Anda di halaman 1dari 36

SENYAWA

KOMPLEKS

Kimia Anorganik Fisik

SENYAWA KOMPLEKS
??
Apakah semua senyawa kompleks atom
pusatnya adalah logam transisi ???
Apakah atom pusat suatu kompleks hanya
memiliki bilangan oksidasi berharga positif ??

Kimia Anorganik Fisik

Senyawa Koordinasi
Senyawa yang terbentuk dari kation (ion pusat) yang dikelilingi
oleh anion atau molekul netral yang disebut ligan

Muatan ion kompleks = muatan ion pusat +


muatan ligan
Kaitan Geometri dan Bilangan
Koordinasi
Banyaknya ligan yang mengelilingi ion pusat menentukan tata
ruang senyawanya.

Bilangan koordinasi.?????

Kimia Anorganik Fisik

Bilangan
Koordinasi

Senyawa

Geometri

Dua

[Ag(NH3)2]+
[Ag(CN)2]-

Linear

Tiga

HgI3SnCl3-

Segitiga planar
Segitiga piramida

Empat

BeF4, AlCl4-, FeCl4-,


senyawa Cu2+, Ni2+,
Pd3+ dan Pt4+
BF4-, FeCl4-

Segiempat
bujursangkar

Lima

[Ni(CN)5]3-

Trigonal Bipiramida,
segitiga bipiramida,
piramida
bujursangkar

Enam

Hampir semua
kompleks

Oktahedron

Kimia Anorganik Fisik

Tetrahedral

Coordination Number
Some metals, such
as chromium(III) and
cobalt(III),
consistently have the
same coordination
number (6 in the
case of these two
metals).
The most commonly
encountered
numbers are 4 and 6.

Teori Koordinasi Werner


Teori koordinasi Werner dinyatakan dalam bentuk postulat :
1. Sebuah ion mempunyai dua jenis valensi yaitu:
- valensi primer (valensi dapat terionisasi)
- valensi sekunder (valensi tidak dapat terionisasi)
2. Jumlah valensi sekunder suatu ion tertentu.
Misal: ion Pt4+, Co3+, Ti3+, Te3+ v.s. = 6 (enam)
Pd2+, Pt2+, Cu2+, Ni2+ v.s = 4 (empat)
Cu+, Ag+, Au+, Hg+ v.s = 2 (dua)
3. Valensi sekunder harus dipenuhi oleh anion atau molekul netral
yang mempunyai pasangan elektron bebas misal : halida, sianida,
amonia, amin dan air
4. Dalam sebuah senyawa, valensi sekunder harus dipenuhi secara
sempurna. Setelah vs dipenuhi valensi primer baru dipenuhi oleh
anion jika membentuk kompleks kation dan sebaliknya
5.
Valensi sekunder memiliki ruangan dan bentuk geometri tertentu.
Kimia Anorganik Fisik

Aturan Bilangan Atom Efektif


Sidgwick org I yang memikirkan tentang ikatan dalam senyawa
kompleks
mengembangkan teori oktet G.N.Lewis
Ligan basa Lewis (donor pasangan elektron)
Ion pusat asam Lewis (akseptor pasangan elektron)
Sidgwick kompleks (molekul atau ion) akan stabil apabila
memiliki jumlah e- sama
dengan yang dimiliki oleh salah satu unsur gas mulia,
karena konfigurasi
gas mulia dianggap paling stabil
Total jumlah elektron dalam atom atau ion logam dengan e - yang
diterima dari ligan BILANGAN ATOM EFEKTIF (effective atomic
number, EAN)
Contoh:
1. [Co(NO2)6]3Co3+

Kimia Anorganik Fisik

Co = 27 e= 24 e-

2. [Ag(NH3)4]+

Ag = 47 eAg+ = 46 e4NH3 = 8 e54e

Xe

54

TAPI ADA KOMPLEKS YANG STABIL TIDAK MEMENUHI EAN


1.

