Anda di halaman 1dari 113

Analisis Rasio

Kompetensi :
Setelah mengikuti kuliah mahasiswa
mampu melakukan analisis terhadap
laporan keuangan dengan
menggunakan rasio keuangan

6/2/15

alk_nedsal sixpria

Bahasan Analisis rasio, terdiri dari:

Pengertian dan arti penting rasio


Analisis likuiditas dan modal kerja
Analisis solvabilitas dan struktur modal
Analisis kinerja operasi/profitabilitas
operasi
Analisis pemanfaatan aktiva/aktivitas
Analisis pengembalian atas investasi
Analisis penilaian pasar
6/2/15

alk_nedsal sixpria

Analisis Rasio
Pengertian :
Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari
hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan
dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan
yang relevan dan signifikan (berarti)
Sebuah rasio menyatakan hubungan matematis
antara dua kuantitas pada laporan keuangan.
Agar bermakna, sebuah rasio harus mengacu pada
hubungan ekonomis yang penting. Sebagai contoh,
terdapat hubungan antara harga jual dengan biaya
suatu produk, antara hargapokok dengan penjual,
dsb
6/2/15

alk_nedsal sixpria

Arti penting ratio :


Rasio yang diinterpretasikan dengan tepat
dapat mengidentifikasi area yang
memerlukan investigasi labih lanjut
Rasio dapat mengungkap hubungan penting
dan menjadi dasar perbandingan dalam
menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk
dideteksi dengan mempelajari masing-masing
komponen yang membentuk rasio
Rasio bermanfaat bila berorientasi ke depan
Kegunaan rasio sangat tergantung pada
keahlian penerapan dan interpretasinya
6/2/15

alk_nedsal sixpria

KEGUNAAN ANALISIS RASIO


Analisis rasio pada dasarnya
tidak hanya berguna bagi kepentingan intern perusahaan
melainkan juga dari pihak luar
Dalam hal ini adalah calon investor atau kreditur
yang akan menanamkan modal mereka dalam perusahaan
melalui pasar modal
dengan cara membeli saham perusahaan yang go public

6/2/15

alk_nedsal sixpria

KEGUNAAN ANALISIS RASIO


Bagi manajer financial,
dengan menghitung rasio-rasio tertentu
akan memperoleh suatu informasi tentang
kekuatan dan kelemahan yang dihadapi
oleh perusahaan dibidang finansial,
sehingga dapat membuat keputusan-keputusan yang
penting bagi kepentingan ada perusahaan untuk
masa yang akan datang.
Sedangkan bagi investor, atau calon pembeli saham
merupakan bahan pertimbangan
apakah menguntungkan untuk membeli saham
bersangkutan
atau tidak.
6/2/15 perusahaan yangalk_nedsal
sixpria
6

Hubungan rasio dan Keputusan


Analisis Rasio
Kreditor
Penggu
Jangka pendek Jangka
na
panjang
Keputu Kredit jk
Kredit
san
pendek
jangka
panjang
Pihak
Trade creditor Bondholder
Bank
Bank
Tujuan Minimalisasi
Minimalisasi
resiko jaminan resiko
pemb. Bunga
jaminan
Dan pokok
pemb.
Bunga Dan
pokok
6/2/15
alk_nedsal sixpria
Rasio
Likuiditas ,
Long term

Investor
Investasi

Investor
Profit dengan
resiko tertentu

Profitabilitas,

Katagori RASIO jika dihubungkan dengan


Laporan Keuangan :
Kategori rasio LIKUDITAS dan SOLVABILITAS
dikenal sebagai rasio neraca
karena faktor yang diperbandingkan adalah
Faktor-faktor yang terdapat dalam neraca.
Kategori rasio PEMANFAATAN AKTIVA DAN ROI
dikenal dengan istilah inter statement rasio
karena faktor yang diperdandingkan adalah
antara faktor-faktor yang terdapat dalam rugi laba
dengan faktor-faktor yang terdapat dalam neraca
Sedangkan kategori rasio KINERJA
OPERASI/PROFITABILITAS
digolongkan dalam income statement rasio
karena faktor yang diperbandingkan
6/2/15
alk_nedsal sixpria
adalah faktor-faktor yang terdapat didalam income

Jenis Rasio (menurut John J. Wild,


dkk)

Analisis kredit
Likuiditas; untuk mengevaluasi kemampuan memenuhi
kewajiban jangka pendek
Struktur modal dan solvabilitas; untuk menilai
kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang
Analisis Profitabilitas
Tingkat pengembalian atas investasi (return on
investment, ROI) untuk menilai kompensasi keuangan
kepada penyedia pendanaan ekuitas dan utang
Kinerja operasi; untuk mengevaluasi margin laba dari
aktivitas operasi
Pemanafaatan aktiva; untuk menilai efektivitas dan
intensitas aktiva dalam menghasilkan penjualan, atau
disebut juga perputaran (turnover)
Penilaian; untuk mengestimasi nilai instrinsik perusahan
(saham). Pembahasan secara mendalam pada mata kuliah
manajemen investasi
6/2/15

alk_nedsal sixpria

MACAM ANALISIS RASIO : dari beberapa pengelompokkan


rasio, pembahasan mengacu pada 5 kelompok berikut :
1. Likuiditas dan Modal kerja
2. SOLVABILITAS DAN STRUKTUR MODAL

MacamMacam
Aanalisis
Rasio

3. Profitabilitas operasi

4.Aktivitas/Pemanfaatan
Aktiva
5.

Pengembalian atas investasi


6. Penilaian

6/2/15

alk_nedsal sixpria

pasar
10

ANALISIS
LIKUIDITAS dan
MODAL KERJA

6/2/15

alk_nedsal sixpria

11

Pengertian Likuiditas
Likuiditas adalah menggambarkan kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditor
jangka pendek.
Jangka pendek secara konvensional dianggap periode hingga satu
tahun, biasanya jangka waktu ini dikaitkan dengan siklus operasi
normal suatu perusahaan (periode vwaktu yang mencakup siklus
pembelian, produksi, penjualan, dan penagihan)
Likuiditas mengacu pada ketersediaan sumber daya perusahaan
untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek, yaitu
kemampuan untuk mengubah aktiva menjadi kas atau
kemampuan untuk memperoleh kas.
Analisis likuiditas diarahkan pada aktivitas operasi perusahaan,
kemampuan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualan
produk dan jasa, dan persyaratan serta ukuran modal kerja.

