Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN

KASUS
KEJANG DEMAM KOMPLEKS

Oleh:
M. Rizal Nurhadi

Pembimbing:
dr. Nurul Hidayah, M.Sc, Sp. A

BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN ANAK


FK UNLAM RSUD ULIN
BANJARMASIN

KEJANG DEMAM

Kejang demam ialah bangkitan kejang yang


terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu
rektal di atas 38oC) yang disebabkan oleh
suatu proses ekstrakranium

Pusponegoro Hardiono D, Widodo Dwi Putro, Ismael


Sofyan. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam.
Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak
Indonesia, Jakarta. 2006 : 1 14.

KLASIFIKASI KEJANG DEMAM

Kejang demam
sederhana
(Simple febrile
seizure)

Kejang demam
kompleks
(Complex
febrile seizure)

Pusponegoro Hardiono D, Widodo Dwi Putro, Ismael


Sofyan. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam.
Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak
Indonesia, Jakarta. 2006 : 1 14.

Soetomenggolo, S. Kejang Demam. Dalam Buku


Neurologi UI. Jakarta: Penerbit FKUI. 2004. H 244-251.
4

LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama

: By. AB

Jenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 9 bulan

Identitas orang tua


Nama Ibu

: Ny. E

Nama Ayah

: Tn. R

Umur Ibu

: 42 Tahun

Umur Ayah

: 42 Tahun

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Swasta

Alamat

: Sei lulut

ANAMNESIS
Kejang kejang pada anak terjadi sejak 15 menit
sebelum masuk rumah sakit, kejang terjadi hanya
satu kali dan terus-menerus, setiba dirumah sakit
anak mendapatkan stesolid rectal dan beberapa
menit kemudian kejang berhenti. Kejang pada
anak lebih dari 15 menit. Kejang terjadi diseluruh
tubuh dan mata anak sambil melihat keatas,
setelah kejang anak langsung sadar dan
menangis. Pada saat kejang anak sedang
mengalami demam, demam pada anak sejak 2
hari yang lalu dan demam belum pernah di obati.
Demam pada anak naik turun. Ibu juga
mengeluhkan anak sulit makan sudah selama 2
hari. Keluhan Batuk pilek tidak ada dan muntah
disangkal.

Riwayat Kehamilan, Persalinan,


dan Imunisasi

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
Kesadaran

: tampak sakit sedang

: komposmentis

Pengukuran
Tanda vital

: Nadi

: 104 x/menit, reguler

Suhu

: 37,4C

Respirasi

: 28 x/menit

SpO2

: 99% dengan

o2(-)
Berat badan

: 7,5kg

Kulit :
Tidak pucat pada kuku-kuku ekstrimitas,
tidak juga kuning.
Kepala/leher
Kepala
:
(-), scar (-).

Bentuk kepala mesosefal, alopesia

Rambut :
Distribusi rambut tipis dan lurus,
dengan warna hitam. Alis mata dan bulu mata
hitam dan tidak mudah dicabut.
Mata
:
konjungtiva tidak anemis, sklera
tidak ikterik, produksi air mata normal, sekret
tidak ada.
Telinga
:
cepat kembali.

Pinna terbentuk sempurna, rekoil

Hidung
:
Hidung berbentuk normal,
simetris, tidak terdapat epistaksis, chonca tidak
edem dan hiperemi, sekret berlebih tidak ada.
Mulut
:
hiperemis faring, mukosa bibir
basah dan warna merah muda
Leher :
pembesaran KGB tidak ada, torticolis
tidak ada.

10

Toraks :
Inspeksi
: bentuk simetris, retraksi tidak ada, iktus
terlihat di linea midklavikula sinistra ICS V.
Palpasi

: Fremitus vocal dextra dan sinistra simetris

Perkusi

: sonor pada semua regio pulmo

Auskultasi : vesikuler pada semua regio, Rhonki (-/-),


Wheezing (-/-)
Payudara

: areola menonjol. Tidak ada kelainan

jantung :
Batas jantung kanan : linea parasternal
Batas jantung kiri
Abdomen

: ICS V linea midklavikula sinistra

Inspeksi

: bentuk cekung, ulkus (-), scar (-)

Auskultasi

: bising usus normal

Perkusi

: redup regio epigastrium, lain-lain timpani

Palpasi
: nyeri tekan (-) pada semua regio,
hepatosplenomegaly (-)
11

Ekstremitas
Range of motion: tidak terbatas dalam batas normal, parese (-),
edem sendi (-), akral dingin (-), kuku pucat (-)
Genitalia

Jenis kelamin laki-laki tidak ada kelainan, testis

Neurologi
Rx pupil

: (+/+)

Meningeal sign : Refleks Fisio

Refleks Pato

: Hoffmann/Tromnar (-/-) (-/-)


Babinsky (-/-)

n. Anus:

Positif, tidak ada fissura

12

RESUME
Nama

: By. AB

Jenis Kelamin : Laki-laki


Umur

: 9bulan

Berat badan

: 7,5 kg

Keluhan Utama

: Kejang

13

Keadaan umum
: tampak sakit sedang
Tanda Vital
: HR =104 x/menit
RR 28 x/menit
T =
37,4 C
Kulit
: pucat (-)
Kepala : mesosefali, UUB belum menutup
Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Telinga : simetris, sekret (-)
Mulut : mukosa bibir lembab, hiperemis faring
Toraks : simetris,
Paru
: rhonki (-/-),wheezing (-/-)
Jantung
: S1 dan S2 tunggal, bising (-)
Abdomen : datar, H/L/M tidak teraba, bising usus (+) normal
Genitalia
: laki-laki
Anus : ada, lecet (-)
Ekstremitas: atas
: akral hangat
bawah : akral hangat
14

DISKUSI KASUS

15

RIWAYAT PENYAKIT

16

Telah dilaporkan sebuah kasus anak laki-laki


9 bulan dengan diagnosis kejang demam
kompleks et causa faringitis akut dirawat
di ruang anak RSUD Ulin Banjarmasin.
Diagnosis kejang demam kompleks et
causa faringitis akut ditegakkan
berdasarkan anamnesis, hasil
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang.

