Anda di halaman 1dari 32

PAPARAN MODUL 9

PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBD
DEPARTEMEN DALAM NEGERI
DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH
2006
1

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
UU 32/2004
UU 33/2004

UU 32/2004UU 17/2003
UU 33/2004
UU 1/2004
15/2004

PP 58/2005
PERMENDAG
RI 13 / 2006

PERDA

Peraturan KDH

UU
PP 24/2005
PP 8/2006

PKD
PP 58/2005
OMNIBUS REGULATIONS

LINGKUP
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Pelaksanaan

Perencanaan
Input

Proses

Output/Input

Proses

Pengawasan/
Pengendalian

Output/Input

Proses

Output

Kebijakan Umum
APBD
Prioritas & Plafon
Anggaran Sementara

RPJMD/RKPD
Penjaringan

Aspirasi
Kinerja Masa
Lalu
Asumsi Dasar

Kebijakan

Pemerintah
(RPJM/RKP/
Prioritas
Pembangunan)

Kegiatan
Anggaran

Prestasi Kerja

APBD

Penatausahan
& Akuntansi
Laporan
Perda APBD
Pelaksanaan
APBD
Formulir/Dokumen

Catatan/Register

Semesteran
Tahunan

Evaluasi
Kinerja
Hasil
Evaluasi

DOKUMEN POKOK
PENGANGGARAN DAERAH
RPJMD/
RPJMD/
RKPD
RKPD

KUA
KUA

PPAS
PPAS

RAPBD
RAPBD

RKA-SKPD
RKA-SKPD

EVALUASI

PERDA
PERDA
APBD
APBD

PENJABARAN
PENJABARAN
APBD
APBD

DPADPASKPD
SKPD

ANGGARAN
ANGGARANKAS
KAS

DOKUMEN POKOK
PELAKSANAAN ANGGARAN

SPD
SPD

SPP-LS
SPP-LS

SPMLS
SPMLS

SPP-UP
SPP-UP
SPP-GU
SPP-GU
SPP-TU
SPP-TU

SPMSPMUP
UP
SPMSPMGU
GU
SPMSPMTU
TU

SP2D
SP2D

SP2D
SP2D

SPJ
SPJ

PROSES AKUNTANSI POKOK


Dokumen
SP2D-LS
& SPJ

Pencatatan &
Penggolongan

Catatan

Laporan

Peringkasan

Buku
Jurnal

Buku
Besar

Buku
Pembantu
Bukti Penerimaan
Kas

Bukti Pengeluaran

Buku Jurnal

Penerimaan Kas

Buku Jurnal

Kas

Pengeluaran Kas

Bukti Memorial

Buku Jurnal Umum

Pelaporan

Laporan
Keuangan

Kertas
Kerja

Kumpulan
Rekening
(Ringkasan
dan Rincian)

Laporan Realisasi
Anggaran

Laporan Arus Kas


Neraca Daerah
Catatan Atas Laporan
Keuangan

Kebijakan Akuntansi

KEBIJAKAN
AKUNTANSI

TUJUAN
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Tujuan kebijakan akuntansi
keuangan daerah adalah
mengatur (proses) penyusunan
dan penyajian pelaporan
keuangan pemerintah daerah

PENYUSUNAN
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan akuntansi disusun
berpedoman pada Standar
Akuntansi Pemerintahan (PP No.
24/2005)
Kebijakan akuntansi ditetapkan
dengan Peraturan Kepala Daerah
9

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN


(PP No. 24 Tahun 2005)
A. KERANGKA KONSEPTUAL PENYUSUNAN DAN
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
B. PERNYATAAN STANDAR 11 (SEBELAS) YAITU:
1. PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
2. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
3. LAPORAN ARUS KAS
4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
5. PERSEDIAAN
6. INVESTASI JANGKA PANJANG
7. ASET TETAP
8. KEWAJIBAN
9. KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN
10. KOREKSI KESALAHAN
11. LAPORAN KONSOLIDASIAN

10

MUATAN INFORMASI
KEBIJAKAN AKUNTANSI
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.

