Anda di halaman 1dari 59

Doppler Ultrasonografi dalam

bidang Obstetri
Anita Deborah Anwar
Divisi Kedokteran Fetomaternal
Departemen Obstetri &
Ginekologi
FKUP/RSHS Bandung

Penemu Sistem Doppler


ultrasonografi
Christian Andreas Doppler
Ahli matematika dan fisika
Lahir 29 Nov 1803 di Salzburg, Austria

Kegunaan Doppler
ultrasonografi
Deteksi

& evaluasi aliran darah


(arah, kecepatan)
Survailans antepartum
menentukan progresivitas dan
meramal luaran PJT dengan
deteksi hipoksia dan mekanisme
kompensasi.

Kompetensi tehnik Doppler


ultrasonografi
Tahu

tehnik Doppler
Tahu parameter berbeda
terhadap gambaran
Tahu aliran darah arteri dan
vena.
Menghindari salah interpretasi
butuh pengetahuan faktor yang
memengaruhi sinyal color
Doppler atau spektrum Doppler

Ukuran sinyal Doppler bergantung pada:


o Kecepatan

darah: ketika kecepatan


meningkat, maka frekuensi Doppler
ikut meningkat;
o Frekuensi Ultrasonografi yang lebih
tinggi meningkatkan frekuensi
Doppler
o Pemilihan frekuensi didasarkan pada
pertimbangan sensitivitas yang lebih
baik
o Sudut dari insonasi.

Prinsip dasar efek Doppler


Perbedaan

frekuensi (doppler shift)


suara ultra yang dipancarkan dan yang
diterima oleh transduser terhadap
target yang bergerak.
Shift positif : target mendekati
transduser, maka frekuensi ultra yang
dipantulkan lebih tinggi dari asal yang
dilepas transduser.
Shift negatif: target menjauhi
transduser, maka frekuensi suara ultra
yang dipantulkan lebih rendah.

Empat variabel gelombang Doppler:

Amplitudo
Velositas

gelombang (frekuensi)
Struktur gelombang
Pulsasitas

Amplitudo
Kekuatan

dari gelombang dan


besarnya tergantung pada jumlah
se-sel darah yang bergerak
dalam sampel volume.
Semakin besar amplitudo,
semakin kuat suara yang
terdengar dan semakin besar
intensitas sinyal yang terdekat
pada spectrum time velocity.

Velositas atau frekuensi


sinyal
Tinggi

& besar spektrum


berubah-ubah secara terus
menerus sesuai dengan irama
jantung.

Bentuk gelombang
Terdiri

dari frekuensi puncak


sistolik ( Maximum systolic
frequency) dan frekuensi akhir
diastolik ( End diastolic
frequency) , keduanya dapat
digunakan untuk menghitung
pulsasitas sinyal.

Pulsasitas
merupakan

parameter yang
memperlihatkan variabilitas dari
frekuensi irama jantung.
Parameter ini tidak tergantung
pada frekuensi transduser dan
besarnya sudut masuk pada
pembuluh darah.

Ada 2 cara menilai hemodinamik sirkulasi


Langsung

dari volume arus darah


(blood flow volume)
Tidak langsung dari kecepatan
arus darah (flow velocity) dengan
menggunakan analisis spektrum
Doppler (waveform analysis).

Spektrum Doppler
Tampilan

dari kecepatan aliran


darah yang berubah-ubah sesuai
tekanan darah yang dihasilkan
oleh jantung.
Sumbu horizontal merupakan
sumbu waktu sedang sumbu
vertikal merupakan Doppler shift
sebagai suatu kecepatan.

Efek doppler
Pengukuran efek
doppler dipresentasikan
dalam grafik spectral
display pada
pemeriksaan continuouswave (CW) Doppler, PW
Doppler spectral display,
Color Flow Display atau
Power Doppler Display.

Berdasarkan aplikasi prinsip


Doppler
ada 3 jenis:
Pulse

Wave Doppler (PW)


Continuous Wave Doppler
(CW)
Color Flow Mapping (CFM).

