Anda di halaman 1dari 58

Dr.

Supraptiningsih, SpS
Lab/SMF Penyakit Saraf
FK UNEJ/RSD Dr. Soebandi Jember

Sejarah
Tahun 2000 SM ~ Literatur AKKADIAN
Epilepsi:

- Ketahayulan
- Keyakinan/agama
- Ketidaktahuan

Raja Inggris: Charles II


Menggambarkan obat-obatan Th. 1685 s/d pertengahan abad 19

John Hughling Jackson (1825 1911)

Dasar kelainan epilepsi

Neuropatologi

Bapak konsep epilepsi modern


Tahun 1857: Sir Charles Lock

Menggunakan Potasiumbromide
Pengobatan rasional pertama
Akhir Abad ke - 19

Simptom klinis epilepsi, dapat ditiru pada binatang ~ dasar


pengembangan obat-obatan antiepilepsi ~ 1912 (Phenobarbital)
obat antiepilepsi pertama

Year
Introduced
1912
1935
1938
1946
1947
1949
1951
1952
1953
1954
1957
1957
1960
1968
1974
1975
1978

Generic name

Trade Name

Company

Phenobarbital
Mephobarbital
Phenytoin
Trimethadione
Mephenytoin
Paramethadione
Phenacemide
Metharbital
Phensuximide
Primidone
Merthsuximide
Ethotoin
Ethesuximide
Diazepam
Carbamazepine
Clonazepam
Valrpoate sodium

Luminal
Mebaral
Dilantin
Tridione
Mesantoin
Paradione
Phenurone
Gemonil
Milontin
Mysoline
Celontin
Peganone
Zarontin
Valium
Tegretol
Clonopin
Depakene

Winthrop
Winthrop
Parke-Davis
Abbott
Sandoz
Abbott
Abbott
Abbott
Parke-Davis
Ayerst
Parke-Davis
Abbott
Parke-Davis
Geigy
Geigy
Roche
Abbott

Source : Data obtained from the Epilepsy Branch, National Institute of Neurological and Communicative
Disorders and Stroke, and modified from Swinyard (1980).

Definisi
Epilepsi: adalah suatu keadaan yang ditandai oleh recurrent epileptic

seizures (dua atau lebih) yang tidak diprovokasi oleh causa yang akut.
Epileptic Seizures: adalah manifestasi klinis dari lepas muatan listrik

yang abnormal dan excessive serta reversibel dari sekumpulan


neuron-neuron di otak. Manifestasi klinis berupa fenomena abnormal
yang tiba-tiba dan sementara, dapat berupa penurunan kesadaran,
motorik, sensorik, autonomic atau psychic.

Provoked Seizures (acut symptomatic seizures): adalah seizures

yang mempunyai causa yang acut, misalnya akibat gangguan


metabolic atau toxic, stoke, trauma, infeksi
Prodroma: adalah fenomena pre ictal, dapat obyektif atau

subyektif, berupa sensasi atau agitasi, yang menandai onset dari


epilepsi tapi bukan seizuresnya.
Aura: tidak sama dengan prodroma, aura adalah berupa

seizuresnya (awal) sedang prodroma bukan seizuresnya.


Ictal: adalah periode seizures
Inter ictal: adalah periode interval antar ictal.

Post ictal: adalah keadaan klinis abnormal yang sementara yang

ditunjukkan setelah ictal berakhir


Active epilepsy: adalah penderita epilepsi yang paling sedikit

mengalami satu epileptic seizures selama 5 tahun, tanpa


memperdulikan pengobatan.
Epilepsy in remission without treatment : adalah penderita

epilepsi tanpa seizures selama 5 tahun atau lebih tanpa


pengobatan.

Epidemiologi
Incidence 0,5 0/00 1,2 0/00 pertahun tertinggi pada neonatus, young

children, elderly

U Shape.

Prevalensi 5 0/00 - 10 0/00 pertahun


Negara berkembang > negara maju
Negara maju: Elderly > anak-anak
Negara berkembang: Anak-anak > Elderly
Pria > wanita
Pria = wanita
Wanita > Pria
RAS: Kulit hitam > Kulit Putih
Sosek: Ekonomi Rendah >>

Etiologi
Studi populasi di eropa dan USA: Idiopathic Epilepsi 54-60%.

