Anda di halaman 1dari 21

ERITRODERMA

(EXOFOLIATIVE DERMATITIS)

Oleh :
Probo Yudha Pratama Putra
Pembimbing
dr. Andri Catur Jatmiko, SpKK

SMF
ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RSUD JOMBANG

Pendahuluan

kelainan kulit yang ditandai dengan adanya kemerahan atau


eritema yang bersifat generalisata yang mencakup 90%
permukaan tubuh yang berlangsung dalam beberapa hari
sampai beberapa minggu ( Jane Margaret, 2008)

Etiology

Exofoliative
Dermatitis
sering disebabkan oleh
Psoriasis
(
23%
)
Spongiotic
Dermatitis
( 20% )
Drugs
Hypersensitivity reaction (
15 % ) dan Cutaneus TCell Lymphoma (5%) atau
yang
sering
dikenal
dengan Sezary Syndrome
( Jane Margaret et all,
2008 ).

Drugs Allergy

Epidemiology

Insidens
eritroderma
sangat
bervariasi, menurut penelitian dari
0,9-70 dari 100.000 populasi.
Penyakit ini dapat mengenai pria
ataupun wanita namun paling sering
pada pria dengan rasio 2 : 1 sampai 4
: 1, dengan onset usia rata-rata > 40
tahun, meskipun eritroderma dapat
terjadi pada semua usia (Jane
Margaret 2008 )

Patofisiologi

Mekanisme terjadinya eritroderma


belum
diketahui
dengan
jelas.
Patogenesis eritroderma berkaitan
dengan patogenesis penyakit yang
mendasarinya,
dermatosis
yang
sudah ada sebelumnya berkembang
menjadi
eritroderma,
atau
perkembangan eritroderma idiopatik
de
novo
tidaklah
sepenuhnya
dimengerti.

83 % menurut Jane Margaret et all ( 2008) di


dapatkan pada kasus eritroderma di temukan
bahwa pasien memiliki kolonisasi S.aureus

imunopatogenesis infeksi yang dimediasi


toxin menunjukkan bahwa lokus
patogenesitas stapilococcus mengkodekan
superantigen.

toxic shock syndrome dan staphylococcal


scalded-skin syndrome.

Pelebaran
pembuluh
darah

Agen

Renal
Failure

Dehidras
i

C.O
meningkat
Decomp

Skuama loss
9 gr/m2

Heat Loss

Suhu tubuh tidak


teratur akibat
peningkatan
suhu

Hipotermia

Metabolisme
meningkat

Hipoproteinemi
a

Edema

Gejala Klinis

Eritema
Skuama Difus
Fever
malaise
Hipotermia
Dry Skins
Limfadenopati
Hepatomegali
Alopesia
Onycholysis

Leinner Dissease

Ptryasis Rubra Papilaris

Pemeriksaan Penunjang

Pada pemeriksaan darah didapatkan


albumin serum yang rendah dan
peningkatan
gammaglobulins,
ketidakseimbangan elektrolit, protein
fase akut meningkat, leukositosis,
maupun
anemia
ringan
(Jane
Margaret, 2008)

Diagnosis

Teraphy

Karena banyak kehilangan cairan, kita harus memperhatikan


keseimbangan cairannya. Diberikan cairan fisiologis.
Anti histamin dapat menghilangkan rasa gatal.
Emolien.
Hentikan semua obat yang mempunyai potensi menyebabakan
terjadinya penyakit ini
Rawat pasien diruangan yang cukup sinar matahari
Perhatikan kemungkinan terjadinya masalah medis sekunder
(misalnya : dehidrasi, gagal jantung, dan infeksi)
Biopsi kulit untuk menegakkan diagnosis pasti
Berikan steroid sistemik jangka pendek ( bila pada permulaan
sudah dapat didiagnosis adanya psoriasis maka mulailah
mengganti dengan obat-obat anti psoriasis.
Mulailah pengobatan yang diperlukan untuk penyakit yang
melatar belakanginya.

Komplikasi sistemik dari Eritroderma


antara lain adalah elektrolit
imbalance, gagal jantung, gagal
ginjal, Infeksi yang disebabkan
karena kolonisasi dari bakteri yang
menginfeksi kulit, Hipotermi juga
dapat muncul pada kasus
eritroderma. ( Jane Margaret, 2008)

Prognosis eritroderma tergantung pada proses penyakit yang


mendasarinya.
Kasus karena penyebab obat dapat membaik setelah obat penggunaan
obat dihentikan dan diberikan terapi yang sesuai.
Prognosis kasus akibat gangguan sistemik yang mendasarinya seperti
limfoma akan tergantung pada kondisi keberhasilan pengobatan .
Eritroderma disebabkan oleh dermatosa akhirnya dapat diatasi dengan
pengobatan, tetapi mungkin timbul kekambuhan.
Kasus idiopatik adalah kasus yang tidak terduga,dapat bertahan dalam
waktu yang lama, sering kali disertai dengan kondisi yang lemah.
Eritroderma yang termasuk golongan I, yakni karena alergi obat secara
sistemik, prognosisnya baik. Penyembuhan golongan ini ialah yang
tercepat dibandingkan dengan golongan lain.
Pada eritroderma yang belum diketahui sebabnya, pengobatan dngan
kortikosteroid hanya mengurangi gejalanya, pasien akan mengalami
ketergantungan kortikosteroid.

TERIMA KASIH