Anda di halaman 1dari 69

PRINSIP DASAR

VENTILASI MEKANIK
OLEH:
SUBIYANTO
PERAWAT RSUP Dr.KARIADI SEMARANG

SEJARAH
Sebelum 1900: Penggunaaan respirator u/ tujuan
penelitian.
1832 Dr. John Dalziel, Scotland
1847 Ignez von Hauke, Austria
~1900 CPAP ditemukan u/ operasi bedah thoraks untuk
mencegah pneumothorax
~1930 Poliomyelitis menyebabkan EMERSON
mengembangkan apa
yg disebut paru-paru besi Iron Lung
~1940 Penemuan Intermitten Positive Pressure Breath
(IPPB) untuk lung inflation therapy dan short term
ventilation
~1950 Epidemi Polio di Denmark mencetuskan dimulainya
produksi lebih dari 20 ventilator oleh perusahaan u/
memenuhi kebutuhan pasar.

SEJARAH
1960
S

TIDAL VOLUME KONSISTEN


HANYA MONITORING AIRWAY PRESSURE
NAFAS MEKANIK BERDASARKAN UPAYA
NAFAS PASIEN
1970
S

INTERMITENT MANDATORY VENTILATION


1980

S MICROPROCESSOR, ALARM SISTIM +


PRESSURE LIMIT

VENTILATOR
DIRANCANG U/ MEMBANTU INSPIRASI DAN
EKSPIRASI PASIEN
BISA SECARA ELEKTRIK ATAU PNEUMATIK
HIGHLY RELIABLE, DURABLE AND PRECISE
PERKEMBANGAN MICROPROCESSOR AND
ELECTRONIC CONTROL MAKIN KOMPLEKS
HARGA RATA-RATA $ 30.000 40.000
SAAT INI TERSEDIA VENTILATOR KECIL DAN
MURAH UNTUK DIGUNAKAN DI RUMAH
(HOME VENTILATOR)

KOMPONEN VENTILATOR
SUMBER O2 DAN AIR
PENGHANGAT DAN HUMIDIFIKASI GAS
INSPIRASI
VALVES, SOLENOIDS DAN
PNEUMOTACHOGRAPHS SHAPE, CONTROL
AND MONITOR ALIRAN GAS KE PASIEN
METODE INTERFACE
PASIEN MONITORING, SAFETY DAN SISTIM
ALARM

VENTILASI MEKANIK

NEGATIVE PRESSURE
VENTILATOR

POSITIVE PRESSURE
VENTILATOR

NEGATIVE PRESSURE VENTILATOR


1.

MEMASUKKAN UDARA KE DALAM PARU DENGAN CARA


MEMBUAT TEKANAN SEKELILING DADA NEGATIF

2.

DAHULU DIGUNAKAN PADA PASIEN2 POLIO, SAAT INI


DIGUNAKAN PADA PASIEN2 YG MENDERITA PENYAKIT
NEUROMUSKULAR DGN FUNGSI PARU NORMAL

3.

IRON LUNG MENARIK RONGGA TORAKS SEHINGGA UDARA


MASUK KE PARU.

4.

AKSES KE PASIEN TERBATAS

5.

HARUS CUKUP MENGATASI RESISTENSI DAN COMPLIANCE


PASIEN

EARLY VENTILATOR

1937

POSITIVE PRESSURE VENTILATOR


1.

MEMBERIKAN TEKANAN POSITIF KE DALAM PARU PASIEN

2.

SISTIM INI BANYAK DIGUNAKAN

3.

UDARA MENGALIR BERDASARKAN PERBEDAAN TEKANAN


DARI TEKANAN TINGGI KE TEKANAN RENDAH

4.

HARUS DAPAT MENGATASI RESISTENSI DAN COMPLIANCE


PARU DAN DINDING DADA

5.

