Anda di halaman 1dari 61

PIKUN (DEMENSIA)

Dr AGUS
KUSNANDANG.SpS

PENDAHULUAN
PROSES MENUA MANUSIA FENOMENA
YANG TIDAK DAPAT DI CEGAH.
KEMAJUAN KESEHATAN,SOSIAL DAN
HARAPAN HIDUP JUMLAH PENDUDUK
LANSIA MAKIN MENINGKAT.
DIPERKIRAKAN TAHUN 2020 LANSIA
INDONESIA PETINGKAT KE 3.

TAHUN 2020 POPULASI MANULA


MENINGKAT MENJADI 28 JUTA.
SECARA FISIOLOGI PADA LANSIA
TERJADI PROSES DEGENERASI FISIK
DAN INTELEKTUAL.
GANGGUAN INTELEKTUAL LANSIA DI
KENAL DENGAN DEMENSIA.

DEMENSIA ADALAH KUMPULAN GEJALA


KLINIK YANG DISEBABKAN BERBAGAI LATAR
BELAKANG PENYAKIT DAN DITANDAI OLEH
HILANGNYA DAYA INGAT JANGKA PENDEK
(RECENT MEMORY) DAN GANGGUAN
GLOBAL FUNGSI MENTAL TERMASUK FUNGSI
BAHASA,MUNDURNYA KEMAMPUAN
BERFIKIR ABTRAK, KESULITAN MERAWAT
DIRI,PERUBAHAN TINGKAH LAKU,EMOSI
LABIL DAN HILANGNYA PENGENALAN WAKTU

KAPASITAS INTELEKTUAL
Masuk usia 50
tahun:

Penyusutan otak
Berat otak berkurang
1,3 kg 1,2 kg,
karena menyusutnya
kadar air.

20% dari 100

miliar sel otak


hilang.HATI-HATI

PIKUN !!!!!

Makroskopik
Penurunan volume lekuk otak
pada
daerah tertentu (frontal dan
temporal)

PENURUNAN FUNGSI OTAK


1. DAYA INGAT (MEMORI)
- PENURUNAN KEMAMPUAN NAMA.
- KECEPATAN MENCARI KEMBALI
INFORMASI DALAM MEMORI.
- TIDAK MEMPENGARUHI FUNGSI
KOGNISI DAN RENTANG HIDUP
NORMAL

2. INTELEGENSI DASAR.
- PENURUNAN FUNGSI HEMISFER
KANAN.
- KESULITAN KOMUNIKASI
NONVERBAL.
* PEMECAHAN MASALAH,MENGENAL
WAJAH ORANG, PEMUSATAN
PERHATIAN DAN KONSENTRASI

PENURUNAN FUNGSI
MEMORI
1. FISIOLOGIS
BERDASARKAN PENURUNAN YANG LINIER.
2. PATOLOGIS.
DISEBAKAN OLEH KELAINAN /
PENYAKIT OTAK.
KEDUA GANGGUAN TERSEBUT
MERUPAKAN SUATU KONTINUUM

KONDISI FISIOLOGIS KE PATOLOGIS

1. MUDAH LUPA (FORGETFULNESS)


2. GANGGUAN KOGNITIF RINGAN
(MILD COGNITIVE IMPAIRMENT)
3. DEMENSIA (ALZHEMER)

Normal
Gangguan Kognitif Ringan
Pikun/Dementia
FUNGSI OTAK MANUSIA

MUDAH LUPA
FENOMENA USIA LANJUT ?
GANGGUAN MEMORI PADA LANSIA :
1. PROSES BERFIKIR MENJADI LAMBAT.
2. KURANG MENGGUNAKAN STRATEGI.
3. KESULITAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN
KONSENTRASI
4. MENGABAIKAN YANG TIDAK PERLU
5. MEMERLUKAN LEBIH BANYAK WAKTU
BELAJAR YANG BARU.
6. MEMERLUKAN BANYAK ISYARAT

KRITERIA MUDAH LUPA .