Ditinjau dari usia


* Early Childhood: congenital dan genetic

* Older Children dan Young Adult : Hippocampal sclerosis,


trauma, predisposisi genetic, alkohol/drug abuse, vascular
malformation
* Usia Lanjut: Vascular (terbanyak), metabolic disorders
terutama non ketotik hyperosmolar hiperglycaemia
* Pada semua umur: tumor, gangguan metabolik, infeksi
sporadik
* > 30 tahun: Tumor ganas

Tumours, sporadic infections & metabolic dis


Malignant tumours
Congenital & genetic conditions
HS, trauma, genetic
Predisposition
Alcohol / drug abuse
CVD
0

20

40

Age ( Years )

60

80

Faktor Presipitasi (Faktor Pencetus)


1. Faktor Sensoris
- Cahaya yang berkedip-kedip
- Bunyi-bunyi yang mengejutkan
- Air panas

2. Faktor Sistemik
- Demam

- Hipoglikemi

- Penyakit infeksi

- Makan tidak teratur

- Obat-obatan tertentu (golongan fenotiazin)

3. Faktor Mental
- Stress

- Kelelahan fisik

Patofisiologi

Membran sel
Ion K dan cl mudah masuk kedalam sel
Ion Na dan Ca sulit masuk kedalam sel
akibatnya konsentrasi ion K dalam sel
tinggi dan ion Na dan Ca rendah
terjadinya perbedaan potensial

- 70 mv disebut potensial membran istirahat

Bila terjadi perubahan permeabilitas membran karena :


Perubahan konsentrasi ion diruang ekstra seluler
Rangsangan dari sel sekitar
Perubahan dari membran itu sendiri oleh karena penyakit atau

faktor genetik
Terjadi ion Na atau Ca masuk kedalam sel potensial membran
istirahat
Potensial aksi

Neurotransmitter
- Zat yang diperlukan untuk berjalannya impuls dari aksOn suatu neuron ke

dendrit neuron yang lain


- Antara lain :
Norepinefrin (terutama di Pons dan Medula)
Serotonin (ventral hipotalamus dan mesensefalon)
Dopamin (ventral hipotalamus dan mesenfalon)
Asetilkolin (reticular activating system di batang otak)
L-Guitamat dan L-Aspartat merangsang sel kortikal
Gama amino butyric acid (GABA) yang mengerem rangsang
Bila terjadi ketidakseimbangan yg merangsang (L-Glutama) dan mengerem (GABA)

terjadilah serangan

Klasifikasi Epilepsi
A. Bangkitan Parsial
1. Bangkitan Parsial Sederhana
2. Bangkitan Parsial Kompleks
3. Bangkitan umum sekunder
berasal dari bangkitan parsial sederhana/parsial kompleks menjadi
umum (biasanya tonik klonik)

B. Bangkitan umum
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Absence seizure (Petit Mai)


Tonik-Klonik (Grand Mai)
Epilepsi Mioklonik
Epilepsi Atonik (Astatic Seizure)
Clonic seizure
Tonic seizure

C. Kejang yang tidak terklasifikasikan

bangkitan

A. Bangkitan Parsial
1. Parsial Sederhana (simple)
Gangguan kesadaran (-)
tergantung sistem saraf yg terkena
Manifestasi motorik(gyrus presentralis lobus frontalis)
Kehang dimulai dari ibu jari, meluas ke tangan, lengan, muka dan tungkai,
kadang berhenti di satu sisi. Bila rangsangan sangat kuat, dapat meluas ke
lengan atau tungkai yang lain sehingga terjadi kejang umum Jackson
motoric epilepsy
Manifestasi sensorik(gyrus post sentralis lobus parietalis)
Penderita merasa kesemutan di ibu jari, lengan, muka dan tungkai, tanpa
kejang motoris. Dapat meluas ke sisi yang lain Jackson sensoric epilepsy

Manifestasi otonom
Nyeri epigastrum
Pucat
Berkeringat
Manifestasi psikis
Disfagia
Dysmnesia (ingatan berkurang)
Kognitif
Afektif
Ilusi
Halusinasi

2.
a.
b.
c.

