Anda di halaman 1dari 19

Kalium

Fisiologis, Hipokalemia,
Hiperkalemia

Fisiologis Kalium
Pemeliharaan tekanan osmotik dan
distribusi beberapa kompartemen cairan
tubuh manusia adalah fungsi utama empat
elektrolit mayor, yaitu natrium (Na+),
kalium (K+), klorida (Cl-), dan bikarbonat
(HCO3-).
Kalium kation terbanyak dalam cairan
intrasel, diantaranya :
- Kalium Intrasel + 98% ( + 145 meq/L)
- Kalium ekstrasel + 2% (4-5 mEq/L)
Fungsi kalium ditubuh :
1.Menjaga potensial membran sensuler
2.Penghantaran impuls di miokardium, CNS
dan CNS

Reabsorbsi dan sekresi


Reabsorbsi :
- Tubulus proksimal : Kalium difiltrasi
diglomerulus, sebagian besar (70-80%)
direabsorbsi secara aktif maupun pasif
- Pada lengkung henle : mereabsorbsi
bersama aktif dan pasif
Sekresi :
- GI : < 5%
- Kulit dan urin : 90 %

Summary of Tubular
Reabsorption and
Secretion

Kalium pada wanita 25% < dibandingkan lakilaki


Kalium pada orang dewasa < 20%
dibandingkan pada anak-anak.
Nilai rujukan :
- Serum bayi : 36-5,8 mmol/L
- Serum anak : 3,5-5,5 mmol/L
- Serum dewasa : 3,5-5,3 mmol/L
- Urin Anak : 17-57 mmol/24jam
- Urin Dewasa : 40-80 mmol/24jam
- Cairan lambung : 19 mmol/L

Faktor yang mempengaruhi :


1.Perubahan konsentrasi K di ECF
2.Perubahan pH
3.Kadar kolesterol
4.Peningkatan insulin
5.Peningkatan aktifitas beta adrenergik
6.Peningkatan produksi sel darah

Hipokalium
Hipokalemia : [ K + ] plasma < 3,5 mEq/L
Umumnya, penurunan [ K + ] plasma 1 mEq/L
menurunnya 200-400 mEq K+ tubuh total.
Berdasar konsentrasi K+ plasma /serum.
1.Hipokalemia ringan (3-3,5
mmol/L)asimtomatis
2.Hipokalemia sedang(2,5-3 mmol/L)
Simtomatis
3.Hipokalemia berat (< 2,5 mmol/L)aritmia s/d
cardiac arrest.
Gejala : Aritmia ventrikular Tchycardia,
Supraventrikular, Tachycardia, bradycardia,
conduction delay), otot lemah atau paralise,

Gambaran EKG : penurunan


amplitudo gel.T,depresi segmen ST,
adanya gel.U dan pemanjangan PR
interval

TERAPI HIPOKALEMIA
Berdasar keadaan klinis secara keseluruhan,
TIDAK semata pada kadar kalium serum/plasma.
Secara oral, KCl 60-80 mEq/hr. Lebih aman
dibanding secara i.v
Pemberian preparat K+ secara IV sebaiknya
diberikan bila disertai gejala yang serius pada
sistem kardiovaskuler dan kelemahan otot
Umumnya K+ diberikan dengan kecepatan 10
mEq/jam
Jika konsentrasi K+ antara 2 2,5 mEq/L,
kecepatan infus dapat ditingkatkan menjadi 20
mEq/jam,membutuhkan CVC dan monitor ketat

Koreksi HipoKalemi

Dosis = (K target - K) x BB
x 0,3 *
Dosis = (K target - K) x BB x
0,3 + M
M : Maintenance cairan, 1 mEq/kgBB/hari
* : pada pasien gagal ginjal kronik M tidak
ditambahkan
Pemilihan larutan:
1. KCl metabolik alkalosis
2. K acetat atau K citrat metabolik asidosis
3. K Phosphat jika ada hipophosphatemia
(diabetic ketoasidosis).

Hiperkalemia
Hiperkalemia adalah kadar kalium serum
lebih atau sama dengan 5,5 mEq/L
Konsentrasi kalium yang tinggi adalah
lebih berbahaya daripada konsentrasi
kalium yang rendah.
Konsentrasi kalium darah > 5.5 mEq/L
akan mempengaruhi sistem konduksi
listrik jantung konsentrasi yang tinggi
ini terus berlanjut, irama jantung menjadi
tidak normal dan jantung akan berhenti
berdenyut.

Tanda dan gejala


a. Neuromuskular

Kelemahan otot yang tidak begitu terlihat biasanya


merupakan tanda awal
Kelemahan otot yang berjalan naik dan berkembang
kearah paralisis flaksid pada tungkai bawah, dan
akhirnya pada badan dan lengan ( berat )
Parestesia pada wajah, lidah, kaki, dan tangan
b. Saluran cerna
Mual, kolik usus, diare
c. Ginjal
Oliguria yang berlanjut menjadi anuria
d. Kardiovaskular
Disritmia jantung, bradikardia, blok jantung komplit,
fibrilasi ventrikel atau henti jantung.
Perubahan EKG (selalu terjadi jika K + serum= 7-8
mEq/L)

Penyebab :
Hiperkalemi terjadi karena peningkatan masukan
kalium, penurunan ekskresi urine terhadap kalium,
atau gerakan kalium keluar dari sel-sel, diantaranya :
a.Keluarnya Kalium dari Intrasel ke Ekstrasel Kalium
keluar dari sel dapat terjadi pada keadaan asidosis
metabolik bukan oleh asidosis organik (ketoasidosis,
asidosis laktat), defisit insulin, katabolisme jaringan
meningkat, pemakaian obat penghambatadrenergik, dan pseudohiperkalemia.
b. Berkurangnya Ekskresi Kalium melalui Ginjal 3,10
Berkurangnya ekskresi kalium melalui ginjal terjadi
pada keadaan hiperaldosteronisme, gagal ginjal,
deplesi volume sirkulasi efektif, pemakaian
siklosporin atau akibat koreksi ion kalium berlebihan
dan pada kasus-kasus yang mendapat terapi
angiotensin-converting enzyme inhibitor dan
potassium sparing diuretics.

**Pseudohiperkalemia dapat disebabkan oleh


hemolisis,sampel tidak segera diperiksa atau
akibat kesalahan preanalitik yang lain yaitu
tornikuet pada lengan atas tidak dilepas sebelum
diambil darah setelah penderita menggenggam
tangannya berulangkali (peningkatan sampai 2
mmol/L). Jumlah trombosit >500.000/mm atau
leukosit >70.000/mm juga dapat meningkatkan
kadar kalium serum.
Beberapa keadaan klinik spesifik yang dapat
menyebabkan hiperkalemia adalahAddisons
Disease, Hyperkalemic Periodic
Paralysis,danChronic Renal Insufficiency.

Terapi :
1. ECG abnormal : CaCl2 10% , 5-10 ml
pelan-pelan
2. Redistribusi kalium : insuline 10 unit dan
5% dextrose 500 ml i.v, natrium
bikarbonat 1 meq/kg i.v pelan-pelan 2
agonist -> albuterol inhaled : 10-20mg
3. Eksresi kalium : Loop diuretic (lasix),
dialisa
4. Hiperventilasi, sehingga C02 turun
alkalosis respiratory K+ masuk intasel