1. MUDAH LUPA NAMA BENDA.
2. GANGGUAN MENGINGAT KEMBALI.
3. GANGGUAN MENGAMBIL KEMBALI
INFORMASI.
4. MENGENAL KEMBALI BILA DI BERI
ISYARAT.
5. SERING MENJABARKAN FUNGSINYA.

Lupa dalam hal


dimana menaruh
barang

Penurunan daya ingat


terutama yang singkat
dan jangka pendek

PENURUNAN FUNGSI MEMORI.

1. MEMORI DEKLARATIF EPISODIK.


2. MEMORI DEKLALATIF SEMANTIK.
3. MEMORI PROSEDURAL.

MILD COGNITIVE IMPAIRMENT (MCI).

- MENGALAMI GANGGUAN MEMORI TETAPI TIDAK MENDERITA


-

DEMENSIA ALZHEMER.
50% MCI MENJADI ALZHEIMER DALAM WAKTU 8 TAHUN.
KRITERIA MCI
* ADA GANGGUAN MEMORI
* FUNGSI MEMORI ABNORMAL
* AKTIVITAS HARIAN NORMAL
* FUNGSI KOGNISI NORMAL
* TIDAK ADA KEPIKUNAN

JENIS JENIS DEMENSIA


BERDASARKAN LOKALISASI.
- DEMENSIA KORTIKAL
- DEMENSIA SUBKORTIKAL.
BERDASARKAN ETIOLOGI.
- DEGENERATIF
- NONDEGENERATIF

KRITERIA DIAGNOSTIK DEMENSIA

1.
2.
3.
4.
5.
6.

GANGGUAN KOGNITIF LEBIH DARI SATU.


GANGGUAN DAYA INGAT
PROGRESIF DAN PERSISTEN ,ADA YANG
REVERSIBEL.
GANGGUAN AFEK, PERILAKU ,
KEPRIBADIAN.
GANGGUAN SOSIAL
ETIOLOGI LUAS DAN MENGENAI OTAK

DEMENSIA ALZHEIMER
PENYAKIT DEGENERATIF SSP DENGAN
KARAKTERISTIK DI TANDAI OLEH
DEMENSIA YANG PROGRESIF DAN
SECARA HISTOLOGI DITEMUKAN SENILE
PLAQUE DAN NEUROFIBRILLARY
TANGLES (NFT) DALAM JUMLAH BANYAK
DAN MERATA,DIDAPAT JUGA GANGGUAN
SISTIM KOLINERGIK, NORADRENERGIK
DAN SOMATOSTATINERGIC

Patofisologi Alzheimer's
diseases
Mikroskopik:
Deposit zat-zat racun pada otak
seperti yang namanya:
Amyloid Beta Peptides (A)
Neurofibrillary tangle

KRITERIA DEMENSIA
ALZHEIMER
DEFINITE
- KRITERIA KLINIS PROBABLE AD.
- HISTOPATOLOGI : NP DAN NFT.

- PROBABLE
- RIWAYAT DEMENSIA DAN KELAINAN PADA TEST
NEUROPSIKOLOGI.
- DEFISIT PROGRESIF PADA MEMORI DAN KOGNISI.
- TAK ADA GANGGUAN KESADARAN.
- USIA ANTARA 40-90 TAHUN
- TAK ADA GANGGUAN SEREBRAL

POSSIBLE
- DEMENSIA DENGAN VARIASI
- ADANYA GANGGUAN OTAK SISTEMIK
ATAU LAINYA.
- DEFISIT KOGNITIF PROGRESIF.

STADIUM DEMENSIA
ALZHEIMER
- STADIUM I ATAU STADIUM AMNESTIK
* GANGGUAN MEMORI EPISODIK.
- STADIUM II ATAU DEMENSIA
* KEHILANGAN KEMAMPUAN INTELEK
- STADIUM III ATAU VEGETATIVE STATE
* TIDAK MAMPU MENGURUS DIRI
SENDIRI,MAKAN DAN
BERKOMUNIKASI.

