Anda di halaman 1dari 22

ANTIPSIKOTI

Dahulu sering disebut sebagai neuroleptic


karena memberi gambaran gangguan
pseudoneurologis
Major tranquilizer efek sedasi mengantuk

KLASIFIKASI
Fenotiazine low
potency
Rumus kimia
Nonfenotiazine
high potency
Antipsikotik
Cara kerja terhadap
reseptor dopamine

DA/ Typical/ APG-I


gejala (-)
SDA/ Atypical/ APGII gejala (+) & (-)

DOPAMINE PATHWAYS

Mesolimbic
pathways gejala
(+)
Mesocortical
pathways gejala
(-) dan kognitif
Nigrostriatal
pathway EPS&TD
Tuberoinfundibular
pathway

APG-I
Fenotiazine

Chorpromazine
Thioridazine
Pherpenazine
Trifluoperazine
Tioxantine

Butirofenon
Haloperidol
Dipheynylbutylpiperinides Pimozide

DIbenzoxazepine
DIhidronidol
Difenilbutil Piperidine

FARMAKOKINETIK
Absorbsi
Peroral/Perentral
Puncak konsentrasi plasma 1-4 jam pada peroral & IM 30-60
menit (efek 15-30 menit)

Distribusi
Lipofilik terakumulasi di jar. Lemak, paru, dan otak.
Terikat pada lemak jumlah protein plasma mempengaruhi
bioavaibilitasnya

Metabolisme & Eliminasi


Di metabolisme di hepar isoenzym P450 CYP 2D6 & CYP 3A
Dieksresikan ginjal

FAKTOR FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI FARMAKOKINETIK
Umur
Genetik
Substance abuse
Penurunan aliran darah hepar
Obat-obatan penghambat klirens SSRI, b-blocker, erytromicin, dll
Penfinduksi enzym meningkatkan metab carbamazepine, etambutol,
barbiturat, dll.
Perubahan protein ikat akibat stress/ hipoalbumin << 3-5 x

FARMAKODINAMIK

Bekerja pada reseptor neurotransmitter intracellular


reaction.

MEKANISME
Bekerja sebagai antagonis reseptor dopamine di otak menurunkan
gejala-gejala psikotik, seperti halusinasi, waham, dll.

Afinitas kuat terhadap reseptor D2 80%< EPS

APG low potency efek sedasi cocok untuk pasien agitasi

APG high potency non sedasi cocok untuk gejala menari diri

Sistem dopamine yang terlibat :


Sistem nigrostriatal ES pada aktvitas motorik
Sistem mesolimbokortikal ES pada fungsi kognitif
Sistem tuberoinfundibuler ES pada fungsi endokrin

EFEK SAMPING

Ekstrapiramidal Syndrome Akut


Parkinsonisme

bradikinesia, rigiditas, fenomena roda gerigi, tremor, muka


topeng, postur tubuh kaku, gaya jalan robot, dan drooling.
Setelah 5-30 hari pengobatan

Distonia akut
kekakuan/kontraksi otot tiba-tiba, biasanya pada leher, lidah
(rasa tebal atau sulit menelan), dan punggung.
oculogyric atau opisthotonus pada pengobatan dengan AP
tipikal minggu pertama.

Akatisia

rasa tidak nyaman, gelisah, dan harus selalu menggerakgerakan tungkai utamanya kaki

TATALAKSANA EFS

Penurunan dosis
Obat anticholinergic triheksidinefil ( 2 mg 3 dd) ,
benztropin, sulfasatropin, dipenhydramin.
Switch to APG II

NEUROLEPTIC MALIGNANT
SYNDROME

EMERGENCY

Hipertermia 41 derajat celcius atau lebih

Rigiditas otot berat seperti pipa

Takikardia, hipertensi, takipneu, diaforesis

Penurunan kesadaran

Peningkatan kreatinin fosfatase

Gejala berkembang dari beberaja jam hari setelah konsumsi


obat psikotik.

Pada pasien dehidrasi myoglobulinuria parah kidney failure.

Tatalaksana
Stop AP
Terapi simptomatik
Muscle relaxan Dantrolene 0,8 2,5 mg/ kgBB/ hr IV; dosis
max. 10 mg/hr oral: 100-200 mg/hari.

TARDIVE DISKINESIA

Terapi jangka panjang APG-I


Gerakan motorik abnormal
Gerakan lidah, mulut, mengecap-ngecap bibir, menghisap,
mengerutkan wajah, atau meringis.
Koreoateoid jari jemari
Menggeliatkan badan
TD berat > ganti clozapine

EFEK SAMPING NONNEUROLOGIS


CVS
ortostatic
hypertension

GIT efek
anticholinergic
perifer, rasa
kering di mulut.

Endokrin
peningkatan
kadar prolactin
dalam darah

Urogenital
disfungsi seksual

APG - II
clozapine
risperidone
olanzapine
Quetiapine
ziprasidone

CLOZAPINE
Afinitas terhadap
D2 rendah, pada
5-HT2 tinggi
EPS rendah

Bekerja pada
sistem dopamine
mesolimbik

Butuh
pemeriksaan
darah tiap
minggu

RISPERIDONE

Termasuk
Termasuk gol.
gol.
Benzisoxazole
Benzisoxazole

Dosis
Dosis 4-8 mg
mg

Antagonis
Antagonis kuat
kuat
terhadap
terhadap serotonin
serotonin
(5-HT2A)
(5-HT2A) dan
dan D2
D2

Tab/
Tab/ depo
depo (long
acting)

Afinitas
Afinitas rendah
rendah
pada
pada beta
beta reseptor
reseptor
dan muskrinik
muskrinik
rendah
rendah
ESP
ESP lebih
lebih
rendah

OLANZAPINE
Secara spesifik
memblok 5-HT2A &
D2

Selain itu juga


memblok M1, H,
5HT2E, 5-HT3,5-HT6,
a1, D1, dan D4.

Dosis tinggi dapat


meningkatkan
kadar prolaktin dan
EPS

QUETIAPINE
Dibenzothiazepine
dengan potensi
memblok 5-HT2
lebih kuat dari D2

Baik untuk gejala


(-)

Tanpa gejala
ekstrapiramidal

ZIPRASIDONE
Tanpa gejala
ekstrapiramidal

Antimuskarinik

Anti a1

Antihistaminergik

PERBEDAAN UMUM
APG I DAN APG II

PRINSIP PENGOBATAN
Terapi inisial dimulai setelah diagnosis ditegakan, dari dosis
anjuran >> 1-3 minggu hingga tercapai dosis optimal

Terapi pengawasan dosis optimal 8-10 minggu

Terapi pemeliharaan mulai diturunkna bertahap hingga tercaoau


dosis minimal tanpa menimbulkan kekambuhan.