Anda di halaman 1dari 16

Kompensasi

Manajemen
Kelompok 4 :
Abelia Alf
Baid Indra
Herwinta Hasugian

Penelitian atas Insentif Organisasional


Penelitian atas insentif cenderung mendukung hal hal berikut ini
:
Individu individu cenderung untuk lebih termotivasi oleh
penghargaan pendapatan potensial daripada rasa takut akan
hukuman, yang menyarankan agar sistem pengendalian
manajemen sebaiknya berorientasi pada penghargaan.
Penghargaan pribadi bersifat relatif atau situasional.
Jika manajer senior memberikan tanda tanda melalui
tindakannya bahwa mereka menganggap sistem pengendalian
manajemen adalah penting, maka manajer operasi juga akan
menganggapnya penting. Begitu juga sebaliknya.
Individu individu sangat termotivasi ketika mereka memperoleh
laporan, atau umpan balik, mengenai kinerja mereka.

Lanjutan
Insentif menjadi kurang efektif ketika periode
antara tindakan dan umpan balik atas tindakan
tersebut semakin panjang.
Motivasi paling lemah ketika orang tersebut
merasa yakin bahwa suatu insentif tidak dapat
dicapai atau terlalu mudah untuk dicapai.
Insetif yang disediakan suatu anggaran atau
pernyataan tujuan lainnya adalah paling kuat
ketika manajer bekerja sama dengan atasannya
untuk memperoleh angka angka anggaran.

Karakteristik dari Rencana


Kompensasi Insentif
Paket kompensasi total dari seorang manajer
terdiri dari tiga komponen : (1) gaji, (2)
tujangan, dan (3) kompensasi insentif.
Tiga komponen ini saling bergantung satu
sama lain,tetapi yang ketiga secara khusus
berkaitan dengan fungsi pengendalian
manajemen.
Rencana kompensasi insentif dapat dibagi
menjadi rencana jangka pendek dan rencana
jangka panjang.

RENCANA INSENTIF JANGKA PENDEK


Total Kantong Bonus
Jumlah total dari bonus yang dibayarkan sekelompok
karyawan yang memiliki kualifkasi dalam suatu
tahun tertentu disebut dengan kantong bonus.
Ada beberapa cara untuk menetapkan kantong
bonus ini. Metode yang paling sederhana adalah
untuk menetapkan bonus yang setara dengan
persentase tertentu dari laba.
Metode lain untuk mengaitkan laba ke modal yang
digunakan adalah untuk mendefnisikan modal
sebagai ekuitas pemegang saham ditambah
kewajiban jangka panjang.

Rencana Insentif Jangka Pendek


Carryover
Metode ini menawarkan Dua keuntungan:
1. Lebih fleksibel karena pembayaran tidak
ditentukan secara otomatis oleh suatu rumus dan
dewan komisaris dapat menggunakan penilaian
mereka.
2. Mengurangi besarnya fluktuasi yang terjadi ketika
pembayaran bonus hanya didasarkan pada jumlah
yang dihasilkan dari rumus yang dihitung setiap
tahunnya.
.Kerugian dari metode ini adalah bahwa bonus
kurang berhubungan secara langsung dengan
kinerja saat ini.

Rencana Insetif Jangka Pendek


Kompensasi Ditunda
Metode penundaan pembayaran ini menawarkan
keunggulan keunggulan berikut ini :
o Manajer dapat mengestimasikan, dengan akurasi
yang cukup besar, pendapatan tunai mereka untuk
tahun mendatang.
o Pembayaran yang ditunda meratakan penerimaan
kas manajer.
o Seorang manajer yang pensiun akan terus menerima
pembayaran untuk sejumlah tahun.
o Kerangka waktu penundaan mendorong para
pengambil keputusan untuk berfikir secara jangka
panjang.
Kerugian dari rencana bonus ditunda adalah rencana
tersebut tidak membuat jumlah yang ditunda menjadi

Rencana Insentif Jangka


Panjang
O Opsi Saham
O Saham Fantom
O Hak Apresiasi Saham
O Saham Kinerja
O Unit Kinerja

INSENTIF UNTUK MANAJER


UNIT BISNIS
Jenis Insentif
Beberapa insentif bersifat keuangan, sementara lainnya bersifat
psikologis dan sosial. Insentif keuangan mencakup kenaikan gaji, bonus,
tunjangan, dan fasilitas. Insentif psikologis dan sosial meliputi
kemungkinan promosi, tambahan tanggung jawab, otonomi yang lebih
besar, lokasi geografis yang lebih baik, dan pengakuan.
Ukuran Bonus Relatif terhadap Gaji
Ada dua paham mengenai cara untuk membaurkan penghargaan tetap
dengan penghargaan variabel dalam total kompensasi manajer. Paham
yang satu menyatakan bahwa perusahaan merekrut orang orang baik,
membayarnya dengan baik, kemudian mengharapkan kinerja yang baik.
Paham lain menyatakan bahwa perusahaan merekrut orang yang baik,
mengharapkan mereka untuk berkinerja dengan baik, dan membayar
mereka dengan baik jika kinerja benar benar aktual.

