Anda di halaman 1dari 64

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur

Oleh :
NOOR UTAMI
Sosialisasi Adiwiyata Tahun 2012
TIDENG PALE, 4 OKTOBER 2012

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


2012
4 TIDUNG,
Oktober 2012

KEGIATAN PERTAMBANGAN

KEGIATAN PERTAMBAKAN

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


2012
4 TIDUNG,
Oktober 2012

BANJIR

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


20122012
4 Oktober

KEKERINGAN
SAAT KEMARAU

SAMPAH

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


2012
4 Oktober
2012

BERMAIN DI SUNGAI SAMPAH

POLUSI LINGKUNGAN

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


2012
4 Oktober
2012

PEMANASAN GLOBAL

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


2012 2012
4 Oktober

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN

SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN


MELALUI PROGRAM ADIWIYATA

KOMPONEN DAN MODEL ADIWIYATA

Komitmen
Manajemen
Anggaran

MODEL ADIWIYATA
Lingkungan sekolah
bersih dan sehat
Memiliki Landscape
(pemanfaatan RTH)
Memanfaatkan sumber
daya secara efisiensi
energi (Listrik, Air, ATK,
BBM)
Mengelola Sampah
(3R)
Mengelola sanitasi
Lingkungan dan
memiliki cadangan air
tanah
Memiliki kantin ramah
lingkungan
Melakukan pelestarian
fungsi LH

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


20122012
4 Oktober

11

LINGKUNGAN YANG BERSIH, HIJAU, INDAH

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


2012 2012
4 Oktober

12

4 Oktober 2012

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

13

4 Oktober
2012
SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,
2012

14

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG, 2012


4 Oktober 2012

15

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

4 Oktober 2012

16

UNSUR :

Kepala Sekolah
Siswa
Guru
Orang tua
Warga sekolah (Misal; Petugas kebersihan,
petugas tata usaha, pengelola kantin)
Pemda (lurah, camat dll)
Masyarakat sekitar

Pastikan bahwa seluruh warga sekolah mengetahui


keberadaan program peduli dan berbudaya lingkungan
di sekolahnya
Buat media komunikasi untuk memastikan informasi
terbaru secara reguler (misal; mading, papan
pengumuman sekolah, leaflet dll).
Tentukan koordinator tim dalam melaksanakan program
tersebut
Pastikan bahwa semua warga sekolah (terutama siswa)
dalam proses pengambilan keputusan.
Mencatat dan mengkomunikasikan keputusan tim . Tim
harus menyimpan catatan dari setiap keputusan
mereka.
DEKLARASIKAN BAHWA SEKOLAH ANDA AKAN MENUJU
SEKOLAH ADIWIYATA kepada seluruh warga sekolah,
sebagai komitmen bersama

Untuk memberikan gambaran kondisi sekolah


saat ini
Hasil kajian untuk menyusun Rencana Aksi yang
akan dilakukan
Untuk membantu sekolah menentukan
perubahan yang diperlukan, mendesak atau
tidak dibutuhkan sama sekali tidak ada yang
terabaikan
Kajian lingkungan dilakukan pada kurun waktu
tertentu secara reguler sesuai kebutuhan

KONDISI SEKOLAH

Letak sekolah
Kondisi lingkungan sekolah
Kondisi masyarakat sekitar
Kondisi siswa dan orang tua siswa
Kondisi PBM dan sarpras sekolah

POTENSI SEKOLAH
Kekuatan dan Peluang Sekolah
Daya dukung SDM dan ANGGARAN
Daya dukung Masyarakat dan PEMDA

PERMASALAHAN LINGKUNGAN SEKOLAH


Sampah
Air
Energi
Makanan dan kantin sekolah.
Keanekaragaman Hayati
Ruang Terbuka Hijau
Dll

Memastikan semua warga terlibat, terutama


siswa
Meliputi isu :

Sampah
Air
Energi
Makanan dan kantin sekolah
Keanekaragaman hayati dll

Buat semacam cheklist yang berisi


pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak
Serta ditambah kolom komentar/penjelasan

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai sampah

Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 1:
Apakah sekolah sudah mempunyai kebijakan yang jelas terkait
sampah?
YA
TIDAK
Komentar/penjelasan:
Sudah terdapat kebijakan Kepala Sekolah mengenai sampah,namun
perlu ditingkatkan lagi untuk pemanfaatannya