17

18

INDIKASI RAWAT INAP


Pasien kejang demam dirawat di rumah sakit pada
keadaan berikut
-Kejang demam kompleks
-Hiperpireksia
-Usia di bawah 6 bulan
-Kejang demam pertama
-Dijumpai kelainan neurologis

(Pedoman Pelayanan Medis, IDAI, 2010):

19

FARINGITIS
bakteri atau virus mukosa faring menyebabkan respon
inflamasi lokal.
terjadi pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit
polimorfonuklear. Pada stadium awal terdapat hiperemi,
kemudian edema dan sekresi yang meningkat.
. Dengan hiperemi, pembuluh darah dinding faring menjadi
lebar. Tampak bahwa folikel limfoid dan bercak-bercak
pada dinding faring posterior, atau terletak lebih ke
lateral, menjadi meradang dan membengkak.

Berhman, E. Richard dan Victor C.V.1992. Sistem pernafasan: Infeksi-infeksi Saluran Nafas Bagian
20
Atas dalam: Nelson Ilmu Penyakit Anak Bagian 2. EGC. Jakarta; 297-98.

KLASIFIKASI DARI KEJANG DEMAM


kejang demam sederhana, Kejang demam yang berlangsung singkat,
kurang dari 15 menit, dan umumnya akan berhenti sendiri. Kejang
berbentuk umum tonik dan atau klonik, tanpa gerakan fokal. Kejang
tidak berulang dalam waktu 24 jam. Kejang demam sederhana
merupakan 80% di antara seluruh kejang demam.
Klasifikasi yang kedua yaitu Kejang demam kompleks dengan salah
satu ciri berikut ini:
1. Kejang lama > 15 menit
2. Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang
parsial
3. Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam

21

TATALAKSANA

IVFD D5 NS 30cc/jam
Parasetamol syr 3x 75 mg
Diazepam intermiten 3x 0,8 mg (kp) demam>
38 C
Ampicilin 4x100mg
Zink 1x 20 mg
Monitor keadaan umum dan tanda vital

22

23

Pemakaian diazepam oral dosis 0,3 mg/kg setiap 8


jam pada saat demam menurunkan risiko
berulangnya kejang pada 30%-60% kasus,
begitu pula dengan diazepam rektal dosis 0,5
mg/ kg setiap 8 jam pada suhu > 38,5 .
Fenobarbital, karbamazepin, dan fenitoin pada
saat demam tidak berguna untuk mencegah
kejang demam

Pusponegoro Hardiono D, Widodo Dwi Putro, Ismael Sofyan. Konsensus Penatalaksanaan Kejang
Demam. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta. 2006 : 1 14. 24

Terapi yang ke empat Ampisilin diberikan dengan dosis


4x100mg, tetapi menurut IDAI antibiotik pilihan pada
terapi faringitis akut streptokukus grup A adalah
Penisilin Voral 15-30mg/kgBB/hai dibagi 3 dosis
selama 10 hari atau benzatin penisilin G IM dosis
tunggal dengan dosis 600.000 IU (BB<30kg) dan
1.200.000 IU (BB>30kg). Amoxisilin juga dapat
diberikan menggantikan penisilin

Berhman, E. Richard dan Victor C.V.1992. Sistem pernafasan: Infeksi-infeksi Saluran Nafas Bagian
25
Atas dalam: Nelson Ilmu Penyakit Anak Bagian 2. EGC. Jakarta; 297-98.

Terapi yang terakhir Zink syr, penggunaan zink memang popular


beberapa tahun terakhir karena memiliki evidence based yang
bagus. Beberapa penelitian telah membuktikan pemberian zink
yang dilakukan diawal masa diare selama 10 hari ke depan
secara signifikan menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien.
Dasar pemikiran penggunaaan zink dalam pengobatan diare
akut didasarkan pada efeknya terhadap fungsi imun atau
terhadap saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel
saluran cerna selama diare

Berhman, E. Richard dan Victor C.V.1992. Sistem pernafasan: Infeksi-infeksi Saluran Nafas Bagian
26
Atas dalam: Nelson Ilmu Penyakit Anak Bagian 2. EGC. Jakarta; 297-98.

PENUTUP
Telah dilaporkan sebuah kasus anak laki-laki 9 bulam
bulan dengan diagnosis Kejang demam Kompleks et causa
faringitis akut yang dirawat di ruang anak RSUD Ulin
Banjarmasin sejak tanggal 27 mei hingga3 juni 2015.
Diagnosis nefritis lupus ditegakkan berdasarkan
anamnesis, hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang (darah rutin dan urin lengkap). Pasien juga
memenuhi kriteria diagnosis Kejang demam Kompleks et
causa faringitis akut berdasarkan kelainan yang
ditemukan:
-Kejang lebih dari 15 menit

27

TERIMA KASIH

28

Anda mungkin juga menyukai