TEKANAN DALAM RONGGA TORAK POSITIF SAAT


INSPIRASI YG BERIMPLIKASI MENGGANGGU VENOUS
RETURN KE JANTUNG, MENINGKATKAN RESITENSI
PEMBULUH DARAH PARU, DAN MENURUNKAN CARDIAC
OUTPUT

KLASIFIKASI
TIDAK ADA KLASIFIKASI YANG DAPAT
DITERIMA SECARA LUAS
KEKACAUAN PENGGUNAAN KATA2 AJEKTIV
SEPERTI CYCLING, CONTROL AND MODE

SISTIM RESPIRASI

MEMENUHI KEBUTUHAN
METABOLISME SEL AKAN O2 DAN
MENGELUARKAN CO2 SEBAGAI
SISA METABOLISME SEL

SISTIM RESPIRASI
STRUKTUR ANATOMI

VENTILASI PARU

PERTUKARAN
GAS

TRANSPORT
GAS

KONTROL
RESPIRASI

STRUKTUR ANATOMI
ORGAN2 SISTIM RESPIRASI

Rongga
hidung

Laring
Lubang
hidung
Trakea

Faring

Bronkus

STRUKTUR ANATOMI
PLEURA DAN PARU
PLEURA
PARIETAL
PLEURA
VISERAL

KAVITAS PLEURA
+ CAIRAN PLEURA

PARU

PARU

DIAFRAGMA

STRUKTUR ANATOMI
Trakea

CABANG BRONKUS

Dari bronkiolus sampai br.


Terminalis lebih banyak
mengandung otot polos u/
regulasi aliran udara

Zona konduksi

Dari trakea sampai


bronkiolus banyak
mengandung supporting
cartilage (tlg rawan) yg
berfungsi menjaga agar
jalan nafas tetap terbuka

Bronkus
sekunder
Bronkus
tersier
Bronkiolus

Bronkiolus
terminalis
Bronkiolus
respiratori

Zona
respirasi

Dari lubang hidung sampai


bronkiolus terminalis disebut area
konduksi (penghantar), sedangkan
dari bronkiolus sampai alveoli
disebut area respirasi (tempat
pertukaran gas)

Bronkus
primer

Saccus
alveolii

STRUKTUR ANATOMI
AREA RESPIRASI
STRUKTUR ALVEOLUS, KAPILER, SURFACTAN DAN
MACROFAG

BRONKIOLUS RESP

SURFACTAN

MACROFAG

alveolus

KAPILER PARU

SEL ALVEOLI

VENTILASI PARU
PROSES MEKANIK, KELUAR MASUKNYA
UDARA DARI LUAR KE DALAM PARU DAN
SEBALIKNYA YAITU BERNAFAS

EKSTERNA
PERTUKARAN GAS
TERJADI ANTARA UDARA DALAM ALVEOLUS DENGAN
DARAH DALAM KAPILER, PROSESNYA DISEBUT DIFUSI

PROSES
RESPIRASI

UTILISASI O2
PEMAKAIAN OKSIGEN DALAM SEL PADA
REAKSI PELEPASAN ENERGI

INTERNA
PERTUKARAN GAS
PERTUKARAN GAS ANTARA DARAH DENGAN
SEL JARINGAN/TISUE

VENTILASI PARU
DEFINISI
Ventilasi: proses keluar masuknya udara
(gas) dari dan ke dalam paru.
Tidal Volume (VT): jumlah gas ekspirasi per
kali nafas biasanya 500 ml (5-10
ml/kgBB)

Minute Volume (VE):

RR X TIDAL VOLUME

VENTILASI PARU
HUKUM BOYLE

PRESSURE DARI
GAS BERBANDING
TERBALIK DGN VOL
CONTAINER

TABRAKAN PARTIKEL2 GAS


KE DINDING KONTAINER
MENIMBULKAN PRESSURE

PERUBAHAN VOLUME
MENYEBABKAN
PERUBAHAN PRESSURE

VOLUME

VOLUME

PRESSURE

PRESSURE

VENTILASI PARU
INSPIRASI
MEKANISME INSPIRASI
KONTRAKSI DIAFRAGMA & INTERKOSTALIS EKST

VOLUME INTRATORAKS >>

INTRAPLEURAL PRESSURE >> NEGATIF

PARU EKSPANSI (MENGEMBANG)