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai sampah


Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 2:
Apakah sekolah sudah memberikan materi pelajaran kepada anak
didik terkait dengan sampah?
YA
TIDAK
Komentar/ penjelasan:
Sudah terdapat dalam mata pelajaran wajib, mulok dan
pengembangan diri

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai sampah


Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 3:
Apakah sekolah sudah mengajak anak didik ikut serta bekerjabakti
dalam memungut sampah di lingkungan sekolah maupun di luar
sekolah?
YA
TIDAK
Komentar /penjelasan:
Sudah terdapat beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh warga
sekolah baik di dalam maupun di luar yang terkait dengan
penanganan sampah ( mis. Jumat bersih di lingkungan sekolah
maupun di luar sekolah )

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai sampah


Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 4:
Apakah sekolah sudah memiliki tempat sampah yang memadai,
alat komposter serta prasarana lain untuk pemanfaatan sampah
yang ada ?
YA
TIDAK
Komentar/ penjelasan:
Tempat sampah banyak yang sudah rusak.
Komposter belum mencukupi
Alat pencacah sampah belum ada

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai kantin sehat
Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 1:
Apakah sekolah sudah memiliki kebijakan untuk pengelolaan kantin
yang ramah lingkungan?
YA
TIDAK
Komentar/ penjelasan:
Sudah memiliki kebijakan untuk pengelolaan kantin yang ramah
lingkungan yang dibuktikan dengan SK Kepala Sekolah

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai kantin sehat
Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 2:
Apakah sekolah sudah melakukan sosialisasi terhadap pengelola
kantin mengenai kantin yang ramah lingkungan?
YA
TIDAK
Komentar/ penjelasan:
Pendidik/guru memberikan sosilaisasi bahaya zat warna/ makanan
sehat dan tidak sehat

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai kantin sehat

Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg
terlibat:
Pertanyaan 3:
Apakah sekolah sudah melakukan kerjasama
dengan instansi kesehatan,pendidikan, pertanian,
perikanan, BLH dalam mewujudkan kantin yang
ramah lingkungan?
YA
TIDAK
Komentar/ penjelasan:
Menjalin instansi lain sebagai narasumber untuk
mewujudkan kantin yang ramah lingkungan

Contoh Cheklist Kajian Lingkungan sekolah untuk isu mengenai kantin sehat
Nama sekolah:

Tanggal kajian:

Warga sekolah yg terlibat:


Pertanyaan 4:
Apakah sekolah sudah menyiapkan sarana prasarana untuk
terwujudnya kantin yang berwawasan lingkungan ?
YA
TIDAK
Komentar/ penjelasan:
Belum ada sarana pengolah air bekas cucian piring/gelas. Belum
ada tempat pencucian secara terpadu, Air bekas cucian masih
dibuang bercampur dengan air drainase

ABIOTIK
Hasil Kajian lingkungan sekolah
disusun menjadi sebuah DOKUMEN
SEKOLAH sebagai DASAR
PELAKSANAAN PROGRAM
ADIWIYATA

Disusun berdasarkan kajian lingkungan


Disusun dengan tujuan, tenggat waktu dan juga
penanggung jawab yang jelas termasuk juga
sumber pendanaan
Sasaran yang ditetapkan dengan realistis sesuai
dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki

RENCANA AKSI SEKOLAH


Perumusan kebijakan dan anggaran sekolah
Pengetahuan dan kegiatan dalam PBM
tentang pengelolaan sumber daya air
terkait dengan komponen lingkungan
Kegiatan partisipasi warga sekolah
Kegiatan siswa dalam eskul, pramuka, dll
Pembentukan kader lingkungan
Sarana Prasarana yang dibutuhkan

N
O

RENCANA
KEGIATANAKSI

SASARAN

WAKTU

ANG
GARAN

PM

PENAJ
A

1.

Merevisi
kebijakan

Memperbaiki
kebijakan (KOMP 1)

Maret

2.

Menyusun
kurikulum/
RPP untuk
materi LH

Menambah materi
lh ke MAPEL wajib,
mulok dan
pengembangan diri
(KOMP.2)

Maret s/d
PM
Desem ber
2012

Ketua
TIM
ADIWI
YATA
Sekolah

3.