Kehilangan daya ingat yang

semakin berat dari hari ke


hari

Penderita sering kali kehilangan


dompet dan kunci, lupa bahwa sedang
meninggalkan masakan di kompor yang
menyala, dan merasa asing terhadap
tetangganya.
Pada demensia tahap lanjut, gangguan menjadi lebih berat
sehingga penderita lupa akan pekerjaan, tanggal lahir,
anggota keluarga, dan bahkan terhadap namanya sendiri.

Perubahan ciri kepribadian

Kadang tampak normal,


kemudian berubah tiba-tiba
menjadi pemarah, curiga,
agitasi, mudah tersinggung

Kehilangan inisiatif

Penderita akan tampak


pasif, tidak bergairah
dalam kegiatan seharihari, kadang menarik
diri
dari
pergaulan
masarakat

FAKTOR RESIKO
-

UMUR
RIWAYAT KELUARGA
APOLIPOPROTEIN E4
JENIS KELAMIN
TRAUMA KEPALA
PENDIDIKAN RENDAH
HIPERTENSI
DOWNS SYNDROM

DIAGNOSA DINI
SEMAKIN USIA TUA ANGKA KEJADIAN
DEMENSIA AKAN MENINGKAT.

PENTING DIAGNOSA DINI

DIAGNOSA
-

RIWAYAT PERJALAN PENYAKIT


PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
PSIKIATRI
TES NEUROPSIKOLOGIS
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PENATALAKSANAAN
-

MELAKSANAKAN LUPA.
BRAIN GYM
ROCKING CHAIR
LATIHAN MENTAL DAN SOSIALISASI
MENCEGAH TIMBULNYA KERUSAKAN OTAK.
ANTI OKSIDAN
ESTROGEN
NSAID
CEGAH STRESS
STOP MEROKOK.

PENGOBATAN
ACETYLCHOLIN ESTERASE INHIBITOR
TERAPI DAN PENGATURAN POLA
HIDUP PADA STADIUM DINI DAPAT
MENGHAMBAT PROGRESIFITAS
PENYAKITNYA.

BAGAIMANA CARA
MENCEGAH KEPIKUNAN ?
KEPIKUNAN / DEMENSIA TIDAK DAPAT DICEGAH.
TAPI DAPAT DIPERLAMBAT KEMUNCULANNYA

MENGHINDARI DEMENSIA

Periksa
kesehatan
secara teratur

MENGHINDARI DEMENSIA
Mengatur
pola/menu
makanan

MENGHINDARI DEMENSIA

Gerak / olah
raga teratur

MENGHINDARI DEMENSIA

Pergunakan
otak

MENGHINDARI DEMENSIA
Konsultasi
ke dokter
bila ada
gejala dini

MENGHINDARI DEMENSIA
Senam otak
sehat

"gunakan atau kau akan


kehilangan"
kunci mencegah kepikunan.
kegiatan mengasah kemampuan
otak, seperti

mengisi teka-teki silang, membaca,


belajar, bermain puzzle, dan
melakukan berbagai aktivitas
merupakan stimulan yang baik untuk
mencegah turunnya fungsi otak.
Jika rangsangan itu diberikan secara terusmenerus dan terarah, intelegensi manusia
bisa terus berkembang hingga usia 80-90
tahun.

Ingat L - U - P - A
supaya TIDAK LUPA
L - Latihan
U - Ulangan
P - Perhatian
A - Asosiasi

MULTI INFARK DEMENSIA


- VASKULER DEMENSIA.
- TERJADI AKIBAT ADANYA PERUBAHAN
SEREBROVASKULER YANG MENGENAI
KORTEK SEREBRAL,SUBSTANSIA ALBA
,NUKLEUS SUBKORTIKAL ATAU KOMBINASI.
- TERDAPAT DISFUNGSI KORTEK FRONTAL.
- BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA
NEUROPSIKOLOGI.

