Anda di halaman 1dari 47

PENGOLAHAN

LIMBAH INDUSTRI
Presented by:
SYAWAR MARUF
M. JEFRI
M. TOHA NURSAID
RUSWAN
Kelas: XI IPA 2

LIMBAH INDUSTRI
TERDIRI DARI :
-

LIMBAH CAIR (v)

LIMBAH GAS/PARTIKEL(v)

LIMBAH PADAT (x)

LIMBAH DI INDUSTRI
A. LIMBAH CAIR
a. LIMBAH KIMIA
1. LIMBAH KIMIA ANORGANIK
Logam2 Berat : Fe, Mn, Cr,
Ca, dll. )
( Non Logam
: H2SO4 )
2. LIMBAH KIMIA ORGANIK
Mengandung Lemak, protein,
karbohidrat
b. LIMBAH BIOLOGI
B. Limbah partikel dan gas (SO2, H2S, CH4,
NH3, dll.)

A. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

a. LIMBAH KIMIA
1. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
KIMIA ANORGANIK
DENGAN CARA :
1) OKSIDASI :
Dengan AERASE,
KLORIN, KMnO4)
2) PERTUKARAN ION

1) OKSIDASI
Oksidasi Dengan aerase
= Mengontakkan udara dg air limbah agar
kandungan logam,misal Fe dan Mn yang
ada dlm air limbah bereaksi dg O2 yg ada
di udara membentuk endapan senyawa
besi dan Mangan.
Untuk Limbah mengandung Fe :
4Fe 2++ O2 +10H2O ==4Fe(OH)3 (s)+8H+
Untuk Limbah mengandung Mn :
Mn 2+ + O2 + H2O
== MnO2(s) + 2H+

Ket : Aerasi efektif pd pH 6,5 8,5.


Pertanyaan :
Setelah diteliti di Lab, ditemukan dalam
IPAL PT. Y terdapat 5 kg Fe. Tentukan :
Dengan menggunakan aerase, berapa
volume O2 dan volume udara yang
dibutuhkan untuk mengendapkan 1 gr Fe, 5
kg Fe ( Dalam kondisi normal ( Vol 1 mol gas
= 22,4 L); Ar.Fe=56,Ar.O = 16 )

Jawaban :
Untuk 1 gr Fe :
4Fe 2++ O2 +10H2O== 4Fe(OH)3 (s)+ 8H+

Fe = 1/56 ( n = mol = gr/Ar )


nO2 = x 1/56
Vol. O2 = x 1/56 x 22,4 L = 0,1 L
Vol udara=100/20x x 1/56 x 22,4 =0,5 L
Untuk 5 kg Fe ?
Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengolah
limbah 5 kg Fe ?
( diskusikan)
n

OKSIDASI DG KLORIN (klorinasi)


Fe 2++ Cl2 +6H2O== 2Fe(OH)3 (s)+ 8H+ +2 Cl-

Ket : Klorin berupa gas. Disimpan dalam bentuk cair dalam tabung silinder dg
P = 5-10 atm. Untuk klorinasi dilarutkan dalam air dan dimasukkan dalam air
limbah.

Oksidasi dg KMnO4
3Fe2++ KMnO4 +7H2O== 3Fe(OH)3 (s)+ MnO2 + K+ +
5H+
Pada prakteknya kebutuhan KMnO4 ternyata lebih sedikit dari kebutuhan
yang dihitung berdasarkan stoikiometri karena terbentuk MnO2
dapat berfungsi sebagai oksidator.

berlebih yang

2)Pertukaran ion
menggunakan ion zeolit (Z)
= senyawa kompleks Natrium, Alumino,Silikat dan
pasir hijau
Contoh :
Na2Z + Fe(HCO3)2 == FeZ (s) + 2Na(HCO3)
Na2Z + Mn(HCO3)2 == MnZ(s) + 2Na(HCO3)