Mengundan
g Dinas
Kesehatan,
DKP dll
sebagai
narasumber

Meningkatkan
kemitraan (KOMP.3)

Maret s/d
PM
Desem ber
2012

Ketua
Tim
Adiwiya
ta
Sekolah

4.

Menambah
prasarana
ramah
lingkungan

Menambah jumlah
April
tempat sampah/
komposter (KOMP.4)

PM

Kepala
Sekolah

Ketua
Sapras

Berangkat dari kajian lingkungan


Pilih topik yang menjadi skala prioritas di sekolah
dengan tenggat waktu yang terukur
Tetapkan bagaimana cara mengukur tingkat
keberhasilan dalam mencapai tujuan
Diskusikan jangka waktu untuk setiap aktivitas;
jangka pendek, menengah, panjang
Tetapkan siapa menjadi penanggungjawab setiap
kegiatan
Lakukan monitoring untuk setiap aktivitas secara
konsisten
Publikasikan hasil perencanaan tersebut kepada
seluruh warga sekolah (mading, papan
pengumuman atau setiap upacara dll

Laksanakan setiap aktivitas yang telah di


rencanakan secara konsisten

Dilakukan secara periodik oleh tim sekolah


Sampaikan hasil pencapaian dalam papan
pengumuman

MENYUSUN KURIKULUM
Bersama guru-guru mengidentifikasi topiktopik pembelajaran yang dapat
mengintegrasikan aksi kajian pendidikan
lingkungan yang sedang dilakukan
disesuaikan dengan komponen ,standar dan
pencapaian sekolah Adiwiyata

SEMBOYAN DAN LOGO LINGKUNGAN


Membuat logo dan semboyan sebagai bentuk
kampanye pendidikan lingkungan di sekolah

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)


1)
Sekolah/Madrasah menyusun KTSP.
2)
Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan
peraturan pelaksanaannya.
3)
KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, potensi atau
karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.
4)
Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP.
5)
Wakil Kepala SMP/MTs dan
wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang
kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP.
6)
Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang
diampunya sesuai dengan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Panduan Penyusunan
KTSP.
7)
Dalam penyusunan silabus, guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru
(KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan
(LPMP), atau Perguruan Tinggi.
8)
Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi
oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB, SMPLB, SMALB, SMA dan SMK
oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Khusus untuk
penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi, disupervisi, dan
difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, sedangkan untuk SDLB,
SMPLB, SMALB, SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama.
Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Kantor
Departemen Agama Kabupaten/Kota, sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah
Departemen Agama Provinsi.

Visi Sekolah/Madrasah
a.
Sekolah/Madrasah
merumuskan
dan
menetapkan
visi
serta
mengembangkannya.
b.
Visi sekolah/madrasah:
1)
dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak
yang berkepentingan pada masa yang akan datang;
2)
mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga
sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
3)
dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan
pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi
pendidikan nasional;
4)
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah;
5)
disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang
berkepentingan;
6)
ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan
dan tantangan di masyarakat.

Misi Sekolah/Madrasah
a.
Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan misi serta
mengembangkannya.
b.
Misi sekolah/madrasah:
1)
memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional;
2)
merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;
3)
menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;
4)
menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan
yang diharapkan oleh sekolah/madrasah;
5)
memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program
sekolah/madrasah;
memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan
unit sekolah/madrasah yang terlibat;
dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan
termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik
yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;
disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang
berkepentingan;
ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan
dan tantangan di masyarakat.

Tujuan Sekolah/Madrasah
a.
Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan tujuan serta
mengembangkannya.
b.
Tujuan sekolah/madrasah:
1)
menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam
jangka menengah (empat tahunan);
2)
mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional
serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;
3)
mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;
4)
mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan
oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah;
5)
disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap
pihak yang berkepentingan.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN
DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya
sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan
fungsi
lingkungan
hidup
dan
mencegah
terjadinya
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang
meliputi
perencanaan,
pemanfaatan,
pengendalian,
pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya
untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup.
Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan
hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk
hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya.
Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan
lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau
komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk


atau dimasukkannya makhluk hidup, zat,
energi, dan/atau komponen lain ke dalam
lingkungan hidup oleh kegiatan manusia
sehingga melampaui baku mutu lingkungan
hidup yang telah ditetapkan.
Kerusakan lingkungan hidup adalah
perubahan langsung dan/atau tidak
langsung terhadap sifat fisik, kimia,
dan/atau hayati lingkungan hidup yang
melampaui kriteria baku kerusakan
lingkungan hidup.
Misalnya: kebakaran lahan dan hutan

PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


INPUT

PROSES

OUTPUT

OUTCOME

Air
Udara
Tanah
Cegah
pencemaran

Rencana Usaha

Industri
Perkebunan
Pertambangan
Hotel
Perumahan
Sekolah
Dll

Media lingkungan
air,tanah, udara

Cegah kerusakan

Pelestarian
lingkungan

Pembangunan
berkelanjutan

Banjir

Kekeringan

Lonsor
Kebakaran hutan
Dll

Tata air
Keanekaraga
man hayati
Hutan
Iklim

Ekonomi
Sosial
Lingkungan

Lingkungan
baik dan
sehat

Cukup
pangan
Cukup air
Cukup
energi

Visi Sekolah/Madrasah
a.
Sekolah/Madrasah
merumuskan
dan
menetapkan
visi
serta
mengembangkannya.
b.
Visi sekolah/madrasah:
1)
dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak
yang berkepentingan pada masa yang akan datang;
2)
mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga
sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
3)
dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan
pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi
pendidikan nasional;
4)
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah;
5)
disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang
berkepentingan;
6)
ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan
dan tantangan di masyarakat.

No

Komponen

KLS DAN WAKTU


I

PPLH
terkait

II

III

MATA PELAJARAN (8)


1

PENDIDIKAN AGAMA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

BAHASA INDONESIA

MATEMATIKA

IPA

IPS

SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN

PEND. JASMANI. OLAH RAGA DAN


KESEHATAN

MUATAN LOKAL

PENGEMBANGAN DIRI
JUMLAH JAM

*) SMP 10 MP; SMA 16 MP; SMK; 13 MP

26

27

28

IV

VI

28

28

28

2*)

2*)

2*)

32

32

32

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL


NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007
STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Rencana Kerja Sekolah/Madrasah


a.
Sekolah/Madrasah membuat:
1)
rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan
dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang
ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan;
2)
rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka
menengah.
b.
Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah/madrasah:
1)
disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari
komite sekolah/madrasah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan
kabupaten/kota. Pada sekolah/madrasah swasta rencana kerja ini disahkan
berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah;
2)
dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang
terkait.
c.
Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan
persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah/madrasah.
d.
Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah
yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan
akuntabilitas.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL


NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007
STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Bidang Keuangan dan Pembiayaan


a.
Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi
dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan.
b.
Pedoman
pengelolaan
biaya
investasi
dan
operasional
Sekolah/Madrasah mengatur:
1)
sumber pemasukan, pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola;
2)
penyusunan dan pencairan anggaran, serta penggalangan dana di luar
dana investasi dan operasional;
3)
kewenangan dan tanggungjawab kepala sekolah/madrasah dalam
membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya;
4)
pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan
anggaran, untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah, serta institusi di
atasnya.
c.
Pedoman
pengelolaan
biaya
investasi
dan
operasional
sekolah/madrasah diputuskan oleh komite sekolah/madrasah dan ditetapkan
oleh kepala sekolah/madrasah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di
atasnya.
d.
Pedoman
pengelolaan
biaya
investasi
dan
operasional
sekolah/madrasah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah
untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN


NASIONAL
NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007
STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai:
1)
kesiswaan;
2)
kurikulum dan kegiatan pembelajaran;
3)
pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;
4)
sarana dan prasarana;
5)
keuangan dan pembiayaan;
6)
budaya dan lingkungan sekolah;
7)
peranserta masyarakat dan kemitraan;
8)
rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan
pengembangan mutu.

MENGGANTI BUKU TEKS PELAJARAN YANG RUSAK (BUKU PLH)


