Anda di halaman 1dari 27

ANATOMI

TENGGOROK

Pembimbing:
dr. H. Oscar Djauhari, Sp. THT-KL

Holilis
Keyne Christa Monintja (2013-061-111)
Laura Cynthia Bria (2013-061-113)

TENGGOROKAN
Rongga mulut terletak di
depan batas bebas
palatum mole, arkus
faringeus anterior dan
dasar lidah.
Nasofaring meluas dari
dasar tengkorak sampai
batas palatum mole.
Orofaring meluas dari
batas palatum mole
sampai batas epiglotis.
Laringofaring meluas
dibawah garis batas
epiglotis.

RONGGA MULUT
Palatum:
Depan
Tulang dari
palatum
durum
Belakang
otot palatum
mole

LIDAH

Lidah organ
muskular yang
aktif.
Otot dari lidah
dipersarafi oleh N.
hipoglosus.
2/3 lidah depan
dipersarafi oleh
saraf lingualis.
1/3 lidah bagian
belakang
dipersarafi oleh
saraf
glossofaringeus.

OTOT LIDAH

TONSIL
Tonsil adalah massa
yang terdiri dari
jaringan limfoid dan
ditunjang oleh
jaringan ikat dengan
kriptus didalamnya.

TONSILA PALATINA
Berbentuk oval, panjang 2 5
cm
@ 10 30 kriptus
Banyak limfonoduli
Dibatasi oleh :
Ant
: m. palatoglosus
Post
:
m.
palatofaringeus
Lat
: m. konstriktor
faring
superior
Sup
: palatum molle
Inf
: tonsil lingual

TONSIL FARINGEAL
(ADENOID)
Terletak di dinding belakang
nasofaring
Merupakan massa limfoid
yang berlobus & terdiri dari
jaringan limfoid
<12 tahun mengalami atrofi
TONSIL LINGUAL
Terletak di dasar lidah &
dibagi menjadi 2 oleh lig
glosoepiglotika
Terdapat foramen sekum pada
apeks sudut yang terbentuk
oleh papilla sirkumvalata

FOSSA TONSIL
Dibatasi oleh arkus faring
anterior & posterior.
Batas lateral: m.konstriktor
faring superior.
Batas atas: fossa
supratonsil.
Berisi jaringan ikat jarang
dan biasanya merupakan
tempat nanah memecah ke
luar bila terjadi abses.

PERDARAHAN TONSIL
a. palatina minor
a. palatina ascendens,
cabang tonsil
a. maksila eksterna
a. faring ascendens
a. lingualis dorsal

FARING

NASOFARING
= Epifaring
Batas Atas : Dasar
Tengkorak
Batas Bawah : Palatum
Mole
Batas Depan : Rongga
Hidung
Batas Belakang :
Vetebra Servikal

OROFARING
= mesofaring
Batas Atas : Palatum
Mole
Batas Bawah : Tepi
Atas Epiglotis
Batas Depan : Rongga
Mulut
Batas Belakang :
Vertebra Servikal.

LARINGOFARING
= hipofaring
Batas laringofaring
superior : tepi atas
epiglotis
Batas anterior: laring
Batas inferior :
esofagus
Batas posterior :
vertebra servikal

OTOT FARING

Otot-otot sirkular : M.
konstriktor faring
superior, media dan
inferior mengecilkan
lumen faring. (N. X)
Otot-otot longitudial :

M. Stilofaring
melebarkan faring dan
menarik laring (N. IX)
M. Palatofaring
mempertemukan ismus
orofaring dan
menaikkan bagian
bawah faring dan laring
(N.X)

PERDARAHAN FARING
Faring menerima supply
darah melalui

Cabang A. Karotis
Eksterna (cabang A.
Faring Asenden, A.
Fasial, A. maksilaris, A.
lingual, A. tiroid
superior)

LARING

Batas atas : aditus laring.


Batas bawahnya : bidang
yang melalui pinggir bawah
kartilago krikoid.
Batas depannya: permukaan
belakang epiglotis.
Batas lateralnya: membran
kuadrangularis, kartilago
aritenoid, konus elastikus
dan arkus kartilago krikoid.
Batas belakangnya :
m.aritenoid transversus dan
lamina kartilago krikoid.

TULANG RAWAN PENYUSUN


LARING
Kartilago krikoid
Kartilago aritenoid
Kartilago kornikulata
(kiri dan kanan)
Kartilago kuneiformis
Kartilago tritisea
Kartilago thyroidea
Kartilago epiglotis

OTOT OTOT LARING

Otot-otot ekstrinsik
terletak :
Diatas tulang hioid
(suprahioid)
m. digastrikus
m.geniohioid
m.stilohioid dan
m.milohioid

Di bawah tulang hioid


(infrahioid):
m.sternohioid
m.omohioid dan
m.tirohioid

m.krikoaritenoid
lateral
m.tiroepiglotika
m.vokalis
m.tiroaritenoid
m.ariepiglotika dan
m.krikotiroid
Bagian posterior
m.aritenoid
transversum
m.aritenoid oblik
dan
m.krikoaritenoid
posterior.

Sistem perdarahan laring

Pendarahan untuk
laring terdiri dari 2
cabang :

A. Laringis superior
merupakan cabang
dari a.tiroid
superior
A. Laringis inferior
merupakan cabang.
dari a.tiroid inferior

Sistem
Persarafan
Laring
Laring dipersarafi oleh
cabang-cabang nervus
vagus :
N. laringis superior
mempersarafi
m.krikotiroid, sehingga
memberikan sensasi
pada mukosa laring
dibawah pita suara
N. laringis inferior
merupakan lanjutan
dari n.rekuren setelah
saraf itumemberikan
cabangnya menjadi
ramus kardia inferior

RUANG FARINGEAL
Ruang retrofaring anterior (dinding belakang
faring terdiri dari mukosa faring, fasia
faringbasilaris, dan otot faring, berisi jaringan ikat
dan fasia prevetebralis. Klinis : karena ruang
retrofaring banyak kelenjar limfa abses retrofaring
pecah tumpah nanah ke ruang retrofaring
Ruang parafaring bentuk kerucut dibagi menjadi 2
oleh os stiloid, bagian anterior lebih luasa dan dapat
mengalami supurasi akibat tonsil meradang,
mastoditis, atau karies dentis.

KELENJAR GETAH BENING

Saluran limfa superior mengalir ke kelenjar


getah bening retrofaring dan kelenjar getah
bening servikal dalam atas.
Saluran limfa media mengalir ke kelenjar
getah bening jugulo-digastrik dan kelenjar
servikal dalam atas
Saluran limfa inferior mengalir ke kelenjar
getah bening servikal dalam bawah.

ESOFAGUS

FISIOLOGI MENELAN

TERIMA KASIH