6/2/15

alk_nedsal sixpria

12

Pentingnya likuiditas
Bagi perusahaan
Kurangnya likuiditas menghalangi perusahaan untuk memperoleh
keuntungan dari diskon atau kesempatan mendapatkan keuntungan
Ketidakmampuan memenuhi kewajiban jangka pendek sehingga
dapat mengarah pada penjualan investasi dan aktiva dengan terpaksa
Yang paling parah dapat mengarah pada insolvensi dan kebangkrutan

Bagi pemegang saham


Hilangnya pengendalian pemilik atau kerugian investasi modal
Kurang likuiditas dapat membahayakan aktiva pribadi mereka

Bagi kreditor
Kurang likuiditas dapat menyebabkan penundaan pembayaran bunga
dan pokok pinjaman atau bahkan tidak dapat ditagih sama sekali
Perusahaan tidak mampu memenuhi kontrak dan merusak hubungan
dengan pemasok dan pelanggan

6/2/15

alk_nedsal sixpria

13

Pengertian Modal Kerja


Modal kerja adalah selisih aktiva lancar setelah
dikurangi kewajiban lancar.
Modal kerja merupakan ukuran aktiva lancar yang
penting yang mencerminkan pengaman bagi kreditor.
Makin besar angka modal kerja, berarti makin besar
tingkat proteksi kreditor jangka pendek, dan makin
besar kepastian bahwa utang jangka pendek akan
dilunasi tepat waktu.
Modal kerja penting untuk mengukur cadangan
likuiditas yang tersedia untuk memenuhi kontijensi dan
ketidakpastian yang terkait dengan keseimbangan
antara arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan

6/2/15

alk_nedsal sixpria

14

Aktiva lancar dan kewajiban


lancar
Aktiva lancar ; adalah kas dan aktiva lain yang secara
wajar dapat (1) direalisasi sebagai kas atau (2) dijual
atau digunakan selama satu tahun/satu siklus operasi
normal perusahaan
Akun aktiva lancar ; kas; efek-efek; piutang; persediaan;
beban dibayar dimuka
Kewajiban lancar; merupakan kewajiban yang
diharapkan akan dilunasi dalam periode waktu yang
relatip pendek, biasanya satu tahun
Kewajiban lancar mencakup utang usaha; wesel bayar;
pinjaman bank jangka pendek; utang pajak; beban
terutang; bagian utang jangka panjang yaang kana
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
6/2/15

alk_nedsal sixpria

15

Utang Lancar
Utang lancar dapat diklasifikasikan :
Utang tanpa bunga
Utang dengan bunga

Utang tanpa bunga, utang yang timbul dari


kegiatan operasional, spt ; utang usaha, accrual,
utang pajak , uang muka atau pendapatan dimuka.
Untuk perhitungan likuiditas uang muka tidak
diperhitungkan karena tidak dilakukan pembayaran
tunai
Utang dengan bunga, utang berasal dari
pendanaan, spt; utang bank jangka pendek, kredit
investasi yang jatuh tempo
6/2/15

alk_nedsal sixpria

16

Rasio Likuiditas :
Rasio Likuiditas yang umum
digunakan :
1. Current ratio/Rasio lancar
2. Quick ratio/Rasio cepat
3. Cash ratio

6/2/15

alk_nedsal sixpria

17

Current Ratio
Rasio ini untuk mengukur sampai seberapa

jauh/seberapa cukup aset lancar perusahaan mampu


melunasi kewajiban jangka pendeknya yang jatuh tempo
Current Ratio =
Rasio yang tinggi/standar umum = 2 kali atau 200%
sangat disenangi oleh kreditor.
Rasio yang rendah mencerminkan ketidak mampuan
perusahaan melunasi tagihan-tagihan secepat mungkin,
dan tidak mampu mengambil potongan tunai. Nilai
persediaan yang tinggi berasal dari pinjaman yang juga
besar

6/2/15

alk_nedsal sixpria

18

Quick Ratio
Pada
rasio ini aset lancar yang

diperhitungkan adalah aset yang sudah lebih


dekat dengan kas. Oleh karena itu tidak
memperhitungkan persediaan dan pos-pos
yang penyajiannya dibawah persediaan, spt
prepaid expenses dan aktiva lancar lainya
Quick ratio =
Rasio yang cukup aman adalah sebesar 1
kali atau 100%
6/2/15

alk_nedsal sixpria

19

Cash Ratio
Ratio

ini mencerminkan kemampuan


perusahaan menyediakan uang tunai
untuk menutupi seluruh utang jangka
pendek
Cash Ratio =
Rasio yang tinggi tidak baik karena
mencerminkan adanya idle cash
6/2/15

alk_nedsal sixpria

20

Pengelompokkan lain ukuran


Likuiditas
John vJ. Wild dkk mengelompokkan rasio
likuiditas sbb :
1. Ukuran likuiditas berdasarkan modal kerja:
2. Ukuran likuiditas berdasarkan aktivitas operasi
3. Ukuran likuiditas lainnya
.Catt : terdapat trade-off antara likuiditas dan
profitabilitas, likuiditas yang tinggi pada satu
sisi akan menyebabkan profitabilitas yang
rendah pada sisi lain. Sehingga suatu
perusahaan yang tinggi belum tentu baik
ditinjau dari segi profitabilitas.
6/2/15

alk_nedsal sixpria

21

1. Ukuran likuiditas berdasarkan


modal kerja......(1)
1) Ukuran likuiditas dengan Rasio lancar
Rasio lancar mencerminkan :
a. kemampuan untuk memenuhi kewajiban lancar
dengan ketersediaan aset lancar
b. Penyangga kerugian, tingkat keamanan untuk
menutup penurunan nilai aset nonkas saat aset itu
dilepas atau dilkuidasi
c. Cadangan dana lancar, tingkat keamanan terhadap
ketidak pastian dan kejutan atas arus kas perusahan,
spt ketidakpastian kerugian luar biasa yang dapat
membahayakan arus kas

Current ratio= aktiva lancar/kewajiban lancar


6/2/15

alk_nedsal sixpria

22

Ukuran likuiditas berdasarkan


modal kerja....(2)
2). Ukuran likuiditas dengan rasio
berbasis kas:
1. Rasio kas terhadap aktiva
lancar= (kas+setara kas+
efek)/aktiva lancar
2. Rasio kas terhadap kewajiban
lancar= (kas+setara kas+
efek)/kewajiban lancar
6/2/15

alk_nedsal sixpria

23

2. Ukuran likuiditas berdasarkan


aktivitas operasi

Ada tiga aktivitas operasi yang


menjadi ukuran yaitu :
a) Ukuran likuiditas piutang usaha
b) Ukuran likuiditas persediaan
c) Ukuran likuiditas kewajiban lancar

6/2/15

alk_nedsal sixpria

24

a). Ukuran likuiditas piutang usaha


1. Rasio perputaran piutang (account
receivable turnover) = penjualan
kredit bersih/rata-rata piutang
usaha
2. Periode penagihan piutang
(receivable collection period) =
360/perputaran piutang

6/2/15

alk_nedsal sixpria

25

b). Ukuran likuiditas persediaan


Perputaran persediaan (inventory
turnover ratio) = harga pokok
penjualan/rata-rata persediaan
Jumlah hari untuk menjual
persediaan (days to sell inventory
ratio) = 360/perputaran persediaan.

