Anda di halaman 1dari 33

Peledakan tambang bawah tanah

Definisi peledakan
Peledakan merupakan tindak lanjut dari
kegiatan pemboran, dimana tujuannya adalah
untuk melepaskan batuan dari batuan induknya
yang massive agar menjadi fragmen-fragmen
berukuran tertentu yang sesuai untuk dikerjakan
dalam proses lebih lanjut.

Tujuan :
Untuk hasilkan ruangan, gudang, jalan
saluran, terowongan pipa dan lain
sebagainya.
Untuk mengambil material (operasi
penambangan).

Bahan Peledak
Bahan peledak adalah suatu bahan kimia
senyawa tunggal atau campuran berbentuk
padat, cair, atau campurannya yang apabila
diberi aksi panas, benturan, gesekan atau
ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia
eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya
sebagian atau seluruhnya berbentuk gas disertai
panas dan tekanan sangat tinggi yang secara
kimia lebih stabil.

Metode Pemilihan Bahan Peledak Pada


tambang bawah tanah
Pada dasarnya bahan peledak (explosive) terdiri dari
campuran tiga bahan yaitu :
a. Zat kimia yang mudah bereaksi, yang berfungsi debagai
bahan peledak dasar (explosive base), misalnya
Nitrogliserin (NG), Trinitrotiliene (TNT), Ethylene
glycoldinitrate,dan lain-lain.
b. Oksidator, yang berfungsi memberikan oksigen,
misalnya KClO3, NaClO3, NaNO3, dan sebagainya
c. Zat penyerap/tambahan misalnya serbuk kayu, serbuk
batubara, dan lain-lain.

Berdasarkan kecepatan perambatan reaksinya, bahan


peledak dapat dibagi menjadi :
1. Low Explosive, ciri-cirinya adalah :
kecepatan perambatan reaksinya rendah
Tidak seluruhnya bahan yang ada berubah dari phase padat
menjadi phase gas sehingga menimbulkan tekanan dan
temperatur yang tinggi
Hanya menghasilkan proses pembakaran yang relatif
lambat
(deflagrasi) dan tidak menghasilkan getaran gelombang.
2. Hihg Explosive, cirri-cirinya adalah :
Kecepatan perambatan reaksinya relatif lebih cepat
dari low ecplosive.
Semua bahan peledak berubah menjadi phase gas
Menghasilkan peoses propagasi yaitu mengembangbiakan
daripada gelombang getaran melalui bahan yang diikuti
dengan reaksi kimia yang menyediakan energi untuk
kelanjutan
propagasi secara stabil.

Penggunaan bahan peledak didalam tambang bawah tanah


harus
diperhatikan faktor-faktor :
Sifat dari bahan Peledak
Api peledaknya kecil
Peledakan berlangsung cepat
Temperatur peledakan relative rendah
Tidak menghasilkan gas beracun
Disesuaikan dengan material yang diledakkan
Particular set dari standar blasting (OB dan BR)
Besarnya biaya

Klasifikasi bahan peledak menurut Mike Smith (1988)


yaitu :
Bahan peledak kuat contohnya TNT, Dinamite,
Gelatine
Agen Peledakan contohnya ANFO, Slurries, Emulsi,
Hybrid ANFO, Slurry mixtures
Bahan peledak khusus contohnya Seismik, Trimming,
Permisible, shaped Charges, Binary, LOX, Liquid.
Pengganti bahan peledak contohnya Compressed
air/gas, Expansion agents, mechanical methods,
waterjets, jet piercing

Tabel : Klasifikasi bahan peledak menurut


J. J. Manon, (1977)
JENIS

REAKSI

CONTOH

Bahan peledak lemah


(low explosive)

Deflagrate (terbakar)

black powder

Bahan peledak kuat


(high explosive)

Detonate (meledak)

NG, TNT, PETN

Blasting agent

Detonate (meledak)

ANFO, slurry, emulsi

Sifat fisik bahan peledak


Sifat-sifat fisik bahan peledak adalah suatu kenampakan
nyata dari sifat bahan peledak ketika menghadapi
perubahan kondisi lingkungan sekitarnya, yaitu antara lain :
1. Densitas yaitu angka yang menyatakan perbandingan
berat per volume
2. Sensitifitas adalah sifat yang menunjukan kemudahan
inisiasi bahan peledak atau ukuran minimal booster yang
diperlukan
3. Ketahanan terhadap air (water resistence)
4. Kestabilan kimia (chemical stability)
5. Karekteristik gas ( fumes characteristic)

