Anda di halaman 1dari 20

Presentasi

Kelompok 1

REAKTOR

Dosen pembimbing:
Mustain, S.T M.T

Disusun oleh:
Jurusan Teknik Kimia
Program Studi D III
Teknik Kimia
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

September, 2014

INDO BILLAK 0613 3040 0346


KIKI RISKY M 0613 3040 0347

Sedimentasi adalah pemisahan


solid-liquid menggunakan
pengendapan secara gravitasi
untuk menyisihkan solid yang
tersuspensi. Sedimentasi
umumnya digunakan pada
pengolahan air minum,dan
pengolahan air limbah.

Prinsip sedimentasi
prinsip sedimentasi pada pengolahan air
minum dan air limbanh sama, demikian
juga untuk metode dan peralatannya. Bak
sedimentasi umumnya dibangun dari bhan
beton bertulang dengan bentuk lingkaran,
bujur sangkar, atau segi empat.

Klasifikasi sedimentasi

Klasifikasi sedimentasi
didasarkan pada
konsentrasi partikel dan
kemampuan partikel
untuk berinteraksi.
Klasifikasi ini dapat dibagi
dalam empat tipe, yaitu :
Settling tipe I
Settling tipe II
Settling tipe III
Settling tipe IV

Sedimentasi tipe I
Sedimentasi tipe I: partikel mengendap
bebas secara individual dan tidak ada
interaksi antar-partikel.
Sesuai dengan definisi di atas,
pengendapan terjadi karena adanya
interaksi gaya-gaya disekitar partikel.yaitu
gaya drag dan gaya impelling.

persamaan gaya drag


FD = CD AC (Vs2 / 2)........................(1)
Dimana :
FD : Gaya drag
CD : Koefisien drag
AC : Luas potongan melintang partikel
Vs : Kecepatan gravitasi

persamaan gaya impelling


F1= (s- ) g V.................................. (2)
Dimana :

F1
: Gaya impelling
s : Densitas massa
partikel

V
g

: Densitas massa liquid


: Volume partikel
: Percepatan garvitasi

Berikut adalah langkah - langkah dalam menghitung


kecepatan pengendapan bila telah diketahui ukuran
partikel, densitas dan temperatur.
Asumsikan bahwa pengendapan mengikuti pola laminer,
karena itu gunakan persamaan Stoke's untuk
menghitung kecepatan pengendapannya.
Setelah diperoleh kecepatan pengendapan, hitung
bilangan Reynold untuk membuktikan pola aliran
pengendapannya.
Bila diperoleh laminer, maka perhitungan selesai. Bila
diperoleh turbulen, maka gunakan persamaan untuk
turbulen, dan bila diperoleh transisi, maka gunakan
persamaan untuk transisi.

Berikut merupan contoh grafik pengendapan tipe I


pada temperatur air 100 C

Dalam keadaan yang seimbang, maka FD=F1


diperoleh persamaan :
CD AC (Vs2 / 2) = (s- ) g V ...................... (3)
Atau

2g S

Vs
CD

AC

.................. (4)

Bila V/AC = ( 2/3) d, maka diperoleh

Vs

4g
3C D

s
spesifik gravity

d
............................. (5)

Atau :

Vs

4g
S g 1 d
3C D

....................................... (6)
Vs

4.9,81 2650 998,2

0,0005 0,11m / d
3.0.84
998,2

Besarnya nilai CD tergantung pada bilangan Reynold.


- Bila NRe < 1 (laminer), CD = 24/NRe
- Bial NRe = 1- 104 ( transisi), CD = 24/NRe + 3/NRe 0,5 + 0,34
- Bila NRe > 104 ( turbulen), CD = 0,4

Bilangan Reynold dapat dihitung menggunakan


persamaan :
NRe =

dVs /

........................................... (7)

Pada kondisi laminer, persamaan (6) dapat


disederhanakan menjadi :
Vs

g
( Sg 1) d 2
18

g
s d 2
Vs
18

............... (8)

Persamaan (8) disebut persamaan Stoke's.

Contoh Soal
Hitung kecepatan pengendapan partikel
berdiameter 0,05 cm dan specific gravity 2,65
pada air dengan temperatur 200 C
jawab:
Asumsikan pola aliran laminer, gunakan
persaman (3.8a) atau (3.8b) dengan w= 998,2
kg/m3 dan = 1,002 10-3 N.detik/m2 pada
temperatur air 200C.
VS = 9,81/18. 1,002.10-3 (2650-998,2).0,00052 =
0,22m/detik.

Dengan mengecek bilangan Reynold


NRe = .d.VS /
= 998,2. 0,0005 . 0,22/ 1,002.10-3 = 112
Mencari niali CD
CD=24/NRe+3/NRe -0,5 +0,34
= 24/112+3/112-0,5 +0,34
= 0,84
Menghitung kecepatan pengendapan

Vs

4g S _

d
Vs
3CD

4.9,81 2650 998,2

0,0005 0,11m / d
3.0.84
998,2

SEDIMENTASI TIPE 2
Sedimentasi tipe II adalah pengendapan partikel flokulen
dalam suspensi encer, di mana selama pengendapan
terjadi saling interaksi antar partikel. Selama dalam
operasi pengendapan, ukuran partikel flokulen
bertambah besar, sehingga kecepatannya juga
meningkat. Sebagai contoh sedimentasi tipe II antara
lain pengendapan pertama pada pengolahan air limbah
atau pengendapan partikel hasil proses koagulasiflokulasi pada pengolahan air minum maupun air
limbah.

Kecepatan pengendapan
partikel tidak bisa ditentukan
dengan persamaan Stoke's
karena ukuran dan kecepatan
pengendapan tidak tetap.
Besarnya partikel yang
mengendap diuji dengan
column settling test dengan
multiple withdrawal ports

Sedimentasi tipe III


Sedimentasi tipe III adalah pengendapan
pertikel dengan konsentrasi yang lebih
pekat, di mana antar partikel secara
bersama-sama saling menahan
pengendapan partikel lain di sekitarnya.
Karena itu pengendapan terjadi secara
bersama-sama sebagai sebuah zona
dengan kecepatan yang konstan.

Sedimentasi tipe IV
Sedimentasi tipe IV amerupakan kelanjutan dari
sedimentasi tipe III, dimana terjadi pemampatan
(kompresi) massa partikel hingga diperoleh
konsentrasi lumpur yang tinggi.

Aplikasi sedimentasi tipe III dan IV


Sebagai contoh sedimentasi tipe III dan tipe
IV ini adalah pengendapan lumpur
biomassa pada final clarifier setelah
proses lumpur aktif. Tujuan pemampatan
pada final clarifier adalah untuk
mendapatkan konsentrasi lumpur
biomassa ynag tinggi untuk keperluan
resirkulasi lumpur ke dalam reaktor
lumpur aktif.

Thank You