Lanjutan
Kriteria Kinerja
1. Kriteria Keuangan
Jika unit bisnis tersebut adalah suatu pusat laba, memilih kriteria
keuangan dapat mencakup margin kontribusi, laba langsung unit bisnis,
laba unit bisnis yang dapat dikendalikan, laba sebelum pajak, dan laba
bersih. Jika unit tersebut adalah pusat investasi, maka keputusan perlu
dibuat di tiga area : (1) defnisi laba, (2) defnisi investasi, dan (3)
pilihan antara tingkat pengendalian atas investasi dan EVA.
2. Penyesuaian untuk Faktor Faktor yang Tidak Dapat Dikendalikan
Biasanya, perusahaan menyesuaikan terhadap dua jenis pengaruh.
Penyesuaian yang satu menghilangkan beban yang diakibatkan oleh
keputusan yang dibuat oleh eksekutif di atas tingkat unit bisnis.
Penyesuaian yang lain menghilangkan dampak dari kerugian yang
diakibatkan oleh kejadian alam dan kecelakaan yang tidak
disebabkan oleh kelalaian manajer tersebut.

Lanjutan
3. Manfaat dan Kekurangan Target Keuangan Jangka
Pendek
Adalah gagasan yang bagus untuk mengaitkan bonus
manajer unit bisnis ke pencapaian target keuangan tahunan.
Tetapi, hanya mengandalkan pada kriteria keuangan dapat
menyebabkan beberapa dampak disfungsional, yaitu :
Hal tersebut akan mendorong tindakan jangka pendek yang
tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang
perusahaan.
Manajer tidak mungkin mengambil investasi jangka panjang
menjanjikan yang merugikan hasil keuangan jangka
pendek.
Manajer mungkin termotivasi untuk manipulasi data guna
memenuhi target periode sekarang.

Teori Agensi
Teori agensi mengeksplorasi bagaimana kontrak
dengan insetif dapat ditulis untuk memotivasi
individu individu untuk mencapai keselarasan
tujuan. Teori agensi berusaha untuk
menyatakan hubungan hubungan ini dalam
model matematis.
Konsep
Salah satu elemen kunci dari teori agensi adalah
bahwa prinsipal dan agen memiliki preferensi atau
tujuan yang berbeda. Kontrak insentif akan
mengurangi perbedaan preferensi ini.

Lanjutan..
Perbedaan Tujuan antara Prinsipal dan Agen
Teori agensi mengasumsikan bahwa semua
individu bertindak untuk kepentingan mereka
sendiri.
Agen diasumsikan akan menerima kepuasan
tidak hanya dari kompensasi keuangan tetapi
juga dari tambahan yang terlibat dalam
hubungan suatu agensi.
Prinsipal diasumsikan hanya tertarik pada
pengembalian keuangan yang diperoleh dari
investasi mereka di perusahaan tersebut.

Lanjutan..
Mekanisme Pengendalian
Para penganut teori ini menyatakan ada dua cara utama
untuk menangani masalah masalah dari perbedaan
tujuan dan asimetri informasi : pemantauan dan insentif.
Kritik
Teori ini tidak memiliki pengaruh praktis yang terlihat pada
proses pengendalian manajemen. Tidak ada seorang
manajer yang menggunakan hasil dari teori agensi untuk
membuat keputusan kompensasi yang lebih baik.
Beberapa orang telah mempelajari teori agensi
menyatakan bahwa model tersebut tidak lebih dari
sekedar pernyataan atas fakta yang terlihat jelas yang
dinyatakan dalam simbol matematis.

KESIMPULAN
Sistem kompensasi insentif adalah alat kunci
pengendalian manajemen. Rencana
kompensasi insentif dapat dibagi secara kasar
menjadi dua jenis, yaitu : rencana jangka
panjang dan rencana jangka pendek.
Beberapa faktor sebaiknya dipertimbangkan
ketika mengalokasikan total jumlah kantong
bonus ke eksekutif korporat dan manajer unit
bisnis.
Teori agensi adalah teori yang berusaha
menyatakan hubungan dalam sistem
matematis untuk mencapai keselarasan tujuan.

THANKS FOR
YOUR
ATTENTION