Anda di halaman 1dari 30

MUHAMMAD

IQBAL
Disusun oleh :

Heri Prasetya

12303241024
Pendidikan Kimia Subsidi
Universitas Negeri Yogyakarta

MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

MUHAMMAD IQBAL

Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab pada


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

tanggal 22 Februari 1877.


Beliau berasal dari keluarga brahma katsmir.
Ayah Beliau, Nur Muhammad adalah penganut
islam.
Iqbal selalu menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar
pijakan dalam segala pemikiran.

Muhammad Iqbal masuk sekolah dasar dan


MENU
MENU
BIOGRAFI

menengah di Sialkot. Pada masa yang sama, Beliau


mendapatkan pendidikan agama secara langsung
dari seorang guru yang bernama Mir Hassan.

PEMIKIRAN
KARYA

Tahun 1895, Muhammad iqbal melanjutkan


sekolahnya di GovernmentCollege Lahore.

PENUTUP

Beliau dapat menguasai bahasa Urdu, Persia, arab


dan inggris dengan baik

Tahun 1897, Ia lulus sarjana muda Bachelor of Arts


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

untuk jurusan filsafat, bahasa arab, dan sastra


inggris.
Tahun 1899, Beliau memperoleh gelar Master of Art
Tahun 1905, ia melanjutkan studi pada fakultas
hukum di Universitas Cambridge Inggris hingga
memperoleh gelar kesarjanaan.

Tahun 1908 Beliau menyelesaikan pendidikan


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

tingkat doctoral dalam filsafat modern pada


Universitas Munich di Jerman dengan desertasi
The Development of Metaphysics in Persia.
Beliau kembali ke London untuk belajar dibidang
keadvokatan sambil mengajar bahasa dan
kesusteraan arab.

Tahun 1908 Beliau menyelesaikan pendidikan


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

tingkat doctoral dalam filsafat modern pada


Universitas Munich di Jerman dengan desertasi
The Development of Metaphysics in Persia.
Beliau kembali ke London untuk belajar dibidang
keadvokatan sambil mengajar bahasa dan
kesusteraan arab.

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Tahun 1922 universitas tertua di jepang


menganugerahi gelar sir. Universitas Tokyo
menganugerahi gelar doctor anumerta dibidang
sastra, yang pertama kali dilakukan oleh universitas
Tokyo.

Pada tahun 1926 ia terpilih menjadi


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

anggota Majelis Legislatif di Punjab.


Pada tahun 1930, ia menjadi presiden
Liga Muslim India.
Jenazah Muhammad iqbal dimakamkan dekat pintu
gerbang masjid shahi di Lahore Pakistan, dengan
upacara yang luar biasa besarnya, di tengah-tengah
ribuan para pengantar.

Di antara paham Iqbal yang mampu


membangunkan kaum muslimin dari tidurnya
MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

adalah dinamisme Islam, yaitu dorongannya


terhadap umat Islam supaya bergerak dan jangan
tinggal diam.
Intisari hidup adalah gerak, sedang hukum hidup
adalah menciptakan, maka Iqbal menyeru kepada
ummat Islam agar bangun dan menciptakan dunia
baru.

Iqbal memiliki pandangan politik yang khas, yaitu


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

gigih menentang nasionalisme yang mengedepankan


sentimen etnis dan kesukuan (ras).
Nasionalisme kesatuan cita-cita politik dan agama
Bagi dia, kepribadian manusia akan tumbuh dewasa
dan matang di lingkungan yang bebas dan jauh dari
sentimen nasionalisme.

Tujuan Dinamisme Islam Muhammad Iqbal


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Perubahan pemahaman terhadap alam atau


kenyataan, yaitu usaha mengembalikan pemahaman
itu kepada pemahaman umat Islam terdahulu, bahwa
dunia ini lapangan usaha, gerak, dan pengetahuan
manusia.
Pengungkapan beberapa prinsip-prinsip Islam yang
semuanya merupakan faktor-faktor yang mendorong
manusia bergerak dan berusaha di alam nyata ini.

