Anda di halaman 1dari 37

PENYAKIT JANTUNG

HIPERTENSI
PEMBIMBING :
Dr. Pontjo Yunarko,
Sp.PD
Disusun Oleh :
Fauziah

PENDAHULUAN
Prevalensi 5-10 %
Hipertensi primer (hipertensi
esensial / idiopatik) 85-90%
Hipertensi sekunder
( gangguan fungsi hormon &
fungsi ginjal) 6 %
Komplikasi = kematian dini
Komplikasi dapat berupa
stroke 40-90% dengan
hipertensi sebelumnya
(arteriosklerosis),gagal ginjal,
gangguan retina mata.

Category

Systolic BP,
mm Hg

Diastolic BP,
mm Hg

Optimal

<120

<80

Prehypertensi
on

120-139

80-89

Stage I

140-159

90-99

Stage II

>160

>100

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tn. E
Umur
: 56 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat
: Jln. Mesuji no. 42
Status Perkawinan : Menikah
Tanggal masuk : 16 Maret 2015
No. Reg
: 29xxxx

ANAMNESIS
Alloanamnesis, tanggal 18 Maret 2015 pukul 06.45 WIB
Keluhan utama : Sesak
Keluhan tambahan : Tenguk (leher bagian belakang) terasa
kaku
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang ke RS dengan keluhan sesak sejak
2 bulan yang lalu, terus menerus dan memberat 2
hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak dirasakan bila
melakukan aktivitas seperti berjalan dan naik tangga,
selain itu pasien juga mengatakan lebih mudah lelah
saat berjalan kaki jarak dekat dan saat aktivitas
sehari-hari. Sesak dirasakan memberat bila berbaring
dan pasien lebih nyaman tidur dengan menggunakan
3 bantal. Sesak tidak dipengaruhi oleh cuaca

Pasien juga merasakan


sakit di seluruh bagian
kepala yang semakin
sering 2 minggu ini
disertai sakit dan kaku
di leher bagian
belakang dan rasa
berdebar-debar. Pasien
juga mengatakan 7
hari ini pandangan
mata sedikit kabur yang
terus menerus, Nyeri
dada (-), batuk kering
(-), demam (-), mimisan
(-), mual (-), muntah (-),
nyeri ulu hati (-).

Pasien juga
mengeluh kedua
kakinya terasa
semakin membesar
7 hari ini, kadang
mengempis sendiri.
Lalu paha bagian
kanan terasa panas
dan membengkak
sudah 10 hari.
Terasa panas dan
nyeri bila disentuh

Riwayat penyakit dahulu


Pasien mempunyai riwayat darah tinggi sejak tahun
1999. diabetes melitus tipe 2 sejak 7 tahun yang lalu
namun tidak rajin kontrol untuk pengobatan diabetesnya.
Pasien tidak memiliki riwayat asma. Tidak ada riwayat
stroke, gagal ginjal.
3 bulan lalu mengalami keluhan serupa dan dirawat 10
hari di rs karena sesak.
Riwayat pengobatan
Pasien mengkonsumsi obat kencing manis metmormin
(obat sisa dibawa oleh keluarga pasien).
Riwayat penyakit keluarga
riwayat hipertensi, diabetes, asma dan alergi

Riwayat pribadi dan sosial


Merokok 20 tahun
Tidak meminum-minuman beralkohol
Pola makan tidak teratur
Sangat menyukai makanan
bersantan dan jeroan
Jarang berolah raga

Riwayat alergi obat


Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK
A.Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
Keadaan gizi : obesitas 1 (IMT = 26,5)
Tinggi badan : 168 cm
Berat badan
: 75 kg
Tanda vital :
TD
: 150/90 mmHg
Nadi : 68 x/menit, ireguler
Suhu : 36,40 C
Respirasi : 30 x/menit

PEMERIKSAAN FISIK
B.Pemeriksaan Khusus
. Kepala : Normocephal, rambut hitam,
distribusi merata, tidak mudah dicabut.
. Mata :
Edema palpebra -/conjungtiva anemis -/sklera ikterik -/pupil bulat isokor +/+
refleks cahaya langsung dan tidak
langsung +/+
katarak -/-

Telinga : Bentuk normal, simetris, nyeri


tekan mastoid (-)
Hidung : napas cuping hidung (-), sekret (-),
epistaksis (-)
Mulut : sianosis (-), gusi berdarah (-)
Tenggorokan : Tonsil membesar (-), pharing
hiperemis (-)
Leher :
JVP tidak meningkat, trakea
ditengah, pembesaran KGB (-)/(-)