Parsial Kompleks (Epilepsi Psikomotor)


Dengan gangguan kesadaran sejak onset
Onset parsial sederhana diikuti penurunan kesadaran
Terdapat amnesia, dj vu/ jamais vu

3.
a.
b.
c.

Bangkitan umum sekunder


Parsial sederhana tonik-tonik umum
Parsial kompleks tonik-tonik umum
Parsial sederhana parsial kompleks tonik-tonik umum

B. Bangkitan Umum

2.

1. Absence Seizure (Petit Mal)


Tidak kejang, tidak sampai jatuh
Terjadi gangguan kesadran singkat (6-10 detik)
Terutama pada anak-anak (4-12 th)
Seakan-akan melamun beraktivitas kembali seperti normal
Dapat terjadi 10-20x/hari
EEG 3PSC Spike Acid Wave
Tonik-Klonik (Grand Mal)
Paling sering dijumpai
Ada gejala prodromal
(merasa tegang, cepat tersinggung,dll)
Tida ada aura
Dimulai fase tonik (+ 30 detik) fase klonik (+ 60 detik) fase post-iktal
(15-30 menit)

Fase Tonik :
Semua lengan dan tungkai ekstensi
Penderita tampak mengejan (wajah merah) apnea 30 detik akhir
fase
- Sianosis, tekanan darah , pupil melebar, refleks cahaya (-),
refleks patologis(+), incontinensia urin
Fase Klonik
Kejang ritmik
- Lidah tergigit (buih kemerahan)
- Bernafas kembali
- Wajah kembali normal, tekanan darah , vital sign normal
Post-iktal
Setelah kejang tertidur penderita bangun disorientasi normal
kembali

4.

5.

3. Epilepsi Mioklonik
Pada anak-anak
Terjadi gangguan kesadaran sebentar
Gerakan involuntar aneh dari sekelompok otot (terutama bahu dan lengan)
Myoclonic jerking
Epilepsi Atonik
Mendadak kehilangan tonus otot pada beberapa bagian tubuh atau seluruh
tubuh
Berlangsung singkat drop attact
Clonic seizure
Jarang
Clonic jercking
Asimetri (sering)
Irregular
Neonatus, bayi, anak muda (sering)
Selalu simptomatik

6. Tonic Seizures
Kontraksi otot-otot wajah : mata terbuka lebar ; bola mata menarik keatas ;
ekstensi leher ; spasme otot-otot extremitas bagian proximal ke distal
lengan diangkat keatas seperti menahan pukulan kepala ; exremitas
inferior triple flexion, menangis APNEA (mungkin)
Kepala mengangguk-angguk dan perubahan posture yang ringan
fluktuasi
Perubahan autonomic dapat terjadi
< 60
Semua umur

C. Kejang Yang Tidak Terklasifikasikan


Gerakan bola mata ritmik
Mengunyah-ngunyah
Gerakan seperti berenang
Pernafasan berhenti

Diagnosis

Diagnosis epilepsi ditegakkan berdasar :


1. Anamnesis (auto and alo anamnesis)

Pola/bentuk serangan
Lama serangan
Gejala sebelum, selama dan paska serangan
Frekuensi serangan
Faktor pencetus
Ada/tidaknya penyakit lain yang diderita sekarang
Usia saat terjadi serangan pertama
Riwayat kehamilan, persalinan dan perkembangan
Riwayat penyakit, penyebab atau terapi sebelumnya
Riwayat penyakit epilepsi dalam keluarga

2. Pemeriksaan fisik umum dan neurologis melihat adanya tandatanda

Trauma kepala
Infeksi telinga atau sinus
Gangguan kongenital
Gangguan neurologik fokal dan difus
Kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang
Kanker

3. Pemeriksaan Penunjang
3.1EEG
Indikasi
Membantu menegakkan diagnosis
Menentukan prognosis pada kasus tertentu
Pertimbangan dalam penghentian obat anti epilepsi
Membantu dalam menentukan letak fokus
Rekaman EEG termasuk rekaman tidur, stimulasi fotik dan hiperventilasi
Kira-kira 29-38% dari pasien epilepsi dewasa, EEG tunggal menunjukkan
kelainan epileptiform. Bila diulang 59-77%
Bila EEG normal, persangkaan kuat, diulang dengan persyaratan khusus