[Cr(NH3)6]3+
Cr
= 24 eCr3+
= 21 e6NH3 = 12 e33 e-

[Ag(NH3)2]+
[Ni(NH3)6]2+

Kimia Anorganik Fisik

2. [Co(Cl)4]2Co
Co2+
33 e-

= 27 e= 25 e4Cl= 8 e-

EXERCISE
Hitunglah EAN !!
1. [Cu(H2O)6]2+
2. [Cr(C6H6)2]
3. [Co(C2O4)3]34. [Mn(CO)5(C2H4)]+
5. [Fe(C4H6)(CO)3]

Klasifikasi Senyawa Kompleks


1.Jenis Ligan
1.1. Ditinjau dari teori asam-basa ligan dalam senyawa
koordinasi merupakan basa Lewis. Ion logam pusat : asam Lewis
: Ligan yang bergabung dengan ion logam dikelompokkan sebagai
berikut:
a. Ligan Monodentat
Ligan yang hanya mampu memberikan satu pasang elektron kepada
satu ion logam pusat dalam senyawa koordinasi.
Contoh: F-, Cl-, Br-, NH3, H2O
b. Ligan Bidentat
Ligan yang mempunyai dua atom donor sehingga mampu memberikan
dua pasang elektron.
Hasil pembentukan: ikatan koordinasi, ligan bidentat akan
menghasilkan struktur cincin dengan ion logamnya cincin kelat

Kimia Anorganik Fisik

Klasifikasi Senyawa Kompleks


Contoh : H2N CH2CH2 NH2
H2P CH2CH2 PH2
CH3O CH2CH2 OCH3
c.

etilendiamin (en)
etilendiposfin (difos)
dimetilglikol (glime)

Ligan Polidentat
Ligan-ligan yang memiliki lebih dari dua atom donor. Ligan ini dapat
disebut tri, tetra, penta atau heksa dentat
Contoh:
* Ligan tridentat : H2N-CH2CH3-NH-CH2CH2-NH2
(dietilendiamin(dien))
:-OOC-CH2-NH-CH2-COO-
(iminodiasetato)
* Ligan tetradentat
Ligan linier terbuka H2N-CH2CH2-NH-CH2
H2N-CH2CH2-NH-CH2
trietilentetramin (trien)

Kimia Anorganik Fisik

Klasifikasi Senyawa Kompleks

Ligan siklik

Porfirin

* Ligan pentadentat
CH2-COO-
-OOC-CH2-NH-CH2CH2-N
CH2-COO-
etilendiamin triasetato
*Ligan heksadentat
-OOC-CH2

CH2-COO-
N-CH2CH2-N
-OOC-CH2
CH2-COO-
EDTA

Kimia Anorganik Fisik

Klasifikasi Senyawa Kompleks

1.2. Berdasarkan pada jenis ikatan koordinasi yang

terbentuk
a. Ligan yang tidak mempunyai e- sesuai untuk ikatan dan orbital
kosong ikatan yang terbentuk hanya ikatan misal NH3, RNH2
b. Ligan yang mempunyai dua atau tiga pasang e- bebas ikatan dan
dengan ion logam. Contoh: N3-, O2-, F-, Cl-, Br-, Ic. Ligan yang memiliki orbital -anti ikatan kosong dengan tingkatan
energi rendah yang dapat menerima e- yang orientasinya sesuai dari
logam. Contoh: CN-, py dan acac
d. Ligan yang tidak ada pasangan elektron bebasnya tetapi memiliki
elektron ikatan , seperti alkena, alkina, benzen, dan anion siklo
pentadienil
e. Ligan yg dapat membentuk 2 ikatan , dengan 2 atom logam terpisah
dan kemudian membentuk jembatan. Sebagai contoh antara lain OH-, Cl-,
Kimia
F-, NHAnorganik
, O -, CO,Fisik
SO 2-, dan O2-

Klasifikasi Senyawa Kompleks

Macam-macam Atom Ligan


Berdasarkan pembentukan kompleks dengan atom yang berbeda, Pearson
telah mengelompokkan ligan dan juga logam ke dalam atom keras (hard)
dan lunak (soft)
Ion logam dengan orbital d hampir kosong atau terisi penuh elektron yang
tidak dapat digunakan untuk pembentukan ikatan (logam alkali, alkali
tanah, Al, Ga, Ir, Sn, Pb, Ti, Zn, Ag, Y, Sc, La, V, dst) disebut asam keras
atau logam kelas (a)
dan ligan yang membentuk kompleks secara kuat dengan logam-logam itu
disebut basa keras atau basa kelas (a)
Logam-logam dengan orbital d-nya hampir penuh elektron yg dpt
membentuk ikatan dengan ligan yg dpt menerima elektron orbital itu
dalam orbital kosong yg sesuai disebut logam lunak atau logam atau
asam kelas (b) sedangkan ligannya disebut ligan atau basa lunak atau
basa kelas (b) sebagai contoh Cu(I), Hg(II), Pd(II), Pt(II), PR3, dst
Kimia Anorganik Fisik

Klasifikasi Senyawa Kompleks

Jenis Logam
Selain pengelompokan ion logam ke dalam kelas (a) dan (b),
pengelompokan lebih bermanfaat dapat dilakukan berdasarkan
konfigurasi elektronnya :
a.
b.
c.
d.

