Anda di halaman 1dari 31

Referat

Penurunan Kesadaran
Albertus Berfan, s.Ked
Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih

Definisi
Kesadaran
Keadaan di mana seorang individu
sepenuhnya sadar akan diri dan
hubungannya dengan lingkungan sekitar

Penilaian kesadaran dapat terganggu


apabila terdapat keadaan-keadaan di
mana pasien sadar namun tidak dapat
merespons terhadap stimulus lingkungan

Definisi
Kesadaran

Kesadaran

= content dan arousal

Definisi
Penurunan Kesadaran
Keadaan

dimana seseorang sadar atau


tidak sadar dan tidak dapat merespons
stimulus
keadaan dimana awareness terhadap
diri sendiri dan lingkungannya tidak
ada sama sekali, bahkan walaupun
subjek diberikan rangsangan eksternal

Definisi
Penurunan Kesadaran

Merupakan

kegawatan neurologi
yang menjadi petunjuk kegagalan
fungsi integritas otak dan sebagai
hasil akhir dari gagal organ

Fisiologi
Kesadaran

Formasio

retikularis dan korteks


serebri merupakan pusat kesadaran
manusia

Fisiologi
Kesadaran

Terdapat suatu daerah tambahan pada


formasio retikularis yang terletak di
bagian rostral batang otak, yang bila di
rangsang akan menimbulkan aktivitas
umum yang nonspesifik pada korteks
serebri, disebut sebagai Sistem Aktivasi
Retikuler Asendens (ARAS)

Fisiologi
Kesadaran

Tingkat

kesadaran manusia
merupakan refleksi dari tingkat
arousal dan gabungan fungsi kognitif
otak

Etiologi
Penurunan Kesadaran(gangguan metabolik)

Gangguan Metabolik

Fungsi dan metabolisme otak sangat


bergantung pada tercukupinya penyediaan
oksigen dan glukosa

Etiologi
Penurunan Kesadaran(gangguan metabolik)

Proses

gangguan metabolik
melibatkan batang otak dan kedua
hemisfer serebri

Etiologi
Penurunan Kesadaran(gangguan metabolik)

Ensefalopati
Ensefalopati

metabolik primer

metabolik sekunder

No

Penyebab
metabolik atau
sistemik
Elektrolit imbalans

Keterangan

Endokrin

Hipo-atau
hipernatremia,
hiperkalsemia, gagal ginjal dan gagal
hati.
Hipoglikemia, ketoasidosis diabetik

Vaskular

Ensefalopati hipertensif

Toksik

Nutrisi

Overdosis obat, gas karbonmonoksida


(CO)
Defisiensi vitamin B12

Gangguan metabolik

Asidosis laktat

Gagal organ

Uremia,
hepatik

hipoksemia,

ensefalopati

Etiologi
Penurunan Kesadaran(gangguan
stuktur intrakranial)

Penurunan kesadaran akibat gangguan fungsi


atau lesi struktural formasio retikularis yang
terjadi di daerah mesensefalon dan
diensefalon disebut koma diensefalik.

Etiologi
Penurunan Kesadaran(gangguan
stuktur intrakranial)

Penurunan kesadaran akibat gangguan fungsi atau


lesi struktural formasio retikularis yang terjadi di
daerah mesensefalon dan diensefalon disebut koma
diensefalik.

lesi
supratentorial

lesi
infratentorial

Etiologi
Penurunan Kesadaran(lesi
supratentorik)

Lesi mengakibatkan kerusakan difus kedua hemisfer


serebri, sedangkan batang otak tetap normal.

Lesi struktural supratentorial (hemisfer).

Massa yang mengambil tempat di dalam kranium


(hemisfer serebri) mengakibatkan herniasi girus
singuli, herniasi transtentorial sentral dan herniasi
unkus.

Etiologi
Penurunan Kesadaran(lesi
Infratentorial)

lesi

di dalam batang otak

infratentorial

di luar batang otak

Etiologi
Penyebab Struktural pada Kasus Penurunan
Kesadaran
No

Penyebab struktural

Keterangan

Vaskular

Perdarahan
subarakhnoid,
batang kortikal bilateral

Infeksi

Abses, ensefalitis, meningitis

Neoplasma

Primer atau metastasis

Trauma

Hematoma, edema, kontusi hemoragik

Herniasi

Peningkatan tekanan
intrakranial

Herniasi
sentral,
herniasi singuli
Proses desak ruang

herniasi

infark

unkus,

Etiologi
Penurunan Kesadaran

Kedua

jenis penurunan kesadaran,


yaitu yang diakibatkan oleh lesi
supra atau infratentorial diensefalik
dan yang diakibatkan oleh lesi
bihemisferik difus, mempunyai
gambaran klinis yang berbeda

Menentukan penurunan
kesadaran secara kualitatif

Tingkat kesadaran yang paling tinggi adalah kompos


mentis yang berarti kesadaran normal, menyadari
seluruh asupan panca indera (aware atau awas) dan
bereaksi secara optimal terhadap seluruh rangsangan
dari luar maupun dari dalam

Menentukan penurunan
kesadaran secara kualitatif

Dapat terjadi secara akut maupun kronis

Secara akut: Clouding of consciousness


(somnolen) , delirium, Obtundation (apatis),
Stupor, Koma , Locked-in syndrome

Menentukan penurunan
kesadaran secara kualitatif

Secara Kronis: Dementia, Hypersomnia, Abulia,


Akinetic mutism , The minimally conscious state
(MCS) , Vegetative state (VS), Brain death

Menentukan penurunan
kesadaran secara kuantitatif
(GCS)
penglihatan (E):
E1 tidak membuka mata dengan rangsang nyeri
E2 membuka mata dengan rangsang nyeri
E3 membuka mata dengan rangsang suara
E4 membuka mata spontan
Motorik (M):
M1 tidak melakukan reaksi motorik dengan rangsang nyeri
M2 reaksi deserebrasi dengan rangsang nyeri
M3 reaksi dekortikasi dengan rangsang nyeri
M4 reaksi menghampiri rangsang nyeri tetapi tidak mencapaisasaran
M5 reaksi menghampiri rangsang nyeri tetapi mencapai sasaran
M6 reaksi motorik sesuai perintah
Verbal (V):
V1 tidak menimbulkan respon verbal dengan rangsang nyeri (none)
V2 respon mengerang dengan rangsang nyeri (sounds)
V3 respon kata dengan rangsang nyeri (words)
V4 bicara dengan kalimat tetapi disorientasi waktu dan tempat (confused)
V5 bicara dengan kalimat dengan orientasi baik (orientated)

Penegakan diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan

Fisik
Pemeriksaan Neurologi
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Fisik Neurologi


Pemeriksaan observasi umum neurologis
berupa:
Kemampuan

menelan, mengunyah,
membasahi bibir, menguap tidak ada
gangguan pada batang otak.
Adanya gerakan multifokal yang berulang
(mioklonik jerk) gangguan metabolik
Letak tungkai dan lengan: fleksi
(dekortikasi) gangguan hemisfer,
batang otak masih baik; ekstensi

Pemeriksaan Fisik Neurologi


Pemeriksaan pola pernafasan berupa:
Cheyne-Stokes (pernapasan apnea, kemudian
berangsur bertambah besar amplitudonya)
gangguan hemisfer dan atau batang otak
bagian atas
Kussmaul (pernapasan cepat dan dalam)
gangguan di tegmentum (antara
mesensephalon & pons)
Apneustik (inspirasi dalam diikuti penghentian
ekspirasi selama waktu yang lama)
gangguan di pons

Pemeriksaan Fisik Neurologi


Pemeriksaan pupil berupa:
Lesi di hemisfer kedua mata melihat ke samping ke
arah hemisfer yang terganggu. Besar dan bentuk pupil
normal. Refleks cahaya positif normal
Lesi di talamus kedua mata melihat ke hidung
(medial bawah), pupil kecil, reflekscahaya negatif.
lesi di pons kedua mata di tengah, gerakan bola
mata tidak ada, pupil kecil, reflekscahaya positif,
kadang terdapat ocular bobing.
lesi di serebellum kedua mata ditengah, besar,
bentuk pupil normal, refleks cahaya positif normal
gangguan N. oculomotorius pupil anisokor, refleks
cahaya negatif pada pupil yanglebar, ptosis

Pemeriksaan Fisik Neurologi


Pemeriksaan refleks sefalik berupa:
refleks pupil refleks cahaya , refleks konsensual,
refleks konvergensi bilaterganggu topisnya di
mesencephalon
doll's eye phenomenon = refleks okulosefalik bila
kepala penderita digerakkan kesamping maka bola
mata akan bergerak ke arah berlawanan.
refleks okuloauditorik bila dirangsang suara keras
penderita akan menutup mata gangguan di pons
refleks okulovestibular bila meatus autikus
eksteernus dirangsang air hangat akantimbul
nistagmus ke arah rangsangan gangguan di pons
refleks kornea gangguan di pons

Penatalaksanaan Penurunan
Kesadaran

Dengan

prinsip 5 B
(Breathing, Blood, Brain,
Bladder, Bowel)

Penatalaksanaan Penurunan
Kesadaran

Menurut

SEMENITE:
pada gangguan sirkulasi, pada
gangguan metabolik

Prognosis
Tergantung

kepada penyebab,
kecepatan serta ketepatan dari
pengobatan yang diberikan.
Sehingga

pemeriksaan dan
penegakan diagnosis pada kasus
penurunan kesadaran harus
dilakukan sesegera mungkin untuk
mencegah timbulnya kelainan yang
sifatnya ireversible.

Terima Kasih..

Anda mungkin juga menyukai