Anda di halaman 1dari 33

Deret Fourier

A H M A D M I F TA H U L A R I E F
BAIHAQI MUHAMAD
H A N D R I YA N FA J A R K U S N A E D I
M O H A M A D G H A Z A L S AY YA
R E N DY E F E S U S P U R B A

Sejarah
Jean Baptiste Joseph Fourier adalah seorang
matematikawan dan fisikawan Perancis yang
lahir di Auxerre dan terkenal dalam penyelidikan
deret Fourier dan aplikasinya untuk masalah
perpindahan panas dan getaran. Transformasi
Fourier dan Hukum Fourier juga dinamai untuk
menghormatinya.
Fourier
juga
umumnya
dikreditkan dengan penemuan efek rumah kaca.

Masa kecil

Fourier lahir pada tanggal 21 Maret 1768 di Auxerre, Perancis. Anak seorang
penjahit, dari istri kedua yang memberinya 12 orang anak, dimana Joseph adalah
anak ke sembilan. Ibunya meninggal saat dia berusia 9 tahun disusul oleh ayah
setahun berikutnya. Anak yatim piatu ini kemudian diasuh oleh Uskup di Auxerre
dengan biaya ditanggung oleh seorang wanita bangsawan yang tertarik dengan
kesopanan dan perilaku sopan anak tersebut tanpa sedikitpun bermimpi anak ini
kelak menjadi apa. Uskup itu mengirim Fourier ke Ecole Royale Militaire di Auxerre,
dimana baru diketahui bahwa anak itu adalah anak genius. Umur 12 tahun menulis
kotbah yang akan dibawakan oleh pastor untuk gereja di Paris dan kota besar
lainnya. Herannya, umur 13 tahun, Fourier mendadak berubah menjadi seorang
anak sulit diatur, melawan, bandel sekaligus pemberang. Hal ini tidak berlangsung
lama setelah secara tidak sengaja berkenalan dengan matematika pada umur 14
tahun. Saat itu dia belajar 6 buku Bezout, Cours de mathematique. Matematika
seperti sihir - ternyata mampu menaklukkan perilaku tidak terpuji Fourier. Tahun
1783, Fourier mendapat hadiah pertama dalam mempelajari karya Bossut,
Mechanique en general.

Belajar matematika ternyata butuh perjuangan


tersediri. Malam hari saat tidak ada penerangan namun
pada siang harinya, Fourier mengumpulkan sisa-sisa
pembakaran lilin dari dapur atau dari kolege, guna
dilebur menjadi lilin penerangan untuk belajar
matematika di malam hari. Fourier belajar matematika
secara diam-diam, di belakang perapian atau di balik
layar gereja, dengan cita-cita agar pada umur 21 tahun
mampu menyamai prestasi Newton dan Pascal.

Deret Fourier

Fourier mengarang buku Theorie analytique de la chaleur (teori


matematika tentang panas), karya puncak tentang fisika
matematikal.
Fourier menyinggung tentang Sin dan Cos dalam bukunya
Periodicity, dimana didalamnya juga termaktub deret Fourier
yang terkenal itu. Buatlah lingkaran dengan jara-jari = 1.
Gambar lingkaran tersebut dengan pusat di titik 0 pada
geometri Kartesian. Juga, gambar lengkungan AB yang
panjangnya 2p (keliling lingkaran = 2p, karena jari-jari = 1).

Titik P dengan dengan besar OQ mengawali putarannya dari titik A


memutar sepanjang lingkaran berlawanan dengan jarum jam, bergerak
sehingga Sin segi-tiga POB atau juring POA. Pada posisi manapun, titik P,
sudut POA adalah bagian dari empat-kuadran atau lingkaran (360)
sehingga titik P melintas penuh semua titik (kedudukan) lingkaran. Jadi
dapat diketahui bahwa sudut POA yang makin besar digambar dari
lengkungan AB dengan besar 2p yang sama panjangnya dengan
lengkungan AP. Saat titik P mencapai titik C, dari keseluruhan lingkaran
sama dengan sudut COA dapat digambar pada titik R, besar lengkungan
AB dari titik A. Apabila diterukan akan tercipta lengkungan (kurva sinusoid)
berikutnya. Tidak tertutup kemungkinan, kurva dimulai dengan mengikuti
arah jarum jam, sehingga kurva dimulai dari bawah garis horisontal.

