Anda di halaman 1dari 5

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

APA ITU PEMBERDAYAAN ?


P E M B E R D AYA A N
PA D A
H A K E K AT N YA
ADALAH
P E N G U ATA N
KEMAMPUAN,
KEMAUAN,
KETRAMPIL AN,
K E B E RA N I A N , D AYA P E N A F S I RA N , D A N K E T E R B ATA S A N K E T E R B ATA S A N
YA N G
DIMILIKI
OLEH
M A S YA RA K A
ATA U K E LO M P O K YA N G B E RA D A D I B AWA H D O M I N A S I
PENGUASA.
K E T E R B ATA S A N M E L I P U T I :
1. M A S A L A H K E S E J A H T E R A A N
2. M A S A L A H A K S E S T E R H A D A P S U M B E R D A Y A
3. M A S A L A H K E S A D A R A N
4. M A S A L A H P A R T I S I P A S I
5. M A S A L A H
UNTUK
MEMBERIKAN
KO N T R O L
DAN
PENGENDALAIAN
PROSES
PENYELENGGARAAN
P E M E R I N TA H A N , K E KU A S A A N D A N B E R E B A G A I R E L A S I
YA N G A D A .

DEFENISI PEMBERDAYAAN (EMPOWERMENT), BERKEMBANG BERDASARKAN KONTEKS


KEPENTINGAN (ASPEK PRAKTIS) MAUPUN PERSPEKTIF KEILMUAN (ASPEK TEORITIS)

Pertama : Menurut perspektif sosiologis, antropolgis dan


psikologis; memaknai pemberdayaan sebagai proses
sosial, konsep rekonstruksi dan transformasi sosial, upaya
perubahan sosial, penguatan modal sosial, upaya menjaga
kesimbangan dan keberlanjutan sistim sosial. Upaya
memanusiakan mni, kanusia terutama kaum yang lemah
(tidak berdaya), seperti : kaum miskin, kaum tani, kaum
terpinggirkan, kaum perempuan, kaum nelayan, dan kaum
yang menjadi korban korban pembangunan lainnya.
1. Konsep pemberdayaan dalam wacana pembangunan
masyarakat selalu dihubungkan dengan konsep mandiri
(self-help), partisipasi, jaringan kerja dan keadilan.
2. Pemberdayaan pada hakekatnya mendorong kesadaran
pelaku untuk mandiri, dalam artian memiliki kesiapan
secara kognitif, afektif, dan psikomotorik

KESIAPAN : KESELURUHAN POLA-POLA RESPON ATAU KECAKAPAN YANG


DIMILIKI OLEH SESEORANG PADA SUATU SAT

Inti
pemberdayaan
adalah
pemanusiaan,
dalam
arti
mendorong orang untuk menampilkan dan merasakan hak
hak asasinya. Konsep ini jelas mengutamakan usaha sendiri
dari orang yang diberdayakan untuk meraih keberdayaannya,
oleh karena itu sangat jauh dari konotasi ketergantungan.
Secara psikologis : defenisi pemberdayaan secara praktis
dalam lingkup unit bisnis sebagai cara yang amat praktis dan
produktif untuk mendapatkan yang terbaik dari diri kita
sendiri dan dari staf kita.
Artinya pemberdayaan bukan
hanya pelimpahan tugas, melainkan juga pelimpahan proses
pengambilan keputusan dan tanggungjawab secara penuh.
Jika pemberdayaan ingin berhasil, maka jangan lupakan
budaya pemberdayaannya.

KEDUA : PERSPEKTIF
TEKNOLOGI

TEORI

PEMBANGUNAN,

EKONOMI

POLITIK

DAN

Defenisi
pemberdayaan
menurut
perspektif
ini
kecenderungan bias pendekatan pembangunan, bias
kepentingan ekonomi politik, bias status quo (birokratis)
dan bias teknologi. Indikatornya, pada setiap defenisi
selalu
terkandung
kata
atau
istilah
memberikan
menyerahkan, mengalihkan yang dapat ditemukan pada
defenisi pembangunan masyarakat.
Oakley dan Masden (1984) melihat pemberdayaan sebagai
proses
menyerahkan
atau
mengalihkan
sebagian
kekuasaan, kekuatan atau kemampuan kepada masyarakat
agar individu menjadi lebih berhindar berdaya hingga
terhindar dari ketimpangan relasi. Proses ini dilengkapi
pula dengan upaya membangun asset material guna
mendukung pembangunan kemandirian mereka melalui
organisasi.

KETIGA PERSPEKTIF BISNIS DAN ORGANISASI :


Pemberdayaan merupakan sebuah pendekatan
dan alat untuk mendapatkan keuntungan bagi
anggota, organisasi dan unit bisnis.
Pemberdayaan merupakan sebuah proses yang
untuk mewujudkannya membutuhkan waktu
yang tidak sekejap.
Ken
Blancard
(2002);
pemberdayaan
didefinisikan secara beragam seperti : sebagai
suatu cara untuk mewirausahakan orang lain
(enterpreneurship), sebagai penanaman rasa
memiliki, sebagai suatu bentuk ikatan kerja
atas dasar komitmen, sebagai suatu usaha
untuk membuat orang lain terlibat.
Pemberdayaan bermula dari mengajarukan
kepada orang lain segala sesuatu yang dapat
merekan lakukan agar tidak bergantung pada
anda.