Anda di halaman 1dari 23

Industri Asam Nitrat

Nama Kelompok
1. M Fahmi Dermawan
2. Regina Kartika J M
3. Rini Yuliani
4. Sinta P Rahayu
5. Susi Rusdiani

Jurusan Sains Kimia


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung
2015

Pendahuluan

Senyawa kimia asam nitrat adalah sejenis cairan korosif yang tidak berwarna
dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar

Sebagaimana asam pada umumnya, asam nitrat bereaksi dengan alkali, oksida
basa, dan karbonat untuk membentuk garam, seperti ammonium nitrat

Karena memiliki sifat mengoksidasi, asam nitrat pada umumnya tidak


menyumbangkan protonnya (tidak membebaskan hydrogen) pada reaksi
dengan logam dan garam yang dihasilkan biasanya berada dalam keadaan
teroksidasi lebih tinggi

Sejarah asam nitrat

Asam nitrat pertama kali disintesis sekitar 800 M oleh kimiawan


Jabbir Ibnu Hayyan. Cara pembuatannya yang cukup tua adalah
melalui destilasi saltpeter dengan asam sulfat. Zat ini juga terbentuk
didalam atmosfer karena petir.

Sifat Fisik dan Kimia


Sifat Kimia

Sifat Fisika

Pada suhu biasa akan terurai oleh cahaya/sinar

Dapat bereaksi dengan amoniak membentuk garam amoium nitrat

Dapat bereaksi dengan unsur-unsur logam serta dapat melarutkan


semua logam kecuali emas (Au) dan platina (pt)

Wujud zat

: cairan, jernih, kuning

Bau

: tajam

Reaksi oksidasi pertamanya dengan asam pekat, memfavoritka


pembentukan nitrogen dioksida.

Semua nitrat larut dalam air

: 42C

Titik didih

: 86C
: <1

: 1,51 g/cm

Dapat bereaksi dengan unsur-unsur non logam

Titik leleh

PH (20C)

Sifat-sifat asam cendrung mendominasi pada asam nitrat encer

(20C)

uap relative

BM

: 63, 0129 g/mol

Kelarutan dalam air

: 2,04

Tekanan uap (20C)

: 5hPa

: dapat larut (pembentukan panas)

AMONIA

Bahan Baku

Senyawa kimia dengan rumus NH3,


biasanya didapat dalam keadaan gas yang
berbau tajam. Amonia ini merupakan
senyawa kaustik dan dapat merusak
kesehatan.

Udara

Air

Katalis Platina 10% Rhodium.

Peralatan Proses dan Utilitas Pabrik


Perancangan proses
1.TangkiPenyimpananAmoniak
Kode

:T-101

Fungsi

:menyimpanbahanbakuamoniaselama1minggu

Tipe

:silinderhorisontalberbentukhemisphericalhead

Jumlahtangki

:1buah

Kapasitastiaptangki :30.776,7ft3
Diametertangki

:13,44ft

Panjangtangki

:53,766ft

Bahankonstruksi

:CarbonsteelSA-283gradeC

Diameterpipapengisian

:6in(sch80)

Diameterpipapengeluaran

:3in(sch80)

Kondisipenyimpanan

:Bentuk:cair

Tekanan

:11,5atm

Suhu

:30oC

2.TangkiPenyimpananAsamNitrat
Kode

:T-201

Fungsi

:Menyimpanasamnitratselama2minggu

Tipe

:silindertegakdgnconicalroofdanflatbottom

Jumlahtangki

:1buah

Kapasitastiaptangki

:182.897,15ft3

Diametertangki

:90ft

Tinggitangki

:(36+19,1)ft

Bahankonstruksi

:CarbonsteelSA-204gradeC

Diameterpipapengisian

:10in(sch40)

Diameterpipapengeluaran:4in(sch40)

3.Pompa
Kode

:P-202

Fungsi

:Mengalirkan

asam

nitrat

penyimpanan(T-201)menujuMixingTank(M-204)
Tipe:pompasentrifugal
Kapasitaspompa :0,15125cuft/detik
Tenagapompa