Ion
Ion
Ion
Ion

dengan konfigurasi sama dengan gas mulia


dengan 18 elektron
pasangan inert (ns2)
logam transisi (ndx)

Kimia Anorganik Fisik

Tata Nama Senyawa Kompleks

1. Penamaan Ligan
Ligan spesifik seperti: NH3 amin
H2O
akua
NO
nitrosil
CO
karbonil
Penamaan ligan lain diatur sebagai berikut:
a. Ligan anion
Penamaan ditambah dengan akhiran o
Contoh: O2okso
OH- hidrokso
CN- siano
NO2nitrito
SO42sulfato
SO32sulfito
[Co(NO2)6]3b. Ligan Organik
Radikal bebas diberi nama seperti namanya sendiri.
Contoh: CH3
metil
C6H5
fenil
[Hg(CH3)2]+ = dimetilraksa (I)
c. N2 dan O2 dinamakan dinitrogen dan dioksigen
[Ru(NH3)5N2]2+

Tata Nama Senyawa Kompleks

2. Penamaan Logam
* Kompleks kation dan netral penamaan diakhiri dengan nama
logam yang diikuti dengan bilangan oksidasi logam dalam nomor Romawi.
Contoh : nikel (II), besi (II)
* Kompleks anion nama logam dalam bahasa latin diakhiri dengan
akhiran at dengan
tingkat oksidasi formalnya dalam kurung
Contoh : perat, cuprat, argentat
[Fe(NH3)6]2+ : heksaaminbesi (II)
[FeCl4]2- : tetrakloroferrat (II)

Kimia Anorganik Fisik

Tata Nama Senyawa Kompleks

3. Awalan yang menunjukkan bilangan


Bila terdapat ligan yang sama 2 : di (bis)
3 : tri (tris)
4 : tetra (tetrakis)
5 : penta (pentakis)
6 : heksa (heksakis)
7 : hepta, dst

Kimia Anorganik Fisik

Tata Nama Senyawa Kompleks


Note : bis, tris, tetrakis, dst digunakan jika ligannya senyawa organik
yang sudah menggunakan awalan di, tri, tetra, dst.
[Co(NH3)5CO3]Cl

Pentaaminkarbonatokobal(III)klorida

Mo[(C6H5)2PCH2CH2P(C6H5)2]2(N2)2
bis(1,2-difenilfosfinoetana) bis(dinitrogen)molibdenium(o)
4. Urutan Penulisan
* Ligan-ligan ditulis pertama kemudian diikuti logam pusat pada akhir
* Ligan netral ditulis lebih dahulu, diikuti ligan anion yang ditempatkan
dalam urutan abjad
jika isomer khusus tidak diinginkan
* Dalam kompleks bujur sangkar mungkin diperlukan penulisan khusus
untuk menunjukkan
isomer geometri
[Co(NH3)4Cl2]+Cl- tetraamindiklorokobalt(III)klorida
[Co(NH3)3Cl2CO3]untuk
penentuan
Kimia
Anorganik
Fisik urutan ligan,awalan di, tri, dst tidak dipertimbangkan

Tata Nama Senyawa Kompleks

5. Isomer
Isomer ditunjukkan oleh awalan yang diikuti oleh (-)
cis-[Pt(NH3)2Cl2] : cis-diamindikloroplatina(II)
* Untuk ligan ambidentat : dibedakan penempatan simbol atom yang
terlibat dalam
koordinasi
SCN- tiosianato (N atau S)
(NH4)3[Cr(NCS)6]
: amonium heksatiosianato-N-kromat(III)
(NH44)2[Pt(SCN)6] : amonium heksatiosianato-S-platinat(IV)
O-N-O- nitrito (O atau N)
* Isomer geometri kompleks bujur sangkar, isomer yang berbeda
ditunjukkan oleh
penyusunan ligan yang diatur berdasarkan urutan
posisinya.
[Pt(Cl)(Br)(NH3)(py)]
klorobromoamin piridin-platina(II)
[Pt(Br)(Cl) (NH3)(py)]
bromokloroamin piridin-platina(II)
Kimia Anorganik Fisik

