Anda di halaman 1dari 39

Matakuliah : D0234/Teknologi Proses

Tahun : 2007/2008

PENGERJAAN DINGIN LOGAM


Pertemuan 8

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

.Learning

Outcomes

Mahasiswa dapat menerangkan proses pengerjaan


dingin logam

Outline Materi :
Prinsip Pengerjaan Dingin
Proses Pengerjaan Dingin
Proses Pembentukan Berenergi Tinggi
Proses-proses Lain

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PRINSIP PENGERJAAN DINGIN


Pengerjaan dingin adalah pembentukan logam
plastis pada suhu di bawah suhu rekristalisasinya.

secara

Akibat pengerjaan dingin :


Pada pengerjaan dingin akan terjadi perpecahan butir,
pergeseran
atom-atom,
dan
distorsi
kisi
sehingga
menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisik, seperti :
suhu rekristalisasinya pada umumnya meningkat,
kekuatan dan kekerasannya meningkat,
keuletan menurun.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Keuntungan pengerjaan dingin :


Pengendalian dimensinya lebih baik;
Permukaan tidak teroksidasi dan mulus;
Kekuatan dan kekerasannya meningkat.

Kerugian pengerjaan dingin :


Diperlukan tekanan dan peralatan dengan kapasitas yang
lebih tinggi;
Struktur butir mengalami distorsi atau perpecahan,
sehingga bila mengalami pengerjaan dingin secara berlebihan bahan menjadi rapuh; Pada umumnya pengerjaan
dingin dilakukan untuk perubahan dimensi yang tidak
terlalu besar.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PENGERJAAN DINGIN


Penyelesaian Tabung :

Tabung yang dibentuk dengan


pengerolan panas pada umumnya dilanjutkan dengan penarikan dingin untuk memperoleh
dimensi yang lebih akurat dan
penyelesaian permukaan yang
lebih baik.

Tahapan proses :
Permukaan tabung dibersihkan dengan larutan asam
untuk menghilangkan kerak;
Figure 8.1 Process of cold-drawing tubing

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PENGERJAAN DINGIN


Penyelesaian Tabung
Tabung ::
Penyelesaian

Figure 8.1 Process of cold-drawing tubing

Bina Nusantara

Diameter pada salah satu sisi


tabung direduksi sehingga
dapat masuk ke dalam die
(lubang die < tabung);
Tabung diberi pelumas untuk
mengurangi gesekan dan
meningkatkan kehalusan
permukaan;
Ujung tabung dimasukkan ke
dalam die dan dijepit dengan
penjepit yang dihubungkan
dengan rantai mesin penarik
dengan daya berkisar antara
200 hingga 1300KN;

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PENGERJAAN DINGIN


Penyelesaian Tabung :
Permukaan dan diameter dalam tabung ditentukan oleh
mandrel yang dipasang di
dalam tabung (bila ketelitian
diameter dalam tidak menjadi masalah, mandrel ini dapat ditiadakan).
Dengan penarikan ini dapat
dihasilkan tabung berdiameter kecil atau tabung tipis,
sebagai contoh jarum suntik
dengan luar < 0,13 mm.
Figure 8.1 Process of cold-drawing tubing

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pereduksi tabung :
Tabung hasil penarikan
panas, ditarik sambil diputarkan melalui die semi lingkaran beralur tirus;

Figure 8.2 Schematic of a tube reducer

Bina Nusantara

Reduksi dan ukuran akhir


tabung ditentukan oleh
mandrel tirus yang ada
di dalam tabung;
Die bergoyang maju-mundur ketika tabung melaluinya.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penarikan kawat :
Batang kawat dibuat dari bilet yang dirol panas, kemudian
ditarik melalui beberapa die dan dibersihkan dengan
larutan asam untuk menghilangkan kerak dan karat;
Selanjutnya dilapisi dengan lapisan pelindung untuk mencegah terjadinya oksidasi dan menetralkan sisa-sisa asam.

Cara penarikan kawat :


Penarikan kawat bertahap, dan
Penarikan kawat kontinu.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penarikan kawat bertahap :


Gulungan kawat dipasang
kan di mesin dan salah
satu ujungnya dimasukkan
kan ke lubang penarik/die.
Kawat ditarik melalui lubang die dengan memutar
ril penarik dan digulung;

Figure 8.3
Section through a die used for
drawing wires.

