Anda di halaman 1dari 86

Pembimbing :

dr. Sri Rukmini, Sp. THT-KL

1. Pasien usia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan


keluhan pendengaran berkurang pada kedua
telinga. Pasien bekerja pada pabrik baja selama 5
tahun. Pemeriksaan apa yang Anda lakukan untuk
mengetahui gangguan pendengaran yang dialami
pasien tersebut? (UKDI 2012)
a. Tes Penala
b. Audiometrik nada murni
c. Nistagmograf
d. BERA
e.Audiometrik tutur

Jawaban: Tes penala


Analisa:
Secara klinis pajanan bising pada organ pendengaran

dapat menimbulkanreaksi adaptasi, peningkatan


ambang dengar sementara (temporary threeshhold
shift) dan peningkatan ambang dengar menetap
(permanent threeshold shift).Diagnosis dapat
ditegakkan berdasarkan adanya riwayat pekerjaan.Pada
kasus terdapat adanya riwayat pekerjaan yang cukup
lama yaitu 5 tahun, dan hal ini merupakan faktor
predisposisi yang mengarah dalam penegakan
diagnosis Noiced Induced Hearing Loss.Sebagai skrining
awal dapat dilakukan tes penala.Pemeriksaan ini
bersifat kualitatif yang teriri atas Tes Rinne, Tes Weber,
Tes Schwabach.Pada umumnya dipakai 3 jenis penala :
512 Hz, 1024 Hz, 2048 Hz. Jika hanya menggunakan 1
penala, digunakan 512 Hz.

2. Pasien laki-laki, usia 37 tahun datang dengan


keluhan pendengaran berkurang sejak 2 bulan
yang lalu pada kedua telinga namun lebih berat
di telinga kiri. Pasien bekerja pada pabrik
semen selama lebih dari 8 tahun. Pada hasil
pemeriksaan didapatkan: (UKDI , 2011) Apa
diagnosis pada kasus diatas ?
Tes Penala

Auris Dextra

Auris Sinistra

Rinne

Schwabach

Memanjang

Memendek

Weber

Lateralisasi ke telinga kanan

a. SNHL Auris Dextra


b. SNHL Auris Sinistra
c. Trauma Akustik
d. Sudden Deafness
e. Presbikusis

Jawaban: B
Analisa:
Pasien dengan keluhan gangguan pendengaran

dengan adanya riwayat bising sebelumnya dapat


dicurigai dengan diagnosis tuli sensorineural. Untuk
pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan
garpu tala yang terdiri dari 3 jenis pemeriksaan
dengan hasil :

Tes Rinne

Tes Weber

Tes Schwabach

Diagnosis

Positif

Tidak ada
lateralisasi

Sama dengan
pemeriksa

Normal

Negatif

Lateralisasi ke
telinga sakit

Memanjang

Tuli konduktif

Positif

Lateralisasi ke
telinga sehat

Memendek

Tuli sensorineural

Pada tuli konduktif < 30 dB Rinne masih bisa positif

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada kasus diatas,

maka dapat disimpulkan bahwa pasien didiagnosis


dengan Sensoryneural Hearing Loss (SNHL) Auris
Sinistra.

3. Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke


Puskesmas dengan keluhan penurunan
pendengaran yang dirasakan secara tiba-tiba yang
dirasakan pada satu sisi telinga. Keluhan ini disertai
dengan telinga berdenging. Pada pemeriksaan
otoskopi tidak dijumpai kelainan pada telinga yang
sakit. Pada pemeriksaan garpu tala ditemukan
Rinne positif Weber lateralisasi ke telinga yang
sehat, schwabach memendek. Diagnosis untuk
kasus di atas adalah: (Soal UKDI 2011)
a. Tuli Mendadak
b. Tuli sensorineural
c. Tuli konduktif
d.Tuli campuran
e. Presbikusis

Jawaban: A
Analisa:
Pada kasus diatas pasien mengeluhkan penurunan

pendengaran yang dirasakan secara tiba-tiba pada


salah satu sisi telinga.Keluhan tersebut merupakan
tuli mendadak.Tuli mendadak merupakan jenis
keluhan sensorineural dan penyebabnya tidak
dikteahui. Pada tuli mendadak tidka dipengaruhi oleh
rentang usia. Dari hasil pemeriksaan otoskopi pada
tuli mendadak tidak dijumpai kelainan pada telinga
yang sakit.Pada tuli mendadak saat pemeriksaan tes
penala dapat ditemukan tuli sensorineural, karena tuli
mendadak mengalami kerusakan terutama di
kooklea, koklea mengalami iskemia yang disebabkan
spasme, thrombosis, atau perdarahan arteri auditive
interna.Iskemia mengalami degenerasi luas pada selsel ganglion stria vaskularis dan ligament spiralis.

4. Pada kasus di atas, maka pemeriksaan


penunjang yang dapat dilakukan adalah:
a. BERA
b. Audiometri
c. ENG
d. MRI Mastoid
e. CT-Scan

Jawaban: B (Soal UKDI 2011)


Analisa:
Pada kasus dapat dilakukan pemeriksaan

lanjutan berupa audiometric dengan jenis


audiometric impedans dan audiometric
tutur.Kedua hasil dari pemeriksaan
audiometric tersebut adalah memberikan
kesan tuli sensorineural.Dengan pemeriksaan
audiometric maka sudah dapat ditegakkan
bahwa pasien tersebut mengalami tuli
mendadak.Setelah dilakukan pemeriksaan
audiomtri, untuk memperkuat kecurigaan
terhadap tuli mendadak maka dapat dilakukan
pemeriksaan BERA, ENG dan CT-Scan.

5. Seorang laki-laki berusia 18 tahun datang ke Puskesmas


dengan keluhan keluar cairan dari kedua telinga sejak 3
bulan yang lalu, cairan berwarna kekuningan dan berbau.
Riwayat bisul di belakang telinga disangkal. Sebelumnya
saat os masih kecil, os juga pernah mengalami keluhan
keluar cairan dari telinga. Selain itu, os juga mengeluhkan
sakit kepala yang hebat sejak 1 minggu yang lalu. Demam
(-), mual (-), muntah (-), muka mencong (-), keluhan
pendengaran berkurang disangkal. Pada pemeriksaan fsik
didapatkan keadaan umum: tampak sakit sedang, compos
mentis, suhu afebris, dispneu (-), stridor (-), retraksi (-).
Pada pemeriksaan THT, AD: liang telinga lapang, jaringan
graulasi (+), secret purulen, membran timpani perforasi
(+) total. AS: liang telinga lapang, jaringan granulasi (+),
secret (+) purulen, membrane timpani belum dapat dinilai
seluruhnya.Untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan
penunjang apa yang paling tepat?
a.Rontgen kepala
b.CT scan kepala
c. Pungsi lumbal
d.EEG
e.Audiometri

Jawaban: B
Analisa:
Dari gejala, keluar cairan dari telinga lebih 2 bulan

serta ada riwayat keluar cairan dari telinga dan


otoskopi adanya membrane timpani perforasi
menunjukkan OMSK.
Keluhan lain: sakit kepala hebat menunjukkan adanya
kecurigaan komplikasi intrakranial. Untuk menegakkan
diagnosis, pemeriksaan penunjang yag paling tepat
adalah CT scan kepala. CT scan kepala merupakan
pemeriksaan penunjang yang memiliki sensitivitas
sangat tinggi dalam menegakkan komplikasi
intrakranial.
Rontgen kepala: hanya sebatas menegakkan
komplikasi mastoid
Pungsi lumbal: jika dicurigai: jika dicurigai meningitis
EEG: pemeriksaan untuk melihat aktivitas listrik, tidak
ada kaitan dalam soal ini
Audiometri: untuk menilai jenis dan derajat tuli. Dalam
soal ini keluhan pendengaran berkurang disangkal.