PENYEBAB DEMENSIA VASKULER ;


- STROKE YANG MULTIPEL
- LAKUNAR STATE
HIPERTENSI MERUPAKAN FAKTOR
RESIKO MID .
80-90 % MID DAN LAKUNER STATES
MEMPUNYAI HIPERTENSI.

GEJALA KINIK
- EPISODE TIBA TIBA
- KELEMAHAN
- KELAMBATAN
- DISARTRI DAN DISFAGIA
- LANGKAH KECIL KECIL
- RESPON REFLEK DAN BABINSKI YANG
CEPAT

PROGRESSIVE SUPRANUCLEAR
PALSY
- GANGGUAN MENYERUPAI PARKINSON.
- KEHILANGAN KEMAMPUAN MELIHAT KE ATAS
-

DAN KE BAWAH.
TIDAK ADA TREMOR.
LEBIH DARI 50% GANGGUAN EKSTRAOKULER.
PROSES MOTORIK LAMBAT.
GANGGUAN MEMORI DAN VISUOSPSTIAL.
TERDAPAT GEJALA EKSTRPIRAMIDAL.

PENYAKIT HUNTINGTON
- PENYAKIT DEGENERATIF PROGRESIF
-

YANG DITURUNKAN MELALUI GEN OTOSOM


DOMINAN KROMOSOM 4.
ONSET UMUMNYA PADA USIA DEKADE 4-5.
TIPE JUVENILE DAN TIPE LATE ONSET.
PERJALANAN PENYAKIT LAMBAT.
KEMATIAN TERJADI 10-20 TH SETELAH GEJALA
KLINIK TIMBUL.
LAKI LAKI SAMA DENGAN PEREMPUAN.

- DASAR PATOLOGI
KEMATIAN SEL NEURONAL PREMATUR
TERUTAMA DI GANGLIA BASAL.
- KELAINAN
-GANGGUAN KOGNISI
-GERAKAN INVOLUNTER
-EMOSI/PERUBAHAN KEPRIBADIAN
- ONSET TIDAK DISADARI
- DEMENSIA SUBKORTIKAL

PENYAKIT PICK
FRONTO TEMPORAL DEMENSIA
- GANGGUAN NEURODEGENERATIF.
- HILANGNYA NEURON ATROPI KORTIKAL
DI LOBUS FRONTAL DAN TEMPORAL.
- ATROFI LOBAR TERBATAS DAN ADANYA
PICK BODIES.
- PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN
UMUR DAN BUKAN AGE DEPENDENT.

DIJUMPAI PADA UMUR 40-70AN DENGAN


GAMBARAN GANGGUAN FRONTAL DAN
GANGGUAN TINGKAH LAKU.
DENGAN BERLANJUTNYA DEMENSIA
DAPAT DISERTAI APATIS ATAU GADUH
GELISAH,GANGGUAN BAHASA ,
PERHATIAN DAN TINGKAH LAKU SEHINGGA
SULIT MENGUKUR DERAJAT GANGGUAN
KOGNITIFNYA.

DEMENSIA PADA PENYAKIT


PARKINSON
20-60% PENDERITA PENYAKIT
PARKINSON MENGALAMI DEMENSIA
DEMENSIA TERJADI PERLAMBATAN
KOGNITIF DAN MOTORIK SERTA MEMORI,
MENURUNNYA KEMAMPUAN KOGNITIF
DISERTAI DEPRESI.
PADA PEMERIKSAAN PA DIDAPAT LEWI
BODIES DISUBSTANSIA NIGRA DAN
BERKURANGNYA NEURON.

PROGRESSIVE SUPRANUCLEAR
PALSY
GEJALA KLINIK MENYERUPAI PARKINSON.
KEHILANGAN KEMAMPUAN MELIHAT KE
ATAS DAN KEBAWAH,TIDAK ADA TREMOR
GANGGUAN INTELEKTUAL.
GANGGUAN GERAKAN EKSTRAOKULER,
PROSES MOTORIK LAMBAT, GANGGUAN
MEMORI DAN VISUOSPATIAL.
TERDAPAT GEJALA EKTRAPIRAMIDAL
DISARTRI, STABILISASI POSTURAL
BURUK,GANGGUAN BERJALAN.