6/2/15

alk_nedsal sixpria

26

c). Ukuran likuiditas kewajiban


lancar
Jumlah hari untuk membayar utang
usaha (days purchase in account
payable ratio) = utang usaha/
(pembelian : 360)
Pembelian dihitung = HPP +
persediaan akhir persediaan awal

6/2/15

alk_nedsal sixpria

27

3. Ukuran likuiditas lainnya


Rasio cepat (acid test ratio) = (kas+setara
kas+efek+piutang usaha)/kewajiban
lancar
Ukuran arus kas = arus kas
operasi/kewajiban lancar
Rasio arus kas sebesar 0,40 atau lebih
dianggap perusahaan yang sehat

Siklus operasi (operating Cycle) = Jumlah


hari untuk menjual persediaan + Periode
penagihan piutang
6/2/15

alk_nedsal sixpria

28

Operating Cycle
Operating cycle, siklus operasi adalah perputaran usaha
yang dimulai dengan keluarnya uang/kas sampai dengan
diterimanya kembali uang kas
Siklus operasi sangat tergantung kepada kebijakan
perusahaan tentang :
1. Persediaan, berapa lama akan disimpan. Semakin lama akan
memperpanjang silkus usaha. Hal ini dapat dipengaruhi oleh
jenis produk; bisa disimpan lama atau tidak
2. Penjualan, tunai atau kredit. Penjualan kredit menimbulkan
piutang, semakin lama umur piutang semakin panjang siklus
usaha. Hal ini dipengaruhi oleh sifat persaingan usaha.
3. Pembelian, tunai atau kredit. Pembelian kredit akan
mengurangi lama siklus usaha. Hal ini dipengaruhi oleh posisi
tawar terhadap pemasok
6/2/15

alk_nedsal sixpria

29

ANALISIS
SOLVABILITAS DAN
STRUKTUR MODAL

6/2/15

alk_nedsal sixpria

30

Dasar-Dasar Solvabilitas
Solvabilitas mengacu pada kelansungan
hidup jangka panjang perusahaan dan
kemampuan untuk memenuhi kewajiban
jangka panjang.
Seluruh aktivitas usaha/bisnis perusahaan
(pendanaan-investasi-operasi)akan
mempengaruhi solvabilitas perusahaan
Komponen kunci analisis solvabilitas adalah :
Struktur modal (capital structure)
Laba atau Cakupan laba (earning coverage)
6/2/15

alk_nedsal sixpria

31

Struktur modal
Struktur modal merupakan pendanaan ekuitas
dan utang (kewajiban lancar dan kewajiban tak
lancar) pada suatu perusahaan.
Stabilitas keuangan perusahaan dan resiko
gagal melunasi utang tergantung pada sumber
pendanaan serta jenis dan jumlah berbagai
aktiva yang dimiliki perusahaan.
Kepentingan untuk menganalisis struktur
modal berasal dari berbagai perspektif, salah
satunya adalah perbedaan karakteristik antara
utang dan akuitas
6/2/15

alk_nedsal sixpria

32

Karakteristik Utang dan


ekuitas
Ekuitas

Utang

Pola pengembalian tidak pasti,


tidak tentu

Pola pengembalian pasti, harus


dikembalikan

Memberikan kontribusi pada


stabilitas dan solvabilitas
perusahaan

Pokok utang dan bunga harus dibayar


pada waktunya tanpa memperhatikan
kondisi keuangan perusahaan

Bersifat permanen, tangguh pada


saat sulit dan tidak memiliki
persyaratan dividen wajib

Kegagalan membayar pokok utang


dan bunga ada kemungkinan
pemegang saham kehilangan kendali
atas perusahaan, sebagian atau
seluruh investasi mereka

Dapat diinvestasikan pada aktiva


jangka panjang dan pada usaha
beresiko tanpa ancaman
penarikan modal

Semakin besar proporsi utang pada


struktur modal semakin tinggi beban
tetap dan komitmen pembayaran
kembali

Utang yang terlalu besar dapat


Menurunkan modal ekuitas
menghambat inisiatif dan fleksibilitas
sebagai
proporsi pendanaan akan
6/2/15
alk_nedsal sixpria
33
manajemen
untuk
mengejar
menurunkan perlindungan

Alasan pendanaan dengan


Utang
Motivasi utama perusahaan memperoleh
pendanaan usaha melalui utang adalah potensi
biaya yang lebih rendah
Utang lebih murah dibandingkan dengan
pendanaan ekuitas, karena dua alasan :
Besar (jumlah) Bunga utang umumnya tetap, jika
bunga lebih kecil dari tingkat pengembalian yang
diperoleh dari pendanaan utang; selisih lebih atas
pengembalian akan menjadi keuntungan bagi
investor ekuitas
Bunga merupakan beban yang dapat mengurangi
pajak sedangkan dividen tidak (malahan dipajak)
6/2/15

alk_nedsal sixpria

34

Ukuran Struktural Modal untuk


analisis solvabilitas
Ukuran rasio struktur modal mengaitkan
komponen struktur modal satu sama lain atau
dengan totalnya
Interpretasi rasio struktur modal : Utamanya
adalah rasio struktur modal mengukur resiko
struktur modal perusahaan. Semakin tinggi
proporasi utang, semakin besar beban bunga
tetap dan pembayaran kembali kembali
utang, dan semakin besar kemungkinan gagal
bayar pada periode penurunan laba atau
masa sulit.
6/2/15

alk_nedsal sixpria

35

Rasio Solvabilitas
Beberapa rasio yang digunakan untuk
mengukur tingkat solvency :
1. Debt to total capital
2. Long term debt to total capital
3. Debt to total equity
4. Long term debt to equity
5. Time interest Earned
6/2/15

alk_nedsal sixpria

36

Debt to total capital


Rasio
ini menjelaskan berapa besar porsi

utang dalam membiayai/mendanai


perusahan. Semakin besar utang tentu
semakin besar juga resiko
Debt to total capital (utang terhadap total
modal) membandingkan seluruh utang
(utang jangka pendek dan jangka panjang)
dengan total sumber dana (total utang
ditambah modal sendiri/equity)
Debt to total capital= = ...
6/2/15

alk_nedsal sixpria

37

Long term debt to total capital


Long

term debt to total capital (utang


jangka panjang terhadap modal),
membandingkan pendanaan jangka
panjang dari kreditor dengan seluruh
modal
Long term debt to total capital =
= ...