6. Seorang anak perempuan berusia 8 tahun dibawa ke IGD


dengan keluhan nyeri telinga kiri yang menjalar ke leher sejak 2
minggu, disertai dengan keluhan demam, pusing berputar, nyeri
kepala, mual , muntah, koma, setiap membuka mata.keluhan
lain yang dirasakan pasien yaitu keluar cairan telinga,
berkurangnya pendengaran telinga kiri, disertai telinga
berdenging. Tiga bulan yang lalu pasien juga mengeluh nyeri
pada telinga kiri serta ada riwayat keluar cairan telinga. Pada
pemeriksaan fsik didapatkan kondisi umum saat masuk IGD
dengan penurunan kesadaran, GCS 14, dan suhu 38 0C. pada
pemeriksaan otoskopi , telinga AD dalam batas normal,
retroaurikular dextra dalam batas normal, AS: liang tlinga
lapang, secret (+), mukopurulen, membrane timpani perforasi
total. Retroaurikular sinistra dalam batas normal. Pada hidung
dan tenggorok tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan neurologi
ditemukan tanda rangsang menngeal berupa kaku kuduk (+)
kemungkinan diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini adalah:
a. Otitis Media Akut dengan komplikasi mastoiditis
b. Otitis Media Akut dengan komplikasi abses subperiosteal
c. OMSK dengan komplikasi mastoiditis
d. OMSK dengan komplikasi abses subperiosteal
e. OMSK dengan komplikasi meningitis

Jawaban : E
Analisa :
A dan B bukan jawaban dari kasus tersebut

karena adanya riwayat keluar cairan lebih dari


3 bulan yang lalu.Pilihan jawaban C tidak
tepat karena tidak terdapat pembengkakan
retroaurikular, otorea, dan nyeri di belakang
telinga.Pilihan D juga tidak tepat karena ada
tanda kaku kuduk. E merupakan jawaban
yang tepat karena adanya keluhan nyeri
kepala, mual, muntah, dan kaku kuduk.

7.Seorang pasien mengeluhkan penurunan


pendengaran setelah mendengar suara
petasan. Dilakukan pemeriksaan otoskop
didapatkan gambaran normal. Hasil
pemeriksaan audiometri pada pasien ini akan
diperoleh ?
a.Hantaran udara dan tulng < 25 dB
b.Hantaran udara dan tulang > 25 dB tanpa gap
c.Hantaran udara < 25 db tulang > 25 db
d.Hantaran udara > 25 db tulang < 25 db
e.Hantaran tulang dan udara > 25 db dengan
gap

Jawaban : B (UKDI 2012)

Analisa kasus:

Os datang setelah mendengar bunyi

petasan.Petasan merupakan salah satu sumber


trauma akustik.Trauma akustik merupakan
pemaparan tunggal dan intensitas bunyi yang
sangat tinggi dan terjadi secara tibatiba.Petassan disini dapat menyebabkan
kerusan sel rambut di dalam koklea.Ini
merupakan criteria dari tuli sensorineural.Pada
hasil audiometric tuli sensorineural didapatkan
AC dan BC > 25 db dan tidak ada air-bone
gap.Pada tuli konduksi AC > 25db, BC < 25 db
dan terdapat air-bone gap.Tuli campuran AC dan
BC > 25 db dan ada air-bone gap.

8. Seorang pasien datang dengan keluhan

penurunan kesadaran yang dialami setelah


mendengar letupan senjata. Sejak saat itu telinga
kanan pasien tidak bisa mendengar. Tes penala
didapatkan Rinne test positif pada kedua telinga ,
schwabach memendek di telinga kanan, telinga
kiri sama dengan pemeriksa, tes webber dengan
hasil lateralisasi ke telinga kiri. Hasil pemeriksaan
audiometric nada murni didapatkan tuli berat
pada telinga kanan, dan telinga kiri normal. Jenis
tuli pada kasus ini adalah:
a.Tuli konduktif
b.Tuli campuran
c. Tuli sensorineural
d.Tuli congenital
e.Tuli hantaran

Jawaban : C
Analisa Kasus:
Trauma akustik : bunyi intensitas sangat tinggi terjadi

secara mendadak. Sumber bunyi pada kasus ini adalah


letupan senjata.Tuli sensorineural terjadi karena adanya
gangguan pada koklea atau retrokoklea.Hal ini terjadi
trauma akustik yang merusak sel-sel rambut (gangguan
pada koklea).Tuli konduksi terjadi gangguan/kelainan
pada telinga luar dan tengah misalnya karena
sumbatan serumen, otitis media, osteoma dsb.Tuli
campuran adanya gangguan pada telinga luar atau
tengah dan dalam.Tuli congenital yaitu gangguan
pendengaran yang timbul sejak saat lahir.
Tes Penala
Tuli konduksi : rinne test (-) webber test lateralisasi ke
telinga yang sakit, swabach test memanjang. Tuli
sensorineural : rinne test (+) webber test lateralisasi ke
telinga yang sehat, swabach test memendek. Normal:
Rinne test (+) webber test tidak ada lateralisasi,
swabach sama dengan pemeriksa.

9. Seorang wanita, 45 tahun, datang berobat ke


poli THT dengan keluhan rasa pusing berputar
sejak 2 minggu yang lalu. Menurut pasien,
rasa pusing berputar muncul saat pasien
mengubah posisi kepala ke arah kanan atau ke
kiri. Keluhan pusing berputar tidak muncul
secara tiba-tiba. Pasien juga mengeluh rasa
mual dan badan terasa lemas. Apakah
diagnosa penyakit pasien tsb?
a.Vertigo spontan
b.Vertigo posisi
c.Vertigo kalori
d.Vertigo unilateral
e.Vertigo bilateral

Jawaban : B

Vertigo adalah perasaan berputar.Sesuai

kejadiannya, vertigo ada beberapa macam yaitu,


vertigo spontan, vertigo posisi, dan vertigo kalori.
Vertigo spontan timbul tanpa pemberian
rangsangan.Rangsangan timbul dari penyakitnya
sendiri, misalnya pada penyakit Meniere oleh
sebab tekanan endolimfa yang meninggi.
Vertigo posisi disebabkan oleh perubahan posisi
kepala.Vertigo timbul disebabkan oleh
perangsangan pada kupula kanalis semi sirkularis
oleh debris atau pada kelainan servikal. (FK UI,
2010)