Thorak
Pulmo :
I : Normochest, retraksi -/-, kelainan bentuk dada (-), deformitas (-)
P : Massa (-), nyeri tekan (-), Taktil fremitus sinistra = dextra
P : Sonor pada kedua lapangan paru. Batas paru hati pada linea
midclvavicula dextra ICS VI
A : Suara dasar vesikuler, Ronkhi -/-, Wheezing -/-

Cor :
I : tidak tampak ictus cordis
P : ictus cordis kuat angkat
P : batas kiri atas : ics II Linea Para Sternalis Sinistra
batas kanan atas : ics II Linea Para Sternalis Dextra
batas kiri bawah : ics V 1 cm medial Linea Medio

Clavicularis Sinistra
batas kanan bawah : ics V Linea Para Sternalis Dextra
pinggang jantung : ics IV Linea Para Sternalis Sinistra (batas
jantung terkesan membesar)
A : BJ I-II ireguler, murni, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
I : datar, simetris
P : Datar, supel, BU (+) normal,
turgor < 2 detik,Nyeri tekan (-)
Hepar dan lien tidak teraba
membesar. Ginjal : ballotemen (-),
nyeri ketok costovertebrae (-)
P : timpani, Shifting dullness (-)
A : bunyi usus (+), normal

Ekstremitas :
Atas
Akral : hangat
Edema : (-/-)
Sianosis : (-/-)
kekuatan motorik : normal

Bawah
Akral : hangat
Edema : (+/+)
Sianosis : (-/-)
kekuatan motorik : normal

Diagnosa Kerja

Hipertensi grade
I
Atrial fibrilasi
Hypertensi Heart
Disease
(Penyakit
Jantung
Hipertensi)
Diabetes mellitus
tipe 2

PLANNING
Lab darah(DL,
UR/CR, OT/PT, BSS)
Ro thorax
Ekg
echocardoigraphy

Pemeriksaan Penunjang
tgl 17 03 2015

Pemeriksaan

17/03/2015

Nilai Rujukan

Darah rutin

Hemoglobin

12,7

14-16 g/dl

Hematokrit

39

37-47 %

Leukosit

13.800

5000-11000/L

Trombosit

236000

150.000-400.000/L

Kimia Darah

Ureum

31

10 -50 mg/Dl

Kreatinin

1,0

0.5 1.3 mg/dL

Glukosa Sewaktu

105

120-140 mg/dL

SGOT

26

<35

SGPT

70

<45

COR : Membesar (CTR 65%), membesar ke kiri


Aorta : Melebar, dan Elangosi
Vena pulmonalis dan arteri pulmonalis tidak melebar
Sinus dan Diafragma : sinus costofrenikus kanan ldan kiri
lancip, diafragma permukaan licin, kanan lebih tinggi dari kiri
Paru - paru :
Kanan
Hilus pada paru kanan tampak tidak menebal /
melebar
Corakan vaskular paru kanan tampak tidak bertambah
/ berkurang
Tidak tampak adanya infiltrat di lapang paru kanan,
kalsifikasi (-)
Kiri
Hilus pada paru kiri tampak tidak menebal / melebar
Corakan vaskular paru kiri tampak tidak bertambah /
berkurang
Tidak tampak adanya infiltrat di lapang paru kanan,
kalsifikasi (-)
Trakea ditengah, kedua mediastinum superior tidak
melebar
Tulang dan soft tissue
Tulang costae, clavicula, vertebra terlihat normal
Tidak nampak adanya massa yg berlebih pd soft tissue.
Kesan : Kardimegali dan Hipertensi Heart Disease

Gambaran
radiologis

Hasil ekg TGL


16/05/2015: af sinus
50-150, lvh, pvc
20/05/2015: sinus

Penatalaksanaan:
Mengacu pada JNC VII 2003 ESH/ESC
2003
Pengelolaan lipid agresif dan aspirin
(gived)
Pasien hipertensi pasca infark
jantung
1. Penyekat
2. Penghambat ACE
3. Anti aldosteron

Terapi non farmakologis


.1. Makanan /Diet terapi untuk hipertensi
Vegetarian diet, tinggi serat diet , menggunakan gula
sukrosa,mengurangi garam dan sodium, sayuran dan
rempah rempah :Celery (Apium graveolens) Garlic (Allium
sativum Onion (Allium cepa). Tomato (Lycopersicon
lycopersicum) Broccoli (Brassica oleracea) Carrot (Daucus
carota).
2. Menghentikan merokok
3. Mengurangi makanan tinggi garam dan penyedap rasa,
4. Rajin berolah raga,
5. Mengurangi makanan tinggi lemak,
6. Memperbanyak sayuran dan buah terutama yang mengandung
tinggi kalium seperti kurma, labu.
7. Menghindari stress dengan banyak senyum,


1.
2.
3.

