Anda di halaman 1dari 25

RADIOAKTIF

Oleh :
1. Mukti Lestari ( 19 )

PENGERTIAN UNSUR RADIOAKTIF


Adalah unsur yang mempunyai isotop tidak
stabil. Unsur unsur dengan nomor atom lebih
besar dari 83 tidak mempunyai isotop stabil
sehingga bersifat radioaktif.

PENGARUH MEDAN MAGNET


TERHADAP SINAR RADIOAKTIF
Keterangan:
Partikel
alfa
terdefleksi
membelok ke pelat bermuatan
negatif sehingga disimpulkan
bermuatan positif
Partikel betha terdefleksi
membelok ke pelat bermuatan
positif sehingga disimpulkan
bermuatan negatif
Partikel gamma diteruskan
sehingga disimpulkan tidak
bermuatan

sifat sifat umum dari sinar radioaktif yaitu:


a. Dapat menembus lempengan logam tipis
b. Dapat mengionkan gas yang disinari
c. Dapat menghitamkan pelat film
d. Menyebabkan benda benda berlapis ZnS
dapat berpancar(flouresensi)
e. Dapat diuraikan oleh medan magnet

JENIS JENIS UNSUR


RADIOAKTIF
Sinar Alfa ( )

Sinar beta ( )

Sinar Gamma
( )

Sinar Alfa ()
Sifat
sinar alfa :
1. Merupakan inti Helium (He).
2. Diberi simbol
3. Dibelokkan oleh medan magnet ke arah kutub negatif karena
bermuatan positif.
4. Mempunyai daya tembus paling kecil, daya jangkau 2,8 8,3
cm.
5. Daya ionisasi partikel sangt besar, 100 kali daya ionisasi
partikel dan 10.000 kali ionisasi sinar.
6. Kecepatan partikel bervariasi antara 1/100 hingga 1/10
kecepatan cahaya.

Sinar Beta ( )
Sifat
sinar beta :
1. Merupakan partikel yang identik dengan elektron.
2. Diberi simbol atau , berarti partikel bermuatan negatif satu
dan bermassa sangat kecil(5,5 x 10 sma).
3. Dibelokkan oleh medan magnet ke arah positif karena
bermuatan negatif.
4. Daya tembusnya lebih besar dari sinar , sinar dapat
menembus beberapa cm dalam medium udara.
5. Daya ionisasi di udara 1/100 dari partikel .
6. Kecepatan partikel berkisar antara 1/100 hingga 99/100
kecepataan cahaya.


Sinar Gamma
()
Sifat
sinar gamma :
1. Merupakan gelombang elektromagnetik.
2. Diberi simbol , berarti partikelnya tidak bermuatan dan tidak
bermassa.
3. Karena tidak bermuatan, maka sinar tidak dibelokkan oleh
medan listrik maupun medan magnet.
4. Sinar dipancarkan oleh inti atom yang dalam keadaan tereksitasi
dengan panjang gelombang antara 0,005 hingga 0,5 .
5. Daya ionisasinya di dalam medium sangat kecil sehingga daya
tembusnya sangat besar bila dibandingkan dengan daya tembus
partikel atau ( 10.000 > sinar )

Perbandingan Daya Tembus


Sinar , , dan

Partikel tidak mampu


menembus selembar kertas.
Partikel tidak mampu
menembus pelat alumunium.
Untuk menghentikan diperlukan
lapisan metal tebal semacam
beton, namun karena
penyerapannya fungsi
eksponensial akan ada sedikit
bagian yang mungkin menembus
pelat metal atau semacam beton
Kesimpulannya, daya tembus sinar
< daya tembus sinar < daya
tembus sinar .