:83,88ft.lbf/lbm

Dayamotor

:4HP

Ukuranpipa

:nominalsize:3in

Schedule

:40

Bahan

:Commercialsteel

dari tangki

4. Cooler
Kode

:E-804

Fungsi

:MenurunkansuhusteamsebelummasukAbsorber

Tipe

:DoublePipeExchanger

BahanKonstruksi :CarbonSteelSA-283GradeC
5. Reaktor
Kode

:R-301

Fungsi

:mereaksikanNH3denganHNO3menjadiNH4NO3

Kondisi

:T=175oC,P=4,4atm

Tipe:BublingReactor
Bahankonstruksi :CarbonsteelSA-283gradeC
Tebalshell

:in

Tebalhead

:11/8in

Tinggihead

:24,2in

DiameterReaktor :120,87in
Tinggireaktortotal
Tebaljaket

:368,06in

:29,3in

6. Absorber
Kode

:A-801

Fungsi

:MenyerapNH3dengansolvenair

Tipe

:Packedtower

Jenispacking

:Raschigrings

Bahan

:CarbonsteelSA-283gradeC

Diametermenara

:2,9ft

Jumlahbed

:3bed

Tinggipackingperbed:4,9ft
Tebalshell

:in=0,021ft

Tebalhead

:in=0,021ft

Tinggiheadtotal

:0,64ft

Tinggiabsorber

:16,02ft

Utilitas
AIR
Airuntukkeperluanumum(servicewat
er)
Airpendingin(coolingwater)

19,78m/hari
3

1.772,9m/hari
3

Airsteam

11,97m/hari
3

Totalkebutuhanair

1.804,65m/hari
BendunganCurug

Sumber

STEAM
3

Kebutuhansteam

4.985,73m/hari
watertubeboiler

Jenisboiler
LISTRIK
Kebutuhanlistrik

147,5Kilowatt

Dipenuhidari

Pembangkitsendiri:350Kilowatt
PLN:200Kilowatt

BAHANBAKAR
Jenis
Kebutuhan
Sumberdari

Solar
11.040Liter/hari
Pertamina

Proses Pembuatan Asam Nitrat

Metode Oswald

Metode Valentir

Metode Retor

4NH3

(g)

+ 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(g)


2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)

3NO2(g) + H2O(l) 2HNO3(aq) + NO(aq)

NaNO3(s) + H2SO4(l) NaHSO4 + HNO3(g) (berasap)

Bahan baku Natrium Nitrat dan


Asam Sulfat masuk reaktor tangki
berpengaduk. Reaktor di
panaskan secara isotermal pada
suhu 150oC selama 10 jam.
Konversi pembentukan asam
Nitrat adalah 97%. Selama
waktu itu NO2 dan air akan
teruapkan

Proses Berkeland & Eyde

Nitrogen direaksikan dengan oksigen pada T 3000C dalam busur


listrik

NO + O2 2 NO2 (pada suhu 600oC)

3NO2 + H2O 2 HNO3 + NO (pada suhu tinggi)

Proses Wiconsi

mereaksikan N2 dan O2 dari udara menggunakan listrik bertegangan


tinggi

N2 + O2 NO + NO2 NO2 + H2O HNO3

Proses Pembuatan Asam Nitrat Dengan


Metode Oswald

Ammonia diubah menjadi asam nitrat dalam dua tahapan. Ammonia dioksidasi (dalam arti
dibakar) melalui pemanasan dengan oksigen dengan adanya katalis seperti platinum dengan
10% rhodium, untuk membentuk oksida nitrat dan air. Langkah ini sangat eksotermis:
4 NH3 (g) + 5 O2 (g) 4 NO (g) + 6 H2O (g) (H = 905.2 kJ)

Tahap dua melibatkan dua reaksi dan dilakukan dalam peralatan absorpsi yang mengandung air.
Oksida nitrat awalnya dioksidasi lagi untuk menghasilkan nitrogen dioksida: Gas ini kemudian
mudah diserap oleh air, menghasilkan produk yang diinginkan (asam nitrat, meskipun dalam
bentuk encer), sekaligus mengurangi sebagian kembali ke oksida nitrat:

2 NO (g) + O2 (g) 2 NO2 (g) (H = 114 kJ/mol)


3 NO2 (g) + H2O (l) 2 HNO3 (aq) + NO (g) (H = 117 kJ/mol)
NO didaur-ulang, dan asam dipekatkan sampai kekuatan yang diperlukan melalui penyulingan.