Hipertensi dengan PJK


Pengobatan diuretik
Penyekat
Penghambat kalsium

.
1.
2.
3.
4.

Pasien hipertensi dengan gangguan fungsi vent


Pengobatan diuretik
Penghambat ACE/ARB
Penyekat
Antagonis aldosteron

. Tahap gagal jantung


hipertensi
1. Diuretik
2. Penghambat ACE / ARB
3. Penghambat
4. Penghambat aldosteron

Penatalaksanaa
n

Non medikamentosa :
Bed rest
KIE
Diet

Medikamentosa :
IVFD : Infus Assering 15 tpm
Ondansetron 3x1
Furosemid 40 mg 2x1
Diovan 80mg 1x1
Propanolol 3x1
Digoxin 1x1
Nitral 0,5 1x1
Lantus 10U
Avidra 3x10U

1. Pengaturan Diet. Rendah


garam (3-6 gram/hari), diet
tinggi potassium, diet kaya
buah dan sayur mayor, diet
rendah kolesterol, tidak
konsumsi alkohol.
2. Penurunan Berat Badan.
Memperoleh dan
mempertahankan BMI <25
kg/m2

tanggal

Perjalanan penyakit

Instruksi dokter

18/03/2015

S:

P:

T : 130/90

Sesak Napas (+)

N : 68 x/i

Nyeri kepala (+), nyeri tengkuk IVFD Assering 15 tpm


IVFD : Infus Assering 15 tpm
(+), berdebar-debar (+), mata
Ondansetron 3x1
kabur (+), nyeri dada (-), sesak Diovan 80mg 1x1
Furosemid 40 mg 2x1
(-), batuk kering (-) mimisan (-),
Digoxin 1x1
demam (-), mual (-), muntah
Nitral 0,5 1x1
Lantus 10U
BAB :Biasa
Avidra 3x10U
BAK : lancar

P : 20 x/i
S : 36,8 C

Rencana periksa:

CM

Anemis (-), ikterus (-)

BP : vesikuler,
BT : Rh -/- , Wh -/-

BJ : I/II redup, ireguler . Gallop (-)

Peristaltik (+)kesan N,
Hepatomegali (-)
Splenomegali (-)
Ext : selulitis di paha kanan
mulai membaik, kulik kering

A:

Diet Rendah Lemak

Hasil lab GDS = 199

O:

HHD

GDS

19/08/2013

S:

T : 140/100

Sesak Napas (+)

N : 84 x/i

Nyeri kepala (+), nyeri tengkuk -

P : 18 x/i

P:

(+),

S : 36,5 C

berdebar-debar

IVFD Assering 15 tpm

(-),

mata O2 Nasal Kanul 2-4 L/menit


kabur (+), nyeri dada (-), sesak IVFD : Infus Assering 15 tpm
Ondansetron 3x1
(-), batuk kering (-) mimisan (-), Diovan 80mg 1x1
Furosemid 40 mg 2x1
demam (-), mual (-), muntah
Digoxin 1x1
BAB :Biasa
Nitral 0,5 1x1
Lantus 10U
BAK : lancar
Avidra 3x10U

O:

CM

Anemis (-), ikterus (-)

BP : vesikuler,
BT : Rh -/- , Wh -/-

BJ : I/II ireguler . Gallop (-)

Peristaltik (+)kesan N,
Hepatomegali (-)
Splenomegali (-)

Diet Rendah Lemak

Ext : selulitis di paha kanan


mulai membaik, kulik kering

A:

HHD

HT grade II

Hasil lab GDS = 385


Rencana periksa:
GDP/GD2PP

20/03/2015

S:

T : 130/90

Sesak Napas (-)

N : 57 x/i

Nyeri kepala (-), nyeri tengkuk IVFD Assering 15 tpm


IVFD : Infus Assering 15 tpm
(-), berdebar-debar (-), mata
Ondansetron 3x1
kabur (+), nyeri dada (-), sesak Diovan 80mg 1x1
Furosemid 40 mg 2x1
(-), batuk kering (-) mimisan (-),
Digoxin 1x1
demam (-), mual (-), muntah
Nitral 0,5 1x1
Lantus 10U
BAB :Biasa
Avidra 3x10U
BAK : lancar

P : 22 x/i
S : 36,5 C

P:

O:

Diet Rendah Lemak

Hasil lab GDP/GD2PP = 210/233

CM

Anemis (-), ikterus (-)

BP : vesikuler,
BT : Rh -/- , Wh -/-

BJ : I/II ireguler . Gallop (-)

Peristaltik (+)kesan N,
Hepatomegali (-)
Splenomegali (-)

Ext : selulitis di paha kanan


mulai membaik, kulit kering

A:

HHD

HT grade II

DM tipe 2

Rencana periksa:
GDP/GD2PP, ekg ulang

21/03/2015

S:

T : 140/100

Sesak Napas (-)

N : 56 x/I

Nyeri kepala (-), nyeri tengkuk IVFD Assering 15 tpm


IVFD : Infus Assering 15 tpm
(-), berdebar-debar (-), mata
Ondansetron 3x1
kabur (+), nyeri dada (-), sesak Diovan 80mg 1x1
Furosemid 40 mg 2x1
(-), batuk kering (-) mimisan (-),
Digoxin 1x1
demam (-), mual (-), muntah
Nitral 0,5 1x1
Lantus 10U
BAB :Biasa
Avidra 3x10U
BAK : lancar

P : 18 x/i
S : 36,7 C

P:

ekg :sinus 75x/mnt, pvc

CM

Anemis (-), ikterus (-)

BP : vesikuler,
BT : Rh -/- , Wh -/-

BJ : I/II ireguler . Gallop (-)

Peristaltik (+)kesan N,
Hepatomegali (-)
Splenomegali (-)
Ext : selulitis di paha kanan
mulai membaik, kulik kering

A:

Diet Rendah Lemak

Hasil lab GDP/GD2PP = 33/101, hasil

O:

HHD

Rencana periksa:
GDP/GD2PP

22/03/2015

S:

T : 140/100

Sesak Napas (-)

N : 56 x/I

Nyeri kepala (-), nyeri tengkuk IVFD Assering 15 tpm


Ondansetron 3x1
(-), berdebar-debar (-), mata
Diovan 80mg 1x1
kabur (+), nyeri dada (-), sesak Furosemid 40 mg 2x1
Digoxin 1x1
(-), batuk kering (-) mimisan (-),
Nitral 0,5 1x1
demam (-), mual (-), muntah
Lantus 10U
Avidra 3x10U
BAB :Biasa

BAK : lancar
Hasil lab GDP/GD2PP = 155/89

P : 18 x/i
S : 36,7 C

P:

CM

Anemis (-), ikterus (-)

BP : vesikuler,
BT : Rh -/- , Wh -/-

BJ : I/II ireguler . Gallop (-)

Peristaltik (+)kesan N,
Hepatomegali (-)
Splenomegali (-)
Ext : selulitis di paha kanan
mulai membaik, kulik kering

A:

Diet Rendah Lemak

Pasien boleh pulang

O:

HHD

TERIMA KASIH

Left
ventricle
hyperthroph
y (LVH)
Aritmia
jantung
Penyakit
jantung
koroner
Penyakit
jantung
kronis

Definisi
Hipertensi heart disease (HHD) adalah
istilah yang diterapkan untuk
menyebutkan penyakit jantung secara
keseluruhan.

Disebabkan kerana peningkatan tekanan


darah, baik secara langsung maupun tidak
langsung.

Etiologi
Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang
tidak diketahuipenyebabnya.
Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh
penyakit lain.

Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita


hipertensi, sedangkan 10 %sisanya disebabkan oleh hipertensi
sekunder. Meskipun hipertensi primer belum diketahuidengan
pasti penyebabnya. Pada umunya hipertensi tidak mempunyai
penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon
peningkatan cardiac output atau peningkatan tekananperifer.

TD secara
sistemik

resistensi
terhadap
pemompaan
darah dari
ventrikel kiri

sehingga beban jantung


bertambah dan terjadi hipertrofi
ventrikel kiri
Hipertropi ventrikel kiri merupakan
kompensasi jantung menghadapi
tekanan darah tinggi ditambah
dengan faktor neurohormonal yg
ditandai oleh penebalan otot jantung
( hipertropi
).
Ketebalan konsentrik
dinding yang
bertambah, fungsi
ruang yang memburuk,
dan dilatasi ruang
jantung

HHD

Gejala dan Tanda

Pada tahap awal, seperti


hipertensi pada umumnya
kebanyakan pasien tidak ada
keluhan. Tapi bila
simptomatik, biasanya
disebabkan oleh :

Peningkatan tekanan darah itu


sendiri, seperti berdebar, rasa
melayang ( dizzy ).

Penyakit jantung / vascular hipertensi seperti


cepat capek, sesak nafas, sakit dada, bengkak
kedua kaki atau perut.
Gangguan vascular lainnya seperti epistaksis, hematuria,
pandangan kabur karena perdarahan retina dan transient
iskemi serebral

Pemeriksaan fisis
Keadaan umum dinilai memperhatikan
keadaan
murmur diastolik akibat
regurgitasi aorta,
khusus, seperti :
cushing,
s4 ( gallop atrial/ presistolik) akibat peninggian tek atrium
feokromositoma,
kiri,
unproporsional tubuh atas & bawah pada koarktasio aorta,

S3(gallop ventrikel / protodiastolik ) ditemukan bila tek


pengukuran tekanan darah
tangan
kirikiri
& kanan
akhir di
diastolik
vent
meningkat akibat dilatasi vent kiri,

saat tidur & berdiri,

s3 & s4 bersama = summation gallop ,

funduskopi (klasifikasi keith wagener-barker)


prognosis,

paru ( ronkhi basah/kering),

palpasi & auskultasi arteri karotis (u/ stenosis /


oklusi),
Px perut (aneurisma,pembesaran hati, limpa, ginjal,
asites),

px jantung ( pembesaran jantung, HVK & tanda


tanda gagal jantung ), auskultasi bising kiri / kanan / umbilikus ( renal artery

stenosis), a radialis, femoralis, dorsalis teraba (musted),

impuls apeks prominen, bunyi jantung S2 karena


penutupan katup aorta,tek darah betis (min 1 x pada hipertensi < 30 tahun)

Px penunjang
Lab awal :
1. Urinalisis (protein , n =0,5 gr/hari,
leukosit,eritrosit silinder) kelainan ginjal
2. hemoglobin / hematokrit (f/ ginjal)
3. Elektrolit darah = kalium n = 3,5-5,0
mEq/l kelainan aldosteron
4. Ureum / kreatinin n= 0,6-1,3 mg/dl (f/
ginjal)
5. gula darah puasa n= 70-110 mg/dl
6. elektrokardiografi ( HVK dini & spesifik
95-100%) dan strain

Jika keuangan tidak berkendala

TSH
Leukosit darah
Trigliserida, HDL, dan kolestrol LDL
Kalsium & fosfor
Foto toraks
Ekokardiografi (HVK dini & spesifik 95-100 %)

Normal

HLV

HLV

HLV

HLV

toraks

Indikasi echocardiografi pada


hipertensi sbb

1.
2.
3.
4.
5.

Konfirmasi gangguan jantung / murmur


Kelainan katup
Pada anak dan remaja
Aktivitas , normal saat istirahat
Sesak nafas ( gangguan fungsi sistolik /
diastolik)
Ekokardiografi doppler dapat dipakai
untuk menilai f/ diastolik (fungsi
relaksasi vent kiri, pseudo normal/
hiperestriktif

Pengobatan ditujukan untuk


menurunkan tekanan darah
menjadi normal, mengobati payah
jantung karena hipertensi,
mengurangi morbiditas dan
mortalitas terhadap penyakit
kardiovaskular, dan menurunkan
faktor risiko terhadap penyakit
kardiovaskular semaksimal
mungkin

Untuk menurunkan tekanan darah


dapat ditinjau 3 faktor fisiologis
Memperbaiki
oksigenasi
dengan pemberian
yaitu,
menurunkan
isi cairan
oksigen dan menurunkan konsumsi O2 melalui
intravaskular dan Na darah
istirahat / pembatasan aktivitas.
dengan diuretik, menurunkan
aktivitas susunan saraf
simpatis
danotot
respons
Memperbaiki
kontraktilitas
jantung.
Mengatasi
keadaan yang terhadap
reversibel,
kardiovaskular
termasuk tiroktoksikosis, miksedema, dan
rangsangan adrenergik
aritmia.
dengan obat dari golongan
antisimpatis, dan menurunkan
tahanan perifer dengan obat
Menurunkan beban jantung
vasodilator
Menurunkan beban awal dengan diet

Menurunkan beban awal dengan diet


rendah garam, diuretik dan vasodilator