Pulse Wave Doppler (PW)


Pada PW, pulsa gelombang suara
yang dipancarkan dan diterima
oleh transduser yang sama.
Keuntungan PW adalah posisi dan
besar sampel volume dapat
ditentukan, sebaliknya bila
kecepatan arus darah melebihi laju
pencuplikan akan terjadi aliasing.

Continuous Wave Doppler (CW)


Pada

CW, gelombang suara dipancarkan


terus menerus oleh transduser
pemancar dan diterima oleh transduser
penerima secara terpisah.

Keuntungan

CW adalah dapat
mendeteksi kecepatan arus darah yang
tinggi serta memungkinkan mengukur
kecepatan puncak (peak velocity) tanpa
aliasing, namun posisi sampel volume
tidak diketahui.

Color Flow Mapping (CFM).


CFM

merupakan perkembangan
paling mutahir dengan
memberikan peta warna
terhadap arah aliran darah,
sehingga memudahkan deteksi
pembuluh darah beserta arahnya
dan menuntun pengambilan
sampel pada PW dan CW.

Base Line
Sumbu

kecepatan nol/ sumbu


horizontal
Dapat digeser ke atas atau ke
bawah sesuai kebutuhan,
spektrum cukup besar sehingga
terpotong maka dibutuhkan
pengaturan base line agar
spektrum tampil utuh.

Penentuan sudut aliran


darah
Bila

sudut aliran darah tidak


tepat maka akan terjadi
kesalahan pengukuran.

Indeks yang sering digunakan


adalah
S/D

ratio = frekuensi sistolik


maksimum/frekuensi akhir
diastolik
Pulsatility Index (PI) = S-D /
Mean
Resistance Index (RI) = S-D / S

S/D ratio

Rasio

S/D didapat dengan membagi kecepatan


puncak sistolik (systolic peak velocity) dengan
diastolik akhir (end-diastolic peak velocity).
Rasio S/D diukur pada pembuluh darah perifer
seperti arteri uterina dan arteri umbilikalis.
Rasio S/D tidak dapat digunakan pada
pembuluh darah sentral, karena semakin
sentral pembuluh darah, diastolik semakin
rendah.
Rasio S/D berkurang dengan pertambahan
umur kehamilan.

Kerancuan dalam pencitraan


Doppler
Merupakan representasi tidak tepat dari aliran
disebabkan pencuplikan tidak memadai, karena
tidak cukup ruang dan waktu saat pencuplikan.
Kerancuan dapat dihindari dengan :
meningkatkan skala kecepatan spectrum PW
Doppler (meningkatkan PRF)
mengubah garis dasar dalam mewakili
kecepatan yang terlihat
meningkatkan sudut Doppler

Kerancuan dan koreksinya


Bagian atas merupakan
bentuk gelombang
yang mengalami
kerancuan dan bagian
bawah merupakan hasil
koreksi dari kerancuan
bentuk gelombang
dengan cara
meningkatkan pulse
repetition frequency
(PRF).

USG Color Doppler


Tehnik USG yang menggabungkan
gambar anatomi jaringan (B
mode gray scale) dan aliran
darah dengan color secara dua
dimensi terhadap waktu ( real
time).
Color ditampilkan dalam warna,
saturasi dan kecerahan untuk
memperlihatkan ada tidak, arah ,
kecepatan dan tipe aliran darah.

Prinsip Color Doppler


Setiap

warna dalam presentasi mempunyai tiga


komponen dasar yaitu warna, saturasi dan
kecerahan.

Warna merupakan interpretasi subjektif terhadap


frekuensi panjang gelombang cahaya yang
diterima
Saturasi merupakan konsentrasi warna bercampur
dengan terang dan gelap
Kecerahan merupakan besar cahaya yang
dipancarkan per satuan luas, pada kecerahan
rendah presentasi warna tampak lebih gelap,
pada kecerahan tinggi tampak lebih terang.

