pilek), karena pasien mengalami banyak
gejala, pemberian produk kombinasi lebih dianjurkan.
Menganjurkan pasien untuk mengunjungi dokter untuk
penanganan lebih lanjut.
Merekomendasikan swamedikasi sampai pasien
dapat berkonsultasi dengan dokter.
-

4. Plan
Pasien dapat dianjurkan melakukan swamedikasi dengan
produk nonprescription untuk mengatasi hidung tersumbat
dan sakit kepalanya. Karena pasien menderita diabetes,
pasien diharuskan mengecek kadar gula darah lebih
teratur dan konsultasi pada dokter jika kadar gula darah
nya tidak terkontrol.
Dari beberapa pilihan yang dianjurkan, pasien memilih
sediaan nasal sprays, untuk mengatasi hidung tersumbat,
oxymetazoline HCl 0,05%. Sakit kepala timbul dari
hidung yang tersumbat,
sehingga
jika
hidung
tersumbatnya sembuh sakit kepala akan hilang, jika perlu
gunakan acetaminophen 500 mg 1-2 tablet setiap 4-6
jam untuk sakit kepala dan demam. Jangan gunakan lebih
dari 8 tablet per hari. Karena pasien memiliki diabetes,
decongestant topical lebih sedikit di absorpsi secara
sistemik, sehingga tidak akan meningkatkan tekanan
darah atau gula darah secara signifikan.
-

Patients education: Gunakan 2-3 semprot


oxymetazoline di tiap lubang hidung, setiap
10-12 jam. Jangan gunakan nasal spray
lebih dari 5 hari. Jika digunakan lebih dari 5
hari dapat meningkatkan heart rate, tekanan
darah, atau gula darah. Hubungi dokter jika
gejala memburuk atau berlangsung lebih
dari 7-14 hari.
Terapi Non farmakologi: Istirahat cukup,
perbanyak minum air putih dan makan
makanan bergizi. Jaga kebersihan tubuh
dan rajin mencuci tangan untuk mencegah
penularan kepada orang lain.
-

KIE
KIE yang diberikan pada pasien
berkenaan dengan pengobatan nonfarmakologis dan pengobatan
farmakologis dengan pengobatan
swamedikasi yang disarankan, serta
meningkatkan sistem imun pasien dengan
menjaga pola hidup.
KIE yang dilakukan adalah:
1. Memberikan informasi tentang penyakit
pasien
Penyakitnya berupa flu dan pilek yang
sebenarnya dapat sembuh sendiri (self limiting
disease).
-

2. Memberikan informasi tentang


terapi tanpa obat, seperti:
Menjaga asupan cairan yang banyak
dan cukup beristirahat 1-3 hari
berturut-turut untuk memulihkan
kondisi tubuh.
Mengubah pola hidup menjadi lebih
sehat, seperti menjaga asupan makan,
tidak merokok, minum banyak air yang
hangat, menjaga kebersihan dengan
membiasakan diri mencuci tangan
menggunakan sabun dan air.
Memakai masker untuk mengurangi
paparan debu atau asap yang dapat
menyebabkan timbulnya alergi.
-

3. Memberikan informasi tentang terapi dengan


yang disarankan, yaitu:

Dekongestan topikal yaitu Oxymetazoline HCl 0.5%


dan acetaminophen 500 mg.
Oxymetazoline digunakan untuk mengatasi gejala
hidung tersumbat sedangkan acetaminophen
digunakan untuk meredakan sakit kepala dan
demam.
Frekuensi penggunaan oxymetazoline adalah 2-3
semprot tiap 11-12 jam, maksimal 3 hari.
Sedangkan acetaminophen digunakan bila gejala
sakit kepala terasa, 1-2 tablet 500 mg tiap 5-6 jam.
Cara pemakaian oxymetazoline adalah dengan
menyemprotkannya ke rongga hidung, sedangkan
tablet acetaminophen dapat diminum dengan air
putih. Berikut ini adalah cara menggunakan nasal
spray dengan botol berpompa:
-

1. Hembuskan nafas agak kuat untuk


membersihkan hidung dari kotoran dan mucus.
2. Kocoklah botol beberapa kali dan buka
tutupnya.
3. Posisikan kepala agak miring ke depan. Tarik
nafas perlahan-lahan.
4. Pegang botol dengan ibu jari di dasar botol
(seperti gambar) dan tutup lubang hidung lain
yang tidak disemprot.
5. Tekanlah pompa botol sambil mulai menarik
nafas perlahan. Ulangi untuk lubang hidung
lainnya.
6. Beberapa saat setalah menggunakan obat ini
diusahakan untuk tidak bersin atau
menghembusakn nafas kuat-kuat.
-

TERIMAKASIH