Anda di halaman 1dari 38

BAB VII

PENGERUKAN

KAPAL KERUK
Kapal Keruk atau dalam bahasa Inggris
sering disebut dredger merupakan kapal
yang memiliki peralatan khusus untuk
melakukan pengerukan. Kapal ini dibuat
untuk memenuhi kebutuhan, baik dari suatu
pelabuhan, alur pelayaran, ataupun industri
lepas pantai, agar dapat bekerja
sebagaimana halnya alat-alat levelling yang
ada di darat seperti excavator dan Buldoser.

KLASIFIKASI KAPAL KERUK


Kapal Keruk dapat diklasifikasikan menjadi 2 grup
besar/tipe tergantung pada metode yang
digunakan untuk memindahkan material dari
permukaan laut, yaitu
Kapal Keruk Mekanik (Mechanical dredgers)
Menggunakan mesin untuk menggerakkan roda
gigi seperti pada umumnya untuk melakukan
pengerukan
Kapal Keruk Hidrolis (Hydrolic dredgers)
Mengunakan mesin sebagai penggerak hidrolik
untuk melakukan pengerukan

JENIS-JENIS KAPAL KERUK

Kapal keruk penghisap / Suction dredgers


Bucket dredger
Grab dredger
Backhoe/dipper dredge
Water injection dredger
Pneumatic dredger
Krabbelaar
Amphibious dredger
Cutter Section Excavator Dredger

1. Kapal keruk penghisap /


Suction dredgers
Beroperasi dengan menghisap material
melalui pipa panjang seperti vacuum
cleaner.
Jenis ini terdiri dari beberapa tipe :
A. Trailing suction hopper dredger
B. Cutter-suction dredger

A. Trailing suction hopper dredger


Sebuah trailing suction hopper dredger atau TSHD
menyeret pipa penghisap ketika bekerja, dan
mengisi material yang diisap tersebut ke satu atau
beberapa penampung (hopper) di dalam kapal.
Ketika penampung sudah penuh, TSHD akan
berlayar ke lokasi pembuangan dan membuang
material tersebut melalui pintu yang ada di bawah
kapal atau dapat pula memompa material tersebut
ke luar kapal. TSHD tidak begitu efektif digunakan
pada lapisan tanah keras atau batuan, tetapi
dapat juga digunakan untuk menghisap batuan
yang telah dihancurkan dengan cutter dredger.

Gambar 1. Trailing suction hopper dredger

Gambar 2. Detail bagian dalam TSHD

TSHD bisa juga digunakan untuk reklamasi


pantai (mengubah pantai menjadi dataran) yang
biasanya berguna untuk perluasan pelabuhan,
pembuatan dermaga, dsb.

Gambar 3. Penggunaan TSHD untuk reklamasi pantai

TSHD terbesar di dunia adalah milik


perusahaan Belgia yaitu Vasco Da Gama
(33.000 m3 penampung, 37,060 kW total
tenaga yang ada) dan perusahaan
Belanda yaitu W.D. Fairway (35.000 m3
penampung).
Pengerukan Indonesia memiliki pula kapal
keruk jenis ini seperti TSHD. Halmahera
dan TSHD. Irian Jaya. Digunakan untuk
melakukan maintenance dredging di
pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia.

B. Cutter-suction dredger
Di sebuah cutter-suction dredger atau CSD, tabung
penghisap memiliki kepala pemotong di pintu masuk
penghisap. Pemotong dapat pula digunakan untuk material
keras seperti kerikil atau batu. Material yang dikeruk
biasanya diisap oleh pompa pengisap sentrifugal dan
dikeluarkan melalui pipa atau ke tongkang. CSD memiliki
dua buah spud can di bagian belakang serta dua jangkar di
bagian depan kiri dan kanan. Spud can berguna sebagai
poros bergerak CSD, dua jangkar untuk menarik ke kiri dan
kanan. Sebuah CSD modern saat ini dapat melakukan
pemotongan dan pengisapan material sebanyak 500000
m3/minggu.

Gambar 4. Cutter-suction dredger

Dua CSD terbesar di dunia adalah CSD


milik Dredging International CSD
D'Artagnan (28.200 kW) dan CSD J.F.J.
DeNul (27.240 kW). Salah satu alat
serbaguna milik Direktorat pelabuhan RI
adalah kapal aru (Halmahera) yang
merupakan kombinasi kapal penghisap
lumpur dan cutter-suction dedger dengan
spesifikasi isi hopper 750m3, kapasitas
1500 m3/jam.

