Anda di halaman 1dari 36

PEMBAHASAN

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
LAPORAN KASUS
PEMBAHASAN

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
BRONKIEKTASIS

Dilatasi +
Distorsi
BRONKUS

KRONIK
IRREVERSIBL
E

30%-60% penderita TB Bronkiektasis


Riwayat bronkiektasis pertama kali dikemukakan oleh Rene
Theophile Hyacinthe Laennec pada tahun 1819 pada
pasien dengan flegmon supuratif.
Riwayat bronkiektasis pertama kali dikemukakan oleh Rene
Theophile Hyacinthe Laennec pada tahun 1819 pada
pasien dengan flegmon supuratif.

TINJAUAN
PUSTAKA

DEFINISI
BRONKIEKTASIS

Dilatasi +
Distorsi
BRONKUS

KRONIK
IRREVERSIBL
E

ETIOLOGI
INFEKSI PRIMER

OBSTRUKSI
BRONKIAL

Mycrobacterium
tuberkolosis
Klebisella species
Mycoplasma pneumonia
dll

ASPIRASI

FIBROSIS KISTIK

KONGENITAL

Williams-campbell
syndrome
Mounier kuhn syndrome
Yellow nail syndrome

PATOFISIOLGI

TINJAUAN
PUSTAKA KLINIS
MANIFESTASI
GEJALA
Batuk kronis dengan dahak mukoid - purulen
dahak banyak di pagi hari
Sesak napas, nyeri dada,.
Lemah serta berat badan menurun.

TANDA
Pada pemeriksaan fisik akan terdapat rongki
basah sedang sampai kasar pada daerah yang
terkena dan biasanya menetap pada
pemeriksaan yang berulang.

TINJAUAN PUSTAKA
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
LABORATORIUM
Darah Lengkap lukositosis
Pemeriksaan sputum
Kultur dahak dan tes sensitivitas

RADIOLOGI
Rontgen thorax ring shadow, tramline
shadow, tubular shadow,
Bronkografi
CT-scan dilatasi bronkus dan penebalan
dinding bronkus

DIAGNOSIS BANDING

bronkitis kronis,

tuberculosis
paru,

abses paru,

penyakit paru
lain yang
menyebabkan
hemoptisis,
seperti
karsinoma paru,
adenoma paru
dan lain-lain.

PENATALAKSANAAN

KOMPLIKASI
Bronkitis Kronis
Pneumonia dengan atau tanpa
atelektasis
Pleuritis
Efusi Pleura
Abses Paru
Hemoptisis
Kor Pulmonal kronik
Gagal napas

PROGNOSIS

Tergantung pada
berat ringannya,
serta luas
penyebaran penyakit
saat pasien berobat
pertama kali

LAPORAN
KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama

:DNJ

Umur

67

tahun

Kelamin

Agama

: Hindu

Pekerjaan

Pendidikan

: SMP

Alamat

: Dukuh, pejeng

Suku

/ Bangsa

Status
No.

perempuan

IRT

: Bali / Indonesia

perkawinan

RM

: Sudah menikah

513771

ANAMNESIS

Keluhan Utama : Sesak Nafas


Sesak

sejak 1 minggu yang lalu, memberat


2 jam SMRS

Sesak

dikatakan seperti tertindih benda


berat, sehingga pasien susah bernafas

Sesak

dikatakan sepanjang hari, dan tidak


berkurang walaupun dengan perubahan
posisi

Sesak

berkurang dengan beristirahat


Awalnya pasien mengeluh batuk-batuk sejak
1 bulan yang lalu, dengan dahak, darah
negatif

ANAMNESIS
Dahak

dikatakan banyak 1 gelas


terutama di pagi hari, tp tanpa sesak

Sesak

mulai muncul sejak 1 minggu yang


lalu namun hilang timbul

Sesak

memberat sejak 2 jam SMRS dan


tidak membaik dengan beristirahat.

Keluhan

lain: Nafsu makan berkurang,


tidur tertanggu

BAB

& BAK dikatakan normal

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Pasien

memiliki riwayat infeksi TB 2


tahun yang lalu

Riwayat

OAT tuntas, dan dinyatakan


sembuh 1,5 tahun yang lalu

Setelah

pengobatan, pasien tidak


pernah mengeluhkan sesak nafas

Riwayat

penyakit DM, HT, Asma,


Jantung
dan
penyakit
sistemik
lainnya disangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Saat ini anggota keluarga tidak ada yang


mengalami atau memiliki keluhan serupa seperti
pasien. Riwayat asma, TB, kencing manis, tekanan
darah tinggi dan penyakit kronis lainnya disangkal.

RIWAYAT SOSIAL
Pasien

merupakan seorang ibu


rumah tangga, pasien dalam satu
rumah bersama suami dan 3 orang
anaknya. Riwayat merokok dan
minum-minuman keras disangkal
pasien. Sehari-hari pasien makan
teratur 3 kali sehari. karena keluhan
ini pasien mengatakan nafsu makan
nya berkurang. Pasien mengatakan
jarang
berolahraga
dan
hanya
tinggal di rumah

PEMERIKSAAN FISIK
KU:

Kesan sakit sedang

Kesadaran
GCS

: E4 V5 M 6

Tekanan
Nadi

: Compos Mentis

Darah: 130/70 mmHg

: 130 x/m, regular

Frekuensi

nafas: 32 x/m

Temperature
Tinggi

: 36 C

Badan : 165 cm

Berat

Badan : 55 kg

BMI

: 20.2 kg/m2

STATUS GENERAL
Mata : Anemia +/+, ikterus -/-, cekung -/-, RP + isokor
THT

: kesan tenang

Leher : JVP 0 cmH2O, kelenjar tiroid, pembesaran kelenjar


(-)
Thorax :
Pulmo
Inspeksi : simetris saat statis dan dinamis
Palpasi : FV N/N
Perkusi : sonor / sonor
Auskultasi: Vesikuler +/+, Rhonki+/+, Wheezing -/Cor
Inspeksi : iktus cordis tidak terlihat
Palpasi : iktus cordis teraba di ICS 6 MCL S, Thrill (-)
Perkusi: batas atas SL ICS 2 S; batas kiri MCL ICS 6 S;
batas kanan, PSL ICS 6 D; pinggang jantung SL ICS 3 S
Auskultasi: S1S2 tunggal egular, murmur (-) ektrasistol

(-)

STATUS GENERAL

Abdomen

Inspeksi : Distensi (-)


Auskultasi : Bising Usus (+) Normal
Perkusi : Timpani
Palpasi : Nyeri tekan epigastrium(-),
hepar lien

Ekstremitas :

Hangat

tidak teraba

Edema

PEMERIKSAAN LAB
Darah Lengkap
Par

Hasil

Unit

Rem

WBC

12,8

103/L

HCT
HGB

36,8
10,9

%
g/dL

L
L

MCV

82,8

fL

MCH

25,2

pg

PLT

1620

103/L

Nilai
Normal
4,0010,00
40 52
13,2
17,3
84,0
96,0
28,0
34,0
150 440

PEMERIKSAAN LAB
Kimia Darah
Tes

Hasil

Satuan

Rentang
Nilai

Keterang
an

BUN

105

Mg/dl

18-55

SC

1,3

Mg/dl

0,7-1,2

GDA

134

Mg/dl

< 150

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Kesan :
Infected Bronchiectasis
Kardiomegali
Susp proses spesifik lama

Keterangan :
Mediastinum : tidak melebar,
trakea tampak deviasi ke kanan
Pulmo : corakan vaskuler
meningkat, hilus normal, tidak ada
pelebaran sela iga, terdapat
gambaran cincin-cincin radiolusen
menyerupai sarang tawon
(honeycombs appearance) pada
bagian parahilar dan parakardial
dextra sinistra dengan infiltrat,
tampak garis fibrotik di bagian
parakardial dextra .
Cor : Ukuran, bentuk membesar
CTR 57 %, pinggang jantung
terlihat, apex jantung dalam batas
normal
Aorta tidak tampak elongasi dan
dilatasi
Sinus kostofrenikus dextra sinistra

DIAGNOSIS
Infected
Post

TB

Bronkiektasis

USULAN PEMERIKSAAN
Bronkografi
CT
Tes

scan thorax
Sputum BTA

Kultur

sputum tes sensitivitas

PENATALAKSANAAN

MRS

Oksigen 2 liter per menit

IVFD Nacl 0,9% + Aminophilin amp 20


tpm

Metil Prednisolon 2x amp

Cefotaxime 3x1amp

Pranza 1x1amp

Vestein 3xCI

Nebul Combivent @8 jam

PEMBAHASAN

teori

KASUS

Gejala

Batuk kronis dengan


dahak purulen.

Sesak
demam.

napas

dan

Lemah
serta
badan menurun

berat

Riwayat infeksi primer


yang disebabkan oleh
TB

Pasien mengeluhkan
sesak dan batuk
dengan dahak kental
berwarna putih
hingga kekuningan,
terasa banyak pada
pagi hari
Pasien juga memiliki
riwayat terinfeksi TB
2 tahun yang lalu

teori

Peningkatan frekuensi
nafas/sesak ditemukan
pada 72% pasien. biasanya
terjadi pada bronkiektasis
luas.

Pada pemeriksaan fisik akan


terdapat ronki basah
sedang sampai kasar pada
daerah yang terkena dan
biasanya menetap pada
pemeriksaan yang
berulang.

KASUS

Pada pasien
ditemukan frekuensi
nafas yang
meningkat 32x/mnt
Pada pemeriksaan
fisik ditemukan
adanya suara ronki
pada kedua lapang
paru

teori

Pemeriksaan
laboratorium terkadang
tidak menunjukkan tanda
yang khas dari
bronkiektasis. Pada
bronkiektasis yang
ringan, pada
pemeriksaan darah tidak
menunjukkan tanda yang
spesifik, kecuali
ditemukan adanya
anemia akibat dari infeksi
kronis, dan leukositosis
yang menunjukkan
adanya infeksi supuratif.

KASUS

Berdasarkan hasil
laboratorium,
didapatkan
leukositosis yang
menunjukan adanya
tanda-tanda
terjadinya infeksi
bakteri pada pasien.

teori

Pemeriksaan radiologis
akan sangat berguna
dan akan menunjukkan
tanda yang lebih spesifik
pada penderita
bronkiektasis. Pada
gambaran foto polos
akan menunjukkan
adanya adanya kistakista kecil dengan
infiltrate, mirip seperti
gambaran sarang tawon
atau disebut honeycomb
appearance.

KASUS

Berdasarkan hasil
foto rontgen thorax
PA pada pasien
ditemukan adanya
gambaran
honeycombs
appearance pada
paru kanan disertai
dengan adanya
infiltrate

teori

Prinsip terapi bronkiektasis


terdiri dari menghilangkan
infeksi sekunder, terapi
simtomatik dan drainase
sekret.

KIE pasien agar terhindar


dari paparan udara yang
tercemar dan asap rokok
untuk mencegah
rangsangan pada bronkus

KASUS

Penatalaksanaan
pada pasien ini,
berupa pemberian
oksigen 2 lpm,
cairan kristaloid
intravena,
aminophilin, metal
prednisolon,
cefotaxime, vestein,
pantoprazole, dan
nebulizer combivent

THANK YOU
Sesi diskusi