Jika x adalah besar sudut, maka persamaan:


Sin (x + 2p) = Sin x
Mengekspresikan kenyataan bahwa sin x adalah fungsi dari x
yang mempunyai periode 2p, begitu pula:
Cos (x + 2p) = Cos x

Mengamati kurva Sin 2x akan melintasi periode dua kali


lebih cepat dibanding Sin x, dan kurva adalah setengah
periode Sin x. Begitu pula untuk Sin 3x yang membutuhkan
hanya 2p/3. Hal yang sama juga berlaku untuk Cos x, Cos
2x, Cos 3x,
Deret Fourier yang penuh kontrobversi pada saat itu adalah:
y = a0 + a1 cos x + a2 cos 2x + a3 cos 3x + + b1 sin x
+ b2 sin 2x + b3sin 3x +

Notasi tiga titik menunjuk bahwa persamaan itu


sampai tidak terhingga; dan koefisien a0, a1, a2, ,
b1, b2, b3 dapat ditentukan apabila nilai y
ditentukan dan x diketahui.
Konsep periodik (sederhana) seperti yang dijabarkan
di atas sangat penting dalam mengamati fenomena
alam; gelombang, orbit bulan, musim dan berbagai
fenomena lain dengan periode sebagai ciri-cirinya.

DERET FOURIER

Fungsi Periodik
Fungsi f(x) dikatakan periodik dengan perioda P, jika untuk semua
harga x berlaku:
f (x + P) = f (x) ; P adalah konstanta positif.
Harga terkecil dari P > 0 disebut perioda terkecil atau sering disebut
perioda dari f(x).

Contoh :

Fungsi sin x mempunyai perioda 2; 4 ; 6 ; ...... karena sin (x+2 ) =

sin (x+4 ) = sin (x+6 ) = ..........= sin x.

Periode dari sin nx atau cos nx ; dengan n bilangan bulat positif

adalah 2 /n.

Periode dari tan x adalah .

Fungsi konstan mempunyai periode sembarang bilangan positif.

Gambar grafik dari fungsi-fungsi yang periodik, misalnya :

Fungsi f(x) dikatakan kontinu pada setiap segmen (piecewise continuous


function), bila f(x) hanya kontinu pada interval-interval tertentu dan
diskontinu pada titik-titik yang banyaknya berhingga. Harga f(x) di titik-titik
diskontinu ditentukan dengan menghitung harga limit fungsi f(x) untuk x
mendekati titik diskontinu (ujung masing-masing interval).

Deret Fourier
Dalam
beberapa
permasalahan
yang
berhubungan dengan gelombang (gelombang
suara, air, bunyi, panas, dsb) ; pendekatan
dengan deret Fourier yang suku-sukunya
memuat sinus dan cosinus sering digunakan.
Dengan mengekspansikan ke dalam bentuk
deret Fourier ; suatu fungsi periodik bisa
dinyatakan sebagai jumlahan dari beberapa
fungsi harmonis, yaitu fungsi dari sinus dan
cosinus (fungsi sinusoidal).

Jika fungsi f(x) terdefinisi pada interval (-L;L) dan di luar interval tersebut f(x)
periodikdengan periode 2L ; maka deret Fourier atau ekspansi Fourier dari
fungsi f(x) tersebut di definisikan sebagai :

dengan koefisien Fourier a n , bn ditentukan oleh :

Jika interval (L;L) sembarang dan f(x) mempunyai periode 2L maka :

dengan C sembarang bilangan real.


Jika C = -L maka rumus (4-4) dan (4-5) akan sama dengan (4-2) dan (4-3).
Deret Fourier konvergen bila memenuhi syarat/kondisi Dirichlet.