PERLENGKAPAN PELEDAKAN

Perlengkapan peledakan adalah bahanbahan yang membantu peledakan yang


habis dipakai yaitu :
1.
Detonator
2.
Sumbu peledakan
Detonator adalah alat pemicu awal yang
menimbulkan inisiasi dalam bentuk
letupan (ledakan kecil)sebagai bentuk aksi yang
memberikan efek kejut terhadap bahan peledak
peka detonator atau primer. Terdapat dua jenis
muatan bahan peledak dalam detonator yang
masing-masing fungsinya berbeda, yaitu:
Isian utama (primary charge) berupa bahan peledak kuat yang
peka (sensitive), fungsinya untuk menerima efek panas dengan sangat cepat
dan meledak sehingga menimbulkan gelombang kejut.
Isian dasar (base charge) disebut juga isian sekunder adalah bahan peledak
kuat dengan VoDtinggi, fungsinya adalah menerima gelombang kejut dan
meledak dengan kekuatan besarnya tergantung pada berat isian dasar tersebut.

Jenis-jenis detonator :
1. Detonator biasa (plain detonator)
2. Detonator listrik (electric detonator)
3. Detonator nonel (nonel detonator)
4. Detonator elektronik (electronic
detonator).

PERALATAN PELEDAKAN
Peralatan peledakan adalah perangkat
pembantu peledakan yang nantinya dapat
dipakai berulang kali. Peralatan peledakan
dapat dikelompokan menjadi :
1. Peralatan yang langsung berhubungan
dengan teknik peledakan.
2. Peralatan pendukung peledakan.

Peralatan yang berhubungan langsung


dengan peledakan adalah ;
Alat Pemicu ledak
Pada peledakan listrik ( Blasting Machine)
Pada peledakan nonel (shot gun / short fire)
Alat Bantu ledak listrik
Blasting Ohmmeter (BOM)
Pengukur kebocoran arus listrik
Multimeter peledakan
Pengukur kekuatan blasting machine
Pelacak kilat (lightning detector)

Alat Bantu peledakan lain


Kabel listrik utama (lead wire) atau sumbu
nonel utama (lead in line).
Cramper (penjepit sambungan sumbu api
dengan detonator biasa ).
Meteran (50 ml) dan tongkat bambu ( 7 m)
diberi skala.
Alat pencampur dan pengisi

Perbedaan peledakan tambang bawah


tanah dengan peledakan di permukaan:
Peledakan tambang bawah tanah
dilakukan ke arah satu bidang bebas
Tempat peledakan atau ruangan pada
tambang bawah tanah lebih terbatas.
Oleh karena itu perlu dibuat tambahan
bidang bebas kedua, yang merupakan
arah peledakan selanjutnya Cut.

TABEL : PENYEBAB YANG MEMBEDAKAN POLA PENGEBORAN DI


TAMBANG TERBUKA DAN BAWAH TANAH
faktor

Tambang bawah tanah

Tambang terbuka

Luas area

Terbatas,
sesuai
dimensi
bukaan luasnya dipengaruhi
oleh kestabilan bukaan tersebut
Terbatas karena dibatasi luas
permukaan bukaan, diameter
mata bor dan kedalaman
pengeboran
Tergantung
pada
system
ventilasi yang baik
Kritis, diakibatkan oleh ruang
yang terbatas, guguran batu
dari atap , tempat penyelamatan
diri terbatas

Lebih luas karena terdapat di


permukaan bumi dan dapat
memilih area yang cocok
Lebih besar bisa mencapai
ratusan ribu meter kubik per
peledakan, sehingga dapat
direncanakan target yang besar
Tidak
bermasalah
karena
dilakukan pada udara terbuka
Relative lebih aman karena
seluruh pekerjaan dilakukan
pada area terbuka

Volume hasil peledakan

Suplai udara segar


Keselamatan kerja

Pola Pemboran Tambang Bawah Tanah


Macam Cut :
1. Center cut disebut juga pyramid atau diamond
cut

Empat atau enam lubang dengan diameter


yang sama dibor ke arah satu titik,
sehingga berbentuk piramid.
Pada bagian puncak piramid terkonsentrasi
bahan peledak kuat. Center cut sangat
efektif untuk batuan kuat, tetapi
konsumsi bahan peledak banyak dan
mempunyai efek getaran tinggi yang
disertai oleh lemparan batu-batu kecil.