2. Bucket dredger
Bucket dredger adalah jenis tertua dari suatu kapal keruk.
Prinsipnya adalah sejumlah ember dipasang pada rantai
keliling lengkap yang dipasang diatas sebuah tangga. Cara
kerjanya adalah setibanya ember di dasar perairan lalu
mengeruk material dan dibawah keatas oleh rantai, pada
putaran tertinggi material dalam ember dituang ke dalam
talang dan disalurkan ke kapal tongkang pengangkut
material. Varian dari Bucket dredger ini adalah Bucket
Wheel Dredger.
Beberapa Bucket dredger dan Grab dredger cukup kuat
untuk mengeruk dan mengangkat karang agar dapat
membuat alur pelayaran.

Gambar 5. Ladder bucket dredger

Gambar 6. Timba pada LBD

3. Grab dredger
Grab dredging bekerja seperti cakar, yaitu
mengambil material dari dasar laut dengan
cara menggapitkan material dengan
clamshell yang ada sesuai dengan tipe
penggunaannya

Ada beberapa jenis modifikasi grab


sesuai penggunaanya yaitu :

Top open grab


Top closed grab
Watertight grab

Sebuah grab dredging kecil mempunyai 1 crane


crab, pada umumnya digunakan untuk
memindahkan material yang tidak terlalu banyak
(kapasitas kecil). Untuk yang berukuran lebih
besar bisa sampai 4 crane grab, umumnya
dipakai untuk memindahkan material dalam
skala yang lebih besar, membantu pemasangan
pipa-pipa bawah laut, dsb.
Di Pelabuhan Indonesia terdapat grab dredger
antara lain Marion type III M (isi grab 5 cub.yard,
kapasitas 250 m3/jam), type 93 M (isi grab 2
cub.yard, kapasitas 150 m3/jam), dan Kraan
Belt (isi grab 0,3 m3, kapasitas 60 m3/jam)

Gambar 7. Grab dredger dengan 1 crane crab

Gambar 7. Grab dredger dengan 4 crane crab

Gambar 8. Grab pada Grab dredger

4. Backhoe/dipper dredge
Backhoe/dipper dredger memiliki sebuah backhoe seperti
excavator. Backhoe dredger dapat pula menggunakan
excavator untuk darat, diletakkan di atas tongkang.
Biasanya backhoe dredger ini memiliki tiga buah spudcan,
yaitu tiang yang berguna sebagai pengganti jangkar agar
kapal tidak bergerak, dan pada backhoe dredger yang
high-tech, hanya memerlukan satu orang untuk
mengoperasikannya
Dua backhoe dredger terbesar di dunia adalah milik dari
Bean L.L.C. yaitu TAURACAVOR dan milik dari Great
Lakes Dredge & Dock Co. yaitu NEW YORK. Keduanya
dilengkapi dengan Excavator Liebherr 996.

Gambar 8. Backhoe dredger dengan Excavator Liebherr 996

5. Water injection dredger


Water injection dredger (WID) menembakkan air di dalam sebuah jet
kecil bertekanan rendah (tekanan rendah karena material seharusnya
tidak bertebaran kemanapun, karena harus secara hati-hati agar
material dapat dipindah) ke sedimen di dasar air agar air dapat
mengikat sedimen sehingga melayang di air, selanjutnya di dorong
oleh arus dan gaya berat keluar dari lokasi pengerukan. Biasanya
digunakan untuk maintenance dredging di pelabuhan. Beberapa pihak
menyatakan bahwa WID adalah bukan pengerukan sementara pihak
lain menyatakan sebaliknya.
Hal ini terjadi karena pengukuran yang seksama harus dibuat untuk
mengukur kedalaman air, sedangkan beberapa alat ukur untuk itu
(seperti singlebeam echosounder) kesulitan untuk mendapat hasil
yang akurat dan harus menggunakan alat ukur yang lebih mahal
(multibeam echosounder) untuk mendapat hasil ukuran yang lebih
baik.

Gambar 8. Water injection dredger

6. Pneumatic dredger
Cara kerja Pneumatic dredger hampir sama
seperti WID. Air dipompakan keluar dari
inlet dalam keadaan pintu tertutup,
kemudian pintu inlet dibuka dan material
masuk kedalam inlet kemudian dibuang
tempat lain atau tongkang pengangkut
material, begitu seterusnya. Efektifitasnya
tergantung pada kekuatan tekanan dalam
pipa inlet.