Tujuan Dinamisme Islam Muhammad Iqbal


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Mengubah pola pemikiran manusia dari statis


kearah yang dinamis.
Mengubah pemikiran umat Islam agar sesuai dengan
perkembangan IPTEK dan falsafah modern agar
Islam tidak ketinggalan zaman.
Mengubah pemikiran agar mau untuk membuka
pintu Ijtihad, karena menurutnya pintu ijtihad tidak
pernah akan tertutup.

Karakter Berpikir Dinamis


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Pola berpikir kompleks, yang meliputi:


Berpikir kritis, dan
Berpikir kreatif.
Pola berpikir maju dan berkembang
Harus memiliki pertahanan diri yang lebih besar
Memiliki psikodinamika yang kompleks
Memiliki kepribadian yang luas

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Filsafat Iqbal
Ego
Ketuhanan
Materi
Insan Kamil (Manusia Sempurna)

MENU
MENU
BIOGRAFI

Ego
Pembahasan berkaitan dengan ego dikupas
dalam karyanya Asrar-I Khudi. Iqbal

PEMIKIRAN

mengemasnya dalam berbagai puisi dan

KARYA

kumpulan ceramahnya yang kemudian

PENUTUP

dibukukan dengan judul The Reconstruction of


Religious Thought in Islam.

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Ego
khudi memiliki makna harfiah, yakni ego atau
individualitas. Ego sendiri berarti pusat atau
landasan dari semua kehidupan yang
merupakan suatu kehendak kreatif yang terarah
secara rasional

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Ketuhanan
Tahap pertama
Tuhan sebagai Keindahan Abadi
Keindahan Abadi adalah sumber, esensi dan ideal
dari segala sesuatu.

Ketuhanan
MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
Filsafat
Iqbal
KARYA
PENUTUP

Tahap Kedua
Kekekalan yang melekat pada keindahan dan
efisiensinya. Kondisi ini tergambar dari karyanya,
Haqiqat-I Husna (Hakikat Keindahan)
Tuhan dalam hal ini menjadi asas rohaniah
tertinggi dari kehidupan

MENU
MENU
BIOGRAFI

Filsafat Iqbal
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Ketuhanan
Tahap Ketiga
Pengembangan menuju kematangan konsepsi
Iqbal tentang ketuhanan
Tuhan adalah Hakikat sebagai suatu
keseluruhan.

MENU
MENU
BIOGRAFI

Filsafat Iqbal
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Materi dan Kausalitas


Menurut Iqbal, kodrat realitas yang sesuangguhnya
adalah rohaniah dan semua yang sekuler sebenarnya
adalah suci dalam akar-akar perwujudannya. Adapun
materi adalah suatu kelompok ego yang memiliki
derajat (tingkatan) yang rendah

Insan Kamil (Manusia Sempurna)


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
Filsafat
Iqbal
KARYA
PENUTUP

Iqbal menafsirkan Insan Kamil (Manusia Sempurna) yaitu


setiap manusia potensial merupakan mikrokosmos. Selain
itu, insane yang telah mencapai tingkat kesempurnaan
rohaniah menjadi cermin dari sifat-sifat Tuhan. Sehingga,
sebagai orang suci dia menjadi khalifah atau wakil Tuhan
di muka bumi.