Tata Nama Senyawa Kompleks

* Isomer optik dipakai tanda d atau (+) untuk zat yang putar
kanan dan l atau (-) untuk zat putar kiri.
(+) atau d-K3[Ir(C2O4)3]3 : (+) atau d-kalium trioksalatoiridat(III)
(-) atau l-[Co(en)3]Cl3
: (-) atau l-tris(etilendiamin)kobal(III)klorida
6. Ligan Jembatan ligan yang atom donornya mengikat dua atau lebih
atom pusat.
Awalan digunakan untuk menandai ligan yang bertindak sebagai
ligan jembatan.
Ligan jembatan dipisahkan dengan tanda -

[(NH3)5Co-NH2-Co(NH3)4(H2O)]Cl5
pentaaminkobalt(III)- -amido-tetraaminakuakobalt(III) klorida
Ligan jembatan disebut lebih dahulu apabila senyawa kompleksnya adalah
senyawa kompleks simetris.
Contoh: di- -iodobis[diasetonitrillitium(I)]
di- -klorobis[diaminplatina(II)]klorida
Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks

Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks

Isomer
Koordinasi

Isomer Tautan

Isomer Ionisasi

Isomer Ligan

Kimia Anorganik Fisik

Isomer
STRUKTUR
AL

Isomer Pelarut

Isomer Posisi
Koordinasi Posisi
Ligan

Stereokimia Senyawa Kompleks

Senyawa koordinasi dapat mengalami dua macam stereisomer ruang yaitu :


Isomer GEOMETRI
Isomer OPTIK
Isomer GEOMETRI terjadi antara dua isomer yg memiliki rumus kompleks
sama tetapi penyusunan ruang dari beberapa ligan berbeda.
Isomer OPTIK terjadi apabila suatu senyawa dapat memutar bidang
polarisasi yg berbeda

Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


ISOMER
GEOMETRI
Isomer ini tdk terdapat pd kompleks dgn struktur linier, trigonal planar atau
tetrahedral, tetapi umum terdapat pd kompleks planar segiempat dan
oktahedral.
Werner mengemukakan bahwa jika kompleks logam koordinat empat tipe
[MA2B2] memiliki isomer geometri, misalnya isomer cis dan trans, maka
dapat disimpulkan bahwa kompleks itu berbentuk bujur sangkar. Kompleks
ini tdk mungkin berbentuk tetrahedral karena bentuk tetrahedral tdk
memiliki isomer geometri.

Pada umumnya kompleks koordinat 4 dari sebagian besar ion Pd2+, Ag2+,
Cu2+, Rh+, dan Ir+ berbentuk planar
Sedangkan ion Zn2+, Be2+, B3+, Cd2+, Al3+, Hg2+, Ga3+, Fe3+, dan Co2+
berbentuk tetrahedral
Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


ISOMER
GEOMETRI
Isomer cis dan trans dapat dibedakan oleh:
a. Momen dipol, senyawa trans dari [Pt[PEt3]2Cl2] akan mempunyai momen
dipol yg dapat diabaikan karena adanya penghilangan momen ikatan
dari masing-masing ikatan, tetapi isomer cis akan mempunyai momen
dipol yang berarti
b. Spektroskopi IR, isomer trans memberikan spektrum lebih sederhana
daripada isomer cis karena pengurangan frekuensi stretching ikatan M-A
dan M-B dalam isomer trans
c. Metode reaktivitas kimia. Dengan asumsi bahwa tdk ada perubahan
struktur ligan, sederetan reaksi dpt dipakai untuk membedakan antara
isomer trans dan cis
Untuk kompleks oktahedral, isomer cis-trans terjadi pada senyawa-senyawa
dengan rumus umum:
[MA4X2]
contoh: [Cr(NH3)4Cl2]+
[M(AA)2X2] contoh : [Co(en)2Cl2]
[MA4XY]
contoh : [Co(NH3)4ClBr]+
Kimia
Fisik : [Co(en)2ClBr]+
[M(AA)Anorganik
contoh
2XY]

Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


ISOMER
GEOMETRI
Isomer lateral-diagonal (lat-diag isomerisme)
Banyak dijumpai pada senyawa-senyawa kompleks organologam
Apabila ada dua ligan sejenis yang bersebelahan maka termasuk
lat(lateral)
sedangkan apabila ada dua ligan sejenis yg berseberangan
termasuk diag(diagonal)

Isomer ini dianggap juga sebagai isomer cis-trans.