10. Seorang pasien, laki-laki usia 65 tahun, datang


ke poli THT dengan keluhan pusing berputar,
pasien juga mengeluh mual dan tidak bisa berdiri
tegak. Saat pemeriksaan fsik, dokter melakukan
suatu pemeriksaan untuk menilai fungsi
keseimbangan terhadap pasien. Awalnya pasien
diminta berdiri, kemudian pasien diminta berjalan
di tempat sebanyak 50 langkah. Setelah
beberapa saat, pasien berubah posisi melebihi
jarak 1 meter dari tempat semula dan badan
berputar lebih dari 30. Jenis pemeriksaan apakah
yang dilakukan oleh dokter terhadap pasien tsb?
a.Uji Romberg (+)
b.Stepping test (+)
c. Past Pointing test (+)
d.Posturograf (+)
e.Elektronistagmograf (+)

Jawaban : B
Stepping test merupakan salah satu uji fungsi keseimbangan

dengan cara pasien disuruh berdiri, lalu berjalan di tempat


sebanyak 50 langkah dan akan dikatakan positif ada kelainan
bila beberapa saat kemudian akan terjadi perubahan tempat
lebih dari 1 meter dan badan berputar lebih dari 30.
Romberg test pasien berdiri dan lengan dilipat serta mata
ditutup. Orang normal dapat berdiri lebih dari 30 detik
Past Pointing test dengan merentangkan tangan diangkat
tinggi, kemudian telunjuk menyentuh telunjuk yang lain
dengan mata tertutup. Ini untuk menilai fungsi serebelum.
Posturograf pemeriksaannya menggunakan alat (Force
platform, komputer grafcoder, busa dgn ketebalan 10 cm,
dan disket data). Ini adalah pemeriksaan keseimbangan
secara objektif
Elektronistagmograf ini adalah pemeriksaan pada
nistagmus, memonitor gerakan bola mata, sehingga dapat
mudah dikenal gerakan nistagmus fase lambat dan fase
cepat. ( FK UI 2010)

11. Seorang bayi perempuan berusia 8 bulan masuk


IGD karena sesak napas sejak 3 hari yang lalu,
stridor saat inspirasi, dan retraksi ringan di
suprasternal. Sesak berkurang bila penderita tidur
miring atau memakai bantal. Tidak ada febris,
tidak disertai gangguan makan atau minum.
Pemeriksaan radiologis pada jaringan lunak leher
memperlihatkan penyempitan di daerah laring.
Keluhan seperti ini sudah dirasakan sejak 2 bulan
yang lalu, tetapi sembuh sendiri.
Pemeriksaan penunjang untuk kasus ini adalah
a.Nasoendoskopi
b.Rhinoskopi posterior
c. Rontgen torakApdanLat
d.Laringoskopi
e.Esofagoskopi

Jawaban : D
Gejala napas berbunyi (stridor), tanda

sumbatan jalan napas (retraksi suprasternal,


epigastrium, interkostal, atau supraklavikular),
tanpa adanya demam dan gangguan makan,
merupakan tanda dan gejala dari
laringomalasia. Laringomalasia merupakan
kelainan kongenital yang sering terjadi pada
anak. Dengan demikian, untuk memeriksa
laring, kita harus melakukan laringoskopi.

12. Seorang anak laki-laki umur 7 tahun, datang


dengan keluhan telinga terasa penuh selama
1 minggu selama 1 tahun ini, sering bersinbersin, meler. Pada pemeriksaan otoskopi di
dapatkan secret yang kental, apa diagnosis
pada pasien tersebut ? Soal UKDI 2012
a.Otitis media akut
b.Mastoiditis Kronis
c.Otitis Media Efusi
d.Otitis Media Kronis
e.Mastoiditis Akut

Kunci jawaban : C
Pembahasan : Pada Pasien ini menderita

sering bersin-bersin, meler yang merupakan


tanda dari rhinitis alergi. Dimana faktor
penyebab dari otitis media efusi adalah
adenoid hipertrof, sumbing palatum, sinusitis
dan rhinitis. Gejala dari otitis media efusi
terdapat cairan di telinga tengah dengan
sekret yang kental hal ini sendiri akan
menyebabkan si anak mengatakan telinga
terasa penuh

13. Seorang anak laki-laki usia 6 tahun datang


ke klinik di temani ibunya dengan keluhan
nyeri telinga kanan, telinga terasa tersumbat,
demam, lemah tidak ada nafsu makan. Dari
pemeriksaan otoskopi di dapatkan mebran
timpani merah dan menonjol dan tidak ada
perforasi. Diagnosis yang tepat untuk peyakit
diatas adalah ?

a.Otitis Media Kronik


b.Otitis Eksterna Difus
c.Otitis Media Serosa Akut
d.Furunkel
e.Miringitis

Kunci Jawaban : C
Pembahasan : gejala yang menonjol pada

otitis media serosa akut biasanya


pendengaran berkurang, telinga terasa
tersumbat atau suara terdengar lebih nyaring,
kadang-kadang terasa seperti ada cairan yang
bergerak di dalam telinga pada saat posisi
kepala berubah.

14. Pemeriksaan Seorang wanita, 45 tahun, datang


berobat ke poli THT dengan keluhan rasa pusing
berputar sejak 2 minggu yang lalu. Menurut
pasien, rasa pusing berputar muncul saat pasien
mengubah posisi kepala ke arah kanan atau ke
kiri. Keluhan pusing berputar tidak muncul secara
tiba-tiba. Pasien juga mengeluh rasa mual dan
badan terasa lemas.
Apakah diagnosa penyakit pasien tsb?
a.Vertigo spontan
b.Vertigo posisi
c. Vertigo kalori
d.Vertigo unilateral
e.Vertigo bilateral

Jawaban : B

Vertigo adalah perasaan berputar.Sesuai

kejadiannya, vertigo ada beberapa macam yaitu,


vertigo spontan, vertigo posisi, dan vertigo
kalori.
Vertigo spontan timbul tanpa pemberian
rangsangan.Rangsangan timbul dari penyakitnya
sendiri, misalnya pada penyakit Meniere oleh
sebab tekanan endolimfa yang meninggi.
Vertigo posisi disebabkan oleh perubahan
posisi kepala.Vertigo timbul disebabkan oleh
perangsangan pada kupula kanalis semi
sirkularis oleh debris atau pada kelainan servikal.
(FK UI, 2010)

15. Seorang pasien, laki-laki usia 65 tahun, datang ke


poli THT dengan keluhan pusing berputar, pasien
juga mengeluh mual dan tidak bisa berdiri tegak.
Saat pemeriksaan fsik, dokter melakukan suatu
pemeriksaan untuk menilai fungsi keseimbangan
terhadap pasien. Awalnya pasien diminta berdiri,
kemudian pasien diminta berjalan di tempat
sebanyak 50 langkah. Setelah beberapa saat,
pasien berubah posisi melebihi jarak 1 meter dari
tempat semula dan badan berputar lebih dari 30.
Jenis pemeriksaan apakah yang dilakukan oleh
dokter terhadap pasien tsb?
a.Uji Romberg (+)
b.Stepping test (+)
c. Past Pointing test (+)
d.Posturograf (+)
e.Elektronistagmograf (+)