DEMENSIA KARENA PENYAKIT


HIV
DEMENSIA KARENA HIV TERJADI
MELALUI :
1. DISFUNGSI IMUNITAS,TERJADI
INFEKSI OTAK OLEH ORGANISME
LAIN/OPORTUNISTIK.
2. LANGSUNG MENGAKIBATAKAN
DEMENSIA.

GAMBARAN KLINIS KHAS :


PELUPA ,LAMBAT,KONSENTRASI
BURUK,SULIT MEMECAHKAN MASALAH
TINGKAH LAKU APATIS,MENARIK
DIRI,DELIRIUM,DELUSI DAN
HALUSINASI

NEUROPATOLOGI:
DESTRUKSI MULTIFOKAL DIFUS
SUBSTANSIA ALBA DAN STRUKTUR
SUBKORTIKAL.
PADA LP :PROTEIN NORMAL ATAU
SEDIKIT MENINGKAT,LIMFOSITOSIS
RINGAN,KUMAN HIV DAPAT DIISOLASI.

DEMENSIA KAREAN PENYAKIT


CREUTZFELD-JACOB.
PENYAKIT CREUTZFELD JACOB ADALAH
ENSEFALOPATI SPONGIOFORME
SUBAKUT YANG DISEBUTKAN OLEH
PRIONS.
KLINIS KHAS : DEMENSIA,GERAKAN
INVOLUNTER,AKTIFITAS PERIODIK
PADA EEG.

NEUROIMAGING DITEMUKAN ATROFI


NONSPESIFIK.
EEG : GELOMBANG UNCING
PERIODIK,TRIFASIK DAN LEPASNYA
MUATAN BERSAMAAN.
MIKROSKOPIS : HILANGNYA SERABUT
SARAF ,PROLIFERASI SEL
PENUNJANG,GAMBARAN SPONGY.

NEUROSYPHILIS

FASE AKHIR DISEBUT DEMENSIA


PARALITIK.
KEHANCURAN MENTAL BERUPA
RUSAKNYA DAYA INGAT DAN
PENALARAN,IRATABEL.
GANGGUAN GAIT DAN KESEIMBANGAN,
DISARTRI,AFASIA,PARESE NERVI
KRANIALIS,HEMIANOPSIA,HEMIPLEGI,KEJANG

DEFISIENSI VITAMIN B 12
SINDROMA WERNICHES-KORSAKOFF.
3 GEJALA KLINIK KHAS :
- OPTALMOPLEGI
- ATAXIA
- GANGGUAN MENTAL :
APATIS,ACUH,DISORIENTASI TEMPAT
DAN WAKTU,KERUSAKAN DAYA INGAT
DAN KEMAMPUAN BELAJAR.

DEFISIENSI NIASIN (PELLARGA)


GEJALA KLINIS :
BODOH,APATIS,DAYA INGAT
LEMAH,DEMENSIA,INSOMNIA,LELAH,
IRITABEL DAN DEPRESI.
TAHUN 1900 ENDEMI PELLARGA DI
AMERIKA SERIKAT

NORMAL PRESSURE
HIDROSEFALUS
GEJALA KLINIS :
- DEMENSIA
- GANGGUAN BERJALAN
- INKONTINENSIA URINE
TERJADI PADA USIA PERTENGAHAN
LANJUT.
TERJADI SEKUNDER KARENA PERDARAHAN
SUBARAKHNOID,TRAUMA,MENINGITIS.

TERJADI GANGGUAN NONVERBAL.


DISKALKULI,TETAPI BICARA,MEMBACA
DAN MENULIS TAK TERGANGGU.
GANGGUAN BERJALAN STREOTIF :
MAGNETIC GAIT.
CT SCAN : DILATASI SISTIM VENTRIKEL.
TERAPI : PEMASANGAN SHUNTING.

TERIMA
KASIH