Anda di halaman 1dari 36

PNEUMONIA PADA

BAYI DAN ANAK


Diagnosis dan
Tatalaksana

Distribusi mortalitas balita di


negara berkembang (WHO 1993)

Pneumonia membunuh
50.000 / tahun
12.500 / bulan
416 / hari = penumpang 1
pesawat jumbo jet
17 / jam
1 / empat menit

Pneumonia pembunuh balita no


1
(Pneumonia is a number 1 killer for infants)

INFEKSI RESPIRATORIK AKUT (IRA)


Infeksi Respiratorik Atas
Akut (IRAA)

tuba eustakius
faring
epiglotis
laring
iga--bronkus kanan
paru kanandiafragma

rongga hidung
lidah

esofagus
trakea
paru kiri
bronkus kiri

Traktus
respiratorik
atas

Batuk-pilek
Otitis media
Faringitis

Infeksi Respiratorik Bawah


Traktus
respiratorik Akut (IRBA)
bawah
Epiglotitis
Croup
Laringitis
(menimbulLaringotrakeitis
kan stridor)

bronkus kecil
bronkiolus
aleveolus

Bronkitis
Bronkiolitis
Pneumonia

Masalah diagnosis etiologi


pada bayi dan anak
Sulit mendapatkan sputum
Beberapa bakteri sukar dikultur
(Klamidia pneumoniae dan Mikoplasma
pneumoniae)

Usap nasofaring tidak dipercaya


karena prevalensi bakteri di
nasofaring tinggi.

Etiologi pneumonia
(sering)
Virus
Respiratory Syncytial Virus
Influenza A atau B
Parainfluenza 1,2 dan 3
Adenovirus
Rinovirus.
Morbili
Bakteri
Streptokok pneumoniae
Hemofilus influenzae
Stafilokok aureus
Streptokok grup B
Mikoplasma pneumonia
Klamidia trakomatis
Klamidia pneumoniae

Etiologi pneumonia
(jarang)
Virus

Varisela-zoster
Coronavirus
Paramyxovirus
Enterovirus (coxsackie echo)
Cytomegalovirus
Herpes simpleks, dll
Bakteri
Anaerob (S mileri, peptostreptokok)
Klebsiela pneumonae
E.koli
Neiseria meningitidis
Legionela
Pseudomonas spp
Leptospira, dll
Fungus
Histoplasma kapsulatum, dll
Blastomises dermatitidis

Etiologi pneumonia
(usia < 3 bulan)

Streptokok grup B

Stafilokok aureus

Klamidia trakomatis

Bakteri Gram negatif

Neonatus
infeksi berasal dari ibu
berhubungan dg proses
persalinan
- aspirasi mekonium,
cairan amnion,
- dari serviks ibu

Mikroorganisme Penyebab Neonatal Pneumonia


Transplansental

Perinatal

Cytomegalovirus
Herpes simplex
virus
Mycobacterium
tuberculosis
Rubella virus
Treponema
pallidum
Varicella-zoster
virus
Toxoplasma gondii
Varicella
Enterovirus

Anaerobic bacteria
Chlamydia
trachomatis
Cytomegalovirus
Enteric bacteria
Group B streptococci
Haemophilus
influenzae
Herpes simplex virus
Listeria
monocytogenes
Mycoplasma

Postnatal
Adenovirus
* Candida species
Coagulase-negative
taphylococci
Cytomegalovirus
Echoviruses
* Enteric bacteria
Influenza viruses A, B
Parainfluenza
* Pseudomonas
Respiratory syncytial virus
Staphylococcus aureus

Etiologi pneumonia
( usia 3 bulan - 5 tahun )

Sering
S. pneumoniae
H. influenzae
Jarang
S. aureus
Streptokok grup A

Etiologi pneumonia
(usia > 5 tahun)
Mikoplasma
pneumoniae
Klamidia
pneumoniae
S pneumoniae
H influenzae
dan lain-lain

INDONESIA

Etiologi pada 698 anak dengan pneumonia tidak berat

S. pneumoniae
Stafilokokus epidermidis
Streptococcus alfa
Hafnia alvei
Stafilokokus aureus
Moraksela kataralis
Haemofilus influenzae
Klebsiella pneumoniae

67 %
11.9%
11.9%
3.4%
2.8%
1.1%
0.6%
0.6%

(Kartasamita et al. Paediatr Indones 2001;41 :292-95)

Manifetasi klinik
tergantung umur dan etiologi
Demam
Batuk
Nyeri dada (pleuritik)
Ekspektorasi
purulen
Sesak napas

Retraksi, grunting
Takipnu
Auskultasi : rales,
ronki
Ro: infiltrat,
konsolidasi

Manifetasi klinik
neonatus dan bayi kecil
Tidak khas
Neonatus
sukar dibedakan
dengan sepsis
dan meningitis

Retraksi, grunting
Takipnu
Auskultasi : rales,
ronki
Ro: infiltrat,
konsolidasi

Not well doing baby

Tanda klinik sederhana pneumonia


(WHO)
Napas cepat (takipnu)
Laju napas

Umur
< 2 bulan
2 - 12 bulan
1 - 5 tahun

(x/mnt)
60
50
40

Napas sesak
Tarikan dinding dada
(retraksi subkostal)

Sensitivity and spesificity respiratory rate and chest


indrawing for determine pneumonia or no in children *)
Sensitivity/spesificity
Reference
+

RR >40

RR>40 +

RR >50

chest indr.