Jawaban : B
Stepping test merupakan salah satu uji fungsi keseimbangan

dengan cara pasien disuruh berdiri, lalu berjalan di tempat


sebanyak 50 langkah dan akan dikatakan positif ada
kelainan bila beberapa saat kemudian akan terjadi
perubahan tempat lebih dari 1 meter dan badan berputar
lebih dari 30.
Romberg test pasien berdiri dan lengan dilipat serta mata
ditutup. Orang normal dapat berdiri lebih dari 30 detik
Past Pointing test dengan merentangkan tangan diangkat
tinggi, kemudian telunjuk menyentuh telunjuk yang lain
dengan mata tertutup. Ini untuk menilai fungsi serebelum.
Posturograf pemeriksaannya menggunakan alat (Force
platform, komputer grafcoder, busa dgn ketebalan 10 cm,
dan disket data). Ini adalah pemeriksaan keseimbangan
secara objektif
Elektronistagmograf ini adalah pemeriksaan pada
nistagmus, memonitor gerakan bola mata, sehingga dapat
mudah dikenal gerakan nistagmus fase lambat dan fase
cepat.

16. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke


tempat praktik dokter dengan keluhan utama
serak. Keluhan disertai dengan sakit menelan
(odinofagia). Dari tanda vital didapatkan
TD:120/80 mmhg, nadi 80 kali/menit, frekuensi
napas 18 kali/menit, dan suhu 36 derajat celcius.
Pada pemeriksaan fsik tampak tonsil tertutup
selaput putih kemerahan unilateral. Diagnosis
yang paling mungkin adalah
a.Difteri tonsil
b.Pharingitis luetica
c.Plaut vincent
d.Tonsilitis tb
e.Karsinoma tonsil

Jawaban : B
Pembahasan: treponema palidum dapat

menimbulkan infeksi di daerah faring. Gambaran


klinis faringitis luetica tergantung stadium penyakit
primer, skunder, atau tertier.
Std. Primer: kelainan ini pada lidah, palatum mole,
tonsil,dan dinding posterior faringberbentuk bercak
keputihan. Bila infeksi terus berlangsungmaka
timbululkus pada daerah faring yang tidak nyeri.
Selain itu didapatkan pembesaran kelenjar
mandibula yang tidak nyeri tekan
Std. Sekunder: terdapat eritem pada dinding faring
yang menjalar ke arah laring
Std. Tertier: terdapat guma. Predileksinya pada tonsil
dan palatum, jarang pada dinding posterior faring.

17. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke


dokter mengeluh suara serak sejak 5 bulan yang
lalu. Semakin lama ia merasa agak sesak. Kadangkadang batuk tidak berdarah serta tidak ada batuk
kronis. Foto thoraks 1 bulan yg lalu normal. Trauma
leher (-) riwayat operasi leher (-) pembesaran
kelenjar gondok (-) perdarahan hidung (-) dan sakit
kepala (-). Terdapat benjolan level III di leher,
berdiameter 4 cm, semi mobile dan tidak sakit.
Riwayat merokok sebungkus/hari selama 30 tahun.
Laringoskopi direk tampak massa merah rapuh
pada pita suara asli kiri berdiameter 1,2 cm, dan
pita suara tidak bergerak. Diagnosis yang paling
tepat adalah
a.Polip pita suara
b.Keganasan pita suara
c. Vocal cord nodule
d.Papiloma laring
e.Granuloma

Jawaban : D
Pembahasan: gejala papiloma laring yang

utama adalah suara parau. Kadang terdapat


batuk.Apabila papiloma telah menutup rima
glotis maka timbul sesak napas dengan
stridor.Tumor dapat timbul pada pita suara
bagian anterior atau daerah subglotis dan
pada plika ventrikularis atau aritenoid.Secara
makroskopis seperti buah murbei, berwarna
putih kelabu atau kadang-kadang
kemerahan.Jaringan tumor ini sangat
rapuh.Sering tumbuh lagi setelah diangkat
karenanya operasi pengangkatan harus
dilakukan berulang-ulang.

18. Wanita usia 17 tahun, kesulitan bernapas


karena tersedak makan bakso. Pasien sadar
dan sulit bicara. Sudah dicoba untuk
mengeluarkan bakso namun gagal.
Penanganan selanjutnya :
a.Menelpon rumah sakit terdekat
b.Membawa ke IGD
c.Memberi napas mouth to mouth
d.Melakukan trakeostomi
e.Melakukan torakotomi

Jawaban : D
Pembahasan :
Trakeostomi adalah suatu tindakan dengan

membuka dinding depan trakea untuk


mempertahankan jalan napas agar udara dapat
masuk ke paru paru dan memintas jalan napas
bagian atas.
Indikasi trakeostomi :
Mengatasi obstruksi jalan napas atas seperti laring
Untuk mengambil benda asing dari subglotik
apabila tidak mempunyai fasilitas untuk
bronkoskopi
Cedera pada leher dan wajah
Hilangnya reflex laring dan ketidakmampuan untuk
menelan sehingga mengakibatkan resiko tinggi
terjadinya aspirasi.

19. Seorang anak usia 2,5 tahun diantar ibunya


datang ke poliklinik THT-KL dengan keluhan sesak
nafas sejak 1 hari lalu. Menurut ibunya sesak terjadi
setelah penderita tersedak saat makan kacang
tanah rebus, disertai batuk-batuk, bibir kebiruan,
muntah makanan + satu kali. Pemeriksaan fsik:
pernafasan cepat, sianosis -, stridor bifasik, retaksi
suprasternal, interkostal dan epigastrium +, suhu 38
C Auskultasi : BBS kanan menurun dibanding kiri,
ronki +, wheezing - Toraks foto: tampak atelektasi di
lobus kanan bawah. Gambaran klasik aspirasi
benda asing pada anak adalah?
a.Tersedak yang diikuti batuk
b.Sesak nafas
c. Sianosis
d.Bersin
e.A B dan C benar

Jawaban : E
Pembahasan :
Gambaran klasik aspirasi benda asing pada anak adalah

tersedak tiba-tiba diikuti batuk, sesak nafas, penurunan


bunyi nafas dan sering diikuti oleh sianosis perioral
sementara.Diagnosis aspirasi benda asing yang tepat
waktu akan menghindari anak dari risiko komplikasi awal
dan lambat, seperti asfksia, pneumonia, atelektasis atau
bronkiektasis. Gejala klinis aspirasi benda asing pada anak
tergantung pada jenis benda asing, tempat
tersangkutnya,derajat obstruksi lumen jalan nafas dan
rentang waktu antara aspirasi dan evaluasi. Gejala dan
tanda aspirasi benda asing dapat dilihat dalam tiga tahap,
yaitu episode tersedak yang akut, diikuti batuk-batuk
keras dan sesak nafas sampai obstruksi jalan nafas
komplit, kedua; episode asimptomatik, ketika benda asing
tersangkut dan reflek pernafasan melemah, sehingga
diagnosis terlambat ditegakkan, fase ini sangat bervariasi,
tergantung dari lokasi, derajat obstruksi dan reaksi lokal
yang terjadi dan terakhir, komplikasi benda asing di jalan
nafas

