Anda di halaman 1dari 40

Tension Pneumothorax

Diajukan kepada:
dr. Hendryk Kwandang, M.Kes (Pembimbing UGD)
dr. Benediktus Setyo Untoro (Pembimbing Rawat Jalan)

Disusun oleh:
dr. Domy Pradana Putra

LATAR BELAKANG

LAPORAN KASUS
Nama
: Tn. R
Umur : 50 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat
: Kepanjen
Pekerjaan
: Kuli Bangunan
Status
: Menikah
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Datang ke UGD : 26 MARET 2015
No. Register
: 372236

Keluhan utama: Sesak


Sesak dirasakan mulai 2 siang, setelah pasien jatuh dari
pohon, pasien jatuh dari pohon , bagian yang jatuh terlebih
dahulu adalah lengan kanan. Pasien mengelukan sesaknya
semakin memberat. Kondisi pasien sekrang batuk(+), demam
(-) dan tidak memiliki riwayat masuk rumah sakit, ataupun
kontrol ke poli atau puskesmas manapun. Dan riwayat ht dan
dm dan sakit jantung disangkal oleh pasien.

Pemeriksaan fisik
KU : lemah
Kesadaran : CM (GCS 456)
TD: 130/90 mmHg, N: 99 x/menit, RR: 35 x/minute
Tax: 37,2 0C
Head: an -/- ; ict -/ Neck: JVP(R+0)cmH2O;
Thorax :
Cor:
I : Ictus cordis visible
P : Ictus cordis palpable MCL S ICS V
P:
RHM SL D
LHM Ictus
A. S1S2 Single Murmur (-)

Pulmo:
Inspection
St D = S
Dn D = S
Palpation, SF
N/ N
N/N
N/N
Percussion
HS / S
HS / S
HS / S

Auscultation, BS

V/V
V / V
V / V
Rh
- / - / - / Wh
+/ +/ +/

- / -Abdomen :
Dist (-), Souffl (+), BS
(+) N,

- / -Extremity :

CXR

DIAGONOSA
TENSION PNEUMOTHORAX DEXTRA

TERAPI
Iuvd ns 20 tpm
Nc 02 4lpm
Needle thoracosistesis
Konsul spesialis bedah pro wsd segera

Tinjauan pustaka

Definisi
Tension pneumothoraks adalah pengumpulan/
penimbunan udara di ikuti peningkatan tekanan
di dalam rongga pleura

Tension Pneumotoraks merupakan medical


emergency dimana akumulasi udara dalam
rongga pleura akan bertambah setiap kali
bernapas. Peningkatan tekanan intratoraks
mengakibatkan bergesernya organ
mediastinum secara masif ke arah
berlawanan dari sisi paru yang mengalami
tekanan

Tipe Pneumothorax
i. Spontaneous pneumothorax
a. Primary spontaneous pneumothorax
Pneumotoraks ini diduga disebabkan oleh
pecahnya kantung kecil berisi udara di dalam
paru-paru yang disebut bleb atau bulla. Faktor
predisposisinya adalah merokok sigaret dan
riwayat keluarga dengan penyakit yang sama

b. Secondary spontaneous pneumothorax


Sering terjadi pada orang yang mempunyai
penyakit pada paru-paru seperti
emfisema,asthma,infeksi akut ataupun kronik,
kanker paru, cystic fibrosis
ii. Traumatic pneumothorax

Etiologi
Mediastinal emphysema
Spontaneous (ruptured bulla)
Trauma
Broncho-pleural fistula from lung abscess or
granuloma (tuberculosis)
Pneumonia
Primary or metastatic neoplasm
Pulmonary infection

Manifestasi dan Diagnosis


Anamnesis dan Pemeriksaan fisik
nyeri dada
dispnea
ansietas
takipnea
Takikardi

tingkat kesadaran menurun


trachea bergeser menuju ke sisi kontralateral
hipotensi
pembesaran pembuluh darah leher/ vena
jugularis (tidak ada jika pasien sangat hipotensi)
dan sianosis

PEMERIKSAAN TORAKS
Inspeksi

- statis : asimetris, bagian yang


sakit cembung
- dinamis : yang sakit tertinggal
Palpasi - sela iga melebar
- fremitus lebih lemah
Perkusi - hipersonor
- pergeseran mediastinum
Auskultasi - suara napas melemah hilang
- kadang-kadang amforik

PATOFISIOLOGI

Tension
pneumotoraks
terjadi ketika udara
dalam rongga
pleura memiliki
tekanan yang lebih
tinggi daripada
udara dalam paru
sebelahnya

Pada saat inspirasi akan terdapat lebih banyak udara lagi yang
masuk dan tekanan udara mulai melampaui tekanan barometrik.