PENDAHULUAN
KEBIJAKAN UMUM
ASUMSI DASAR
ENTITAS PELAPORAN KEUANGAN
KARAKTERISTIK KUALITATIF LAP.
KEUANGAN
PRINSIP AKUNTANSI & PELAPORAN
KEUANGAN
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
LAPORAN ARUS KAS
NERACA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

11

A. PENDAHULUAN
1. TUJUAN
2. LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
3. PERIODE AKUNTANSI

B. KEBIJAKAN UMUM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

PELAPORAN HARUS WAJAR


FUNGSI PELAPORAN
PERBANDINGAN PELAPORAN
PELAPORAN TEPAT WAKTU
MELAPORKAN KEJADIAN YANG PENTING
PELAPORAN SEBAGAI SATU KESATUAN
JENIS LAPORAN KEUANGAN

C. ENTITAS PELAPORAN KEUANGAN


1. ENTITAS AKUNTANSI
2. ENTITAS PELAPORAN KEUANGAN

12

Peranan Pelaporan Keuangan :


Laporan Keuangan menyediakan informasi yang
relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi
yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu
periode pelaporan

Laporan Keuangan digunakan :


1. Membandingkan realisasi pendapatan, belanja,
transfer, dan pembiayaan dengan anggaran yang telah
ditetapkan
2. Menilai kondisi keuangan
3. Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas
pelaporan
4. Membantu menentukan ketaatannya terhadap
peraturan
perundang-undangan
ENTITAS
PELAPORAN
Unit pemerintahan daerah yang terdiri dari satu atau
lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan
peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan
laporan keuangan

13

Ada 2 Entitas Pelaporan Keuangan


- Entitas Pelaporan : dalam hal ini Pemerintah daerah
(PPKD)
- Entitas Akuntansi : laporan keuangan dari masingmasing SKPD, yg disampaikan kepada
PPKD

D. ASUMSI DASAR

1. Kemandirian Entitas entitas pelaporan dan


akuntansi dianggap sebagai unit yang mandiri dan
mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan
keuangan, sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit
instansi pemerintah dalam pelaporan keuangan. (ada
kewenangan bagi entitas untuk menyusun anggaran
dan melaksanakannya)
2. Kesinambungan Entitas entitas pelaporan akan
berlanjut keberandaannya)
3. Keterukuran dalam satuan Uang entitas pelaporan
harus menyajikan setiap kegiatan yang diasumsikan
dapat dinilai dengan satuan uang (memungkinkan ada
14
analisis dan pengukuran akuntansi)

4. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN


KEUANGAN
1. RELEVAN
Informasi yang relevan :
a. Memiliki manfaat umpan balik
b. Memiliki manfaat prediktif
c. Tepat waktu
d. Lengkap, mencakup semua informasi
2. ANDAL
Informasi yang andal :
a. Penyajian jujur
b. Dapat diverifikasi
c. Netralitas
3. DAPAT DIBANDINGKAN
4. DAPAT DIPAHAMI

15

5. PRINSIP AKUNTANSI & PELAPORAN KEUANGAN


1.

BASIS AKUNTANSI
a. Basis Kas untuk pengakuan pendapatan, belanja,
dan pembiayaan dalam LRA, artinya pendapatan diakui
pada saat kas diterima di rekening Kasda atau oleh
entitas pelaporan, dan belanja diakui pada saat kas
dikeluarkan
b. Basis Akrual pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas
dana dalam Neraca, yang diakui dan dicatat pada saat
terjadinya transaksi atau pada saat kejadian

2. PRINSIP NILAI PEROLEHAN


- Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas
yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan
(consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada
saat perolehan
- Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas
yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi 16
kewajiban di masa yang akan datang dalam pelaksanaan

Lanjutan..
3.

4.

5.

6.
7.
8.