20. Seorang pria usia 40 tahun dirujuk ke IGD


oleh dokter spesialis THT dengan OMSK
Maligna dextra + labirinitis. Pada pemeriksaan
didapatkan membran timpani perforasi total,
kolesteatoma dan fstula sign positif . Gejala
yang dialami, pusing berputar dan
pendengaran berkurang. Komplikasi yang
terjadi pada pasiem ini adalah:
a.Labirinitis Difus serosa
b.Labirinits difus purulenta
c.Labirinitis laten
d.Labirinitis sirkumskripta

Jawaban : d. Labirinitis sirkumskripta


Labirinitis terjadi oleh karena penyebaran infeksi ke

ruang perilimfe.Labirinitis lokalisata terbagi atas


labirinitis sirkumskripta dan labirinitis serosa yang
merupakan komplikasi otitis media dan muncul ketika
mediator toksik dari otitis media mencapai labirin
bagian membran tanpa adanya bakteri pada telinga
dalam. Dengan gejala vertigo dan kurang
pendengaran derajat ringan hingga menengah
secara tiba-tiba.
Sementara pada labirinitis difus (labirinitis purulenta
dan supuratif) merupakan infeksi pada labirin yang
lebih berat dan melibatkan akses langsung ke labirin
tulang dan membran.Dengan gejala gangguan
vestibular, nistagmus, vertigo yang hebat, mual,
muntah dan gangguan pendengaran berkurang,
sehingga komplikasi yang sesuai adalah labirinitis
lokalisata yaitu, labirinitis sirkumskripta

21. Pasien wanita usia 40 tahun datang ke


puskesmasdengan keluhan sering pusing
berputar, telinga berdenging, dan gangguan
pendengaran. Sebelumnya pasien prnah
mengalami infeksi telinga namun tidak
berobat dengan tuntas . Dari hasil
pemeriksaan hallpike ditemukan nistagmus
rotatoar. Diagnosa yang tepat adalah :
a.Labirinitis
b.Menierre disease
c.TIA
d.Tumor serebelopontin

Jawaban : a . labirinitis

Labirinitis merupakan salah 1 komplikasi dari


omsk yaitu dengan gejala vertigo, telinga
berdenging serta gangguan pndengaran,
nistagmus. Infeksi telinga yang berulang yang
tidak tuntas menyebabkan OMSK. OMSK akan
menjadi labirinitis jika tidak diatasi

22. Anak anak usia 4 tahun datingdibawa ibunya ke


poliklinik dengan keluhan keluar cairan dari telinbga
kiri, cairan berwarna bening kekuningan. Sebelumnya 3
hari yang lalu anak mengeluhkan nyeri di telinga
kirinya disertai dengan demam hingga 39 OC dan anak
sangat kesakitan.Awalnya anak mengalami batuk dan
nyeri tenggorokan sebelum telinganya sakit Namun
saat ini anak sudah tenang dan tidak lagi mengeluhkan
telinga nyeri, namun saat ini telinga mengeluarkan
cairan bening kekuningan.
Apa diagnose anak tersebut saat ini?
a.OMSK tipe tenang
b.OMSK tipe aktif
c. OMA stadium supuratif
d.OMA stadium perforasi
e.OMSK tipe Malignan

Jawaban D
Analisa:
Pada kasus di atas anak mengeluhkan mengeluarkan

cairan dari telinga yang sudah terjadi 3 hari, berarti


kasus tersebut adalah kasus akut sehingga
menyingkirkan diagnose OMSK, dimana OMSK
onsetnya lebih dari 2 bulan. Jadi jawaban yang paling
memungkinkan adalah OMA.Pada kasus diatas
disebutkan pasien demam tinggi, nyeri telinga dan
sangat kesakitan sudah 3 hari yang lalu. Sekarang
pasien dating dengan keluhan nyeri yg sudah
berkurang, demam sudah tidak ada dan sudah keluar
cairan dari telinga, hal ini mengambarkan bahwa
telah terjadi perporasi, dan anak sudah tenang dan
tidak nyeri lagi karena cairan di telinga tengah sudah
mengalir ke luar, JADI diagnose paling mungkin
adalah OMA stadium Perforasi.

23. Pada kasus di atas tindakan apa yang


seharusnya dilakukan saat pasien mengalami
nyeri hebat di telinga dan demam tinggi dan
cairan belum keluar dari telinga?
a.Mastoidektomi
b.Ekstraksi serumen
c.Miringiotomi
d.Timpanoplasti
e.Irigasi serumen

Jawaban : C
Analisa kasus:
Pada kasus diatas pada saat pasien sedang

mengalami nyeri telinga hebat, demam tinggi dan


sangat kesakitan adalah saat pasien sedang dalam
stadium supuratif, yaitu udem hebat pada mukosa
telinga tengah serta terbentuk eksudat yg purulent
yang menekan kapiler kapiler sehingga menyebabkan
iskemik dan nekrotik membran timpani sehingga
memudahkan terjadinya perforasi. Seharusnya pada
stadium ini dilakukan miringiotomi untuk
mengeluarkan eksudat dari telinga tengah. Dengan
melakukan miringiotomi luka insisi yang minimal akan
memudahkan penyembuhan dan penutupan
membrane timpani, bebrbeda halnya bila terjadi
perforasi maka bekas ronbekan tidak mudah menutup
kembali.

24. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang


ke dengan keluhan hidung sebelah tersumbat.
Pasien mempunyai riwayat rhinitis alergi
selama 2 tahun terakhir. Pada pemeriksaan fsik
ditemukan adanya massa licin berwarna putih
keabu-abuan dihidung sebelah kanan.
Diagnosis yang tepat adalah:
a.Polip nasi unilateral
b.Polip nasi bilateral
c.Rhinitis vasomotor
d.Sinusitis
e.Epistaksis

Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Polip nasi unilateral adalah Massa lunak

bertangkai yang terjadi pada salah satu hidung


(Unilateral). Dari anamnesis didapatkan massa
licin berwarna putih keabu-abuan pada sebelah
kanan yang menandakan telah terjadi polip
nasi pada hidung sebelah kanan, dan pasien
juga mempunyai riwayat rhinitis alergi yang
menandakan adanya faktor resiko untuk
menderita polip nasi yang unilateral.