2. Wedge Cut/V-Cut, angled cut

Setiap pasang dibor ke arah satu titik


lubang bor antar pasangan sejajar,
sehingga membentuk baji
kurang efektif untuk meledakkan batuan
yang keras.
3. Drag cut atau pola kipas
Mirip dengan wedge cut, posisi bajinya
terletak pada bagian lantai atau dinding
bukaan.

lubang dibor miring untuk membentuk rongga di


lantai atau dinding.

Burn cut disebut juga dengan cylinder cut


cocok untuk batu yang keras dan regas
seperti batupasir (sandstone) atau batuan
beku
Ciri-ciri pola burn cut :
Lubang bor dibuat sejajar, sehingga dapat
mengebor lebih dalam
Lubang tertentu dikosongkan bidang
bebas mini pelepasan tegangan
gelombang kompresi jadi tarik berlangsung
efektif.
lubang kosong sebagai ruang terbuka tempat
fragmentasi batuan terlempar dari lubang
yang bermuatan bahan peledak.

Jenis lubang
terowongan

ledak

untuk

peledakan

Posisi cut :
1. Cut dekat dengan dinding dapat pengaruhi
jumlah lubang ledak dalam round, arah
lemparan ke pojok, sulit dalam pemuatan karena
letak materialnya.
2. Cut diletakkan di tengah-tengah penampang
dan agak ke bawah arah peledakan ke depan
dan tumpukan tengah,lemparan yang dekat dan
konsumsi bahan peledak lebih sedikit karena
semua stoping ke arah bawah.
3. Posisi cut di atas terowongan yang tinggi
memberikan kemudahan pemuatan hasil
peledakan, konsumsi bahan peledak lebih tinggi
karena banyak stoping ke arah atas.

parameter-parameter yang harus diperhatikan


adalah :
1. Diameter lubang besar (Kosong).
2. Burden.
3. Charge Concentration.

Lubang kontur (roof holes,wall holes,floor


holes) dibuat agak serong keluar dari kontur
look out, agar terowongan mempunyai
bentuk seperti yang direncanakan.
(10 cm + 3 cm/m x kedalaman
lubang tembak)
kira-kira berkisar 20 cm

Makin besar diameter lubang kosong


makin dalam round dapat dibor
kemajuan >.
Penyebab paling umum dari kemajuan yang
kecil diameter lubang kosong <
kedalaman lubang ledak pendek.

Smooth blasting /controlled blasting


Cara peledakan untuk mengurangi
kerusakan pada atap dan dinding akibat
peledakan.
Lubang tembak perimeter diledakkan
terakhir sebagai lubang tembak
manfaatkan bidang batas yang
dihasilkan dari peledakan round
sebelumnya.

Tabel Smooth Blasting Untuk berbagai diameter


lubang ledak
Parameter

Konsentrasi

Diameter lubang

muatan

mm

Kg/m

25 - 32

0,11

25 - 48

Burden

Spasi

11 mm Gurit

0,3 - 0,5

0,25 - 0,35

0,23

17 mm Gurit

0,7 - 0,9

0,50 - 0,70

51 - 64

0,42

22 mm Gurit

1,0 - 1,1

0,80 - 0,90

51 - 64

0,45

22 mm emulite

1,1 -1,2

0,80 - 0,90

Tipe muatan

Presplitting

digunakan untuk membuat lubanglubang pada dinding, yaitu sebaris


lubang-lubang parallel yang sangat
berdekatan sepanjang batas penggalian.
Presplitting kontrol peledakan yang
termasuk dalam precutting.
Semua lubang tembak diledakkan
bersamaan. Jika hal ini tidak mungkin,
digunakan micro delays.
Lubang-lubang presplit diledakkan
sebelum lubang tembak produksi.

TERIMA KASIH