Shan et al
Cherian et al
Campbel et al
0,93/0,97
Manila
Swaziland

0,90/0,59
0,86/0,78

0,83/0,68
0,77/0,69

RR > 50
Chest indr

0,72/0,81
0,75/0,95
0,71/0,98
0,84/0,68
0,77/0,69

0,62/0.92
0,65/0,92

0,65/0,91
0,69/0,89

Sensitivity and spesificity clinical sign


for diagnosis pneumonia in children *)
Clininacl sign

Sensitivity (95%CI)

Spesificity (95%CI)

Tachypnoea

74(60-88)

67(56-77)

Chest indrawing
Tachyp.& Chest indr
Tachyp.&alv.rales
Alveolar rales
Tachyp,chest indr.&al
veolar rales
Chest indr.& alv.rales

71(56-86)
68(52-83)
46(29-62)
46(29-62)

59(49-68)
69(58-79)
83(74-91)
79(70-87)

43(26-59)
42(25-58)

84(71-88)
80(71-88)

Palafox et al, Arch Dis Child 2000, 82 :41-5)

Pemeriksaan penunjang

NON INVASIF
Foto torak AP-lateral
Darah perifer lengkap
Kultur sputum dan pewarnaan Gram
Kultur darah (spesifik, 10-15 %)
Deteksi cepat antigen dan serologik

Pemeriksaan penunjang

INVASIF
Pungsi pleura
Bronchoalveolar lavage
Biopsi transbronkial
Open lung biopsy

Foto torak
Petunjuk etiologi
Virus
: hiperinflasi, atelektasis segmental,
intersisial
Mikoplasma : biasanya konsolidasi lobaris
Bakteri
: konsolidasi lobaris, infiltrat difus,
pneumatokel (S aureus)
Manfaat
menunjang diagnosis, tidak menentukan etiologi
menentukan luas/beratnya penyakit
menentukan komplikasi
tindak lanjut normal dalam 3-4 minggu

infiltrat

Pr, 6,5 thn Ro.infiltrat intersisial luas, ec S pneumoniae: IgG pneumolisin


meningkat, leukosit 29800, LED 35 mm/jam I, CRP 9 mg/l.

Lk, 1,9 thn, Ro. infiltrat alveoler di lobus kanan bawah ec. S pneumoniae: IgG
pneumolisin meningkat signifikan, leukosit 13.800, LED 125/jam I, CRP 332 mg/l.

Pr, 0,3 thn, Ro. infiltrat alveoler di lobus atas kanan ec parainfluenza dan
human herpes virus, leukosit 17000, LED 8 mm/l, CRP 22 mg/l

Pemeriksaan darah
Lekositosis dan dominasi
netrofil (pergeseran ke
kiri) bakteri >>
LED dan CRP tidak khas

TATA LAKSANA
UMUM
Pemberian Oksigen secara kanula
nasal,head box atau masker, untuk
mempertahankan saturasi O2 diatas 92%
(rekomendasi A)
Bila memerlukan infus, jumlah cairan
yang diberikan 80% dari kebutuhan, dan
monitor elektrolit untuk SIADH
(rekomendasi C)

TATA LAKSANA
Anti piretik dan analgesik diberikan bila
perlu
Chest physiotherapy tidak terlihat
manfaatnya (rekomendasi B)
Minimal handling untuk mengurangi
metabolisme dan kebutuhan oksigen
Monitor HR,Suhu RR dan saturasi
oksigen paling tidak tiap 4 jam
(rekomendasi D)

TATA LAKSANA

ANTIBIOTIKA
Pada keadaan berat dan pemberian oral
tidak memungkinkan,antibiotika diberikan
intravena
Pilihan jenis antibiotika secara empiris
untuk kausa tersering (H.influenzae dan
S.pneumonia)

TATA LAKSANA

ANTIBIOTIKA
Pada keadaan berat dan pemberian oral
tidak memungkinkan,antibiotika diberikan
intravena
Pilihan jenis antibiotika secara empiris
untuk kausa tersering (H.influenzae dan
S.pneumonia)

TATA LAKSANA
umur < 3bulan kombinasi golongan
penisilin (ampisilin atau amoksisili)
dengan golongan aminoglikosid
umur > 3 bulan kombinasi golongan
penisilin dengan kloramfenikol
atau antibiotika golongan sefalosporin
lama pemberian 10-14 hari
evaluasi pemberian antibiotika
dilakukan 48-72 jam

TATA LAKSANA
Antibiotika oral untuk umur < 5 tahun pilihan
pertama adalah amoksisilin, alternatif yaitu
amoksiklav,sefalosporin, eritromisin,
klaritromisin,azitromisin (B)
Makrolid bila dicurigai mikoplasma dan
klamidia (D)
Antibiotika secara oral efektif untuk anak
dengan CAP (A)
kombinasi kloksasilin-amoksisilin bila kuman
penyebab stafilokokus aureus (D)

Amoxicillin 3 days, effective in

non
severe pneumonia inchildren 259
months of age
(ISCAP study group, BMJ 2004, 328:791)

Cilinical outcome with oral amoksisilin was


comparabel to injectable penicilin inhospitalized
children with severe pneumonia

Chloramphenicol was effective


treatment
of children with severe pneumonia
( Duke et al.Lancet 2002; 359:478-80)
Ampisilin + Gentamisin is better than

Chloramphenicol for very severe


pneumonia in children 2-59 months of
age
(WHO, 2005)

PENCEGAHAN
Pemberian vaksinasi
haemofilus influenza,
pneumokokus,influenza
dan pertusis