25. Seorang pria usia 65 tahun, datang dengan


keluhan penurunan pendengaran pada
telinga kiri, pernah bekerja di pabrik baja
sebelumnya, dari pemeriksaan tes penala
didapatkan hasil : rinne (+), tes weber
lateralisasi ke kanan, dan scwabach
memendek, kemungkinan diagnosis untuk
pasien ini adalah :
A. Presbiakusis
B. Tuli Kongenital
C. Sudden Sensory Hearing Loss
D. Noise Induced Hearing Loss
E. Idiopatik

Jawaban : D. Noise Induced Hearing Loss


Hasil pemeriksaan tes penala menunjukkan bahwa rinne

(+), tes weber lateralisasi ke kanan, dan schwabach


memendek. Rinne (+) ditemukan pada orang normal normal
atau penderita tuli sensorineural. Tes weber lateralisasi ke
kanan dimana telinga kanan adalah telinga yang sehat.
Hal ini berarti telinga kanan penderita normal atau

penderita mengalami tuli sensorineural pada telinga kiri. Tes


schwabach memendek. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
tuli sensorineural.
Dalam kasus tersebut disebutkan bahwa pasien pernah

bekerja di pabrik baja. Maka dari itu, diagnosis pada kasus

26.

Laki-laki, 70 tahun datang dengan keluhan


kurang pendengaran, tidak diketahui sejak
kapan, sulit mendengar jika suara pelan dan
berbicara suara keras, rinne test udara lebih
panjang dari tulang, weber test tidak bisa
dibedakan kanan dan kiri, swabach test
kedua telinga lebih pendek dari pemeriksa,
kemungkinan diagnosis adalah :
A. Presbiakusis
B. Meniere disease
C. Otosklerosis
D. Tuli kongenital
E. Idiopatik

Jawaban : A. Presbiakusis

Pada kasus diatas, ditemukan rinne test udara lebih


panjang dari tulang, weber test tidak bisa dibedakan
kanan dan kiri, swabach test kedua telinga lebih
pendek dari pemeriksa. Hasil tes penala ini
menunjukkan tuli sensorineural.

Pasien berusia 70 tahun. Dimana pada usia ini, terjadi


proses degeneratif pada telinga dalam dan CNS tanpa
adanya kerusakan akibat faktor eksogen. Maka, dapat
disimpulkan bahwa diagnosis pasien tersebut adalah
presbiakusis.

27. Seorang laki-laki umur 20 tahun datang dengan


keluhan utama telinga kiri keluar cairan sejak 4
bulan yang lalu. Semula cairan berwarna putih
kental dan tidak berbau. Sejak kurang lebih 2
bulan terakhir cairan berwarna kuning kental dan
berbau busuk. Telinga kiri terasa nyeri. 1 bulan
yang lalu wajah mencong ke kanan dan canalis
aurikularis eksterna tampak granulasi. Diagnosis
yang tepat adalah :
A. Otitis media akut
B. Otitis media supuratif kronis maligna
C. Kolesteatoma
D. Otitis eksterna akut
E. Keganasan

Jawaban : B. Otitis media supuratif kronis maligna


Otitis media supurasi kronik merupakan lanjutan dari otitis media

akut yang pengobatannya tidak adekuat. Dikatakan OMSK apabila


sudah terjadi infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi
membran timpani yang prosesnya lebih dari 2 bulan.
OMSK dibagi 2 yaitu OMSK benigna (perforasi sentral , tanpa

komplikasi) dan OMSK maligna (perforasi atik dan marginal, ada


komplikasi). Pada OMSK tipe maligna yang sudah lanjut, tampak
adanya abses atau fstel retro aurikuler, polip atau jaringan
granulasi pada MAE yang berasal dari telinga tengah, kolesteatom
pada telinga tengah, sekret berbentuk nanah dan berbau khas
(aroma kolesteatoma).

Pada pasien tersebut, cairan yang keluar

dari telinga berwarna kuning kental dan


berbau busuk serta tampak jaringan
granulasi pada MAE.
Selain itu, didapatkan wajah jadi mencong
ke kanan dimana hal ini adalah komplikasi
OMSK maligna (parese N. Facialis).
Maka dari itu, diagnosis pasien tersebut
adalah OMSK maligna.

28. Pasien datang dengan keluhan keluar cairan


dari telinga, daun telinga terasa sakit bila
digerakkan,
dari
pemeriksaan
otoskopi
didapatkan liang telinga sempit dan tampak
kemerahan. Diagnosis yang tepat adalah
a.Mastoiditis
b.Otitis eksterna sirkumskripta
c.Otitis media akut
d.Otitis eksterna difusa
e.Otomikosis

pembahasan
Jawaban : Otitis eksterna difusa
Otitis eksterna difusa adalah peradangan pada
liang telinga yang dapat disebabkan oleh infeksi
bakteri, jamur ataupun virus. Factor yang
mempermudah
proses
peradangan
ialah
perubahan pH di liang telinga, dapat juga terjadi
sekunder pada OMSK.
Keluarnya cairan dari telinga, daun telinga
terasa sakit bila digerakkan (auricular sign/
tragus sign) positif, pemeriksaan otoskopi liang
telinga
tampak
sempit
dan
kemerahan
merupakan tanda dari otitis eksterna difusa.

29. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke


puskesmas dengan keluhan telinga berdenging
disertai dengan penurunan pendengaran. Keluhan
ini tidak disertai nyeri kepala berdenyut dan nyeri
kepala berputar. Dari hasil anamnesis diketahui
bahwa ayah pasien juga mempunyai riwayat
keluhan yang sama dengan pasien. Dari hasil
pemeriksaan fsik didapatkan membran timpani
utuh, secret (-). Dari hasil audiogram didapatakan
bahwa pasien mengalami tuli konduktif.
Diagnosis pasien ini adalah:
A. Otosklerosis
B. Kolesteatom
C. Timpanosklerosis
D. Serumen prop
E. Mastoiditis

pembahasan
Jawaban : A. Otosklerosis
Manifestasi klinis dari Otosklerosis antara lain
penurunan pendengaran yang disertai dengan
telinga berdenging atau tinitus dan pasien
mengeluhkan sering pusing. Penyakit ini sering
ditemukan pada usia tua dengan riwayat
keluarga menderita penyakit yang sama. Pada
Timpanosklerosis, kolesteatom, serumen prop
dan mastoiditis tidak ditemukan gejala tinutus.

30. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke


puskesmas dengan keluhan telinga berdenging,
penurunan pendengaran dan pusing seperti
berputar. Dari hasil pemeriksaan fsik didapatkan
membran timpani utuh, secret (-).
Diagnosis pasien ini adalah:
A. Meniere disease
B. Vertigo
C. Rhinitis vasomotor
D. Benign Paroksismal Vertigo
E. Migrain

pembahasan
Jawaban : A. Meniere disease
Manifestasi klinis dari meniere disease antara lain
penurunan pendengaran yang disertai dengan
telinga berdenging atau tinitus dan pasien
mengeluhkan sering pusing berputar. Penyakit ini
sering ditemukan pada usia muda produktif.
Penyebabnya adalah gangguan pada telinga bagian
dalam. Pada vertigo dan Benign Paroksismal Vertigo
hanya ditemukan pusing berputar tanpa adanya
tinnitus. Rhinitis vasomotor ditandai dengqanh
sumbatan pada hidung. Migrain ditandai dengan
nyeri kepala berdenyut.