Peningkatan tekanan udara akan mendorong paru yang dalam


keadaan recoiling sehingga terjadi atelektasis kompresi

Udara juga menekan mediastinum sehingga terjadi kompresi serta


pergeseran jantung dan pembuluh darah besar. Udara tidak bisa
keluar dan tekanan yang semakin meningkat akibat penumpukan
udara ini menyebabkan kolaps paru

Ketika udara terus menumpuk dan tekanan intrapleura terus


meningkat, mediastinum akan tergeser dari sisi yang terkena dan
aliran balik vena menurun.

Keadaan ini mendorong jantung, trakea, esofagus dan pembuluh


darah besar berpindah ke sisi yang sehat sehingga terjadi
penekanan pada jantung serta paru kesisi kontralateral yang sehat

Penatalaksanaan
Tujuan :
Mengeluarkan udara dalam rongga pleura
Mengusahakan penyembuhan lesi di pleura
Mencegah timbulnya pneumotoraks ulang
Mengurangi masa rawat

Tindakan segera

tusuk dengan jarum segera


Pemasangan WSD

Water Seal Drainage ( WSD )

Adalah Suatu sistem drainage yang menggunakan water


seal untuk mengalirkan udara atau cairan dari cavum pleura
( rongga pleura)

Tujuan
Mengalirkan / drainage udara atau cairan dari rongga pleura
untuk mempertahankan tekanan negatif rongga tersebut
Dalam keadaan normal rongga pleura memiliki tekanan
negatif dan hanya terisi sedikit cairan pleura / lubrican.

Indikasi
Hemotoraks, efusi pleura
Pneumotoraks ( > 25 % )
Profilaksis pada pasien trauma dada yang akan dirujuk
Flail chest yang membutuhkan pemasangan ventilator

Kontra indikasi
Infeksi pada tempat pemasangan
Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol.

Cara pemasangan WSD

1. Tentukan tempat pemasangan, biasanya pada sela iga ke IV


dan V, di linea aksillaris anterior dan media.
2. Lakukan analgesia / anestesia pada tempat yang telah
ditentukan.
3. Buat insisi kulit dan sub kutis searah dengan pinggir iga,
perdalam sampai muskulus interkostalis.
4. Masukkan Kelly klemp melalui pleura parietalis kemudian
dilebarkan. Masukkan jari melalui lubang tersebut untuk
memastikan sudah sampai rongga pleura / menyentuh paru.

5. Masukkan selang ( chest tube ) melalui lubang yang


telah dibuat dengan menggunakan Kelly forceps
6. Selang ( Chest tube ) yang telah terpasang, difiksasi
dengan jahitan ke dinding dada
7. Selang ( chest tube ) disambung ke WSD yang telah
disiapkan.
8. Foto X- rays dada untuk menilai posisi selang yang
telah dimasukkan.

Sistem drainage yang menjamin


tekanan intra pleura tetap negatif
Seluruh pipa dan botol harus steril
Cairan antiseptik : betadin dalam
Nacl 0,9%
Ujung drain harus selalu terendam

Beberapa macam WSD :


1. WSD dengan satu botol

Merupakan sistem drainage yang sangat sederhana


Botol berfungsi selain sebagai water seal juga berfungsi sebagai bot
penampung.
Drainage berdasarkan adanya grafitasi.
Umumnya digunakan pada pneumotoraks

2. WSD dengan dua botol


Botol pertama sebagai penampung / drainase
Botol kedua sebagai water seal
Keuntungannya adalah water seal tetap pada satu
level.
Dapat dihubungkan sengan suction control

3. WSD dengan 3 botol


Botol pertama sebagai penampung / drainase
Botol kedua sebagai water seal
Botol ke tiga sebagai suction kontrol, tekanan
dikontrol dengan manometer.

Pencabutan WSD
Paru mengembang
Klem 3 hari foto ulang

Paru tidak mengembang


Bronkoskopi
Torakoskopi

PARU TIDAK MENGEMBANG


Operasi
Dekortikasi, menghilangkan
penebalan pleura oleh fibrin
Pleurodesis, melekatkan pleura
viseral ke pleura parietal