2.PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KIMIA ORGANIK


1) KOAGULASI
2)DENGAN PROSES ADSORPSI
3) DENGAN PROSES BIOLOGI

1) KOAGULASI
= Proses pembubuhan bahan kimia ke
dalam air agar kotoran dalam air yang
berupa bahan kimia padatan tersuspensi
dapat menggumpal dan cepat
mengendap.
Biasa digunakan tawas : Al2(SO4)318H2O
Al2(SO4)3.18H2O+3Ca(HCO3)2==2Al(OH)3(s)+3CaSO4+6CO2 (g)+ 18H2O
Al2(SO4)3.18H2O+3Ca(OH)2 == 2Al(OH)3 (s)+3CaSO4 +6CO2
Ket : Ca(HCO3)2 dan Ca(OH)2 terkandung dalam air

(g)

+ 18H2O

Pengendapan kotoran terjadi


karena pembentukan Al(OH)3
yang berupa partikel padat yg
akan menarik partikel-partikel
kotoran sehingga menggumpal
bersama-sama, menjadi besar
dan berat membentuk flok
dan segera dapat mengendap.

Ion Al(OH)3 juga diperoleh dari


hidrolisis Al2(SO4)3.Reaksinya sbb :
Al2(SO4)318H2O + H2O == [Al(OH)3]6.Al3+ + 3SO42- + 18H+=

Limbah cair organik mengandung koloid seperti lumpur,


[S2O2]n.xOH- , senyawa logam organik seperti Fe dan Mn
dalam zat warna organik dan asam humus. Limbahlimbah tsb bermuatan negatif.
Untuk mengendapkan limbah2 tsb dibubuhkan koagulan
yaitu Al2(SO4)3.nH2O yang dalam air menjadi koloid
[Al(OH)3]n.xAl3+ yang bermuatan positif. Koloid
bermuatan positif ini akan menarik koloid bermuatan
negatif dan menggumpal menjadi gumpalan yang besar
membentuk flok sehingga dapat mengendapkan dan
dapat dipisahkan lewat saringan.

Cara pembubuhan tawas :


Sejumlah tawas dilarutkan dalam air
kemudian dimasukkan ke dalam air
limbah lalu diaduk dengan cepat hingga
merata selama kurang lebih 2 menit.
Setelah itu kecepatan pengadukan
dikurangi sedemikian rupa sehingga
terbentuk gumpalan-gumpalan kotoran
yang disebut flok.

2) PROSES ADSORPSI
ADSORPSI : KEMAMPUAN
MENEMPEL SUATU ZAT PD
PERMUKAAN.
SORBAT : BAGIAN YG
MENEMPEL
ADSORBEN : BAGIAN TEMPAT
MENEMPEL
CONTOH ADSORBEN : ARANG AKTIF

ADSORPSI DIPENGARUHI OLEH


:
PERMUKAA SUATU ZAT SERTA
LUAS AREANYA.
KARBON AKTIF MEMILIKI LUAS PERMUKAANH
200 m2/g SHG AKTIF MENYERAP ADSORBAT
DLM JUMLAH BESAR

PROSES ADSORPSI :
1. MOLEKUL2 ADSORBAT DIPINDAHKAN DARI BAGIAN
TERBESAR LARUTAN KE PERMUKAAN ANTARA
2. MOLEKUL2 ADSORBAT DIPINDAHKAN DR PERMUKAAN
ANTARA KE PERMUKAAN LUAR ADSORBEN
3. MOLEKUL2 ADSORBAT DIPINDAHKAN KE PERMUKAAN
LUAR DARIO ADSORBEN MENYEBAR MENUJU PORI-PORI
ADSORBEN
4. MOLEKUL2 ADSORBEN MENEMPEL PADAPERMUKAAN
MOLEKUL PORI-PORI ADSORBEN.