Prinsip Color Doppler


Kesalahan

dalam kontrol dan optimalisasi


instrumen color Doppler akan menyebabkan
banyak artefak.
Pengaruh artefak dalam interpretasi USG dapat
memberi kesan ada struktur yang sebenarnya
tidak ada, menyebabkan kesalahan diagnosis
bahkan informasi yang penting menjadi kabur.
Salah satu masalah yang sering ditemukan
pada pemeriksaan color Doppler adalah tidak
tampak aliran darah dalam organ atau
pembuluh darah.

Kelebihan dan Kekurangan Color


Doppler
Kelebihan adalah:
o memberikan gambaran keseluruhan aliran
dalam suatu organ atau struktur
o memberikan informasi arah aliran
o memberikan informasi kecepatan aliran
o memperlihatkan tipe turbulensi aliran

Kekurangan adalah:
o memiliki informasi terbatas mengenai
aliran (rerata kecepatan)
o resolusi temporal yang kurang baik
o bergantung pada sudut

ManfaatklinisColorFlowDoppler
Dalam bidang Cardiology
Evaluasi fungsi RV and LV.
Menentukan kerusakan septal
Estimasi tingkat valve stenosis
Menentukan sisi L-R or R-L shunt
Evaluasi valvar regurgitation
Evaluasi penyakit jantung bawaan
Evaluasi prosthetic valve

Power Doppler
Power

Doppler adalah teknik ultrasonografi


terbaru dengan sensitifitas 5 kali lebih tinggi
dalam mendeteksi aliran darah dibandingkan
color Doppler.

Power

Doppler dapat memberikan beberapa


gambar yang sangat sulit didapatkan jika
menggunakan color Doppler standar.

Kelebihan dan kekurangan Power


Doppler
Kelebihan :
o bebas dari kerancuan
o tidak tergantung pada sudut
o sensitivitas yang lebih tinggi dapat
mendeteksi aliran pelan, pembuluh yang lebih
kecil, penetrasi yang lebih baik

Kekurangan :
o tidak ada informasi arah
o tidak ada informasi kecepatan
o tidak ada informasi mengenai karakteristik
aliran

Doppler insertio tali pusat

Arteri Vena Umbilikalis

Doppler Arteri Umbilikalis

Hasil UA Doppler Normal

Umbilical

Artery

Merah
Umbilical Vein Biru

Bentuk gelombang

dari kecepatan aliran


darah yang normal

Umbilical Artery (UA) Doppler

Arteri Cerebri Media

Doppler Arteri Cerebri


Media

Doppler Arteri Cerebri


Media

Middle Cerebral Artery (MCA)


Doppler
Dapat

memonitor
redistribusi aliran
pada Cerebral
Pulsatility index, yaitu
kecepatan puncak
sistol puncak
diastol. (PI)
Rasio
Cerebral/Placental,
yaitu MCA
PI/umbilical artery PI

Doppler Arteri Uterina

Uterine Artery Doppler

Hasil

Ultrasound color
Doppler dari uterine artery
dan iliac artery eksternal

Bentuk gelombang dari uterine

artery normal pada usia kehamilan


24 minggu (aliran diastolik tinggi)

POSISI DUCTUS VENOSUS DAN UMBILICAL


VEIN

Peredaran Darah Janin

Teknik Vascular
Doppler
Beberapa

area pembuluh
yang diperiksa
menggunakan Doppler:

Uterine Artery
Umbilical Artery (UA)
Middle Cerebral Artery (MCA)
Descending Abdominal Aorta
(DAA)
Renal Artery
Umbilical Vein (UV)
Ductus Venosus (DV)
Inferior Vena Cava (IVC)