Bang-i-dara (Genta Lonceng),


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Payam-i-Mashriq (Pesan Dari Timur),


Asrar-i-Khudi (Rahasia-rahasia Diri),
Rumuz-i-Bekhudi (Rahasia-rahasia Peniadaan Diri),
Jawaid Nama (Kitab Keabadian),
Zarb-i-Kalim (Pukulan Tongkat Nabi Musa),
Pas Cheh Bayad Kard Aye Aqwam-i-Sharq (Apakah
Yang Akan Kau Lakukan Wahai Rakyat Timur?),

Musafir Nama,
MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Bal-i-Jibril (Sayap Jibril),


Armughan-i-Hejaz (Hadiah Dari Hijaz),
Development of Metaphyiscs in Persia,
Lectures on the Reconstruction of Religius Thought
in Islam -Ilm al-Iqtishd,
A Contibution to the History of Muslim Philosopy,
Zabur-i-Ajam (Taman Rahasia Baru),
Khusal Khan Khattak, dan
Rumuz-i-Bekhudi (Rahasia Peniadaan Diri).

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Berikut ini salah satu sajak yang diterjemahkan dengan gaya


M. Natsir melalui ceramahnya digedung Kebangkitan Nasional
Jakarta (19 Juni 1976):
Benarkah kamu telah bersedia di zaman baru
Menjadi Abid Allah tentara Muhammad
Jadi permata berlian memancarkan cahaya agama ini?
Mana boleh! Pelupuk matamu telah berat
Untuk menyambut cahaya subuh dengan takbir
shalatmu
Perangaimu telah turut tidur dengan pelupukmu
Apakah bedanya terang siang dengan gelap malam
Bagi yang tidur mendengkur tengah hari?

MENU
MENU

Sajak tersebut ditulis dalam Shikwa dan Jawab-I

BIOGRAFI

Shikwa. Ini adalah ungkapan rasa kejengkelan terhadap

PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

keadaan umat islam yang selalu menutup mata akan nasib


yang menimpa dirinya. Sajak ini bertujuan menggugah
umat islam yang sedang dilanda penyakit lethargi, rasa
puas dan tidur pulas agar tidak mengadu pada nasib.

on this road halt is out of place


A static condition means death
Those on the move have gone a head
Those who tarried even a while got crushed

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Makna : Iqbal menentang keras sikap lamban, lemah dan beku,


yang dipandangnya sebagai penghambat kemajuan dan
kelajuan. Untuk menjadi maju, manusia harus berjaung dengan
gigih, berikhtiar memerangi alam sekitar serta keadaan.
.

Iqbal berpesan melalui syairnya:


MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Kukatakan padamu tanda seorang mukmin


Bila maut datang, akan merekah senyum dibibir.
Setengah jam sebelum menghembuskan napas yang
terakhir, ia masih sempat membisikkan sajaknya yang
terkenal:
Melodi perpisahan boleh menggema atau tidak
Bunyi nafiri boleh bertiup lagi dari hijaz atau tidak
Saat si fakir telah sampai ke batas terakhir
Pujangga lain boleh datang atau tidak

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Menurut Dr. Syed Zafrullah Hasan dalam pengantar buku


Metafisika Iqbal yang ditulis oleh Dr. Ishrat Hasan Enver,
Iqbal memiliki beberapa pemikiran yang fundamental,
yaitu intuisi, diri, dunia, dan Tuhan. Baginya, Iqbal sangat
berpengaruh di India, bahkan pemikiran Muslim India
dewasa ini tidak akan dapat dicapai tanpa mengkaji ideidenya secara mendalam..

MENU
MENU
BIOGRAFI
PEMIKIRAN
KARYA
PENUTUP

Dalam perantauan studinya di barat, dimanfaatkan untuk


menyelami watak dan sikap bangsa barat. Ia
berkesimpulan bahwa timbulnya kesulitan, perebutan,
keributan dan pertentangan di dunia ini lantaran sifat-sifat
individualisme dan egoisme yang bersemayam pada diri
mereka serta paham nasionalisme yang sempit. Iqbal
memahami pula sikap dinamik bangsa barat yang tak
kenal malas, putus asa atau tidur pulas manakala
usahanya telah tercapai.
Dr. Muhammad Iqbal merupakan pujangga, pemikir islam
hasil pendidikan barat yang anti barat.