Metode Oswald

Oksidasi amoniak dengan Pt sebagai katalis


4 NH3 + 5 O2 4 NO + 6 H2O
4 NO + 2 O2 4 NO2
4 NO2 + 2 H2O 2 HNO2 + 2 HNO3 (pada suhu rendah)
2 HNO2 NO2 + NO + H2O

Metode Valentiner :

NaNO3(s) + H2SO4(l) NaHSO4 + HNO3(g) (berasap)

Proses Retor
Asam Sulfat 93% dan
Natrium Nitrat 96%

Reaktor

Reaksi
Eksotermis

HNO3 +
NaHSO4

Suhu 150200C
Selama 12
jam

Mengalami
dekomposisi
karena panas

HNO3+NaH
SO4

HNO3 9699%

Gas dan
embun

Condensor
Partial

Sparator

HNO3
menguap
suhu 100103C

Gas dan Embun

Reaktor

Gas yang tidak


terembunkan
(10-12 %)

NaHSO4 dan
niter cake

Absorber

Hasil samping

Diserap oleh
air
HNO3 60-70%

Proses Retor

Metode Birkeland-Eyde

asam nitrat diproduksi dengan menggunakan proses Birkeland-Eyde , juga


dikenal sebagai proses busur. Proses ini didasarkan pada oksidasi nitrogen
atmosfer oleh oksigen atmosfer menjadi oksida nitrat pada suhu yang sangat
tinggi. Busur listrik digunakan untuk menyediakan suhu tinggi, dan hasil
hingga 4% oksida nitrat diperoleh.

oksida nitrat didinginkan dan teroksidasi oleh oksigen atmosfer yang tersisa
untuk nitrogen dioksida, dan ini kemudian diserap dalam asam nitrat encer.

Metode Birkeland & Eyde Nitrogen direaksikan dengan oksigen pada suhu
3.000 oC melalui busur listrik
Reaksinya : N2 + O2 2 NO 2 NO + O2 2 NO2 (pada suhu 600 oC)
3 NO2 + H2O 2 HNO3 + NO (pada suhu tinggi).

Proses Wiconsi

Proses pembuatan asam nitrat dengan cara ini dikembangkan oleh Lord
Rayleigh (John Wilam Stru), dengan mereaksikan N2 dan O2 dari udara
menggunakan listrik bertegangan tinggi. Namun, cara ini sudah tidak banyak
dipakai lagi, karena sulit dijalankan, merlukan suh 20oC dan NO2 yang
dihasilkan hanya 2 %. (Stranges, 192). Berikut reaksi yang terjadi pada
pembuatan asm nitrat mengunakn proses wisconsi:

N2 + O2 NO + NO2 NO2 + H2O HNO3

Produksi asam nitrat dapat dingkatn menjadi kadar 15% asam nitrat dengan
fiksasi nuklir nitrogen, namun hal ini tentu tidak ekonomis.

Penanggulangan Limbah

Penanggulangan secara disposal


Disposal adalah cara menetralkan atau mengolah limbah dalamjumlah kecil.
Limbah dari HNO3 bersifat asam. Bisa dilakukan penetralan
denganpenambahan NaOH, CaCO3, atau CaO .
Disposal 12 :
Asam-asam anorganik dan anhidrida pertama-tama harus diencerkan atau
dihidrolisis dengan diaduk hati-hati ke dalam air es, kemudian dinetralisir
(gunakansarung tangan pelindung, lemari uap) dengan larutan natrium
hidroksida.
Sebelum dimasukkan ke dalam ke wadah D, periksa derajat keasaman (pH)
dengan indikator pH universal.
ReaksiDisposal :
HNO3+ NaOHNaNO3+ H2O

Manfaat HNO3

Bahan baku pembuatan peledak.

Proses pemurnian logam

Produksi zat warna, obat-obatan, pestisida, detergen dan


nitrasi selusola

Pupuk, kembang api, oksidator untuk roket, korek api,


dan pengawet makanan.

Pelarut logam mulia.

Membersihkan kerak kalsium dan magnesium yang menempel


didalamnya

Pembuatan nitrogliserin

Kesimpulan

Asam nitrat adalah bahan kimia yang korosif dan merupakan oksidator dan
merupakan larutan NO2 dalam air, yang dalam perdagangan terdapat berbagai
macam konsentrasi. Asam nitrat diproduksi secara komersial melalui proses
Oswald.

Bahan baku pembuatan HNO3 adalah ammonia, air, udara dan kasa platina10% rhodium

Amonia banyak digunakan dalam industry pupuk, produksi berbagai macam


bahan kimia, bahan peledak, zat warna, bahan farmasi, serta dalam reagen
laboratorium.