Bina Nusantara

Langkah ini diulang beberapa kali menggunakan die


dengan lubang lebih kecil
hingga diperoleh ukuran
kawat yang diinginkan.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penarikan kawat kontinu :

Kawat ditarik melalui


beberapa die dan ril
penarik yang disusun
secara seri;
Die umumnya dibuat
dari karbida tungsten
atau dari intan.
Figure 8.4
A continuous wire-drawing machine.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan (spinning) :


Lembaran logam tipis ditekan
kan dengan penekan tangan
sambil diputar pada cetakan
sehingga terbentuk benda
mengikuti bentuk cetakan
(bentuk simetris);
Cetakan dibuat dari kayu keras atau dari baja yang licin
bila digunakan untuk produk
massal;
Figure 8.5
Metal spinning operation

Bina Nusantara

Untuk mengurangi gesekan


antara bahan dengan alat penekan digunakan pelumas seperti sabun, malam,
timah putih dan minyak cat;

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan (spinning) :

Figure 8.5
Metal spinning operation

Bina Nusantara

Kelebihan :
Peralatan lebih murah dari
pada peralatan proses pres;
Produk baru dapat dihasilkan lebih dini.
Kekurangan :
Diperlukan tenaga terlatih
upah lebih tinggi;
Laju produksi lebih rendah.
Penggunaan :
reflektor,
bejana besar untuk prosesproses,
alat-alat dapur, dll.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan-geser (shear spinning) :

Figure 8.6
Metal spinning operation

Rol ditekankan pada pelat sehingga pelat terdesak mengikuti bentuk mandrel;
Pada proses ini logam menipis secara merata, deformasi
yang terjadi merupakan kombinasi dari pengerolan dan
ekstrusi.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan-geser (shear spinning) :

Figure 8.6
Metal spinning operation

Keuntungan :

bahan/benda lebih kuat,


menghemat bahan,
murah biayanya,
penyelesaian permukaan mulus.

Penggunaan : pembuatan bejana bentuk konis.


Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses tekan-tarik (stretch forming) :


Figure 8.7
Progressive
forming in a shear
spinning operation
in which a conical
shape is formed
from a flat plate.

Lembaran logam dijepit dan die yang dipasang digerakkan


dalam arah vertikal sehingga menekan lembaran logam;
Kemudian penjepit ditarik dalam arah horisontal, hingga
lembaran mengalami tegangan yang melampaui batas
elastis, sementara itu die memberikan bentuk pada
lembaran.
Bahan die : kayu, plastik, atau baja.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses tekan-tarik (stretch forming) :


Figure 8.7
Progressive
forming in a shear
spinning operation
in which a conical
shape is formed
from a flat plate.

Keuntungan :
Lembaran menipis secara merata;
Deformasi tidak terlokalisir setempat.
Kerugian :
Pemakaian bahan boros karena bahan harus dijepit dan
tepi harus dipotong;
Bahan menjadi ductile bila diregang 2 s/d 4%.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses tekan-tarik (stretch forming) :


Figure 8.7
Progressive
forming in a shear
spinning operation
in which a conical
shape is formed
from a flat plate.

Penggunaan :
Bagian pesawat terbang;
Panel baja;
Pada industri kendaraan bermotor :
- penutup mesin,
- tutup bagasi,
- pintu.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penempaan dingin (cold forging) :

Penempaan dingin adalah pengerjaan logam yang


dilakukan pada suhu di bawah suhu rekristalisasinya
dengan gaya tekan atau gaya kejut (impact) sehingga
dapat mengubah bentuk logam mengikuti bentuk
cetakannya.

Jenis penempaan dingin :


Penempaan ukuran (sizing);
Penempaan dingin putar (rotary swaging);
Pembuatan kepala baut, paku keling, dll.

Penempaan ukuran (sizing), meliputi penekanan benda


tempa, benda cor, atau potongan baja bentuk tertentu dengan tujuan memperoleh toleransi ukuran yang ketat dan
permukaan yang rata;
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penempaan dingin putar (rotary swaging) :


Digunakan untuk mengurangi ukuran ujung batang
dan tabung dengan cetakan putar yang dapat dibuka tutup dengan cepat.
Figure 8.8
Illustrating the operation of dies in a swaging
machine.