6/2/15

alk_nedsal sixpria

38

Debt to total equity


Debt

to total equity (total utang


terhadap ekuitas ). Rasio ini semakin
tinggi semakin buruk kondisi
solvencynya
Umumnya rasio 2,33 kali, yaitu 70%
utang dan 30% modal layak sebagai
pedoman/standar
Rasio total utang = = ...
6/2/15

alk_nedsal sixpria

39

Long term debt to equity


Long

term debt to equity (utang


jangka panjang terhadap equity),
mengukur sampai seberapa jauh
ketergantungan perusahaan
terhadap utang jangka panjang
dibandingkan dengan ekuitas
Long term debt = = ...

6/2/15

alk_nedsal sixpria

40

Time interest Earned


Time
interst Earned, rasio untuk

mengetahui sampai seberapa jauh mana


laba sebelum digunakan untuk membayar
bunga dapat digunakan untuk menutup
beban bunga
Bunga dalam artian gross interest (yaitu
beban bunga saja, pendapatan bunga
dikeluarkan), termasuk interest during
contruction, capitalized interest.
Kelipatan bunga dihasilkan = = ... Kali
6/2/15

alk_nedsal sixpria

41

Rasio Solvabilitas dan Struktur


Modal lainnya :
Rasio Pengungkit keuangan (financial
leverage ratio)
Indeks Pengungkit keuangan (financial
leverage index)
Cakupan laba
Altman Z-score

6/2/15

alk_nedsal sixpria

42

Leverage Keuangan
Leverage(pengungkit)
keuangan

merupakan penggunaan utang untuk


meningkatkan laba, dan cerminan untuk
mengukur bagian aktiva yang didanai
oleh pemegang saham biasa dibanding
dari sumber dana pinjaman (utang)
Rasio Pengungkit keuangan (financial
leverage ratio) =
= ...kali
Indeks Pengungkit keuangan (financial
leverage index) =
= ....
6/2/15

alk_nedsal sixpria

43

Cakupan Laba
Cakupan laba menunjukkan kemampuan berulang untuk
menghasilkan kas dari operasi
Laba merupakan sumber kas yang paling diinginkan dan
diandalkan untuk membayar bunga dan pokok utang
jangka panjang
Sebagai ukuran arus kas masuk dari operasi, laba
penting untuk melunasi bunga jangka panjang dan
beban tetap lainnya
Arus laba yang stabil merupakan ukuran penting atas
kemampuan perusahaan untuk meminjam saat
kekurangan kas, juga merupakan ukuran kemampuan
perusahaan untuk bangkit dari kondisi kesulitan
keuangan
6/2/15

alk_nedsal sixpria

44

Analisis Cakupan Laba


Rasio
laba terhadap beban tetap /Fixed

Charge Coverage = = ... kali


Laba yang dimaksud adalah earning before
fixed charge and taxes
Beban tetap (fixed charge) adalah beban tetap
keuangan yang meliputi; (1). bunga, baik dari
utang maupun dari lease, dan (2). pokok
utang, baik dari bank maupun dari lease
Semakin tinggi rasio ini, semakin bagus

Rasio arus kas terhadap beban tetap =


= ... kali
6/2/15

alk_nedsal sixpria

45

ALTMAN Z-SCORE

Merupakan formula yang dapat


digunakan untuk memprediksi
kesulitan keuangan
6/2/15

alk_nedsal sixpria

46

Permasalahan keuangan
1. Perusahaan yang mengalami masalah keuangan baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang,
sehingga mengalami kebangkrutan
2. Perusahaan yang mengalami masalah keuangan
dalam jangka pendek namun bisa mengatasi,
sehingga tidak menyebabkan kebangkrutan
3. Perusahaan tidak mengalami masalah keuangan baik
dalam jangka pendek tetapi mengalami kesulitan
keuangan jangka panjang, sehingga ada potensi
kebangkrutan
4. Perusahaan tidak mengalami masalah keuangan baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang, aman
6/2/15

alk_nedsal sixpria

47

Memprediksi kesulitan
keuangan
Model prediksi kebangkrutan (bankruptcy
prediction models); digunakan untuk
menidentifikasi kemungkinan kesulitan
keuangan dimasa depan.
Model ini mengasumsikan bahwa bukti
kesulitan terlihat pada rasio keuangan
dan dapat dideteksi sejak dini sehingga
dapat mengambil tindakan untuk
menghindari resiko kerugian
6/2/15

alk_nedsal sixpria

48

INDIKATOR KESULITAN KEUANGAN


INFORMASI ARUS KAS PERIODE SEKARANG
DAN PERIODE MENDATANG
ANALISIS POSISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN
DIBANDINGKAN DENGAN PESAING; MERUJUK
PADA KEMAMPUAN PERUSAHAAN DALAM
MENJUAL PRODUK/JASANYA UNTUK
MENGHASILKAN KAS
FORMULA yang digunakan adalah; ALTMAN ZSCORE; DICETUSKAN OLEH EDWARD ALTMAN

6/2/15

alk_nedsal sixpria

49

Z - Score
Z-Score orisinal pertama dirumuskan oleh Altman
pada tahun 1968, dengan sampel perusahaan
manufaktur publik di Amerika, sebanyak 66
perusahaan (33 perusahaan bangkrut, dan 33
perusahaan tidak bangkrut)
Ada keterbatasan pada Z-Score orisinal dalam
penggunaannya karena :
1. Rumus hanya dapat digunakan untuk perusahaan
publik, karena memerlukan market value dari ekuitas
2. Rumus tidak dapat memprediksi perusahaan non
produksi

6/2/15

alk_nedsal sixpria

50

Pengembangan Z-Score
Karena ada keterbatasan pada ZScore orisinal, Pada tahun 1990,
Altman mengembangkan Z-Score
versi :
1. Z-Score untuk perusahaan non public
(private)
2. Z-Score untuk perusahaan jasa publik
dan private

6/2/15

alk_nedsal sixpria

51

Rumus Z-Score
Z-Score =
1,2 X1+1,4
X2+3,3 X3 +
0,6X4+1,0X5

Z-Score =
0,717 X1+
0,847 X2 +
3,107 X3+
0,420 X4 +
0,998 X5

Z-Score =
6,56 X1+3,26
X2 + 6,72
X3+1,05X4

X1= Working
capital/total asset
X2= Retained
earning/total
asset
X3= EBIT/total
asset
X4= Market value
of equity/book
value of debt
X5= Sales/total
asset

X1= Working
capital/total asset
X2= Retained
earning/total asset
X3= EBIT/total
asset
X4= Book value of
equity/book value
of debt
X5= Sales/total
asset

X1= Working
capital/total asset
X2= Retained
earning/total
asset
X3= EBIT/total
asset
X4= Book value
of equity/book
value of debt

