Anda di halaman 1dari 11

FISTULA hub patologis yg terjd

antara dua ruang / lebih


Macam-macam Fistula :
Berdasarkan letaknya :
1. Fistula Uretro vaginalis
2. Fistula vesiko vaginalis
3. Fistula vesiko serviko vaginalis
4. Fistula rekto vaginalis
5. Fistula uretero vaginalis

Fistula Uretro vaginalis


saluran abnormal yg menghubungkan VU dgn vagina
Fistula vesiko vaginalis
saluran abnormal yg menghubungkan rectum dgn
vagina
Fistula vesiko serviko vaginalis
saluran abnormal yg menghubungkan urethra dgn
vagina
Fistula rekto vaginalis
saluran abnormal yg menghubungkan ureter dgn
vagina
Fistula uretero vaginalis
saluran abnormal yg menghubungkan VU melalui
serviks dgn vagina

Etiologi :
Trauma persalinan :

Partus lama, trauma saat VE/Forcep,


trauma saat seksio sesarea, perforasi dan
kranioklasi, dekapitasi, sesarean
histerektomi.
Hal ini dapat terjd karena tekanan yg terlalu
lama pd jaringan jalan lahir sehingga
menimbulkan iskhemia dan kematian
jaringan di jalan lahir.

Operasi ginekologi :

Histerektomi abdominal dan vaginal, operasi


plastik pervaginam, operasi radikal untuk
karsinoma servisis uteri.
Hal ini dpt terjd karena kurang hati-hati dalam
membebaskan VU dari portio-vagina, gagal
mengenali VU saat melakukan hemostatis pd
puncak kandung kemih dgn jahitan, tdk
melakukan tes adanya cedera VU saat operasi,
terputarnya VU krn mioma yg besar /
endometriosis

Trauma radiasi pd pengobatan keganasan


Kesalahan prosedur urologi
Trauma sebab lain : kecelakaan lalu lintas

Pasien merasa urin menetes lewat vagina bau pesing


Mempunyai riwayat operasi, partus lama, tindakan
persalinan dan radiasi, dll
Fistula yang besar lebih mudah ditemukan dgn
perabaan/visualisasi atau dgn kateterisasi.
Akibat trauma obstetri timbul segera dan atau
beberapa lama stlh melahirkan.
Akibat tindakan operasi ginekologi baru timbul hari ke
5-14 pasca operasi
Dilakukan beberapa test antara lain : tes metilen biru ;
sistoskopi ; IVP

Perlu ketelitian, ketekunan dan kesabaran


Persiapan preporasi hrs semaksimal dan
sematang mungkin
Penentuan saat operasi sangat penting :
Untuk fistula yang kecil (vesiko vaginalis) :
pasang kateter melalui urethra drainase urin
selama 10 hari, dan diberi injeksi kortison
100mg/hr, setelah 10 hari kateter diangkat,
diharapkan fistula menutup sendiri, bila tidak
menutup dilakukan tindakan operasi

Tehnik operasi tergantung : lokasi, jumlah.


Pendekatan operasi :
- Transabdominal
- Transvaginal : disukai krn perdarahan
sedikit, keluhan minimal dan morbiditas
dan mortalitas rendah
- Kombinasi
Keberhasilan operasi tergantung banyak faktor
misalnya fistula yg besar blm tentu lbh sulit
daripada yg kecil.
Perawatan pasca operasi

Fistula kadang bisa menutup sendiri jika : sangat kecil,


bersih, tak terinfeksi dan keadaan umum pasien baik.
Keberhasilan operasi tak ditentukan oleh besarnya fistula,
tetapi lebih oleh karena : Fiksasi dgn jaringan sekitar,
luasnya sikatrik, kegagalan operasi sebelumnya.

Metode perbaikan fistula vesiko vaginalis :


- Elektrokoagulasi atau kauterisasi
- Prosedur vaginal
- Prosedur suprapubik, ekstraperitoneal, transvesikal,
transabdominal
- Transplantasi ureter pd sigmoid (jika tidak ada jalan lain)