Contoh:

Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


ISOMER
GEOMETRI
Selain isomer cis dan trans, dalam senyawa kompleks juga dikenal isomer
Fac-Mer.
Isomer ini hanya terjadi pada molekul dan ion kompleks oktahedral yg
memiliki 3 ligan yg sama dan 3 ligan lain yg sama pula.
Apabila 3 ligan sejenis membentuk segitiga sama sisi (tdk melewati atom
pusat) dan terletak pd salah satu muka oktahedral disebut dgn fac (facial)
Apabila 3 ligan sejenis membentuk segitiga sama kaki (melewati atom
pusat) disebut dgn mer (meridional)
Contoh:
fac-triaquatriklororutenium(III)
mer-triqauatriklororutenium(III)

Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


ISOMER OPTIS
Isomer optis adalah isomer yg disebabkan oleh perbedaan pemutaran
bidang polarisasi sinar terkutup.
Zat yg dapat memutar bidang polarisasi sinar terkutup disebut juga zat
optis aktif
Yang memutar ke kanan disebut dextro (d atau +)
Yang memutar ke kiri disebut levo (l atau -)
Suatu molekul atau ion bersifat optis aktif, bila molekul atau ion tersebut
tidak mempunyai bidang simetri.

Kompleks oktahedral banyak yg bersifat optis aktif. Senyawa atau


ion dengan rumus umum [M(AA)3] mempunyai isomer optis,
misalnya [Cr(C2O4)3]3Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


TIPE LAIN
ISOMER
Selain stereoisomer, senyawa koordinasi dapat menunjukkan adanya tipe
isomer lain:
Isomer Ligan
Isomer ini disebabkan karena ligan suatu kompleks mempunyai beberapa
bentuk isomer.
Misalnya kompleks isomer o-, m-, dan p-toluen dengan ion logam
Isomer Ionisasi
Isomer ini disebabkan adanya perbedaan ion yg dihasilkan dalam suatu
proses ionisasi. Sebagai contoh kompleks [Co(NH3)5SO4]+Br- dan
[Co(NH3)5Br]2+SO4 atau [PtNH3I]+Cl- dan [PtNH3Cl] +IIsomer Pelarut
Isomer ini hal khusus dari isomer ionisasi yg melibatkan molekul pelarut.
Jika air sebagai pelarut, isomer hidrat akan dihasilkan. Contoh terbaik yg
telah dikenal adalah kromium klorida hidrat: [Cr(H 2O)6]Cl3 violet,
[Cr(H2O)5Cl]Cl2 hijau muda, [Cr(H2O)4Cl2]Cl yg memberikan masingmasing 3,2,1 mol ion klorida dalam larutan
Kimia Anorganik Fisik

Stereokimia Senyawa Kompleks


TIPE LAIN
ISOMER
Isomer Koordinat
Isomer ini terjadi pada garam yang baik kation maupun anionnya
merupakan ion kompleks. Satu atau lebih ligan dari kation dapat diganti
oleh satu atau lebih ligan dari anion atau sebaliknya.
Kompleks [Co(NH3)6][Cr(CN)6] dan [Co(CN)6][Cr (NH3)6]
[Co(NH3)4][PtCl4] dan [Pt(NH3)4][CoCl4]
Isomer Polimerisasi
Sebetulnya jenis ini tdk termasuk isomer tetapi dikatakan isomer oleh
Werner. Kompleks yg mempunyai rumus molekul berbeda tetapi rumus
empirisnya sama disebut isomer polimerisasi.
Isomer Linkage
Jika ligan memiliki dua atau lebih atom berbeda yg dapat digunakan
untuk berikatan dgn ion logam (ligan ambident), misalnya ligan CNS -,
NO2-, S2O32-, atau CO(NH2)2, maka kompleks yg dihasilkan akan memiliki
isomer linkage. Isomer ini dpt diidentifikasi dengan mudah menggunakan
spektroskopi IR.
Kimia Anorganik Fisik

Ramalkan isomerisme yg mungkin


terjadi pada kompleks di bawah ini:
a.[Ru(NH3)3I3]
b.[Cu(NH3)4][Fe(CN)6]
c.[Cr(NH3)2(H2O)2Br2]+
d.[Pt(NH3)3Cl3]
e.[Co(NH3)5(NO2)]2+
Isomer lain dalam senyawa kompleks yg
biasa ditemui adalah ISOMERISME
SPIN (spin isomerism)

Ali
dari
Budi
dari

adalah anak
Budi, maka
adalah
ayahnya Ali.