Penggunaan :
peralatan rumah tangga,
pensil mekanis,
ujung payung.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan kepala baut, paku keling, dll. :

Figure 8.9
Types of cold-header dies.

Bina Nusantara

Batang (kawat) dimasukkan ke dalam rol pelurus


sampai titik tertentu,
kemudian dipotong;
Potongan tersebut dimasukkan ke dalam die, kemudian dikempa dengan
pemukul (punch) secara
bertahap;
Benda jadi dikeluarkan
dari die.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan kepala baut, paku keling, dll. :


Penggunaan :
pembuatan kepala paku
keling,

pembuatan kepala baut,


pembuatan kepala sekrup, dll.

Figure 8.10 Typical parts made by cold


heading from wire stock.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Hobbing :
Hobbing adalah suatu teknik
pembuatan rongga cetakan
yang dilakukan dengan cara
menekankan sepotong baja keras (hob) ke dalam baja lunak.
Penggunaan :

cetakan untuk industri


plastik,

cetakan untuk cetak tekan


(die casting).
Figure 8.11 Die hob producing a mold
cavity by pressing into soft steel.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Hobbing :
Keuntungan :

dapat diperoleh rongga sejenis secara ekonomis,

permukaan rongga mulus.


Kekurangan :

diperlukan beberapa kali


penekanan dan anil secara
bergantian,

diperlukan tenaga terlatih


Figure 8.11 Die hob producing a mold
cavity by pressing into soft steel.

Bina Nusantara

upah tenaga kerja mahal.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Stempel (coining) dan cetak timbul (embossing) :

Figure 8.12 Illustrating the


difference between coining
and embossing.

Stempel :

Dilakukan dalam cetakan sedemikian sehingga logam


(benda tebuk) tidak dapat mengalir dalam arah lateral.
Benda tebuk harus lebih lunak daripada die dan punch.

Penggunaan : pembuatan mata uang logam.


Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Stempel (coining) dan cetak timbul (embossing) :

Figure 8.12 Illustrating the


difference between coining
and embossing.

Cetak timbul :

Punch yang digunakan mempunyai lekukan sehingga hanya


menyentuh sebagian dari bahan tebuk. Disini terjadi proses
penarikan atau peregangan dan tidak memerlukan tekanan
yang tinggi.

Penggunaan : pelat nomor kendaraan.


Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Cetak timbul putar (rotary embossing) :


Digunakan cetakan

berupa silinder untuk


lembaran dan foil;
Logam diumpankan
di sela rol yang berputar.

Figure 8.13 Rotary embossing.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Keling (riveting) dan tagan (staking) :

Figure 8.14 Illustrating the


difference between riveting
and staking processes.

Keling :

Bagian yang akan disambung digurdi (drilled) terlebih


dahulu, kemudian dipasangkan paku keling. Kepala paku
keling ditahan dengan penahan dan pada bagian yang lain
ditekan dengan punch.

Penggunaan : - penyatuan kulit (skin) dengan rib pesawat


Bina Nusantara

terbang,
- peralatan rumah tangga, dll.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Keling (riveting) dan tagan (staking) :

Figure 8.14 Illustrating the


difference between riveting
and staking processes.

Tagan :

Bagian yang satu dengan bagian yang lainnya ditekan


dengan punch tangan yang berbentuk tajam atau berbentuk
cincin dengan tepi yang tajam sehingga kedua bagian
tersebut tersambung dengan erat.

Penggunaan : pemasangan roda gigi pada poros putar.


Bina Nusantara

8-28

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan rol :
Mesin ini terdiri dari beberapa pasangan rol yang secara progresif
memberi bentuk pada lembaran
logam yang diumpankan secara
kontinu dengan kecepatan 18 s/d
90 m/menit;
Disamping pasangan rol horisontal, terdapat rol pembantu yang
dipasang dalam arah vertikal dan
rol pelurus;
Strip logam, berasal dari gulungan
masuk ke dalam mesin, dan dirol
Figure 8.15 Cold roll tube-forming
sehingga berbentuk pipa oleh lima
machine. Strip enters machine from coil
(not shown) and is bent to tubular shape pasang rol sebelum dilas.
by five pairs of rolls before being
welded.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Profil yang dapat dibuat dengan proses rol dingin :

A. Berbagai profil dari


gulungan strip logam;
B. Urutan tahap pembuatan rangka jendela.

