Anda di halaman 1dari 47

PATOFISIOLOGI

SISTEM SARAF PUSAT

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SURABAYA
2011

FISIOLOGI OTAK

Tersusun lebih dari 100 juta neuron.


Secara struktural terbagi menjadi :
central core, deep brain nuclei,
cerebral cortex

1. Central core.
Termasuk central core adalah brain stem
(medulla, pons dan midbrain), mengontrol
fungsi otomatis tubuh spt bernafas dan
denyut jantung.
Dibelakang brain stem ada cerebellum yang
mengontrol pergerakan tubuh.
Diatas brain stem ada talamus dan
hipotalamus.
Hipotalamus berperan dalam berbagai aspek
emosi, motivasi, respon terhadap stress,
pusat pengatur makan, minum dan sexual
behaviour, pengatur sistem saraf otonom
dan sistem endokrin serta menjaga
homeostasis.

Talamus sebagai relay station (gardu)


untuk informasi sensori menuju
cerebrum dan berperan dalam
pengaturan tidur dan terjaga (sleep and
wakefulness).
Reticular activating system (RAS)
merupakan jalur jaringan saraf
pemanjangan dari brain stem menuju
talamus dan sistem limbik, berperan
mengontrol arousal
(aktivasi/rangsangan) dan awareness
(kesadaran/kewaspadaan).

2. Deep Brain Nuclei


Deep brain nuclei terbagi menjadi limbic
system dan basal nuclei.
Limbic system terkait dengan emosi,
behaviour dan memori.
Basal nuclei terkait dengan kontrol
pergerakan.
Malfungsi area ini berhubungan dengan
penyakit Parkinsons dan schizophrenia.

Limbic system and basal ganglia

3. Cerebral cortex.
Cerebral cortex adalah lapisan neuron
dengan ketebalan 3 mm pada permukaan
luar cerebrum.
Cerebral cortex merupakan tempat aktivitas
mental yang kompleks.
Informasi sensori yang masuk ke cerebrum
diinterpretasikan pada area spesifik dari
cortex.

SINAP
Neuron akan
berhubungan
satu dengan
yang lain melalui
sinap.

MEKANISME PELEPASAN NEUROTRANSMITTER

Jenis-jenis Neurotransmitter

Acetylcholine
1.

Neuromuscular
junction

2.

Autonomic
nervous system

3.

Central nervous
system

4.

Skeletal muscles

Dopamine
1.

Movement

2.

Reinforcement

3.

Memory &
Planning

Dopamine Receptors

High concentration in limbic region of cerebral


cortex.

Receptors subtypes:
* D1(prefontal cortex)
* D2 (striatum and limbic structure)
* D3 (nucleus accumbens)
* D4
* D5 (similar to D1 receptor)

Norepinephrine

Arousal (bangun)
and vigilance
(berjaga-jaga)

Many projections
originate in the locus
coeruleus
throughout the brain.

Serotonin

Mood, appetite,
eating, pain,
aggression, sleep
and dream.

Many projections
originate in the
raphe nuclei to
hippocampus and
striatum cortex.

GABA

GABA is the major


inhibitory
neurotransmitter
of the central
nervous system.

The GABAA
receptor interacts
with a number of
drugs.

Disorders of the CNS can be divided into:


1. Psychiatric (or mental) disorders :
depression, schizophrenia, anxiety,
insomnia and ADHD
2. Neurological disorders : Epilepsi,
Parkinsons disease, dementia and
Alzheimers disease

DEPRESSION

DEFINISI
Depression is a whole-body illness,
involving your body, mood, and thoughts.
People with a depressive illness cannot
merely pull themselves together and
get better.

CAUSES OF DEPRESSION
There is no single known cause of
depression. It likely result from a
combination of :
Genetic factors
Biochemical factors
Psychological factors
Environmental factors

TYPES OF DEPRESSION
Major depression
Dysthymic disorder
Psychotic depression
Post partum depression
Seasonal Affective disorder(SAD)
Bipolar depression (manic depression)

Pathophysiology
Depression
From such observation the monoamine theory
of depression and mania was formed:

Depression is due to an absolute or relative


decrease in monoamines, or a decrease in
receptor sensitivity, at certain receptor
sites in the brain.

Mania is due to an absolute or relative


excess of monoamines or an increase in
receptor sensitivity at these sites.

Evidence indicates that bipolar


depression is associated with a
decrease in dopamine activity, mania
with an increase in dopamine activity
(or depletion of GABA) and unipolar
depression with a decrease in
noradrenaline or serotonin activity or
both.

MAJOR DEPRESSION
Symtoms of depression :
Persistent depressed, sad, anxious or
empty mood
Feeling worthless, helpless, or
experiencing excessive guilt
Hopeless about the future, excessive
pessimistic feelings
Loss of interest and pleasure in your usual
activities

Decreased energy and chronic fatigue


Loss of memory, difficulty making
decisions or concentrating
Irritability or restlessness
Sleep disturbances, either difficulty
sleeping or sleeping too much
Loss of appetite and interest in food or
overeating
Recurring thoughts of death or suicidal
thoughts

BIPOLAR DISORDER
Bipolar disorder or manic depression
adalah kelainan jiwa dengan munculnya
episode depresi dan mania secara
bergantian.
Ciri-ciri episode depresi (dijelaskan pada
point major depression).