HUBUNGAN MATEMATIS YG MENGGAMBARKAN PROSES


DIATAS DIGAMBARKAN OLEH FRUENDLICH DIKENAL
DeENGAN
(ISOTERM FREUNDLICH, 1916 ):
ISOTERM INI DIKEMBANGKAN DG ASUMSI :
1) ENERGI YG TERLIBAT DLM PROSES ADSORPSI TDK
SELALU SAMA
2)TDK SELURUH PERMKUKAAN MEDIA TERLIBAT DLM
PROSES ADSORPSI
3) ENERGI DLM PERMUKAANH MEDIA ADALAH
HETEROGEN

PERSAMAAN ISOTERM FREUNDLICH

x/m = kf.C

1/n

Ket :
x = massa zat terlarut yang diadsorpsi (mg)
m= massa adsorben ( mg)
C = konsentrasi zat terlarut yg tertinggal pd
titik kesetimbangan (mg/L)
kf dan n = konstanta

PERTANYAAN :
Hasil tes lab dengan menggunakan karbon aktif serbuk :
Perc. Ke : Dosis (K(mg/L) [C]o mg/L [C]1 mg/L
(m)
(kons.awal) (kons.akhir)
I
II
III

12
7
?

20
12
15

a. Tentukan persamaan Isoterm Freundlich


b. Tentukan dosis KA yang diperlukan untuk
mereduksi [C]o 15 mg/L menjadi 3 mg/L

5
2
3

Jawaban :
x/m=k.c1/n

Perc (1) : 15/12 = kf.51/n


(2) : 10/7 = kf.21/n
Perc (1) : 15/12 k.51/n
-------- = --------10/7 k.21/n
n = -7,25
Substitusi ke perc (1): k = 1,5625
Substitusi ke perc (3): m = 8,9
a. Pers. Isoterm Freundlich:
x/m = 1,5625C -1/7,25

b. m = 8,9 mg/L

3) PROSES BIOLOGI
a) PENGOLAHAN CARA AEROB
Bakteri Aerob
Bahan Organik + MO + O2 H2O + CO2
Pada proses ini : terdapat pd sebuah kolam berbentuk segi
empat, agak dangkal agar sinar matahari sampai di dasar
kolam.
i) PROSES KOLAM OKSIDASI
Faktor2 yg berpengaruh :
a.Dalam kolam : 1 1,5 m
b.Kondisi limbah : hrs disaring terlebih dahulu, pH 6,5 8,5.
c.Ikilim : saat kemarau baik, saat hujan tidak baik krn
terjadi kondisi anaerob.

ii) PROSES LUMPUR AKTIF


Baik karena mengandung zat pengurai shg sangat baik
untuk mengolah bahan organik
Untuk proses pengolahan perlu dipertimbangkan :
a. Setiap meter kubik limbah air dibutuhkan udara
8m3
b. Air limbah dlm tangki aerasi tidak lebih 8 jam
Keuntungan lumpur aktif : tidak menimbulkan bau dan
air olahan cukup baik

Contoh sistem pengolahan limbah


cair secara aerob

b) PENGOLAHAN CARA ANAEROB


Bakteri anaerob
Bahan organik

CH4 + CO2

Bekerja efisien pd suhu rendah 10-30oC, biaya operasi


rendah, cocok untuk proses industri dg BOD tinggi dan
padatan organik berjumlah besar.
Keuntungan : Penggunaan energi sedikit, memproduksi
gas yg dapat dimanfaatkan, lumpur yg dihasilkan
sedikit, bau tidak timbul.

Contoh Sistem Pengolahan Limbah


cair secara anaerob

b. LIMBAH BIOLOGIS ( MIKROORGANISME)


CONTOH LIMBAH BIOLOGI ( BAKTERI
E.COLI, VIRUS, DLL. )
BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN :
KLORIN (Cl2, KAPORIT ATAU Ca(OCl)2,
OZON, SINAR UV, NaOCl.
BEBERAPA HAL YG PERLU
DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH BAHAN
KIMIA ADALAH :
a. daya racun bahan kimia
b. waktu kontak yg diperlukan
c. efektifitasnya
d. rendahnya dosis
e. tidak toksik terhadap hewan dan
manusia
f. Tetap tahan terhadap air
g. biaya yang murah untuk pemakaian
yang massal