6/2/15

alk_nedsal sixpria

52

Interpretasi nilai Z-Score


Nilai Z- Score

interpretasi

Z> 2,99

Perusahaan tidak menagalami masalah


dengan kondisi keuangan/tidak bangkrut

1,81 <Z<2,99

Daerah kelabu

Z <1,81

Perusahaan menagalami masalah yang serius


dengan kondisi keuangan / bangkrut

Nilai Z- Score

interpretasi

Z > 2,90

Tidak bangkrut

1,23 < Z < 2,99

Daerah kelabu

Z < 1,23

Bangkrut

Nilai Z- Score

interpretasi

Z> 2,60

Tidak bangkrut

1,1 <Z<2,60

Daerah kelabu

Z <1,11

Bangkrut

6/2/15

alk_nedsal sixpria

53

Manfaat analisis penghitungan zscore


Lebih baik untuk manganalisis
solvabilitas jangka panjang
Sebagai alat prediksi kesulitan
keuangan yang dapat digunakan
untuk melengkapi analisis keuangan
yang melelahkan
Merupakan alat yang bermanfaat
untuk menyaring, memantau, dan
mengarahkan perhatian pada area
tertentu
6/2/15

alk_nedsal sixpria

54

Analisis kinerja
operasi/profitabilitas
operasi

6/2/15

alk_nedsal sixpria

55

Kinerja operasi; ingin mengatahui tidak hanya


sebatas kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan penjualan, merahi keuntungan
(laba), tetapi apakah penjualan dan
keuntungan yang dicapai telah mencerminkan
pengelolaan perusahaan secara efisien ?.....

Kinerja operasi; untuk


mengevaluasi margin
laba dari aktivitas
operasi
6/2/15

alk_nedsal sixpria

56

Rasio kinerja
operasi/profitabilitas operasi
Profitability Ratio

6/2/15

alk_nedsal sixpria

57

Rasio kinerja
operasi/profitabilitas operasi
1. Gross Profit Margin; mengukur efisiensi
produksi dan penentuan harga jual. Untuk
menentukan perubahan rasio ini dapat
dipelajari lebih mendalam elemen biaya
produksi.
2. Operating Profit Margin; untuk memberi
gambaran terhadap efisiensi kegiatan
usaha pokok perusahaan.
3. Net Profit Margin; rasio dapat memberi
gambaran tentang laba untuk para
pemegang saham sebagai persentase dari
penjualan. Rasio ini mengukur seluruh
6/2/15
alk_nedsal sixpria
58
efisiensi, baik produksi,
administrasi,

Operating Margin
Operating margin/operating profit/laba usaha,
merupakan indikator perusahaan dalam mencapai
laba dari bisnis utama. Laba usaha belum dipotong
dengan beban bunga. Jadi laba usaha tanpa
dipengaruhi oleh :
Struktur modal, apakah lebih banyak utang, atau modal
sendiri sebagai sumber dana
Keputusan investasi disurat berharga atau laba dari afiliasi
tingkat pajak

Beberapa perusahaan mungkin dapat memperoleh


gross margin yang sama, tetapi laba usaha berbeda,
karena cara berusahanya berbeda
6/2/15

alk_nedsal sixpria

59

EBIT
EBIT, mengukur margin sebelum pengaruh sturktur
modal dan pajak, tetapi setelah laba dari afiliasi.
Jadi pengertian laba lebih luas dari laba usaha.
EBIT adalah laba semua pihak, yaitu :
Kreditor berupa bunga
Pemerintah berupa pajak
Pemilik dengan menerima laba bersih sebagai bagian
terakhir

EBIT sama dengan laba usaha dalam hal terjadi :


Tidak ada pendapatan lain-lain
Tidak ada biaya lain-lain
tidaka ada biaya bunga
6/2/15

alk_nedsal sixpria

60

EBT
EBT atau disebut juga Pretax Margin
(laba sebelum pajak), mengukur
marjin setelah pengaruh struktur
modal, dengan membebankan
bunga, tetapi sebelum pajak
Perhitungan pretax margin terutama
penting untuk mengetahui besarnya
tingkat pajak efektif (Effective tax)
terhadap perusahaan.
Effective tax ratio = income tax
6/2/15

alk_nedsal sixpria

61

EBITDA
EBITDA (earning before interest, tax,
depreciation & Amortization),
merupakan perhitungan arus kas
kasar yang mengabaikan unsur
penyusutan
Rasio yang berbasis EBITDA semakin
banyak. EBITDA biasanya dikaitkan
dengan urusan utang, baik bunganya
saja maupun bunga dengan dengan
pokoknya
6/2/15

alk_nedsal sixpria

62

ANALISIS
PEMANFAATAN
AKTIVA

6/2/15

alk_nedsal sixpria

63

PADA PRINSIPNYA, setiap aktiva atau


aset yang dimiliki oleh perusahaan
diharapkan untuk dapat mendukung
perolehan penghasilan yang
menguntungkan.
Oleh karena itu, ... Rasio pemanfaatan
aktiva atau aktivitas dapat mengukur
efisiensi dan efektivitas pemanfaatan
aset olehaktiva;
perusahaan
dalam rangka
Pemanafaatan
untuk menilai
memperoleh
penghasilan
atau
efektivitas dan
intensitas aktiva
dalam
menghasilkan penjualan, atau disebut
juga
penjualan
perputaran
(turnover)
6/2/15
alk_nedsal sixpria

64

Rasio pemanfaatan
aktiva/aktivtas
Short-term :
1. Receivable
turnover
2. Inventory turnover
3. Payable turnover
4. Working capital
turnover

6/2/15

Long-term :
1. Fixed asset
turnover
2. Total asset
turnover

alk_nedsal sixpria

65

Receivable turnover :
Rasio
ini untuk menilai kemampuan perusahaan

dalam menangani penjualan kredit dan


kebijakannya; serta menggambarkan kualitas
piutang
Semakin cepat perputaran berarti semakin
sedikit dana yang tertanam dalam piutang, ini
lebih baik
Receivable turnover =
Untuk menghitung berapa lama umur piutang
usaha, dpt ditentukan sbb :
receivable collection period = 360/receivable turnover
6/2/15

alk_nedsal sixpria

66

Inventory Turnover
Rasio ini mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam
mengelola persediaan, dalam arti berapa kali persediaan yang
ada akan diubah menjadi penjualan.
Rasio yang terlalu rendah mengindikasikan banyaknya
persediaan yang menganggur, sebaliknya jika terlalu tinggi
pertanda terjadi kekurangan persediaan. Rasio ideal
perputaran persediaan adalah = 6 kali
Inventory turnover =

Inventory turnovery berbicara tentang berapa kali persediaan


berputar dalam satu tahun, maka untuk menghitung berapa
lama umur persediaan atau berapa hari untuk menjual
persediaan sbb :
days to sell inventory = 360/ inventory turnover.
6/2/15

alk_nedsal sixpria

67

Payable Turnover
Rasio

ini untuk melihat seberapa


sering utang usaha berputar
Payable turnover =
Sedangkan untuk mengetahui
berapa lama umur utang usaha =
360/payable turnover