7. Krabbelaar
Krabbelaar (Scrather) adalah kapal keruk
kuno yang biasanya digunakan pada
perairan dangkal di belanda. Bentuknya
berupa boat dengan spikes sticking berada
dibawahnya, yang berfungsi untuk menscrap material bawah air dan
menggiringnya ke perairan dalam.

8. Amphibious dredger
Amphibious dredger adalah sebuah
backhoe excavators yang mempunyai roda
dengan kaki yang panjang dan tipe lainnya
menyerupai roda tank amphibi sehingga
dapat digunakan di perairan dangkal atau
rawa-rawa. AD tidak mempunyai
penampung material sehingga hanya dapat
digunakan pada tempat yang tidak terlalu
luas.

Gambar 9. Amphibious dredger bentuk tank

9. Cutter Section Excavator Dredger


Berupa excavator dengan mata bor khusus
yang didesain untuk menghancurkan
batuan pada permukaan dangkal. CSED
dapat diangkutkan pada sebuah tongkang
dan peroperasi di perairan dangkal untuk
melakukan mengeboran/penghancuran
batuan.

Gambar 10. Cutter Section Excavator Dredger

Peralatan Teknologi Pendukung

Sophisticated electronic control and data-logging


system
Berupa perangkat elektronik yang menginformasikan
posisi kapal, volume material yang telah terangkut,
pengidentifikasian pekerjaan, menginformasikan
tentang kedalaman peralatan kerja, kedalaman dasar
laut. Peralatan ini berfungsi untuk mengkontrol
pengerukan sehingga tidak terjadi over-dredging
(kelebihan dalam pengerukan). VDU (visual display
unit) mengidentifikasikan posisi dan kedalaman
trailer draghead, cutter head, backhoe stick and
bucket.

Gambar 11. Control site and monitoring display

Gambar 12. Visual Display Unit

Inductive flow rate transmitter


IFRT berguna untuk memastikan aliran material dalam pipa
TSHD sesuai dengan rencana dan juga untuk mendapatkan
hasil yang maksimum dari pengisapan

Gambar 12. Inductive flow rate transmitter

Penyelenggaraan Pengerukan
Sebelum mengeruk/menghisap harus diadakan
mengukuran/pendugaan terlebih dahulu. Dengan demikian
dapat dihitung banyaknya lumpur yang akan diambil.
Penempatan alat-alat tidak boleh mengganggu lalu lintas,
perlu diadakan perhitungan terhadap prakiraan cuaca yang
akan datang guna menghindari atau mengurangi hari-hari
tidak dapat bekerja (idle day) akibat cuaca buruk.
Pengerukan atau penghisapan harus dilaksanakan lapis
demi lapis, setelah selesai semuanya harus dilakukan
pengukuran/pendugaan ulang untuk menghitung jumlah
pasir yang telah dihisap/dikeruk.
Pembuangan material harus dilakukan ditempat yang tidak
memungkinkan kembalinya material ke tempat yang baru
dikeruk/dihisap.

Penyedia Jasa Pengerukan


PT. Pengerukan Indonesia (PERSERO)
Bidang Usaha :

Perbaikan dan Pemeliharaan kapal-kapal keruk dan lainnya


Pengerukan jalur pelayaran, dermaga dan jalan di perairan
Reklamasi dan transportasi Alat-alat pengerukan
Jasa konsultasi yang berhubungan dengan pengerukan dan
reklamasi
Jasa penelitian, survei dan supervising (survey hidrografi dan
topografi
Agen perusahaan pengerukan / pengeruk dan jasa lainnya

Lokasi : Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.


Telp: (021) 4301380 & (021) 490430

PT. SAC Nusantara


Bidang Usaha :
Konstruksi Kelautan & Sipil
Pengerukan
Perdagangan Umum dsb

Lokasi : Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan.


Telp: (021) 515401 516038 & (021) 514469
PT. Dumas Shipyard
Bidang Usaha :
Bangunan Kapal Perbaikan Perakitan sampai 8000 ton Berat Mati
Pengerukan
Pabrik Produk Fibre Kapal & Suku Cadang
Pabrik & Perbaikan Kontainer Pelindung
Pengadaan & Pelayanan sekoci
Jasa Pengerukan
Jasa Pengujian

Lokasi : Surabaya, Jawa Timur.


Telp: (031) 291301 293886 & (031) 293873