3.2

Pemeriksaan Neuroimagine Struktural dan fungsional


Indikasi
Semua kasus bangkitan pertama yang diduga kelainan struktural
Perubahan bentuk bangkitan
Defisit neurologik fokal (+)
Epilepsi parsial
Bangkitan pertama > 25 th
Untuk persiapan operasi
CT-Scan : mendeteksi lesi fokal tertentu
MRI :
Lebih sensitif dan spesifik dibanding CT-Scan
Dapat mendeteksi = sclerosis hipokampus, disgenesis kortikal, tumor,
hemangioma, kavernosa
Untuk intractable epilepsy operasi

3.3 Pemeriksaan Laboratorium


Darah :
darah rutin, elektrolit, gula, fungsi hati dll ~ sesuai indikasi
LCS : sesuai indikasi
Lain-lain : sesuai indikasi
Diagnosis pasti :
Atas dasar : gejala dan tanda klinis icttan yang ditunjang EEG
epileptiform

Diagnosis Deferensial
1. Pada neonatus
Jittering
Apneu

2. Pada Anak

Breath holding spel


Sinkop
Bangkitan psikogenik / konversi
Prolonged QT syndrome
Night terror
TICK
Hypercyanotic attack (pada tetralogi fallot)

3. Pada Dewasa
Sinkop : dapat sebagai vasovagal attack, sinkop kardiogenik, sinkop

hipovolemik, sinkop hipotensi dan sinkop saat MIKSI (micturition


Syncope)
TIA
Vertigo
Transient global amnesia
Narkolepsi
Serangan panik, psikogenik
Menier
TICK

Pengobatan
Tujuan pengobatan
-

Mengontrol gejala atau tanda secara adekuat dengan penggunaan obat


minimal

Prinsip pengobatan
-

Pengobatan dilakukan minimal 2 kali bangkitan dalam setahun


Setelah diagnosis tegak, menerima penjelasan tujuan pengobatan dan efek
samping
Obat sesuai jenis bangkitan
Monoterapi
Dimulai dosis rendah, dinaikkan bertahap sampai dosis efektif
Dimulai dengan obat lini pertama. Bila mengganti obat pertama diturunkan
bertahap dan obat kedua dinaikkan bertahap
Bila monoterapi gagal pemantauan kadar obat sesuai indikasi

Status Epileptikus
Definisi
Suatu kondisi dimana bangkitan epilepsi berlangsung terus-menerus, atau
bangkitan berulang dengan tanpa pemulihan kesadaran, selama 30 menit atau
lebih

Klasifikasi
-

Konvulsif
Non Konvulsif

Klasifikasi status epileptikus


Status epileticus confined to early childhod
neonatal staus epilepticus
status epilepticus in specific neonatal epilepsy syndromes
einfantile spasms
Status epilepticus confined to later childhood and adult life
febrile status epilepticus
status inchildood partial epilepsy syndromes
status epilepticus in myoclonic-astatic epilepsy
electrical status epilepticus during slow wave sleep
landau-kelffner syndrome

Status epilepticus occuring in childhood and adult life


tonic-clonic status epilepticus
absence status epilepticus
epilepsia partialis continua
status epilepticus in coma
specific forms of status epilepticus in learning difficulty
syndromes of myoclonic status epilepticus
simple partial statusepilepticus
complex partial status epilepticus
Status epilelptius confined to adult life
de novo absence status and late onset

Penanganan
1.
2.
3.
4.

PRINSIP
Stabilisasi pasien dengan prinsip kegawatan umum (ABC)
Menghentikan bangkitan dan mencari etiologi secara simultan
Mencegah bangkitan ulang atau mengatasi penyulit
Mengatasi faktor pencetus
Bila setelah menit ke 60 belum teratasi (refrakter), sebaiknya perawatan di
lakukan di ICU

Anda mungkin juga menyukai