Anda di halaman 1dari 23

REFERAT KERACUNAN

ORGANOFOSFAT

I.1 Latar belakang


Keracunan organofosfat (OP) pestisida adalah
masalah kesehatan global dengan lebih dari 250.000
kematian per tahun.
Di Indonesia, diperkirakan terjadi 300.000 kasus
keracunan setiap tahunnya.
Adanya beberapa faktor yang mempengaruhi
ketidaktepatan penggunaan pestisida antara lain
tingkat pengetahuan , sikap atau perilaku pengguna
pestisida, penggunaan alat pelindung, serta kurangnya
informasi yang berkaitan dengan resiko penggunaan
pestisida.

Keracunan
Organofosfat

Keracunan menurut WHO adalah kondisi


yang mengikuti masuknya suatu zat
psikoaktif yang meneyebabkan gangguan
kesadaran,
kognitif,
persepsi,afek,perilaku,fungsi
dan
respon
psikologis.
Struktur Komponen Organofosfat

Organofosfat
(OF) Golongan
Pestisida
Organofostat

Masuk ke dalam tubuh


melalui kulit, mulut dan
saluran pernafasan maupun
saluran
pencernaan,
organofosfat akan berikatan
dengan enzim dalam darah
yang berfungsi mengatur
bekerjanya
enzim
kholinesterase)
Apabila
kholinesterase terikat,
saraf
terus-menerus
mengirimkan perintah kepada
otot-otot
tertentu.
Dalam
keadaan
demikian
otot-otot
tersebut bergerak tanpa dapat

EPIDEMIOLOGI
Penyebab Kematian paling sering dinegara berkembang.
Angka kematian 10 % - 20 %.
India 25.228 (2010) bunuh diri menggunakan pestisida.
American Association of Poison Control Center Amerika
Serikat (2013) terjadi 2354 paparan organofosfat.

MEKANISME KERJA ORGANOFOSFAT PADA TUBUH

Organofosfat
Menghambat
aksi
pseudokholinesterase
dalam
plasma
dan
kholinesterase dalam sel
darah merah juga pada
sinapsisnya.
Enzim
tersebut secara normal
menghidrolisis asetylcholin
menjadi asetat dan kholin

Saat enzim dihambat


jumlah asetylkholin
meningkat
Berikatan dengan
reseptor muskarinik
dan nikotinik pada
system saraf pusat dan
perifer
Timbulnya gejala
keracunan

GEJALA KERACUNAN OBAT


Efek

Gejala

1. Muskarinik

Salivasi, lacrimasi, urinasi dan diare (SLUD)


Kejang perut
Nausea dan vomitus
Bradicardia
Miosis
Berkeringat

2. Nikotinik

Pegal-pegal
Tremor
Paralysis
Dyspnea
Tachicardia

3. Sistem saraf pusat

Bingung, gelisah, insomnia


Sakit kepala, emosi tidak stabil
Bicara terbata-bata
Kelemahan umum konvulsi
Depresi respirasi
dan gangguan jantung, Koma

Penatalaksanaan
Keracunan Organofosfat

Dasar Hukum Yang Berkaitan Dengan Toksikologi


KUHP pasal 202 205
Pasal 202
1.memasukkan barang sesuatu keperlengkapan air minum untuk
umum atau untuk dipakai oleh atau bersama-sama dengan orang
lain berbahaya bagi nyawa atau kesehatan orang
2.perbuatan itu mengakibatkan orang mati

Pasal 203
1.kesalahannya (kealpaannya) barang sesuatu dimasukkan ke
sumber air untuk dipakai umum, atau bersama-sama dengan
orang lain, berbahaya bagi nyawa atau kesehatan orang
2.Perbuatan itu mengakibatkan orang mati

Pasal 204
1.Menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan
barang membahayakan nyawa atau kesehatan orang, padahal
sifat; berhahaya itu tidak diberi tahu.
2.Jika perbuatan itu mengakihatkan orang mati

Pasal 205
1. kesalahannya (kealpaannya) barang-barang yang berbahaya bagi
nyawa atau kesehatan orang, dijual, diserahkan atau di bagi-bagikan
tanpa diketahui sifat berbahayanya oleh yang membeli atau yang
memperoleh
2.perbuatan diatas mengakibatkan orang mati
3.Barang-barang itu dapat disita (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,
2010).

PENUTUP
Kesimpulan
Organofosfat adalah insektisida yang paling toksik diantara jenis pestisida lainnya
dan sering menyebabkan keracunan pada orang, bahkan menyebabkan kematian
Saran
Perlunya adanya suatu pengenalan ke masyarakat tentang kasus keracunan
organofosfat oleh pada dokter yang memiliki bekal pengetahuan sehingg aangka
kejadian keracunan organofosfat dapat ditekan seminimal mungkin dengan cara
pencegahan yang tepat.

Contoh Kasus Keracunan Organofosfat


CIREBON-Bunuh diri massal melibatkan satu keluarga dengan dua
tempat kejadian perkara ini, tergolong nekat dan tragis. Aksi bunuh
diri ini dilakukan dengan cara menenggak racun serangga, Jumat
28/2). Akhirnya, tim kepolisian bekerja secara koordinatif, dan
menemukan sedikitnya 16 barang bukti dalam kasus bunuh diri
sekeluarga dari Cirebon dan Pekalongan. Barang bukti itu diambil
dari kamar hotel tempat keluarga itu ditemukan meninggal, Jumat
(7/3), hasil uji laboratorium forensik diketahui serbuk putih yang
ditemukan merupakan bubuk pembersih lantai.

http://www.radarcirebon.com/ditemukan-16-barang-bukti-bunuh-diri-massal-motif-terlilit-hutang.html

TERIMA KASIH