Anda di halaman 1dari 18

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF

KRONIK

Regina Enggeline / 102010252

Skenario 3
Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD RS
dengan keluhan sesak nafas yang memberat dan terus
menerus sejak 5 jam yang lalu. Keluhan disertai batuk
berdahak warna putih sejak 3 hari yang lalu. Keluhan
seperti ini sudah beberapa kali timbul, sejak 3 tahun
terakhir pasien sudah merasa nafasnya terasa berat
terutama jika beraktifitas berat dan bila sedang demam
dan batuk. Riwayat merokok sejak usia 30 tahun
sebanyak 1-2 bungkus/ hari. Pada pemeriksaan fisik
tampak sakit sedang, kesadaran : compos mentis. Pada
pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 120/70
mmHg, denyut nadi : 100x/menit, frekuensi napas:
30x/mnt, suhu: 36C, thorak pulmo: simetris dalam
keadaan statis dinamis, retraksi intercostalis (+), taktil
fremitus simetris, perkusi :sonor pada kedua lapang
paru, suara nafas wheezing +/+, ronki basah kasar

Anamnesis

Identifikasi data nama,umur,tmp tinggal,dll


Keluhan utama sesak nafas memberat, batuk
dgn dahak putih
Penyakit saat ini
Riwayat kesehatan masa lalu
Riwayat keluarga
Riwayat pribadi dan sosial merokok sejak usia
30thn

Pemeriksaan Fisik
Pada pasien PPOK pada pemeriksaan fisik:
Pasien biasanya tampak kurus dengan barel
shaped chest (diameter anteroposterior dada
meningkat)
Fremitus taktil dada berkurang atau tidak ada.
Perkusi dada hipersonor, peranjakan hati
mengecil, batas paru hati lebih rendah, pekak
jantung berkurang.
Suara nafas berkurang dengan ekspirasi
memanjang.

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan radiologi

Foto toraks pada bronkitis kronik tubular shadow berupa


bayangan garis-garis paralel keluar dari hilus menuju apeks
paru dan corakan paru yang bertambah.

Pada emfisema paru overinflasi dengan gambaran


diafragma yang rendah dan datar, penciutan pembuluh
darah pulmonal, dan penambahan corakan ke distal.

2. Pemeriksaan fungsi paru

Menunjukan obstruksi aliran napas dan menurunnya


pertukaran udara akibat destruksi jaringan paru.

Diagnosa Kerja
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
terhambatnya arus udara pernapasan yg terletak pada saluran pernapasan
maupun parenkim paru.
Suatu kasus obstruksi aliran udara ekspirasi dapat digolongkan sebagai
PPOK cenderung progresif.
Diagnosa PPOK ditegakkan oleh adanya obstruksi aliran udara yang
ditunjukkan dengan penurunan rasio FEV 1/FVC < 0,7 yang bersifat
irreversible (peningkatan FEV 1 <15%) dengan terapi bronkodilator atau
steroid

Diagnosa Banding
1. Asthma Bronkial
Def : gangguan pada saluran bronkhial
dengan ciri bronkospasme periodic
Reaksi hipersensitifitas
Gejala asma terdiri atas triad : dispnea,
batuk, dan mengi (bengek atau sesak
napas).

Diagnosa Banding
2. Emfisema
obstruktif kronis dengan karakteristik penurunan
elastisitas paru dan luas permukaan alveolus
yang berkurang akibat destruksi dinding alveolus
dan pelebaran ruang distal udara ke bronkrolus
terminal.
Etiologi : asap rokok, penyakit infeksius berulang
&inflamasi kronis , pajanan berulang pada
perokok pasif

Diagnosa Banding
3. Bronkiektasis
Kelainan morfologis yang terdiri dari pelebaran
bronkus yang abnormal &menetap disebabkan
kerusakan komponen elastis dan muskular dinding
bronkus.
Etiologi : Infeksi (P. Aeruginosa &H. Influenzae ),
paparan substansi toksik, terhirupnya gas toksik.
Gejala klinis :batuk kronik dengan sputum yang
banyak ( pagi hari ,setelah tiduran atau berbaring
pada posisi yang berlawanan dengan sisi yang
mengandung kelainan bronkiekstasi)

Diagnosa Banding
4. Bronkitis Kronis
Batuk menetap disertai pembentukkan sputum
Etiologi : iritasi kronik oleh bahan-bahan yang terhirup,
Infeksi bakteri dan virus eksaserbasi akut penyakit
Patofisiologi : Protease yang dikeluarkan dari neutrofil
&hipertrofi kelenjar submukosa di trakea dan bronkus
hipersekresi mukus peningkatan mencolok jumlah sel
goblet di saluran napas kecil reaksi metaplastik
protektif terhadap asap rokok /polutan lain
Gejala klinis : batuk berdahak yang menetap sesak
jika beraktifitas (berolahraga)
hiperkapnia,hipoksemia, dan sianosis ringan.

Diagnosa Banding
5. Congestive Heart Failure
jantung tidak stabil untuk menghasilkan curah
jantung yang adekuat sehingga perfusi jaringan
tidak adekuat, dan/atau peningkatan tekanan
pengisisan diastolik pada ventrikel kiri, sehingga
tekanan kapiler paru meningkat
disfungsi primer ventrikel kiri
Faktor risiko : penyakit jantung iskemik,
merokok.hipertensi.
Gejala klinis : dispnea odema paru,kejadian
sianosis

Patofisiologi

Penyempitan saluran napas obstruksi


jalan napas ,sesak.
Merokok hipertrofi kelenjar mukus
bronkial dan meningkatkan poduksi
mukus , menyebabkan batuk produktif

Manifestasi Klinis

Batuk
Sputum putih atau mukoid, jika ada infeksi
menjadi purulen atau mukopurulen
Sesak, sampai menggunakan otot-otot
pernapasan tambahan untuk bernafas.
Adanya gejala batuk dan napas pendek yang
bersifat progresif lambat dalam beberapa tahun
pada perokok atau mantan perokok.

Etiologi
Kebiasaan merokok, infeksi saluran napas atas yang
kambuhan atau kronis, polusi udara, alergi,
faktor-faktor familial atau herediter seperti
defisiensi antitripsin-alfa.

Epidemiologi
* PPOK mengenai lebih dari 10 juta orang Amerika
Serikat; bronkitis kronik adalah diagnosisnya pada
sekitar 75 % kasus dan emfisema pada sisanya.
* Insidens, prevalensi dan angka kematian PPOK
meningkat seiring pertambahan usia, dan lebih
tinggi pada pria , orang berkulit putih dan
golongan sosioekonomi lemah.
*Merokok masih menjadi kausa utama

Penatalaksanaan
*Medikamentosa
1. Bronkodilator
b2 agonis, antikolinergik dan metilxantin.
diberikan secara monoterapi atau kombinasi.
Pemberian secara inhalasi lebih cepat& e.s < oral
/parenteral
2. Glukokortikosteroid
3. Antibiotik batuk &sputum berlebihan
*Non medikamentosa
Gaya hidup sehat & Stop merokok.

Komplikasi

Kor Pulmonal.
Eksaserbasi akut PPOK.
Pneumotoraks.
Kegagalan pernafasan.

Prognosis
Prognosis penyakit ini bervariasi. Bila
pasien tidak berhenti merokok,
penurunan fungsi paru akan lebih cepat
daripada bila pasien berhenti merokok.