Syarat /Kondisi Dirichlet

Teorema : Jika
1. f(x) terdefinisi dan bernilai tunggal, kecuali pada beberapa titik
yang banyaknya berhingga pada interval (-L:L).
2. f(x) periodik dengan perioda 2L.
3.f(x) dan f(x) merupakan fungsi-fungsi yang kontinu pada setiap segmen pada
interval (-L;L).
Maka deret Fourier (4-1) dengan koefisien (4-2) dan (4-3) atau (4-4)
dan (4-5) konvergen ke :

Contoh :
1. Tentukan deret Fourier dari fungsi f(x) yang didefinisikan sebagai :
di luar interval ini f(x) periodik dengan perioda 2 .
Penyelesaian :

Fungsi f (x) pada contoh dibawah bisa dimisalkan merupakan suatu pulsa voltase
yang periodik; dan suku-suku dari deret Fourier yang dihasilkan akan berkaitan
dengan frekuensi frekuensi yang berbeda dari arus bolak balik yang dihubungkan
pada gelombang bujur sangkar dari voltase tadi.

Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil


Fungsi f(x) disebut fungsi genap jika f ( -x ) = f (x) untuk setiap x.
Contoh :

Polinomial dalam x yang suku-sukunya adalah x berpangkat genap


merupakan fungsi genap. Jika f (x) fungsi genap maka:

Fungsi f (x) disebut fungsi ganjil jika f ( -x ) = - f (x) untuk semua x

Deret Sinus dan Deret Cosinus


Setengah Jangkauan (Half
Range)
Deret fourier dari fungsi genap :
Jadi , jika f(x) fungsi genap maka bn
= 0 ; sehingga yang muncul hanya
suku-suku yang mengandung
cosinus saja atau suku-suku dari an.

Genap

Deret fourier dari fungsi ganjil:

Jika f(x) fungsi ganjil maka an = 0 ; sehingga yang


muncul hanya suku-suku yang mengandung sinus saja
atau suku-suku dari bn.
Deret sinus dan cosinus setengah jangkauan adalah
suatu deret Fourier yang hanya mengandung suku
sinus atau cosinus saja. Apabila
diinginkan deret
setengah jangkauan yang sesuai dengan fungsi yang
diberikan, fungsi yang dimaksud biasanya hanya
diberikan dalam setengah interval adari (-L;L) yaitu
pada interval (0;L) saja. Setengah lainya yaitu (-L,0)
ditentukan berdasarkan penjelasan fungsinya genap

Deret sinus setengah jangkauan adalah deret Fourier dengan :


f(x) fungsi ganjil

Deret Cosinus setengah jangkauan adalah deret Fourier dengan:


f(x) fungsi genap

Contoh:
Ekspansikan f (x) = x ; 0 < x < 2 ke dalam :
a. deret sinus setengah jangkauan
b. deret cosinus setengah jangkauan
Penyelesaian :

f (x) = x ; 0 < x < 2 diperluas dalam bentuk fungsi ganjil sepan


a. deret sinus setengah jangkauan
interval-2 < x < 2
(dengan periode 4), sebagai berikut: Sehingga :
an = 0

Jadi deret sinus:

B. deret cosinus setengah jangkauan

f (x) = x ; 0 < x < 2 diperluas dalam bentuk fungsi ganjil sepanjang interval-2
< x < 2 (dengan periode 4), sebagai berikut:
an = 0

APLIKASI
Masalah yang menyangkut vibrasi atau osilasi sering terjadi
pada fisika dan teknik. contoh yang sering kita temui pada
kehidupan sehari-hari seperti
getaran garpu tala, bandul, massa yang digantungkan pada
pegas,gelombang air, gelombang suara, arus listrik AC, dan
sebagainya. Akan lebih banyak contoh yang akan kita ketahui
jika kita belajar fisika lebih dalam lagi seperti konduksi panas,
medan listrik dan magnet, yang tak cukup hanya diselesaikan
dengan metode dasar tetapi membutuhkan metode yang lebih
tinggi tingkatannya serta melibatkan fungsi sinus dan cosinus
untuk mendeskripsikan gerak harmonic sederhana dan
gelombang. Kita dapat menggunakan deret pangkat untuk
memperkirakan hasil dari fungsi yang rumit. Pada beberapa