6/2/15

alk_nedsal sixpria

68

Net Working Capital Ratio


Rasio
ini memberikan indikasi perputaran

modal kerja selama periode tertentu. Rasio


perputaran modal kerja yang rendah
memberikan indikasi tidak menguntungkan
penggunaan modal kerja
NWC ratio =
Apabila NWC negatif; perusahaan
kekurangan modal kerja, tidak perlu
penafsiran lebih lanjut. Begitu juga jika
NWC = 0
6/2/15

alk_nedsal sixpria

69

Rasio Pemanfaatan Aktiva-long term


:
Perputaran total aset; mengukur aktivitas aset
dan kemampuan aset yang digunakan dalam
memperoleh penjualan. Rasio ini mengukur
seberapa efisien penggunaan aset yang
dikaitkan dengan penjualan yang dihasilkan
Perputaran aset tetap; mengukur aktivitas
aset tetap dan kemampuan aset tetap yang
digunakan dalam memperoleh penjualan. Rasio
ini mengukur efisiensi penggunaan aset tetap

6/2/15

alk_nedsal sixpria

70

Formula Rasio Pemanfaatan Aktiva


Tetap :

Perputaran aset tetap= = ... Kali
Perputaran total aset = = ... kali

6/2/15

alk_nedsal sixpria

71

Analisis
pengembalian atas
investasi
6/2/15

alk_nedsal sixpria

72

Pengembalian Atas Investasi


Modal

Laba
Return on Investment (ROI)
=
Modal
Laba :
Laba bersih setelah Pajak tetapi sebelum banga
Laba bersih setelah Pajak (EAT)
Modal :
Total Aktiva
Total Ekuitas saham biasa
LABA

MODAL

RASIO

Laba bersih setelah


Pajak tetapi sebelum
bunga

Total Aktiva

ROA

Laba bersih setelah


Pajak (EAT)

Total Ekuitas saham


biasa

ROE atau
ROCE

6/2/15

alk_nedsal sixpria

73

ROI
Return On Investment (ROI),
mengaitkan laba yang diperoleh
dengan investasi yang digunakan
untuk menghasilkan laba trsebut
Jenis ROI dapat dibagi menjadi :
ROA (return on asset)
ROTC (return on total capital)
ROE (return on equity)
6/2/15

alk_nedsal sixpria

74

ROA
ROA , dapat diartikan dengan dua
cara :
Mengukur kemampuan perusahaan
dalam mendayagunakan aset untuk
memperoleh laba
Mengukur hasil total untuk seluruh
penyedia sumber dana, yaitu kreditor
dan investor
6/2/15

alk_nedsal sixpria

75

Return On Asset (ROA)


= Laba bersih setelah Pajak tetapi
ROA

sebelum bunga / rata-rata Asset


ROA =
Catatan, penyesuaian pajak atas beban
bunga mencerminkan bahwa bunga
merupakan pengurang pajak
Pada versi ROA =
6/2/15

alk_nedsal sixpria

76

Contoh

EBIT
Bunga
EBT
Pajak 30%
EAT
After tax
interest
EAT + after
tax interset
6/2/15
EBIT (1-t)

PT. Alfa

PT. Beta

5.000.000
600.000
4.400.000
1.320.000
3.080.000
420.000

5.000.000

3.500.000

3.500.000

5.000.000
1.500.000
3.500.000

alk_nedsal sixpria 3.500.000


3,500,000

77

Return On Asset (ROA); pemisahan


komponen
= Margin Laba X Perputaran Asset
ROA

ROA =
x
Margin laba mencerminkan efisiensi,
sedangkan Perputaran asset
mencerminkan efektivitas penggunaan
asset dalam menghasilkan penjualan
6/2/15

alk_nedsal sixpria

78

ROCE (Return On Common


shareholders Equity)
ROCE =

ROCE dengan pemisahan 3 komponen :


ROCE = Margin laba disesuaikan X Perputaran Asset X
Leverage
Catatan :
Margin laba disesuaikan =
Perputaran asset =
Leverage =
Makin besar utang; leverage makin tinggi, maka ROCE
terpengaruh untuk meningkat.
6/2/15

alk_nedsal sixpria

79

ROCE dengan pemisahan 5


komponen
ROCE
= [(Margin Laba EBIT X Perputaran Aset)
Tanggungan bunga] X Leverge X Tingkat retensi
Catatan :
EBIT = EAT + beban bunga+beban pajak
Tanggungan bunga = beban bunga / rata-rata aset
Tingkat retensi = EAT/EBT atau = (1-tarif pajak efektif)
Tarif pajak efektif = beban pajak / laba sebelum pajak
Pada versi lain ROCE dihitung :
ROCE =

6/2/15

alk_nedsal sixpria

80

ROTC (return on total capital)


Pada

ROTC, penyebut yang


digunakan mengacu pada
sumbernya yaitu equity dan debt.
Pengertian utang/debt adalah
interest bearing debt, yaitu utang
yang berbunga; baik utang jangka
pendek maupun jangka panjang
ROTC =
6/2/15

alk_nedsal sixpria

81

Rasio lain :
Tingkat Pertumbuhan
Ekuitas (TPE)
Tingakat Pertumbuhan
Ekuitas Berkelanjutan
(TPEB)
6/2/15

alk_nedsal sixpria

82

Tingkat Pertumbuhan
Ekuitas (TPE)
Rasio TPE ini mencerminkan
pertumbuhan ekuitas (internal) tanpa
cadangan pendanaan dari eksternal
TPE = EAT-Dividen saham preferen
dividen saham biasa / Rata-rata
ekuitas saham biasa

6/2/15

alk_nedsal sixpria

83

Tingakat Pertumbuhan Ekuitas


Berkelanjutan (TPEB)
Rasio TPEB menganggap bahwa
pertumbuhan internal suatu perusahaan
tergantung pada baik retensi laba maupun
hasil pengembalian laba diatahan.
TPEB = ROCE X (1 Tingkat Pembayaran
Dividen)
Catatan :
Tingkat pembayaran dividen = total
dividen tunai /EAT
6/2/15

alk_nedsal sixpria

84

Analisis investor atau


ukuran Pasar

6/2/15

alk_nedsal sixpria

85

Investor yang bermain di pasar modal


menggunakan indikator-indikator yang
berhubungan dengan dengan kondisi pasar
modal.
Indikator yang digunakan tidak semata rasio
profitabilitas saja ( karena yang
mempengaruhi harga pasar saham tidak tidak
semata keuntungan perusahaan), juga
menggunakan indikator yang tercermin di
pasar modal, seperti harga saham, sebagai
salah satu penanda kinerja perusahaan.
Dalam konteks pasar modal, harga saham bisa
dikaitkan dengan pos keuangan, misalnya :
Nilai buku saham
Arus kas
6/2/15
alk_nedsal sixpria
86
laba per lembar saham

Rasio ukuran pasar

Free Cash Flow to Firm (FCFF)


Earning Per share
Price Earning Ratio
Price to Book Ratio
Price to Free Cash flow Ratio

6/2/15

alk_nedsal sixpria

87

Free Cash Flow to Firm


(FCFF)
Free Cash Flow to Firm (FCFF) adalah
arus kas yang tersedia untuk pihak
yang berkepentingan terhadap
perusahaan, yaitu kreditor dan
investor
Dalam perhitungan FCFF bunga tidak
diperhitungkan

6/2/15

alk_nedsal sixpria

88

Formula Menghitung Free Cash Flow


EBIT (1-t)
+ Depreciation & amortization (DA)
- Capital Expenditure
- working capital change
= free cash flowv to firm (FCFF)
- Interst expense (1-t)
- Principal repayment
+ New debt issues
= Free cash flow to the Equity (FCFE)
6/2/15

alk_nedsal sixpria

89

Ilustrasi.....