INTRAPULMONAL PRESSURE >> NEGATIF

UDARA MENGALIR KE DALAM PARU

VENTILASI PARU
INSPIRASI

EKSPIRASI

KONTRAKSI OTOT INTERKOSTALIS EKSTERNA


IGA TERANGKAT

RELAKSASI OTOT INTERKOSTALIS


EKSTERNA IGA KE POSISI SEMULA

KONTRAKSI DIAFRAGMA DIAFRAGMA


BERGERAK INFERIOR

RELAKSASI DIAFRAGMA DIAFRAGMA


BERGERAK KE POSISI SEMULA

INSERT

INTRATORAK

VOLUME

VOLUME

PRESSURE

PRESSURE

VENTILASI PARU
INSPIRASI
PERUBAHAN TEKANAN DALAM PLEURA
(INTRAPLEURAL PRESSURE)
VOLUME PARU
MENJADI LEBIH
BESAR

INTRAPULMONARY
PRESSURE

TRANSPULMONARY
PRESSURE

PLEURA
PARIETAL

762
1

761

760

-1

759

-2

758

-3
-4

757
INSPIRASI

756

-5

755

-6

754

-7

753
INTRAPLEURAL
PRESSURE

PARU
0.5

TEKANAN
PLEURA LEBIH
NEGATIF

KONTRAKSI
DINDING DADA

TIDAL
VOLUME

INSPIRASI

EKSPIRASI

5 DETIK

VENTILASI PARU

AIRWAY RESISTANCE
(RAW)

COMPLIANCE
(COMPL)

AIRWAY

LUNG

RAW
CL

AIRWAY RESISTANCE
(RAW)
Membatasi jumlah gas yg mengalir melewati
nafas (obstruksi jalan nafas)

jalan

Flow = pressure/resistance
Jika R

Flow

Ditentukan oleh besarnya diameter jalan nafas


Pada nafas spontan, jika resistance me ,
secara normal respon tubuh adalah
meningkatkan usaha nafas (WoB = RR >>, otot
nafas >>)

bantu

AIRWAY RESISTANCE
(RAW)
BRONKUS
NORMAL

PRESSURE
FLOW

RESISTANC
E

AIRWAY RESISTANCE
(RAW)

FLOW =

PRESSUR
E
RESISTANC
E

BRONKODILATASI:
EPINEFRIN
AMINOFILIN
BETA 2 AGONIS

AIRWAY RESISTANCE
(RAW)

FLOW =

PRESSURE

RESISTANC
E

BRONKOKONSTRIKSI:
HISTAMIN

OBSTRUKSI:
MUKUS/SEKRET

AIRWAY RESISTANCE
(RAW)
PRESSURE

ETT TERLALU
KECIL

FLOW

=
RESISTANCE

BRONKOSPASME
TUMOR/SEKRET

KOLAPS/ATELEKTASIS

COMPLIANCE (COMPL)

BALON

Kaku

LOW
COMPLIANCE

Elastis

HIGH
COMPLIANCE

COMPLIANCE (COMPL)
Definisi,
Rasio perubahan volume akibat terjadinya perubahan
pressure V/P
Terbagi 2;
Compl paru (edema paru, fibrosis, surfactan <<)
Compl dinding dada (obesitas, distensi abdomen)

Low compliance
Edema paru, pneumonia berat, ARDS, efusi pleura,
hematopneumotoraks, abdominal pressure >>: u/
memasukkan volume yang diinginkan dibutuhkan pressure
yg lebih besar.