Figure 8.16 Cold-rolled formed parts. A.


Miscellaneous parts formed from coiled strip. B.
Sequence of forming operation for window screen
section.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pelengkungan pelat (plate bonding) :


Terdiri dari 3 buah rol, dua
buah tetap dan sebuah
dapat diatur tempatnya;

Figure 8.17 Plate-bending rolls.

Lembaran logam dimasukkan diantara ketiga rol tersebut, kemudian rol yang
tidak tetap ditekan sehingga terjadi pelengkungan.

Penggunaan : untuk membuat benda silindris.

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Kampuh (seaming) :
A. Kampuh sambungan luar
memanjang;
B. Kampuh sambungan dalam memanjang

Figure 8.18 Seams used in container


manufacture.

C. Kampuh gabungan;
D. Kampuh ganda untuk
kemasan dengan alas rata;
E. Kampuh ganda untuk kemasan dengan alas melekuk ke dalam;
F. Kampuh atas dengan bahan perekat;
G. Kampuh las tahanan.

Penggunaan : pada pembuatan drum, ember, kaleng, dll.


Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PEMBENTUKAN BERENERGI TINGGI


Pembentukan dengan ledakan :
A. Pembentukan dengan penekanan cairan secara
langsung;
B. Operasi pengembangan;
C. Pembentukan dengan tekanan gas secara langsung;

Figure 8.19 Cara pembentukan berenersi tinggi

Bina Nusantara

D. Palu yang digerakkan


dengan gas.

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan magnetik :
Mula-mula kondensor yang
dirangkaikan secara paralel diberi tegangan E;

Figure 8.20 Skema suatu rangkaian elektromagnetik

Saklar tegangan tinggi dion-kan, energi listrik yang


terhimpun mengalir melalui kumparan, menghasilkan medan magnit yang
sangat kuat;

Medan ini menimbulkan arus induksi dalam bendakerja


yang konduktif yang terletak di dalam atau dekat
kumparan, dan menghasilkan gaya pada bendakerja;
Bila gaya ini melebihi batas elastis bendakerja akan
mengakibatkan terjadinya deformasi permanen.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Berbagai cara kemungkinan perubahan bentuk :


A. Kumparan dipasang disekeliling tabung, gaya
yang timbul mendorong
bahan menyatu dengan
erat disekeliling tabung;

Figure 8.21
magnetik

Berbagai cara pembentukan

B. Kumparan ditempatkan di
dalam bendakerja, gaya
yang timbul akan mendesak bahan mengikuti
bentuk kelapak (collar)

C. Bendakerja (pelat datar) diletakkan diantara kumparan


dan cetakan, gaya yang dihasilkan mendorong pelat
tesebut ke dalam rongga cetak sehingga menghasilkan
cetak timbul atau dipotong.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES-PROSES LAIN
Ekstrusi Impak :

Bahan tebuk diletakkan dalam


rongga cetak kemudian ditekan
dengan pons;

Karena gaya cukup besar, logam


tertekan
ke
atas
disekitar
penekan (pons).

Penggunaan :
kemasan tapal gigi,
selongsong peluru, dll.
Figure 8.22
manufacture

Seams used in container

Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penumbukan Peluru (Shot Peening) :

Figure 8.23 Poros gandar yang


mengalami shot peening

Peluru halus disemburkan dengan


kecepatan tinggi mengenai permukaan meninggalkan jejak halus
sehingga terjadi aliran plastik
pada permukaan sedalam seperratusan mm;

Regangan plastik ini dihalangi


lapisan di bawahnya, yang cendrung kembali kekeadaan mula,
sehingga lapisan luar dengan
tekanan dan lapisan dibawahnya
dengan tegangan;

Pengaruh adanya tekanan pada lapisan luar menyebabkan


daya tahan fatiknya meningkat.
Bina Nusantara

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

SELESAI
TERIMA KASIH

Bina Nusantara