Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

Retensi Urin
Disusun oleh :
I Gusti Ayu Dian Ratnasari, S.Ked
07700133

Pembimbing :
dr.DuriyantoOesman,Sp.B,FInaCS

Pendahuluan
Traktus urinarius bagian bawah memiliki
dua fungsi utama :
sebagai tempat untuk menampung
produksi urine
sebagai fungsi ekskresi

Definisi
Ketidakmampuan seseorang untuk
mengeluarkan urin yang terkumpul di
dalam buli-buli hingga kapasitas maksimal
buli-buli terlampaui

Anatomi Saluran Kemih

Ginjal
terletak di retroperitoneal diantara vertebra
Thoracalis 12 dan Lumbal 1 3
anatomis ginjal terbagi menjadi 2 bagian
yaitu korteks dan medula ginjal
cabang langsung dari aorta abdominalis,
sedangkan darah vena dialirkan melalui
vena renalis yang bermuara ke dalam vena
kava inferior dari arteri renalis yang
merupakan

Fungsi ginjal
(1)mengontrol sekresi hormon-hormon
aldosteron dan ADH (anti diuretic hormone)
dalam mengatur jumlah cairan tubuh,
(2) mengatur metabolisme ion kalsium dan
vitamin D,
(3) menghasilkan beberapa hormone, antara lain
: eritropoetin yang berperan dalam pembentukan
sel darah merah, rennin yang berperan dalam
mengatur tekanan darah, serta hormon
prostaglandin

URETER
Ureter adalah organ yang berbentuk
tabung kecil yang berfungsi mengalirkan
urine dari pielum ginjal ke dalam buli-buli

Tempattempatpenyempitanitu
antaralain:
Pada perbatasan antara pelvis renalis dan
ureter atau pelvi ureter-junction.
Tempat ureter menyilang arteri iliaka di
rongga pelvis.
Pada saat ureter masuk ke buli buli.

Fisiologi Saluran kemih


Mekanisme proses Miksi atau proses
berkemih ialah proses di mana kandung
kencing akan mengosongkan dirinya pada
waktu sudah penuh dengan urine.
dibagi 2 fase:
Pengisian urin
Pengaliran urin

Buli-buli
Buli buli adalah organ berongga yang terdiri
atas 3 lapis otot detrusor yang saling
beranyaman
Secaraanatomikbentukbulibuliterdiri
atas3permukaan, yaitu
Permukaan superior yang berbatasan dengan
rongga peritoneum
Dua permukaan inferiolateral
Permukaan posterior

kapasitas maksimal, yang volumenya


untuk orang dewasa kurang lebih adalah
300 450 ml; sedangkan kapasitas buli
buli pada anak menurut formula dari Koff
adalah:
Kapasitasbulibuli={Umur(tahun)+
2}x30ml

URETRA
Uretra merupakan tabung yang
menyalurkan urine ke luar dari buli buli
melalui proses miksi
anatomis uretra dibagi menjadi 2 bagian
yaitu uretra posterior dan uretra anterior
Uretra posterior pada pria terdiri atas uretra
pars prostatika yaitu bagian uretra yang
dilingkupi oleh kelenjar prostat, dan uretra
pars membranasea

Prostat
Prostat adalah organ genitalia pria yang
terletak di sebelah inferior buli-buli, di
depan rectum dan membungkus uretra
posterior
Prostat mendapatkan inervasi otonomik
simpatik dan parasimpatik dari pleksus
prostatikus

FISIOLOGI
Pada pengisian kandung kencing, distensi
yang timbul ditandai dengan adanya
aktivitas sensor regang pada dinding
kandung kencing
Inhibisi dari aktivitas motorik detrusor
memerlukan jaras yang utuh antara pusat
miksi pons dengan medula spinalis bagian
sakral

rangsangan untuk miksi timbul dari distensi


kandung kencing yang sinyalnya diperoleh
dari aferen yang bersifat sensitif terhadap
regangan
Pengosongan kandung kemih yang
lengkap tergantung adri refleks yang
menghambat aktifitas sfingter dan
mempertahankan kontraksi detrusor
selama miksi