PRINSIP REALISASI
Pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasi melalui
anggaran pemerintah selama satu tahun fiskal digunakan
untuk membayar hutang dan belanja dalam periode
tersebut
PRINSIP SUBSTANSI MENGUNGGULI BENTUK FORMALITAS
Menyajikan transaksi serta peristiwa lain dengan wajar,
artinya dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi
dan realitas ekonomi, dan bukan hanya aspek
formalitasnya, jika berbeda harus diungkapkan dalam
CALK
PRINSIP PERIODITAS
Periode utama yang digunakan adalah tahunan.
Namun periode bulanan, triwulan, dan semesteran juga
dianjurkan
PRINSIP KONSISTENSI
17
PRINSIP PENGUNGKAPAN LENGKAP
PRINSIP PENYAJIAN WAJAR

LAPORAN REALISASI ANGGARAN


DEFINISI, PENGAKUAN, PENGUKURAN, PENILAIAN &
PELAPORAN SERTA ANGGARAN DAN REALISASI ATAS:
1. PENDAPATAN
2. BELANJA
3. PEMBIAYAAN

LAPORAN ARUS KAS


1. SALDO AWAL KAS
2. ARUS KAS MASUK DAN ARUS KAS KELUAR:
A. AKTIVITAS OPERASI
B. AKTIVITAS INVESTASI
C. AKTIVITAS PEMBIAYAAN
D. AKTIVITAS NONANGGARAN
3. SALDO AKHIR KAS
18

NERACA
DEFINISI, PENGAKUAN, PENGUKURAN, PENILAIAN &
PELAPORAN ATAS:
1. ASET
2. KEWAJIBAN
3. EKUITAS DANA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

PELAPORAN HARUS WAJAR


FUNGSI PELAPORAN
PERBANDINGAN PELAPORAN
PELAPORAN TEPAT WAKTU
MELAPORKAN KEJADIAN YANG PENTING
PELAPORAN SEBAGAI SATU KESATUAN
JENIS LAPORAN KEUANGAN

19

JENIS
LAPORAN KEUANGAN

20

LAPORAN SEMESTERAN
LAPORAN SEMESTERAN - SKPD
1.
2.

Laporan Realisasi Semester Pertama


Prognosis 6 (Enam) Bulan Berikutnya

Disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat 10


(sepuluh) hari setelah berakhirnya semester pertama
(10 Juli)

LAPORAN SEMESTERAN - PEMDA


1.
2.

Laporan Realisasi Semester Pertama


Prognosis 6 (Enam) Bulan Berikutnya

Disampaikan kepada DPRD paling lambat 1 (satu)


bulan setelah berakhirnya semester pertama (31 Juli)21

LAPORAN KEUANGAN
AKHIR TAHUN
1.

PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN - SKPD :


a.
Laporan Realisasi Anggaran SKPD
b.
Neraca SKPD
c.
Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD

2.

PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN - PEMDA :


a.
Laporan Realisasi Anggaran
b.
Neraca
c.
Laporan Arus Kas
d.
Catatan Atas Laporan Keuangan
Dilampiri dengan :
(1) Laporan Kinerja
(2) Ikhtisar Laporan Keuangan BUMD

22

LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBD

23

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBD
1.

2.

3.

Kepala Daerah menyampaikan Laporan Keuangan


kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) paling
lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran
berakhir untuk diaudit.
Kepala Daerah menyampaikan Raperda tentang
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD berupa
Laporan Keuangan kepada DPRD paling lama 6
(enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Laporan Keuangan yang disampaikan oleh Kepala
Daerah kepada DPRD adalah Laporan Keuangan
yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK)
24

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBD
1.

BATANG TUBUH PERDA

2.

LAMPIRAN-LAMPIRAN PERDA

- Lampiran I

Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Lampiran I.1

Ringkasan LRA mnrt Urusan dan Organisasi

Lampiran I.2

Rincian LRA mnrt Urusan, Org, Pdpt, Bel dan Pemb

Lampiran I.3

Rekap RA Bel Drh mnrt Urusan, Org, Program &


Kegiatan

Lampiran I.4

Rekap RA Bel Drh u/ Keselarasan Urusan & Fungsi

Lampiran I.5

Daftar Piutang Daerah

Lampiran I.6

Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah

Lampiran I.7

Daftar Realisasi Tambah & Kurang Aset Tetap


Daerah

Lampiran I.8

Daftar Realisasi Tambah & Kurang Aset Lainnya

Lampiran I.9

Daftar Kegiatan yg Belum Diselesaikan s.d. Akhir


Tahun

Lampiran
: Daftar
Dana Cadangan Daerah
(1)
Laporan Kinerja
PP 8/2006
(2) I.10
Ikhtisar Laporan Keuangan BUMD PP 8/2006