Laporan Arus Kas

Aktivitas operasi :
EBIT
439.769
Interest
( 79.000)
EBT
360.769
Tax (35%)
126.269
EAT
234.500
Penyesuaian :
Penyusutan aktiva tetap
433.500
Penurunan (kenaikan) aktiva lancar :
+ Penurunan piut. Usaha ( - Kenaikan ..)
(135.000)
+ penurunan piut. Afiliasi ( - kenaikan...)
( 21.000 )
+ penurunan persediaan (- kenaikan ..)
( 2.500)
+ penurunan Ass dimuka ( - kenaikan ...)
11.000
Kenaikan (Penurunan) utang lancar :
+ kenaikan ut usaha ( - Penurunan ...)
(112.500 )
+ kenaikan ut. Afiliasi ( - Penurunan ...)
42.000
+ kenaikan pend. Dimuka ( - Penurunan ...)
( 21.000)
+ 6/2/15
Kenaikan ut. Pajak ( - Penurunan...)
19.500
alk_nedsal sixpria

90

Laporan Arus Kas, lanjutan....


Kas dihasilkan (digunakan) utk aktiv operasi , lanjt......
482.500
Aktivitas Investasi :
+ Penjualan tanah ( - Pembelian...)
100.000
+ penjualan bangunan ( - Penambahan..)
215.000
+ Penjualan mesin ( - Penambahan ...)
(550.000)
- Penambahan proyek dlm penyelesaian
(130.000)
- Kas dihasilkan (digunakan) utk aktv investasi
365.000
Jumlah kas dari aktiv operasi dan investasi
117.500

6/2/15

alk_nedsal sixpria

91

Menghitung Free
Cash Flow
FCFF

CASH FLOW
STATEMENT

EBIT
Operating
439.769
482.500
(1 T)
Investing
65%
( 365.000)
EBIT (1-T)
Total
285.850
117.500
Depreciation
FCFF
WC change
433.500
168.850
=(135.000+21,500+2500+112.500+21.000)
Capex
Difference
(11.000+42.000+19.500+34.500)
= 185.500
*) interets diketahui.
(365.000)
51.350)
Perbedaan yang timbul antara (lap
arus kas dan FCFF
adalah karena
adanya unsur bunga
Working
capital
Interest (1 t)
6/2/15

alk_nedsal sixpria

92

Earning Per share


Earning
Per share, laba per lembar saham

adalah jumlah laba yang merupakan hak


dari pemegang saham biasa. Indikator
jumlah laba untuk setiap lembar saham
Jika perusahaan memiliki saham preferen,
maka nilai net income harus dikurangi
dengan dividen jatah pemegang saham
preferen
. Earning Per share = = ...

6/2/15

alk_nedsal sixpria

93

Dalam kondisi biasa, weighted


average common share
outstanding akan sama dengan
saham beredar.
Saham di awal tahun dan diakhir tahun
tidak akan sama, disebabkan oleh dua
kondisi berikut :
1. Apabila ada saham baru diterbitkan
ditengah tahun,
2. dan adanya treasury stock (saham
perusahan yang dibeli sendiri oleh
6/2/15

alk_nedsal sixpria

94

Price Earning Ratio


Price
Earning Ratio, harga per lembar saham
merupakan indikator berapa besar nilai yang
diapresiasi oleh investor terhadap nilai perusahaan
Secara umum menentukan nilai perusahan dapat
ditentukan dengan dua cara :
1. Secara fundamental
2. Secara tehnikal

Price Earning Ratio = = ...


Catt : dalam pembahasan ini harga saham adalah
sebagaimana yang ditunjukkan oleh pasar pada saat
tertentu

6/2/15

alk_nedsal sixpria

95

Price to Book Ratio


Price
to Book Ratio

Price to book ratio= = ...


Book value merupakan nilai buku ekuitas
(bukan modal disetor saja), adalah total
ekuitas yang ada pada sisi kanan neraca
Dibeberapa buku pengertian book value
juga mengikut sertakan minority interest,
tetapi dalam pembahasan selanjutnya kita
mengabaikan minority interest ini.
6/2/15

alk_nedsal sixpria

96

Price to Free Cash flow Ratio


Price

to Free Cash flow Ratio, rasio ini


ingin melihat kaitan antara FCF
dengan harga saham
Apabila PER melihat kaitan harga
saham dengan earning (laba), disini
sisi laba digantikan dengan FCF
Price to FCF ratio= =

6/2/15

alk_nedsal sixpria

97

Rasio ukuran Pasar (investor)


lainnya...
Dividen per share = = ...
Dividen yield = = ...
Dividen payout ratio = = ... %

6/2/15

alk_nedsal sixpria

98

Ilustrasi :
PT. ABC
LAPORAN KEUANGAN 2009
PENJUALAN BERSIH
Biaya dan beban :
HPP
( 1.191.197.107.266)
Beban usaha
lain-lain
total biaya dan beban
EBIT
132.997.657.779
Bunga
(
242.999.802)
EBT
132.754.657.977
Pajak
( 41.114.707.666)
EAT
91.639.950.311
Penyusutan
EBITDA
6/2/15
Data Neraca :

1.333.147.424.622

25.193.407.291)
16.240.747.714
1.200.149.766.843

alk_nedsal sixpria

77.858.511.929
210.856.169.708
99

Keterangan tambahan :
Jumlah lembar saham beredar
13.182.473
Harga per lembar saham akhir tahun
48.000
Kapitalisasi pasar
631.798.704.000
Dividen per share
1.180
Dividen
15.531.718.140
Enterprice value
:
Kapitalisasi pasar
Total utang
Kas dan setara kas
Free cash flow
Tax rate
Arus kas operasi
Arus kas investasi
bunga (1 t)

6/2/15

631.798.704.000
309.460.684.216
47.206.474.280
894.052.913.936
31%
84.618.259.914
(46.534.902.599)
167.741.683
38.251.098.998

alk_nedsal sixpria

100

Perhitungan Ukuran
Pasar :