RETENSIURIN
DEFINISI
Retensi urin adalah ketidakmampuan
untuk mengosongkan kandung kemih
pada pria karena pembesaran kelenjar
prostat
Seorang perempuan karena suatu kondisi
yang dinamakan cystocele

Etiologi Retensi Urin

Anti histamin untuk mengobati alergi :


Fexofenadine (Allegra)
Diphenhydramine (Benadryl)
Chlorpheniramine (Chlor-Trimeton)
Cetirizine (Zyrtec)

Anti kolinergik / anti spasmodik untuk mengobati kekakuan perut, spasme otot, dan
inkontinensia urin.
Hyoscyamine (Levbid, Cystospaz, Anaspaz, Gastrosed)
Oxybutynin (Ditropan, Ditropan XL, Oxytrol)
Tolterodine (Detrol, Detrol LA)
Propantheline (Pro-Banthine)
Anti depresan tricyclic untuk mengobati rasa cemas dan depresi.
Imipramine (Tofranil)
Amitriptyline (Elavil, Endep)
Nortriptyline (Aventyl, Pamelor)
Doxepin (Novo-Doxepin, Sinequan)

Klasifikasi
Akut
tiba-tiba tidak dapat miksi
buli-buli penuh disertai rasa sakit yang hebat di
daerah suprapubik
hasrat ingin miksi yang hebat disertai mengejan

Kronis
penderita secara perlahan-lahan dan dalam
waktu yang lama tidak dapat miksi, merasakan
nyeri di daerah suprapubik hanya sedikit / tidak
ada sama sekali walaupun buli-buli penuh

Diagnosis

Tatalaksana
1. Kateterisasi
2. Sistosomi
3. Pengobatan dari setiap penyebab retensi
urin

Tatalaksana
Indikasikateterisasi:
Mengeluarkan urin dari buli-buli pada keadaan obstruksi
infravesikal, baik yang disebabkan oleh hiperplasia prostat
maupun oleh benda asing (bekuan darah) yang menyumbat
uretra.
Mengeluarkan urin pada disfungsi buli-buli.
Diversi urin setelah tindakan operasi sistem urinaria bagian
bawah, yaitu pada operasi prostatektomi, vesikolitektomi.
Sebagai splint setelah operasi rekonstruksi uretra untuk tujuan
stabilisasi uretra.
Memasukkan obat-obatan intravesika, antara lain sitostatika
atau antiseptik untuk buli-buli.
Kontraindikasikateterisasi:
Ruptur uretra, ruptur buli-buli, bekuan darah pada buli-buli.
Macam-macam Kateter

Tatalaksana
Sistosomi
Trokar
Terbuka

Tatalaksana
Kateterisasi suprapubik
Kateterisasi Suprapubik adalah memasukkan kateter
dengan membuat lubang pada buli-buli melalui insisi
suprapubik dengan tujuan mengeluarkan urin.
Kateterisasi suprapubik ini biasanya dikerjakan pada :
Kegagalan pada saat melakukan kateterisasi uretra.
Ada kontraindikasi untuk melakukan tindakan
transuretra, misalkan pada ruptur uretra atau dugaan
adanya ruptur uretra.
Untuk mengukur tekanan intravesikal pada studi
sistotonometri.
Mengurangi penyulit timbulnya sindroma intoksikasi air
pada saat TURP.

Sistostomi Trokar

Sistostomi trokar

Sistostomi terbuka
Dikerjakan apabila ada kontraindikasi sistostomi
trokar / alat trokar tidak tersedia
Anjuran
Jika terdapat jaringan sikatriks / bekas operasi di
daerah suprasimfisis
Post trauma di daerah panggul yg mencederai
uretra atau VU
Ada bekuan darah pada VU, tidak mungkin
dilakukan tindakan per uretram
Anestesi
sebaiknya anestesi umum

komplikasi

Terima kasih