25

LAPORAN KEUANGAN
Laporan Realisasi Anggaran
Anggaran Realisasi Pendapatan
Anggaran Realisasi Belanja
- Belanja Tidak Langsung
- Belanja Langsung
Anggaran Realisasi Surplus/Defisit
Anggaran Realisasi Pembiayaan
SILPA

Laporan Arus Kas


Saldo Awal
Penerimaan
Pengeluaran
Saldo Akhir

Operasional
Investasi
Pembiayaan
Non Anggaran

Neraca Daerah
Aset
- Aset Lancar
- Investasi
- Aset Tetap
- Dana Cadangan
- Aset Lain-lain
Kewajiban
- Kewajiban Jangka Pendek
- Kewajiban Jangka Panjang
Ekuitas Dana
- Ekuitas Dana Lancar
- Ekuitas Dana Investasi
- Ekuitas Dana Cadangan

Catatan Atas Laporan Keuangan:


Menyajikan Informasi secara Kualitatif & Kuantitaf
Atas akun-akun pada:
Laporan Realisasi APBD,
Neraca, dan
Laporan Arus Kas.

26

EVALUASI RAPERDA
PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBD

27

EVALUASI RAPERDA PERTANGGUNGJAWABAN


PELAKSANAAN APBD
1.

2.

3.

Raperda provinsi/kabupaten/kota ttg pertanggungjawaban


pelaksanaan APBD yg telah disetujui bersama DPRD dan
rapergub/raperbup/raperwal ttg penjabaran
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sebelum ditetapkan
oleh gubernur/bupati/ walikota paling lama 3 (tiga) hari kerja
disampaikan terlebih dahulu kepada Menteri Dalam
Negeri/Gubernur untuk dievaluasi.
Hasil evaluasi disampaikan oleh Menteri Dalam
Negeri/Gubernur kepada Gubernur/Bupati/Walikota paling
lama 15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya
rancangan dimaksud.
Apabila Menteri Dalam Negeri/Gubernur menyatakan hasil
evaluasi raperda provinsi/kabupaten/kota ttg
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan
rapergub/raperbup/raperwal ttg penjabaran
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sudah sesuai
dengan kepentingan umum dan peraturan perundang28
undangan yang lebih tinggi, gubernur menetapkan raperda

EVALUASI RAPERDA PERTANGGUNGJAWABAN


PELAKSANAAN APBD
4.

5.

Dalam hal Menteri Dalam Negeri/Gubernur menyatakan


hasil evaluasi raperda ttg pertanggungjawaban
pelaksanaan APBD dan rapergub/raperbup/raperwal ttg
penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD
bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan
perundang-undangan yang lebih tinggi, gubernur/bupati/
walikota bersama DPRD wajib melakukan penyempurnaan
paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak
diterimanya hasil evaluasi.
Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh
gubernur/bupati/ walikota dan DPRD, dan
gubernur/bupati/walikota tetap menetapkan raperda ttg
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan
rapergub/raperbup/raperwal ttg penjabaran
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD menjadi perda
dan pergub/perbup/perwal, Menteri Dalam
Negeri/Gubernur membatalkan perda dan
pergub/perbup/perwal dimaksud sesuai dengan
29
peraturan perundang-undangan .

PENGENDALIAN
INTERN

30

PENGENDALIAN INTERN

Pengendalian intern merupakan proses yang dirancang untuk


memberikan keyakinan yang memadai mengenai pencapaian
tujuan pemerintah daerah yang tercermin dari keandalan
laporan keuangan, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan
program dan kegiatan serta dipatuhinya peraturan perundangundangan.

Pengendalian intern sekurang-kurangnya memenuhi kriteria


sbb:
1. terciptanya lingkungan pengendalian yang sehat
2. terselenggaranya penilaian risiko
3. terselenggaranya aktivitas pengendalian
4. terselenggaranya sistem informasi dan komunikasi
5. terselenggaranya kegiatan pemantauan pengendalian.
6. Penyelenggaraan pengendalian intern berpedoman pada
ketentuan peraturan perundang-undangan

Dalam rangka meningkatkan kinerja transparansi dan


akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, kepala daerah
mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern
di lingkungan pemerintahan daerah yang dipimpinnya .

31

TERIMA KASIH

32