Calculation

Numerator Denomin Resul


ator
t

Earning per share

91.639.950.311

13.182.473

6.962,2

Dividen per share

15.531.718.140

13.182.473

1.180

Price per share

631.798.704.000

13.182.473

48.000

Sales per share

1.333.147.424.622 13.182.473

101.284

Cash per share

47.206.474.280

13.182.473

3.586,4

EBITDA per share

210.856.169.708

13.182.473

16.019,5

Enterprice value per


share

894.052.913.936

13.182.473

67.924,4

FCF per share

38.251.098.998

13.182.473

2.906,1

Book value per share

354.497.290.075

13.182.473

26.932,4

6/2/15

alk_nedsal sixpria

101

Perhitungan Financial Ratio


:

Financial
ratios

Numerato Denominat
r
or

Result

Price to earning ratio

48.000

6.962,2

6,89

Price to book ratio

48.000

26.932,4

1,78

Price to sales ratio

48.000

101.284

0,47

Price to cash ratio

48.000

3.586,4

13,38

Price to FCF ratio

48.000

2.906,1

16,52

Enterprice value to
EBITDA

67.924,4

16.019,5

4,24

Dividen payout ratio

1.180

6.962,2

16,9%

Dividen cover ratio

6.962,2

1.180

5,90

6/2/15

alk_nedsal sixpria

102

THE END

Thank You !

E-mail : nedsal_fitri@yahoo.co.id

6/2/15

alk_nedsal sixpria

103

Contoh :
PT. ALI PABRIKAN
NERACA, per 31 Desemeber tahun 5, 4 dan 3
Akun

Tahun 5

Tahun 4

Tahun 3

Kas

12.000

15.000

16.000

Piutang, bersih

183.000

80.000

60.000

persediaan

142.000

97.000

52.000

Aktiva lancar lainnya

5.000

6.000

4.000

Aktiva tetap bersih

160.000

110.000

70.000

Total aktiva

502.000

308.000

202.000

Utang usaha

147.800

50.400

22.000

Utang PPh

30.000

14.400

28.000

Kewajiban jk panjang

120.000

73.000

22.400

Saham biasa, nilai nominal Rp


5

110.000

110.000

80.000

Laba ditahan

94.200

60.200

49.600

Kewajiban dan Ekuitas

6/2/15

Total kewajiban dan Ekuitas

alk_nedsal sixpria

104

PT. ALI PABRIKAN


LABA RUGI, untuk tahun berakhir 31 Desemeber tahun 5, 4 dan
3
Akun
Tahun 5
Tahun 4
Tahun 3
Penjualan, bersih

1.684.000

1.250.000

1.050.000

HPP

927.000

810.000

512.000

Laba kotor

757.000

440.000

538.000

Beban pemasaran dan Adm *)

670.000

396.700

467.750

Laba operasi/EBIT

87.000

43.300

70.240

Beban bunga

12.000

7.300

2.240

Laba sebelum pajak

75.000

36.000

68.000

PPh (40%)

30.000

14.400

27.200

Laba bersih setalah pajak/EAT

45.000

21.600

40.800

*) beban penyusutan

10.000

8.500

9.000

6/2/15

alk_nedsal sixpria

105

PT. ALI PABRIKAN


LABA DITAHAN, untuk tahun berakhir 31 Desemeber tahun 5, 4
dan 3
Akun
Tahun 5
Tahun 4
SALDO, awal

60.200

49.600

Tambah, laba bersih

45.000

21.600

Sub total

105.200

71.200

Kurang, pembayaran dividen

11.000

11.000

Saldo, akhir

94.200

60.200

INFORMASI TAMBAHAN :
1. Semua penjualan adalah penjualan kredit
2. Kewajiban jangka panjang adalah utang bank
3. Syarat penjualan adalah 30 hari

6/2/15

alk_nedsal sixpria

106

Data Tambahan :

6/2/15

Ket :

Tahun 5

Tahun 4

Tahun 3

Jml lembar saham


beredar

22.000

22.000

16.000

Harga per lembar


saham akhir tahun

Rp 10

Rp 8

Rp 6

Kapitalisasi pasar
(Rp)

220.000

176.000

96.000

Dividen (Rp)

11.000

11.000

9.000

Arus kas operasi


(Rp)

40.000

60.000

30.000

Arus kas investasi


(Rp)

(20.000)

(15.000)

12.000

Interest (1-t)

alk_nedsal sixpria

107

Diminta :
Sajikanlah perhitungan dan analisis
untuk rasio tahun 5 dan 4 :
1. Likuiditas dan modal kerja
2. Solvabilitas dan struktur modal
3. Kinerja operasi
4. Pemanfaatan aktiva
5. Pengembalian atas investasi
6. Ukuran pasar

6/2/15

alk_nedsal sixpria

108

RASIO Laporan
Keuangan
KOMP
ONEN

RASIO

Tahun 5

Tahun 4

Naik
(Turun)

LIKUIDI RASIO LANCAR/current


TAS
RASIO CEPAT/quick
Cash ratio
Net working capital

6/2/15

alk_nedsal sixpria

109

RASIO Laporan
Keuangan
KOMPO
NEN

RASIO

Tahun 5

Tahun 4

AKTIVITA RECEIVABLE TURNOVER


S
receivable collection period
INVENTORY TURNOVER
JUMLAH HARI UNTUK
MENJUAL PERSEDIAAN
Payable turnover
Jumlah hari untuk
membayar utang
NWC ratio
Total asset turnover
Fixed asset turnover
6/2/15

Siklus operasi

alk_nedsal sixpria

110

RASIO Laporan
Keuangan
KOMPO
RASIO

Tahun 5

Tahun 4

NEN

STRUKT
UR
MODAL
DAN
SOLVABI
LITAS

Debt to total capital


Long term debt to capital
Debt to equity
Long term debt to equity
Time interest earned
Financial leverage
Fixed Charge Coverage
Altman z-Score

6/2/15

alk_nedsal sixpria

111

RASIO Laporan
Keuangan
KOMPONE RASIO
N

Tahun 5

Tahun 4

Return on
ROA
investment
ROA ( dua komponen
(ROI)
perhitungan)
ROE
ROE (tiga komponen
perhitungan
Kinerja
operasi

Margin laba kotor


Margin laba operasi
Margin laba sebelum
pajak
Margin laba bersih
setelah pajak

6/2/15

EBITDA

alk_nedsal sixpria

112

RASIO Laporan
Keuangan
KOMPONE RASIO
N
UKURAN
PASAR

Tahun 5

Tahun 4

Earning per share


Dividen per share
Sales per share
Book value per share
Price-earning ratio
Price to book ratio
Price to sales ratio
Free Cash Flow
Free cash flow per share

6/2/15

Price to free cash flow


ratio

alk_nedsal sixpria

Dividen payout ratio

113