Pertanyaan
31. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang
ke dengan keluhan hidung sebelah tersumbat.
Pasien mempunyai riwayat rhinitis alergi
selama 2 tahun terakhir. Pada pemeriksaan fsik
ditemukan adanya massa licin berwarna putih
keabu-abuan di hidung sebelah kanan.
Diagnosis yang tepat adalah:
a. Polip nasi unilateral
b. Polip nasi bilateral
c. Rhinitis vasomotor
d. Sinusitis
e. Epistaksis

Pembahasan
Jawaban : A. Polip nasi unilateral
Polip nasi unilateral adalah massa lunak
bertangkai yang terjadi pada salah satu hidung
(Unilateral).
Dari pemeriksaan fsik didapatkan massa licin
berwarna putih keabu-abuan pada sebelah kanan
yang menandakan telah terjadi polip nasi pada
hidung sebelah kanan
Pasien mempunyai riwayat rhinitis alergi yang
menandakan adanya faktor resiko untuk
menderita polip nasi yang unilateral.

Pertanyaan
32. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke
dengan keluhan hidung tersumbat. Keluhan ini
dirasakan sejak 5 bulan terakhir. Pada pemeriksaan
fsik ditemukan adanya massa licin berwarna
putih keabu-abuan pada hidung sebelah kiri.
Secret (+). Pasien didiagnosis menderita polip. Jika
polip masih terbatas di meatus medius, stadium polip
adalah?
a. Stadium 0
b. Stadium 1
c. Stadium 2
d. Stadium 3
e. Stadium 4

Pembahasan
Jawaban: B. Stadium 1
Pada anamnesis, ditemukan adanya keluhan sumbatan.
Pada pemeriksaan fsik didapatkan adanya massa licin
berwarna putih keabu-abuan pada rongga hidung
sebelah kanan yang masih terbatas dalam meatus
medius. Pasien juga telah didiagnosis menderita polip.
Stadium polip dapat dibagi menjadi: (Mackay dan Lund,
1997)
Stadium 0 : tidak ada polip
Stadium 1 : polip masih terbatas di meatus medius
Stadium 2: polip sudah keluar dari meatus medius,
tampak di rongga hidung tetapi belum memenuhi
rongga hidung
Stadium 3: polip yang massif

Pertanyaan
33. Anak laki-laki berusia 5 tahun, datang ke
poliklinik THT. Ibu pasien mngeluhkan keluar cairan
dari telinga kiri sejak 3 hari yang lalu.
Sebelumnya pasien sering menderita infeksi
saluran nafas atas. Kesadaran CM, demam (-),
membrane timpani perforasi. Diagnosisnya
adalah:
a. Miringitis bulosa
b. Otitis media supuratif kronik
c. Mastoiditis akut
d. Otitis media akut
e. Mastoiditis kronik

Pembahasan
Jawaban : D. Otitis Media Akut
Anak usia 5 tahun dengan riwayat ISPA berulang
Keluar cairan dari telinga kiri onset 3 hari
Membrane timpani perforasi
Pilihan jawaban:
Miringitis bulosa tidak terjadi perforasi
Otitis media supuratif kronik onset > 2 bln
Mastoiditis akut adanya nyeri retroaurikular
Otitis media akut riw.ISPA berulang
(f.predisposisi), onset 3 hari, adanya perforasi MT

Pertanyaan
34. Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke
dokter dengan keluhan mulut mencong ke
sebelah kiri dan telinga terasa sakit terutama
bila daun telinga digerakkan. Keluar cairan
berwarna kuning dari telinga. Pasien menderita
Diabetes Melitus. Diagnosis Kasus diatas adalah:
a. Otitis media kronik
d. Bells palsy
b. Otitis media kronik maligna
e. kolestatoma
c. Otitis eksterna maligna

Pembahasan
Jawaban : c. Otitis eksterna maligna
Otitis media kronik : seharusnya tidak didapatkan
auricular sign dan mulut merot kecuali jika terjadi
komplikasi
Otitis media kronik maligna : seharusnya tidak
didapatkan auricular sign dan mulut merot kecuali jika
terjadi komplikasi, dan dijumpai sekretnya berbau
Otitis eksterna maligna : biasa terjadi pada orang
tua dengan DM, dan diikuti dengan infeksi struktur
lainnya di sekitar telinga (dalam kasus ini n.VII),
Adanya pengeluaran secret dari telinga, Aurikular
sign (+) khas pada otitis eksterna
Bells palsy : tanpa adanya secret dari telinga
Kolesteatoma: merupakan jaringan epitel yang tidak pada
tempatnya dan dapat mendestruksi tulang. Merupakan
salah satu tanda adanya keganasan pada otitis media

Pertanyaan
35. Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke
puskesmas dengan keluhan nyeri tenggorok sejak
3 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan
demam, batuk, lendir tenggorok dan sulit
menelan karena sakit. Keluhan tidak disertai
dengan perubahan suara maupun sesaknafas.
Dari pemeriksaan fsik diperoleh tonsil T1/T1,
tidakhiperemis, arkus posterior tonsil
hiperemis dan dinding posteriorfaring
ditemukan hiperemis, sekret dan granul.
Apakah diagnosis yang paling mungkin?
a.Trakeitis akutd.Faringitis akut
b.Laryngitis akut
e.Abses peritonsiler

Pembahasan
Jawaban : d.Faringitis akut
Penderita mengalami gejala demam, batuk, lendir
tenggorok dan sulit menelan. Sehingga kemungkinan
diagnosanya merupakan infeksi didaerah tenggorok.
Keluhan 3 hari yang berarti akut.
Keluhan perubahan suara tidak ada berarti bukan
infeksi laring.
Penderita juga tidak mengalami sesak, sehingga
tidak ada kaitannya dengan system saluran nafas.
Pada pemeriksaan fsik, tonsil dalam keadaan
normal sedangkan pada dinding faring hiperemis,
secret dan granul yang menunjukkan infeksi pada
faring. Sehingga diagnosis kasus diatas adalah
faringitis akut.

Pertanyaan
36. Seorang ibu membawa anak perempuannya
yang berusia 8 tahun ke dokter dengan keluhan
rasa nyeri menelan sejak 1 minggu yang lalu.
Keluhan dirasakan hilang timbul. Pemeriksaan
fsik didapatkan tonsil T3/T3, hiperemis (-),
permukaan berbenjol-benjol dengan kripta
melebar. Diagnosis pada pasien ini adalah..
a.Tonsilitis folikularis
d.Tonsilitis akut
b.Tonsilitis parenkimatosa e.Tonsilitis kronik
c.Tonsilitis lakunaris

Pembahasan
Jawaban: e.Tonsilitis kronik
Pada Kasus diatas, pasien mengeluhkan nyeri
menelan dan pada pemeriksaan didapatkan
tonsil membesar T3/T3, dengan permukaan
berbenjol dan kripta melebar.
Sehingga kemungkinan diagnosisnya
tonsillitis, dengan waktu lebih dari 1 minggu
dan tidak ditemukan hiperemis tonsil maka
dinamakan kronik, karena penampakan
hiperemis tampak pada arkus faring

Seorang pria berumur 32 tahun berobat ke poli tht dengan


keluhan berbau pada sisi kanan yang dialami sejak 3
minggu yang lalu. Disertai dengan hiung tersumbat nyeri
kepala terkadang demam. Pipi kanan terasa sangat sakit
bila disentuh pasien memiliki karies gigi di second molar
kanan atas. Pada pemeriksaan RA terlihat chonca nasal
kongesti dan hiperemis. Pada pemeriksaan faring
ditemukan ingus purulen yang turun ketenggokan
37.Apa diagnosis paling mungkin pada pasien diatas?
a.Faringitis
b.Sinusitis maksilaris dentogen
c.Rhinitis hipertrof
d.Rhinitis cronik alergika
e.Deviasi septum nasi

38. Komplikasi apa yang paling sering terjadi


pada kasus diatas apabila tidak mendapat
terapi?
a.Polip nasi
b.osteomielitis
c.Sepsis
d.Syok hipovolemik

39. Seorang wamita berumur 25 tahun berobat ke poli tht


dengan keluhan hidung berbau pada sisi kiri yang dialami
sejak 2 bulan lalu. Hidung tersumbat kiri kanandan nyeri
kepala terkasang hingga kepaladisertai demam. Kedua
pipi terasa sangat sakit bila disentu. Pasien merasakan
adanya benjolan pada rongga hidung kiri . Pada
pemeriksaan RA terlihat concha livide dan adanya
benjolan berwarna putih keabuan. Pada pemeriksaan
tenggorok ditemukan ingus purulrn yang turun ke
tenggorok. Pemrikaan penunjang yang perli dilakukan
untuk menegakkan diagnosa dan melihat komplikasi
adalah :
a.CT-scan
b.Foto thorax
c.Kultur dan sensitivitas
d.Biopsi conca nasal
e.Tes serologi

40. Penatalaksanaan yang diberikan pada


penyakit tersebut berupa.
a. FESS
b. Antrostomi sublabial
c. Infraksi konka media
d. Terapi kausal dan simptomatik
e. Mukolitik

Pembahasan
Jawaban : a. FESS
Dasar sinus maksila adalah prosesus alveolaris tempat akar gigi
rahang atas, sehingga rongga maksila hanya terpisahkan oleh tulang
tipis dengan akar gigi, bahkan kadang kadang tanpa tulang pembatas.
Infeksi apical akar gigi atau inflamasi jaringan periodontal mudah
menyebar secara langsung sinus atau melalu pembuluh darahdan limfe.
Harus dicurigai adanya sinusitis denkogen pada sinusitis maksila kronik
yang mengenai satu sisi dengan ingus purulen dan nafas berbau busuk.
Komplikasi : osteomilitis dan abses subperiostal paling sering timbul
akibat sinusitis. Dan dapat timbul fstula oroantral atau fstula pada pipi
Pemeriksaan penunjang yang penting adalah ct-scan. Ct scan
merupakan gold standar diagnosis sinusitis karena mampu menilai
anatomi hidung dan sinus serta ada nya penyakit dalam hidung dan
sinussecara keseluruhan dan perluasan.
Bedah sinus endoskopi fungsional (BSEF / FESS) merupakan operasi
untuk sinusitis kronik yang memerlukan operasi dengan indikasi
sinusitis kronik yang tidak membaik setelah terapi adekuat sinusitis
kronik disertai kista atau kelainan yang ireversibel, polip ekstensif.

41. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang


kepuskesmas dengan keluhan bersin-bersin sejak 1
tahun terakhir terutama jika terpapar dengan debu
kadang disertai hidung tersumbat dan pilek. Keluhan
tidak disertai demam. Riwayat keluarga asma
dijumpai. Pada pemeriksaan hidung dijumpai konka
sedikit edema, berwarna pucatdan terdapat secret
encer. Diagnosa pasien tersebut adalah?
a. Rhinitis vasomotor
b. Rhinitis alergika
c. Rhinitis kronis
d. Sinusitis maksilaris
e. Sinusitis fasialis

Pembahasan
Jawaban : b. Rhinitis alergika

Rhinitis alergika adalah penyakit inflamasi yang


disebabkan oleh reaksi alergi pada pada pasien
atopi yang sebelumnya sudah tersensitasi dengan
alergen yang sama serta dilepaskannya suatu
mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan
dengan alergen spesifk tersebut. Gejala rhinitis
alergika menurut WHO ARIA tahun 2001 adalah
kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin,
rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa
hidung terpapar alergen. Pada pemeriksaan
rinoskopi anterior tampak mukosa edema, basah,
berwarna pucat atau livid disertai dengan adanya
secret encer yang banyak.

42. Seorang anak mengaku sering bersin dipagi


hari terutama setelah membersihkan kamarnya,
kemudian diikuti dengan keluarnya ingus encer
dan putih. Apa pemeriksaan yang harus
dilakukan pada pasien ini?
a. Pemeriksaan eosinofl urin
b. Pemeriksaan eosinofl serum
c. Skin prick test
d. Pemeriksaan darah rutin
e. CRP

Pembahasan
Jawaban : c. Skin prick test
Pemeriksaan yang penunjang dilakukan untuk
menegakkan diagnosa rhinitis alergika adalah
pemeriksaan in vivo dan in vitro. Pada pemeriksaan in
vivo dapat dilakukan pemeriksaan skin prick test dimana
pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan
alergen inhalan pada volar lengan pasien. Sedangkan
pemeriksaan in vitro dapat dilakukan hitung eosinofl
dalam darah dapat normal atau meningkat. Dapat juga
dilakukan pemeriksaan ig E spesifk dengan RAST
( Radio Immuno Sorbent Test) atau ELISA ( Enzyme
Linked Immuno Sorbent Assay Test )

43. Anak perempuan, 9 tahun, datang dengan keluhan


hidung tersumbat sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan terutama
dirasakan pada pagi hari disertai bersin dan sekret hidung
yang tertelan. Rinoskopi anterior tampak mukosa dan konka
yang livide dan sekret yang serous. Apa pengobatan
rasional? (UKDI 2005)
a. Membiasakan pasien kontak dengan allergen dari
konsentrasi rendah
b. Meningkatkan kebugaran jasmani dengan olahraga 1
kali/minggu
c. Obat H1-receptor antagonist
d. Dekongestan topikal selama 2 minggu
e. Mengupayakan pengobatan yang mampu menekan gejala
pada fase cepat maupun lambat

Pembahasan
Jawaban : c. Obat H1-receptor antagonist
Rhinitis alergi merupakan reaksi radang yang
diperantarai oleh Ig E setelah paparan allergen.
Umumnya terjadi pada usia muda. Mediator radang
utama pada rhinitis alergi adalah histamine. Efek
histamine yaitu menstimulasi sel sel endotel untuk
mensintesis relaksan yang bekerja pada pembuluh darah
sehingga menyebabkan vasodilatasi dan gejala
sumbatan hidung. Histamine akan merangsang reseptor
H 1 pada ujung saraf vidianus sehingga menimbulkan
rasa gatal pada hidung dan bersin. Histmin juga
menyebabkan terjadinya rinore karena merangsang
kelenjar mukosa dan sel goblet. Oleh karena itu,
pengobatan yang digunakan adalah antihistamin gol H-1.

TERIMA KASIH