KESTABILAN INTI
Inti atom tersusun dari proton dan neutron.
Komposisi proton dan neutron dapat mempengaruhi kestabilan inti
atom.
Proton yang bermuatan positif akan mengalami gaya tolak menolak
antarproton di dalam inti.
Gaya inti mampu mengimbangi gaya tolak menolak antar proton dan
sekaligus mengikat proton dan neutron di dalam inti.
Keberadaan neutron dalam inti membantu memisahkan proton- proton
tersebut sehingga gaya tolak- menolak antar proton dapat lebih jauh
ditekan.
Akan tetapi, semakin lama gaya tolak-menolak antar proton menjadi
semakin besar dengan pertambahan jumlah proton. Akhirnya,
pertambahan neutron tidak dapat mengimbangi lagi. Akibatnya, inti
menjadi tidak stabil.

PELURUHAN RADIOAKTIF

Peluruhan Alfa
()

Peluruhan Beta
()
Peluruhan Gamma
()

Alfa ( )
Peluruhan
Peluruhan
alfa() adalah salah satu bentuk peluruhan radioaktif

dimana sebuah inti atom berat tidak stabil melepaskan sebuah
partikel dan meluruh menjadi inti yang lebih ringan dengan nomor
massa empat lebih kecil dan nomor atom dua lebih kecil dari
semula, menurut reaksi:
dimana X dan X' menyatakan jenis inti yang berbeda. Kadangkadang reaksi di atas ditulis juga sebagai:
Bentuk kedua juga digunakan karena, bagi pengamat awam, bentuk
pertama tampak tidak stabil secara listrik. Pada dasarnya, inti yang
baru terbentuk akan segera melucuti dua elektronnya untuk
menetralisir kation helium yang lapar.

Beta ( )
Peluruhan
beta adalah peluruhan radioaktif yang
Peluruhan

memancarkan partikel beta (elektron atau positron). Pada


kasus pemancaran sebuah elektron, peluruhan ini disebut
sebagai peluruhan beta minus (), sementara pada
pemancaran positron disebut sebagai peluruhan beta plus
(+).
Secara umum, peluruhan dan + dapat ditulis sebagai
berikut:
peluruhan : +
Peluruhan + : +

Peluruhan Gamma ( )
Gamma ( ) merupakan radiasi gelombang
Peluruhan

elektromagnetik dengan energi sangat tinggi sehingga


memiliki daya tembus yang sangat kuat. Sinar gamma
dihasilkan oleh transisi energi inti atom dari suatu
keadaan eksitasi ke keadaan dasar. Saat transisi
berlangsung terjadi radiasi energi tinggi (sekitar 4,4
MeV) dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Sinar gamma bukanlah partikel sehingga tidak memiliki
nomor atom (A=0) maka dalam peluruhan sinar- tidak
dihasilkan inti atom baru.
+

Waktu Paro (t1/2)


waktu n x t1/2 dapat dinyatakan sebagai berikut.
Selang

= []

t/t1/2

Dengan :
= jumlah radioisotop mula mula
= jumlah radioisotop pada waktu t
t
= waktu peluruhan
t1/2 = waktu paro

REAKSI INTI
Reaksi inti atau reaksi nuklir adalah proses
yang terjadi apabila partikel-pertikel nuklir
(nukleon atau inti atom) saling mengadakan
kontak. Penggolongan reaksi inti;
Reaksi Penembakan

Reaksi Fusi
( Penggabungan )

Reaksi Fisi ( Pembelahan )

Reaksi Berantai

Reaksi Penembakan
Reaksi penembakan inti merupakan suatu proses di mana suatu nuklida diubah
menjadi nuklida lain dengan menggunakan penembak sebuah partikel atau photon.
Kebanyakan reaksi nuklir yang dikenal merupakan reaksi antara suatu nuklida
dengan partikel ringan, seperti netron, proton, deteron, triton, ion helium, elektron,
dan meson
Sebagai partikel penembak (peluru) dapat berupa partikel ringan, misalnya: 24 , 1p1 ,
0n1 , 1D2 atau partikel berat, misalnya: 6C12 , 7N14 , 8O16. Rutherford (1919) dengan
penembak partikel berhasil mengubah 7N14 menjadi 8O17
7