Perubahan Fisiologi
Peningkatan

resistensi
vaskular
plasenta
Brain Sparing
Kerusakan

fungsi kardia

Perubahan Doppler
UA

S/D
meningkat

MCA

P/I
menurun

Aliran

Vena
Abnormal

Manifestasi Vaskular
Disfungsi Plasenta
Peningkatan

indeks uterine artery Doppler


Peningkatan indeks umbilical artery Doppler
Penurunan indeks middle cerebral artery
Doppler
Penurunan rasio cerebroplacental Doppler
Maksimum kantong amnion kurang dari 2 cm
Indeks cairan amnion kurang dari 5 cm
Gabungan

velosimetri arteri umbilikal dan


serebral memberi informasi disfungsi
plasenta

Peranan USG Doppler pada


pertumbuhan janin
terhambat
/PJT

PJT ditemukan peningkatan resistensi


arus darah arteri umbilikalis ditandai
gelombang diastolik yang rendah, hilang
atau terbalik. Gelombang diastolik hilang
atau terbalik menunjukkan insufisiensi
uteroplasenta berat.
Pada PJT,pulsasi ganda atau bifasik vena
umbilikalis menunjukkan hipoksia berat
merupakan pulsasi pada jantung melalui
duktus venosus ke vena umbilikalis

Venous Doppler
peningkatan aliran darah janin.
Aliran darah vena melalui Superior Vena Cava
(SVC) dan Inferior Vena Cava (IVC)
Peningkatan aliran darah ductus venosus (DV)
Proses lanjut dengan arus darah duktus
venosus hilang atau terbalik dan pulsasi vena
umbilikalis yang hilang timbul, sedangkan
profil biofisik janin masih normal. Selanjutnya
brain sparing effect menghilang, kemudian
duktus venosus hilang atau terbalik dan
pulsasi vena umbilikalis akan menetap dan
baru terlihat profil biofisik abnormal.
Hipoksia

Venous Doppler
Profil

biofisik yang abnormal


menunjukkan keadaan yang
terlambat dimana janin dapat
mengalami kerusakan neurologis
menetap. Bila proses berlanjut
maka dapat terjadi kematian janin.
Waktu interval antara kedua tahap
terakhir bervariasi antara 6 12
jam hingga 2 minggu.

Vena Umbilikalis
Pada

keadaan normal, gambaran Doppler


arus darah vena umbilikalis mula-mula
tampak sebagai aliran yang berpulsasi
(pulsatile flow) pada kehamilan < 12
minggu akibat ventrikel yang kaku
sehingga meningkatkan tekanan intraatrial
yang diteruskan ke vena kava inferior dan
vena umbilikalis.
Setelah kehamilan 12 minggu gambaran
pulsasi ini menghilang dan diganti oleh
gambaran aliran ke depan kontinu
(continuous forward flow)

Doppler Vena Umbilikalis

Renal Artery Doppler

Tampilan

Parasagittal
dari batang tubuh janin
menunjukkan renal
artery yang berasal
dari descending aorta

Gelombang aliran dari arteri

dan vena renalis pada 32


minggu kehamilan dengan
absent end-diastolic velocities

Identifikasi duktus venosus


dilakukan
Duktus

venosus terletak di sebelah kanan


lambung dan anterior dari aorta abdominal.
Transduser arahkan transversal dan sagital
pada perut janin setinggi lambung (De Vore),
putar 900 untuk melihat sumbu panjang duktus
venosus sehingga dapat ditentukan sudut dari
sampel volume .
Sampel volume Doppler ditempatkan pada
ismus duktus venosus saat keluar dari vena
umbilikalis
Color Doppler tampak 3 potongan pembuluh
darah : aorta abdominal, vena cava inferior dan
duktus venosus.

Doppler Duktus Venosus

Ductus Venosus

Normal

Reversed

EDF

Bentuk Gelombang
Aliran Ductus Venosus
Kecepatan tertinggi 65-75
cms/sec
Ventricular systole (S)
kecepatan tinggi
Ventricular diastole (D)
kecepatan lebih rendah
Arterial sistole (a) kecepatan
terendah
Hecher, Circulation, 1995

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai