Anda di halaman 1dari 35

Obat-obat Anestesi

1. Bintang Lingkan Manurung11.2014.193


2. Lanny Ardianny

11.2014.341

3. Desak Putu Tri Artha Sari

11.2014.310

4. Nico Michael Muliawan 11.2014.211


5. Hensky Stallone Sitepu 11.2014.196

. Koass Anestesi RS. Bhakti Yudha .


periode 27 April 2015 16 Mei 2015

1.
2.
3.
4.

Pemberian obat sebelum induksi anestesi


dgn tujuan melancarkan induksi,
pemeliharaan dan pemulihan anestesia

Premedikasi
Anestesi Inhalasi
Anestesi Intravena
Obat Anestesi lokal

Premedikasi
mengurangi kecemasan
memberi ketenangan
mencegah muntah
memperlancar induksi
mengurangi sekresi kelenjar saluran nafas
Antikolinergik
Analgetik
Analgetik Opioid
Antiemetik
Golongan Sedativa & Transquilizer

CARA
Oral
Intravena
Intramuskular
Supositoria

MULA KERJA
1 2 jam
+ 2 5 menit
+ 30 60 menit
10 15 menit

MASA KERJA
6 8 jam
4 6 jam
4 8 jam

Obat-obat Premedikasi
Untuk meredakan kecemasan
Benzodiazepin

Antiansietas (sedasi, antikonvulsi, relaksasi otot)


Bekerja pada sistem limbik & amigdala (pusat rasa
takut, cemas, & depresi). Cara: kepekaan reseptor
GABA kanal Cl terbuka hiperpolarisasi sel tidak
dapat dieksitasi.
Absorbsi baik di GI, metabolisme di hepar, ekskresi
melalui ginjal dengan waktu paruh 12-24 jam.
Sistem kardiovaskular vasodilatasi sistemik ringan
dan menurunkan CO (tidak mempengaruhi HR).
Risiko depresi napas pada psien penyakit paru.

Diazepam
Efek puncak akan muncul dalam 4-8 menit IV.
Waktu paruh: 24 jam
Dosis obat IV: 0,1-0,2 mg/kgBB, IM: 0,2-0,25 mg/kgBB,
Per rektal: 0,75 mg/kgBB dan Per oral: 10-20 mg
Lorazepam
Onset kerja : 5-20 menit
Waktu paruh: sekitar 48 jam
Masa pemulihan dengan lorazapam 6x lebih lambat
dibandingkan midazolam. Lorazepam
direkomendasikan untuk sedasi jangka panjang

Midazolam
Onset kerja sekitar 30-60 detik
Efek puncak : 3-5 menit
Waktu eliminasi midazolam adalah sekitar 1-4 jam
Jika dibandingkan dengan diazepam, midazolam
memiliki onset kerja yang lebih cepat, efek amnesia
yang lebih besar, efek sedasi yang lebih kecil, serta
masa pemulihannya lebih cepat. Nyeri injeksi dan
thrombosis vena jauh lebih jarang ditemukan jika
dibandingkan dengan injeksi diazepam.
Fungsi mental kembali normal dalam 4 jam.
Dosis 0,05-0,1 mg/kgBB secara IV

2. Beta-bloker
Obat ini biasanya diberikan kepada pasien
yang mengalami manifestasi somatik
ansietas yang berlebihan, misalnya
takikardia.

Antiemetik
mengurangi insidensi mual muntah
pasca operasi
angka kejadian 20-30% pada pasien
yang mengalami anestesia umum

Antiemetik
Benzodiazepin.
Contoh: midazolam.
Cara:penghambatan
dopamin; efek
ansiolisis berperan
dalam antiemetik.
Angka kejadian mual
muntah pada pasien
pasca-operasi THT
dan strabismus
menurun dengan
diberikannya
midazolam.

Antagonis dopamin
(metoklopramid)
Dosis: 10 mg per IV.
Cara kerja: penghambatan
dopamin pada
Chemoreseptor Trigger Zone
(CTZ) medula
(meningkatkan ambang
rangsang CTZ dan
menurunkan sensitivitas)
Onset kerja: IV: 1-3 menit,
IM: 10-15 menit, Oral: 30-60
menit. Ekskresi oleh ginjal
dengan waktu paruh 5-6
jam.
Mempercepat pengosongan
lambung

Antiemetik
Antagonis serotonin 5-Hidroksitriptamin (5HT3)
Ondansetron
Serotonin 5-HT3 merangsang saraf vagus, menyampaikan
rangsangan ke CTZ dan pusat muntah sehingga terjadi
mual dan muntah.
mengatasi mual dan muntah yang hebat dan relatif aman
Dosis obat 4-8 mg per IV
Onset kerja: kurang dari 30 menit, biasa digunakan 1 jam
sebelum operasi. Efek puncak muncul bervariasi
Durasi kerja obat 12-24 jam
Dapat menyebabkan hipotensi, bradikardia,
bronkospasme dan sesak napas, konstipasi.

Antikolinergik
Atropin dan Hyoscine
obat gologan antagonis muskarinik
berfungsi dalam menghambat reseptor muskarinik
memberikan efek terhadap sistem saraf otonom berupa
efek parasimpatolitik.
Pada sistem kardiovaskular efek takikardia.
Pada sistem respirasi menghambat kelenjar liur dan
bronkial dan relaksasi otot bronkial.
Pada sistem gastrointestinal menurunkan tonus dan
peristaltik usus.
Otonom Efek penghambatan pada kelenjar keringat
half-life di plasma 2-3 jam , diekskresi sebagian diginjal.
Dosis 0,25-0,5 mg IV, 0,015 mg/kgbb IV.

Analgesia

Analgesia
Untuk mengurangi / menghilangkan nyeri. Obat
yang digunakan adalah opioid kuat.
memiliki efek depresi terutama pada sistem
susunan saraf pusat, respirasi dan gastrointestinal.
Tiga jenis obat yang digunakan: Morfin, Petidin,
Fentanyl
Petidin efek analgetik 1/10 morfin dan masa
kerjanya lebih singkat. Dosis 1-2 mg/kgbb I.V/I.M.
Fentanyl efek analgetik 100 kali morfin. Dosis
1-3 mcg/kgbb.

Reseptor

Efek

Agonist

Antagonist

Analgesik Opioid

Reseptor -1 (mu-1)

Reseptor -2 (mu-2)

Supra spinal analgesi

Hipoventilasi

Beta endorphin

Naloxon

Meptazinol

Pentazocine

Morphin

Nalbuphine

Meperidn

Agonis
AntagonisFentanyl Agonis
Bradikardia
(Mengaktifka
(tdk
antagonis
Ketergantungan fisik
Sufentanyl
n reseptor)Euphoria mengaktfkan
Alfentanyl
reseptor)
Ileus

Analgesik opioid digolongkan 3


kelompok :
Reseptor -Mrfoin
(delta)

-Nalokson Leukephalin
Analgesia spinal

-Papaveretum
Modulasi -Naltrekson
aktifitas
Mu
-Petidin
Reseptor
Reseptor -Fentanil
(kappa)
Analgesia spinal
Dynorphin
-Alfentanil Sedasi
Pentazocine
-Sufentanil Hipoventilasi
Butorphanol
-Remifentanil
Miosis
Nalbuphine
-Kodein
Nalorphine
- (sigma)
Reseptor Alfaprodin
Dysphoria
Pentazocine
Hipertonia
Takikardia
Tachypnea
Midriasis

Ketamin

-Pentasonin
Naloxon
-Nalbufin Metenkephalin
-Butarfanol
-buprenorfin
Naloxon

Naloxon

Morfin
Morfin : bentuk pertama agonis opioid dan
pembanding bagi opioid lainnya.
Pada manusia :
menghasilkan analgesi, euforia, sedasi, dan
mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi,
nausea, rasa hangat pada tubuh, rasa berat pada
ekstremitas, mulut kering, dan pruritus, terutama
di wilayah kulit sekitar hidung.
Morfin tidak menghilangkan penyebab nyeri,
tetapi meningkatkan ambang nyeri dan
mengubah persepsi berbahaya yang dialami
tidak sebagai nyeri.
Efek analgesia akan optimal apabila morfin
diberikan sebelum stimulus nyeri timbul

Anestesi Inhalasi
Obat anestesi inhalasi :
-Untuk pemeliharaan pada anestesi
umum,
-Induksi terutama pada anak-anak.
-Gas anestesi inhalasi : isofluran,
sevofluran dan desfluran,
-pada anak-anak: halotan dan
sevofluran paling sering dipakai.

Anestesi Inhalasi
Anestesia umum yang dilakukan
dengan jalan memberikan kombinasi
obat anestesia inhalasi yang berupa
gas dan atau cairan yang mudah
menguap melalui alat/mesin
anestesia langsung keudara inspirasi

Obat

Khasiat
hipnotik

Khasiat
analgetik

Khasiat
relaksasi otot

N2O

Halotan

++

Efluran

++

Isofluran

++

Sevofluran

++

desfluran

++

Keteragan: - = tidak ada kasiat


+ = kasiat ringan sampai
sedang
++= kasiat kuat

Kombinasi obat yang diatur, sebagai


berikut

N2O+Halotan/
N2O+isofluran/
N2O+desfluran/
N2O+enfluran/
N2O+sevofluran.

Teknik anestesi umum inhalasi


Inhalasi sungkup muka
Inhalasi pipa endotrakea (PET) nafas
spontan
Inhalasi pipa endotrakea (PET) nafas
kendali

Obat-obat anastetik
intravena

Khasiat anastesinya

Propofol
Triopenton

Hipnotik
Hipnotik

Diazepam
Deidrobenzperidol

Sedatif dan menurunkan


tonus otot
sedatif

Midazolam
Petidin
Ketamin HCL
Morfin
Fentanil /sufentanil

Sedatif
Analgetik
Analgetik
Analgetik
Analgetik

dan
dan
dan
dan

sedatif
hipnotik
sedatif
sedatif

Thank you and


see you

Anda mungkin juga menyukai