High compliance
Muscle relaxant, COPD, open chest dgn pressure yg
kecil dapat tidal volume yg masuk besar

COMPLIANCE (COMPL)
P

,V

,V

EDEMA
PARU,ARDS
,PNEUMONI
A
ATELEKTAS
E

Normal

COPD,
EMFISEM
A

Comp
l
COMPL =

Norma
l
V
P

Com
pl

P-V LOOP
EKSPIRASI

Vol
LOW
COMPLIANCE

NORMAL

HIGH
COMPLIANCE

500

500

500

250

250

250

P
0

15

30

15

PEEP 5
INSPIRASI

NAFAS
SPONTAN

30

15

30

PERTUKARAN GAS

UDARA BEBAS:
PiO2

: 20.9 % x 760 = 159 mmHg

PiCO2 : 0.04 % x 760 = 0.3 mmHg


PiN2

ALVEOLUS

: 78.6 % x 760 = 597mmHg

PiH2O : 0.46 % x 760 = 3.5 mmHg

N2
PAN2:
573 mmHg

PROSES DIFUSI

PAO2:
104 mmHg

O2

O2
PaO2:
40 mmHg

H2O

KAPILER PARU

PAH2O:
47 mmHg
PACO2:
40 mmHg

O2

CO2
CO2

CO2
PaCO2:
45 mmHg

PaCO2:
40 mmHg

PaO2:
104 mmHg

Hubungan
Hubungan Ventilasi
Ventilasi (V)
(V) dan
dan Perfusi
Perfusi (Q)
(Q)

ANATOMICAL
DEAD SPACE

TRAKEA

PHYSIOLOGICAL
DEAD SPACE
V/Q =
KAPILER
PARU

ALVEOLAR
DEAD SPACE
V/Q > 1

MECHANICAL
DEAD SPACE:
TUBE

V/Q = 1

NORMAL

ET CO2
BREATHING
CIRCUIT

V/Q < 1
VENOUS ADMIXTURE
(SHUNT)
V/Q = 0

CONNECTOR

Hubungan
Hubungan Ventilasi
Ventilasi (V)
(V) dan
dan Perfusi
Perfusi (Q)
(Q)

alveolus

Normal,
V/Q=1

Kapiler
paru

Alveolar
Deadspace,
V/Q =

Emboli paru

True Shunting,
V/Q = 0

Pneumonia,
atelektasis,edem
a paru,fibrosis
paru

Alveolar
Deadspace,
V/Q > 1

Syok

Shunting,
V/Q < 1

VARIABEL PENTING
DALAM VENTILASI MEKANIK

FiO2 :

TIDAL VOLUME (VT):

FRAKSI KONSENTRASI
OKSIGEN INSPIRASI YG
DIBERIKAN (21 100%)

JUMLAH GAS/UDARA YG
DIBERIKAN VENTILATOR
SELAMA INSPIRASI DALAM
SATUAN ml/cc ATAU liter. (510 cc/kgBB)

FREKUENSI / RATE (f) :

FLOW RATE :

JUMLAH BERAPA KALI


INSPIRASI DIBERIKAN
VENTILATOR DALAM 1
MENIT (10-12 bpm)

KECEPATAN ALIRAN GAS


ATAU VOLUME GAS YG
DIHANTARKAN PERMENIT
(liter/menit)

T I M E = WAKTU
frekuensi

- Menentukan siklus respirasi


- Jika setting RR pd ventilator 10 x/menit
maka
60/10 = 6 dtk
- Jadi T (Total) = T (Inspirasi) + T (Ekspirasi) = 6 dtk
- Berarti inspirasi + ekspirasi harus selesai
dalam waktu 6 dtk.
6 dtk

Ins +
Eksp

6 dtk

Ins +
Eksp

INSPIRATORY FLOW RATE


Merupakan fungsi dari TV, RR dan I:E
rasio
Flow (l/menit) = TV/Tinsp x 60
Jika RR 20 x/menit maka:
Ttotal = 60/20 = 3 detik
Ratio 1:2 Ti = 1 detik
Jika TV 500 ml : maka Insp Flow rate =
0.5/1 x 60 = 30 liter/menit

PEEP
(Positive End Expiratory
Pressure)

PEEP 5

REDISTRIBUSI CAIRAN
EKSTRAVASKULAR PARU

MENINGKATKAN VOLUME
ALVEOLUS

MENGEMBANGKAN ALVEOLI YG
KOLAPS (ALVEOLI RECRUITMENT)