N14 + 2He4 8O17 + 1H1


atau dapat dituliskan:
7

N14 (,p) 8O17

Irene Curie (1933) dengan penembak partikel berhasil mengubah 13Al27


menjadi 15P30
13

Al27 + 2He4 15P30 + 0n1

Reaksi Fusi ( Penggabungan )


Reaksi penggabungan dua atau
beberapa inti ringan menjadi satu
inti yang lebih berat. Reaksi fusi
menghasilkan energi yang sangat
besar. Reaksi hanya mungkin
terjadi pada suhu sangat tinggi,
sekitar 100 juta derajat. Pada
suhu tersebut tidak terdapat atom
melainkan plasma dari inti dan
elektron.
Bentuk bom nuklir yang dijatuhkan di
Hiroshima dan Nagasaki

Reaksi Fisi ( Pembelahan )


Reaksi fisi (reaksi pembelahan) yaitu reaksi yang terjadi pada inti
berat dan akan meluruh atau pecah menjadi inti-inti ringan secara
berantai disertai dengan pemancaran energi dan partikel
elementer. Sebagai contoh pada peluruhan Uranium yang sering
terjadi adalah:

Salah satu contoh peluruhan Uranium yang ditampilkan dalam


bentuk gambar.

Reaksi Berantai
Serangkaian pemecahan inti
ini disebut reaksi berantai
(chain reaction).
Setiap reaksi fisi menghasilkan
2-4 neutron
Jika neutron yang dihasilkan
menembak inti lain misalnya U235 akan terjadi fisi lagi dan
seterusnya.
Pada
reaksi
dengan
penembakan neutron termal
pada inti uranium (inti fisil)
akan menghasilkan inti baru
dan disertai lepasnya dua
neutron
yang
jika
sudah
diperlambat
dapat
menyebabkan terjadi reaksi

KEGUNAAN RADIOAKTIF

Dalam Bidang Kimia dengan analisis radiometri


Pengenceran isotop
Pengaktifan neutron
Dalam Bidang Hidrologi
Untuk mengukur kecepatan aliran air sungai, air tanah atau minyak bumi dalam pipa
Mendeteksi kebocoran pipa saluran dalam tanah
Untuk penentuan pengendapan lumpur
Dalam bidang Geologi
Menentukan umur fosil berdasarkan peluruhan C-14
Menentukan umur deposit geologi
Dalam Bidang Peternakan dan Pertanian
Untuk pembentukan bibit unggul, pemberantasan hama, menghambat pertumbuhan
tunas pada kentang dan bawang
Pemuliaan tanaman
Radiasi P-32 untuk mempercepat terjadinya bunga dan merangsang pembuahan
Radiasi C-14 untuk mengetahui tempat pemupukan yang tepat,

Dalam Bidang Kedokteran


Radioisotop digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit
Untuk sterilisasi alat-alat kedokteran
digunakan untuk terapi dan penyembuhan
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN )
Untuk membengkitkan tenaga listrik yang murah, aman, dan tidak
mencemari lingkungan.
Dalam bidang industri
Perbaikan mutu kayu dengan cara radiasi
Perbaikan mutu serat tekstil
Pemeriksaan tanpa merusak ( Non Destructive Testing, NDT )
Mengontrol ketebalan lembaran baja, aluminium, lapisan plastik,
kertas, karet, tekstil.
Sebagai perunut untuk mempelajari pengaruh oli dan zat aditif
terhadap laju aus komponen mesin.
Sebagai sumber energi.

Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada
umat manusia seperti berikut di bawah ini :
1. Pusing-pusing
2. Nafsu makan berkurang atau hilang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit
akibat sel darah putih yang jumlahnya berkurang

Peristiwa Radioaktif

TERIMA
KASIH