Anda di halaman 1dari 18

PERTUSIS

Oleh:
Trianna Mailawati

PERTUSIS
Pertusis disebut juga batuk rejan
(whooping cough) atau batuk seratus
hari.
Merupakan penyakit menular akut yang
menyerang saluran pernapasan.
Penyebabnya adalah kuman Bordetella
(Haemophilus) pertussis.

ETIOLOGI
Haemophilus pertusis Bordetella
pertusis / Bordetella parapertusis
- Coccobacilus gram negative
- Aerobik
- Berkapsul
- Tidak berspora

EPIDEMIOLOGI
Manusia

satu-satunya host
Ditemukan di seluruh dunia
Angka kematian didunia 360.000/tahun
Semua usia, terutama 1-5 tahun
Remaja dan dewasa sumber infeksi
bayi

PATOGENES
A
Droplet

Bordetella pertusis

Trachea, Bronchus
ToXin
-Infiltrasi leukosit, reaksi radang
-Hiperplasi limfoid
-Nekrosis lapis basal epitel
Atelektase, Emphysema
Infeksi Sekunder
Bronchopneumonia

MANIFESTASI
KLINIS

1.
2.
3.

Inkubasi 7-14 hari


Berlangsung 6-8 mgg s/d beberapa bulan
Ada 3 stadium :
Std Kataralis / Prodormal (1-2 mgg)
Std Spasmodik / Paroxysmal (2-4 mgg)
Std Konvalensi (2 mgg)

Stadium Kataralis /
Prodormal
Sub febris
Pilek
Lakrimasi
Batuk
Bersin

konsentrasi kuman terbanyak


(sangat menular)

Batuk

Stadium
Spasmodik /
paroxysmal

Whooping cough
Saat serangan : wajah merah/sianosis,
mata melotot, lidah keluar, wajah
cemas, edema wajah, keringat
Sering diakhiri muntah
Serangan 4-40 x/ lebih
Pemicu : makan/minum,
tekanan trachea,
aktivitas fisik

Stadium Konvalensi
Batuk

& muntah
Infeksi saluran nafas susulan (+)
batuk paroxysmal kambuh

DIAGNOSA

Ditegakkan gejala klinis + laboratorium


Anamnesa riwayat kontak

Kriteria WHO :
Penyakit berta dengan batuk paroxysmal >21 hari dan
kultur (+) atau serologi (+) atau kontak
Laboratorium :
Darah Lekositosis (20.000-100.000)
Diff. count limfositosis absolut
Kultur apusan nasopharynx (std. prodormal)
Serologis ELISA IgM, IgG, IgA spesifik thd toxin

DIAGNOSA
BANDING
Corpus

alienum saluran nafas


Tuberculosis
Bronchopnemonia (mycoplasma,
Chlamydia trachomatis)

PENATALAKSANAAN
ISOLASI
Rawat inap (25 hr stlh terapi antibiotik) &
rawat jalan (5 hr menghindari tempat
umum stlh terapi antibiotk)
PERAWATAN
Rawat inap bila bayi < 6 bln, potensial
keparahan

PENATALAKSANAAN
MEDIKAMENTOSA
- Antimikroba
Erythromycin 50 mg/kgbb/hr (14 hr)
Azitromycin 10 mg/kgbb/hr (hr I), selanjutnya
5 mg/kgbb/hr (hr II-V)
- Mukolitik / ekspektoran / antitusif
- Supportif : Bed rest, cukup cairan+nutrisi, O 2
+ isap lendir, cegah pemicu batuk
- Terapi komplikasi

KOMPLIKASI
Perdarahan

otak

Ensefalopati
Atelektasi
Bronchopneumonia
Prolapsus
Hernia

recti

PROGNOSIS
Baik,

jika tanpa komplikasi


Mortalitas <1%
87% kematian pada bayi <1 thn

PENCEGAHAN
ISOLASI

Antibodi (+) : sampai 5 hr stlh terapi


Antibodi (-) : sampai 3 mgg stlh batuk
paroxysmal (+)
IMUNISASI

D.P.T (whoole cell) / D.Pa.T (acelluler vaksin)


pd bln ke 2,4,6 booster 5 thn

PENCEGAHAN
PEMBERIAN
-

ERYTHROMYCIN
Penderita : pd masa kataralis
Kontak : slma 14 hr,
usia < 7 tahun & DPT terakhir > 3 tahun
erythromycin + booster DPT
usia < 7 tahun & DPT terakhir < 3 tahun
erythromycin

Anda mungkin juga menyukai