PEEP
(Positive End Expiratory
Pressure)
REDISTRIBUSI CAIRAN
EKSTRAVASKULAR PARU

+10

PEEP
(Positive End Expiratory
Pressure)
MENINGKATKAN VOLUME
ALVEOLUS

+10

+20

PEEP
(Positive End Expiratory
Pressure)
MENGEMBANGKAN
ALVEOLI YG KOLAPS
(ALVEOLI RECRUITMENT)

+15

+15

+10

+10

+5

+5

PRINSIP KERJA
VENTILASI MEKANIK

INITIATION/
START

TARGET/
LIMITATION

CYCLING

KURVA NAFAS SPONTAN

INSPIRASI

EKSPIRASI

Ekspirasi = Tekanan Positif

PRESSU
RE

TIME

Inspirasi = Tekanan negatif

KURVA VENTILASI
MEKANIK;
3 KOMPONEN
INITIATION / TRIGER
TARGET / LIMITED

CYCLED

PRESSU
RE

TIME

0 0
Inspirasi

Ekspiras
i

KURVA NAFAS SPONTAN

INITIATION = TRIGGER

TIME TRIGGER
Berdasarkan setting waktu

Control mode

PATIENT TRIGGER
Berdasarkan penurunan tekanan di jalan
nafas (airway pressure)

Assisted mode

TARGET = LIMITATION = ORIENTED

VOLUME TARGET/ORIENTED/LIMITED
Berdasarkan setting tidal volume
sebelumnya
PRESSURE TARGET/ORIENTED/LIMITED
Berdasarkan setting pressure
sebelumnya

Volume
target:

Pressure
target:

Flow

Konstan

Pressure
Pressure
Konstan

Flow

EFEK NEGATIF VOLUME TARGET


HUKUM LAPLACE

BRONKIOLUS
RESPIRATORI

P = 2T/r
P = pressure

T = tension
R = radius

ALVEOLUS

r1 > r2
P1 < P2
Untuk t konstan

CYCLED = END OF EXPIRATION

VOLUME CYCLED
Berdasarkan setting volume sebelumnya

TIME CYCLED
Berdasarkan setting waktu sebelumnya

FLOW CYCLED
Berdasarkan penurunan flow 25%
(manufactured)

JENIS MODE
VENTILASI
MODE

INITIATION

LIMITED

CYCLED

time

volume

volume/time

pressure

volume

volume/time

time

volume

volume/time

pressure

volume

volume/time

Pressure support

Pressure

pressure

flow

Pressure control

time

pressure

time

Airway Pressure
Release Ventilation
(APRV)

time

pressure

time

VOLUME TARGET
Control Mode
Assist-control mode
IMV
SIMV
PRESSURE TARGET

PAV
PAV

PSV
PSV
PCV
PCV

CMV
CMV

BIPAP
BIPAP

ACV
ACV

ASB
ASB

VAPS
VAPS

SIMV
SIMV

APRV
APRV

CPAP
CPAP

Control mode

P
T
0
6 DETIK

6 DETIK

6 DETIK

RR sesuai dengan yg disetting


Trigger berdasarkan waktu (sensitivity >5 = tidak sensitif)
Tidak nyaman u/ pasien sadar, harus sedasi atau relaksasi
Biasa digunakan untuk resusitasi otak, dimana nilai PCO2 sudah
ditetapkan

Assisted mode
P

T
0
4 DETIK

3 DETIK

5 DETIK

1.

RR lebih dari yg disetting

2.

Trigger insp berdasar upaya nafas pasien (negative pressure)

3.

Sensitivity < 5 (sensitif terhadap upaya nafas pasien)

4.

Jika RR lebih dari yg di setting disebut assisted mode, jika


sama dgn setting RR disebut control mode.

5.

Komplikasi hiperventilasi (PCO2 <<)

SIMV mode
P
T
0
Periode SIMV

Periode spontan

Siklus SIMV

1.

Contoh, Jika setting SIMV rate = 6. Berarti siklus SIMV = 60/6 = 10 detik

2.