Ciri episode mania :

Extreme irritability
Excessive high or euphoric feelings
Increased energy, activity,rapid talking & thinking
Decreased sleep
Unrealistic belief
Poor judgment
Increased sex drive
Substance abuse
Provocative or obnoxious behavior
Denial of problem

TREATMENT
Depression : tricyclic antidepressants,
SSRIs, Serotonin receptor blokers,MAOi.
Bipolar depression and mania : lithium,
benzodiazepines, carbamazepin and
valproate

Beberapa kelas antidepressant :


1. MAOIs : Phenelzine (Nardil), Isocarboxazid
(Marplan), Tranylcypromine (Parnate).
2. TCAs : imipramine (Tofranil), nortriptyline,
desiprane (Norpramin)
3. SSRIs : fluoxetine (Prozac), Paroxetine (Paxil),
Citalopram (Celexa, Cipramil), Sertraline
(Zoloft).
4. SNRIs : Venlafaxine
5. Norepinephrine Reuptake Inhibitors :
bupropion (Amfebutamone, Zyban),
Reboxetine (Edronax)

MAOi

SSRIs

Dopamine

ANXIETY
Anxiety disorder (gangguan kecemasan)
dapat terjadi bersamaan dg depresi.
Ansietas dapat digambarkan sebagai
pengalaman yang tidak menyenangkan
atau ketakutan yang tidak beralasan.

Symptoms Anxiety

Increased motor activity (tremor)


Autonomic hyperactivity (sweating, increased
heart rate, difficulty breathing, dizziness and
gastrointestinal disturbances)
Apprehension (fear and worry)
Insomnia
Fatique
Loss of appetite
Lack of concentration

Tipe anxiety disorders adalah :


Generalized Anxiety Disorder (GAD)
Phobias
Panic disorder/Panic attacks
Obsessive-compulsive disorder
Post-traumatic stress disorder
Separation Anxiety
Social Anxiety/Social Phobia

Pathophysiology Anxiety :
Anxiety is associated with general
arousal of the CNS and may be due
to over activity in the RAS.
Neurotransmitters in the RAS are
serotonin and GABA.

Treatment Anxiety

Psychotherapy : relaxation,
cognitive behavioural
therapy, counselling.
Drug therapy :
benzodiazepine, buspirone,
beta blockers.

EPILEPSI
Epilepsi adalah gangguan neurologik
yang relatif sering terjadi, ditandai oleh
aktivitas serangan yang berulang.
Serangan tersebut tidak terkontrol tetapi
tidak berlangsung lama serta timbul
secara episodik.
Serangan berkaitan dengan pengeluaran
impuls oleh neuron serebral yang
berlebihan dan berlangsung lokal.

Etiologi Epilepsi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Kejang demam
Stroke
Idiopatik : tidak diketahui adanya lesi pada
otak
Defek kongenital dan cedera perinatal
Kelainan metabolik
Trauma kepala
Tumor
Gangguan kardiovaskular
Infeksi sistem saraf pusat
Penyakit degeneratif

Patogenesis Epilepsi
A. Pada keadaan patologik, tumor, infeksi dan
gangguan otak seperti lesi pada
mesensefalon, talamus, kortek serebral
kemungkinan besar neuron bersifat
epileptogenik.
Pada tingkat membran sel, neuron
epileptogenik mengalami perubahan antara
lain :
1. Ketidakstabilan membran sel saraf
sehingga sel lebih mudah diaktifkan.
2. Neuron hipersensitif dengan ambang yg
menurun sehingga mudah teraktivasi scr
berlebihan.

3.
4.

Terjadi polarisasi yang abnormal.


Ketidakseimbangan ion yang
mengubah lingkungan kimia neuron.

B. Pada epilepsi idiopatik : jumlah GABA


tidak memadai sehingga neuron
kortikalnya mudah sekali terganggu
dan bereaksi dengan melepaskan
muatan listriknya secara menyeluruh.

Serangan Epilepsi
Jenis serangan epilepsi :
1.
Serangan epilepsi parsial :
a. Serangan parsial sederhana
b. Serangan parsial komplek
c. Serangan parsial yang berkembang menjadi
serangan umum
2.
Serangan epilepsi umum :
a. Tonik-klonik atau grand mal
b. Absence atau petit mal
c. Absence tidak khas
d. Serangan atonik
e. Serangan mioklonik
f. Serangan tonik

Terapi Epilepsi
Terapi epilepsi dapat menggunakan :
1. Phenytoin
2. Carbamazepine
3. Valproate
4. Ethosuximide
5. Phenobarbital
6. Benzodiazepines
7. New antiepileptic drugs : vigabatrin,
lamotrigine, gabapentin, topiramate

PUSTAKA

Clark DL, Boutros NN, Mendez MF.

2005. The Brain and Behavior: an


Introduction to Behavioral
Neuroanatomy. Cambridge University
Press. Cambridge. Chapter 3.
Thorp CM, 2008, Pharmacology for
The Health Care Professions, WileyBlackwell, Chapter 11.