DALAM PERTIMBANGAN TSB DIGUNAKAN : Klorin, O3,


UV.
a) klorin berupa gas : Cl2
Cl2 + H2O ----- HOCl + H+ + Clb) Klorin oksida ( kaporit )
Ca(OCl)2
----- Ca2+ + 2OClOCl- + H+
----- HOCl
Ket : HOCl, OCl- : Free Available Chlorin Klor Bebas )
Dengan daya bunuh HOCl 40 80 X > OCl-

B. PENGOLAHAN LIMBAH PARTIKEL DAN GAS


1. Limbah Partikel
Alat : presipitator
elektrostatik
Cara Kerja : partikel dilewatkan
pada bagian yg mempunyai
potensial elektrostatik tinggi shg
bermuatan. Partikel tsb kemudian
akan tertarik ke bagian lain yg
muatannya berlawanan.

PRESIPITATOR

Bagaimana mereka bekerja


Muatan listrik diterapkan pada partikel tertarik ke perangkat.
Kemudian partikel ditangkap di piring malah dibebankan.
Kelebihan: Mereka memiliki biaya operasi yang relatif
rendah. Beberapa melakukan tugasnya dengan baik untuk
menghilangkan debu, serbuk sari, dan asap.
Cons: Sebagian besar ozon membuat beberapa. Model
dengan fans kecil atau tidak ada penggemar tidak efektif
untuk menghilangkan debu dan asap. Mereka yang
memiliki kipas angin dapat berisik pada kecepatan tinggi.
Pelat koleksi perlu dibersihkan sering, jadi ada perawatan
lebih diperlukan daripada dengan filter berbasis unit.

2. limbah Gas
a. Scrubber (alat untuk membersihkan gas
yg mudah bereaksi dg air )
Prinsif kerja alat :
Mencampurkan air dg uap/gas dalam
satu kolam. Pada umumnya arah
aliran berlawanan agar kontak uap/
gas dg air dapat sempurna.

SCRUBBER

SCRUBBER

SCRUBBER

SCRUBBER
Setelah dedusting biasanya scrubber digunakan
untuk menghilangkan gas asam seperti HCl dan SO2.
Dua proses scrubbing digunakan, basah scrubber dan
scrubber kering. Dalam scrubber basah gas
.(kuasi-)
buang disemprot dengan campuran cair dari air dan
kapur. Polutan gas asam bereaksi dengan cairan
untuk membentuk gipsum yang dapat dihapus dari air
limbah untuk menghasilkan drywalls. Menggunakan
proses scrubbing kering solusi air diganti dengan
bubuk kapur atau campuran bubur air dan kapur.
Untuk kontrol operasi yang tepat dari pemantauan
proses kering terus menerus HCl, SO2 dan
konsentrasi H2O sangat penting. Solusi kami:

Cara kerja Scrubber dg menara penyemprot


Gas kotor masuk dari bagian dasar akibat tekanan.
Gas membumbung ke atas sementara dari atas
dimasukkan pipa air yg dilengkapi dg sprayer
( penyemprot ) shg air keluar merupakan titik2 air
memenuhi menara. Karena gaya berat, titik air
turun sementara gas naik bersama udara. Gas yang
terkandung dlm udara bereaksi dg air dan turun
kebawah lalu ditampung dan dialirkan ke tempat
tertentu.

b. Adsorpsi ( menyerap gas dengan


menempelkan gas pada permukaan ), ada 2
macam :
(1) Adsorpsi fisik atau Van der Waals
- Panas adsorpsi rendah ( sekitar 10.000
kal/mole )
- Kesetimbangan adsorpsi reversibel dan
cepat
Misal : adsorpsi gas pada arang aktif
(2) Adsorpsi kimia atau adsorpsi aktivasi
-Panas adsorpsi tinggi (20.000-100.000
kal/mole)
-Adsorpsi terjadi dengan pembentukan
senyawa kimia, hingga ikatannya lebih
kuat.
Contoh : adsorpsi CO pada W,
O2 pada Ag,Au,Pt,C
H2 pada Ni