Jika RR pasien 20; maka periode SIMV dibuat sama dgn periode spontan
yaitu = 60/20 = 3 detik, dengan menaikkan flow rate antara 60-80 L/menit

3.

Sisanya adalah periode spontan 10 3 = 7 detik

CPAP mode

5
PEEP 5

1.

PEEP pada nafas spontan

2.

Untuk proses weaning

3.

Tidak mengganggu cardiac output, karena tekanan


negatif pada inspirasi

BiPAP mode
Nafas spontan saat
delivery
breath/inspirasi
pressure

high

/P

insp

2
5
5
0

PEEP 5

1.

Jika tidak ada trigger pasien, sama dengan mode pressure


control

2.

Pasien dapat bernafas spontan saat inspirasi dan saat


ekspirasi (PEEP), sehingga kemungkinan fighting ventilator
kecil.

3.

Tidak mengganggu cardiac output, karena pressure dalan


rongga toraks negatif (nafas spontan)

(PS) Pressure Support = (ASB) Assisted


Spontaneous Breathing Mode
Paw
2

4 KOMPONEN
1.Trigger

Pinsp

2. Presurisasi
3. Akhir inspirasi
PEEP

4. ekspirasi
RR, peak flow dan tidal volume ditentukan oleh pasien sendiri.
Peak
flow
15% of peak
flow

Trigger berdasarkan usaha nafas pasien (neg pressure), jika pasien


tidak bernafas (apneu) maka ventilator juga tidak memberikan
ventilasi support
Karena sangat tergantung trigger pasien, maka biasanya di back
dgn SIMV
Jika Pressure > 20 = Pressure control
Untuk proses weaning
Jika flow mencapai 15% dari ekspirasi stop

SETTING DAN MONITORING PADA VENTILATOR


TOMBOL DAN DISPLAY

SETTING
Tidal volume
Respirasi rate
Pressure Inspirasi
I:E rasio
Peak Flow
PEEP
FiO2
Sensitivity
Maximum Pressure

HASIL SETTING,
DATA PASIEN
Tidal volume ekspirasi
Respirasi rate (assist, kontrol)
Pressure/Peak pressure
Minute Volume ekspirasi
PEEP
FiO2
I:E rasio

Alarm
1.Tidal volume eks
2. RR
3. Minute Volume eks
4. Pressure

MONITORING BERDASARKAN MODE VENTILASI


Volume target
Resistensi / Compliance ; Tube kinking,
bronkospasme, mukus plak, edema paru
akut, pneumonia lobaris, pneumotoraks
tension,

Pressure

Resistensi normal/ : compliance


normal/ ;Penyembuhan edema
paru/pneumonia, after suctioning,
bronkodilatasi, cuff tube/sirkuit bocor.

Peak
pressure
PRESSU
RE

Paw

Paw

PRESSU
RE

P peak

Plateau
pressure

TIME

TIME

Perubahan resistensi

Perubahan compliance

Resistensi meningkat : peak pressure


meningkat

Compl meningkat : peak dan plateau


pressure turun

Resistensi menurun : peak pressure turun

Compl menurun

: plateau dan peak


pressure naik

MONITORING BERDASARKAN MODE VENTILASI


Pressure target
Resistensi / compliance :penyembuhan
edema paru/pneumonia, bronkodilatasi, after
suction, release pneumotoraks.

Tidal Volume

Resistensi / compliance : Tube kinking,


bronkospasme, mukus plak, edema paru akut,
pneumonia lobaris, pneumotoraks tension.

MONITORING BERDASARKAN MODE VENTILASI


Minute volume

TV

Setting Pressure
terlalu >>

RR

TV

Bangun,

Kebocoran
sirkuit

Nyeri
Demam
Autocycling

Cuff bocor
Konektor lepas

RR
Bradipneu/apneu pd
setting mode
PS/CPAP

MONITORING VENTILASI MEKANIK


BERDASARKAN ANALISA GAS DARAH

TI
TE
I:E

Kurva End Tidal


CO2
NILAI END
TIDAL CO2