2.
BIAYA KEGIATAN PENERIMAAN SISWA BARU (KEGIATAN OSPEK LINGKUNGAN
HIDUP)
3.
BIAYA KEGIATAN DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU DAN KEGIATAN
KESISWAAN TERMASUK EKSTRAKURIKULER (MANAJEMEN ADIWIYATA DAN
KEGIATAN)
4.
BIAYA ULANGAN DAN UJIAN
5.
PEMBELIAN BAHAN HABIS PAKAI (SARANA KEBERSIHAN)
6.
LANGGANAN DAYA DAN JASA
7.
PERAWATAN SEKOLAH (LINGKUNGAN FISIK, TAMAN,SALURAN, RTH)
8.
PEMBIAYAAN HONOR GURU HONORER DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
HONORER
9.
PENGEMBANGAN PROFESI GURU (PELATIHAN PLH, STUDI BANDING)
10.
BANTUAN BIAYA TRANSPORTASI, SERAGAM SEPATU, DAN ALAT TULIS UNTUK
SISWA MISKIN
11.
BIAYA PENGELOLAAN BOS
12.
PEMBELIAN KOMPUTER DAN PRINTER
13.
JIKA HAL-HAL TERSEBUT SUDAH TERPENUHI DAN MASIH ADA SISA DANA,
BOLEH DIGUNAKAN UNTUK MEMBELI ALAT-ALAT PENUNJANG (ALAT
PERAGA, MEDIA PEMBELAJARAN, MESIN KETIK, PERALATAN UKS, DAN
MEBELER (SARANA PLH)
INFO : Www.Bos, kemdiknas..Go. Id
1.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN


NASIONAL
NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007
STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran
yang memotivasi, memfasilitasi, mendidik, membimbing, dan melatih peserta
didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan
potensi kemanusiaannya secara optimum;
Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran
untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu:
a)
meningkat rasa ingin tahunya;
b)
mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan
pendidikan;
c)
memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari
sumber informasi;
d)
mengolah informasi menjadi pengetahuan;
e)
menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah;
f)
mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain; dan
g)
mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang
wajar.

Kerucut Pengalaman

PRESTASI SEKOLAH DI KALIMANTAN TIMUR


SEKOLAH MANDIRI
NO

KAB/KOTA

NAMA SEKOLAH

1.

BALIKPAPAN SDN 03

KATEGORI

JENIS
PENGHARGAAN

SEKOLAH MANDIRI

TROPY EMAS

PEMBERI
PENGHARGAAN

SMPN I
SDN 001

PRESIDEN

SMPN 3
SMAN I
2.

SAMARINDA SMPN 10

3.

KUTAI
TIMUR

SD 2 YPPSB
SMP YPPSB

4.

TARAKAN

SMPN I

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA TIDUNG,


2012 2012
4 Oktober

55

LANJUTAN
NO

KAB/KOTA

NAMA SEKOLAH

KATEGORI

JENIS
PENGHARGAAN

PEMBERI
PENGHARGAAN

1.

BONTANG

SMAN 2

CALON SEKOLAH
ADIWIYATA 2011

SERTIFIKAT

DEPUTI KLH

2.

KUTAI TIMUR

SD 1 YPPSB

ADIWIYATA NASIONAL

SD 3 YPPSB

ADIWIYATA NASIONAL

SDN 006
SANGKULIRANG

ADIWIYATA NASIONAL

MENTERI LH
SERTIFIKAT

MENTERI LH

3.

BERAU

SDN 21

CALON SEKOLAH
ADIWIYATA 2011

SERTIFIKAT

DEPUTI
KLH/DIKNAS

4.

PASER

SDN 27 PADANG
PRAPAT

CALON SEKOLAH
ADIWIYATA 2011

SERTIFIKAT

DEPUTI
KLH/DIKNAS

5.

SAMARINDA

SMAN 8

SEKOLAH ADIWIYATA
2011

SERTIFIKAT

DEPUTI
KLH/DIKNAS

6.

TARAKAN

SMKN I

ADIWIYATA NASIONAL

SERTIFIKAT

7.

NUNUKAN

SDN 004

CALON SEKOLAH
ADIWIYATA

SERTIFIKAT

DEPUTI
KLH/DIKNAS

8.

BALIKPAPAN

SD KEMALA
BHAYANGKARI

ADIWIYATA NASIONAL

SERTIFIKAT

MENTERI LH

9.

BULUNGAN

SMPN 3 TANJUNG
PALAS

ADIWIYATA NASIONAL

SERTIFIKAT

MENTERI LH

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

MENTERI LH

4 Oktober 2012

56

2 .TINGKAT PROVINSI TAHUN 2012


NO KAB/KOTA

NAMA SEKOLAH

1.

SDN 01

BALIKPAPAN

SD KEMALA
BHAYANGKARI

KATEGORI

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

JENIS
PEMBERI
PENGHARGA PENGHARGAAN
AN
PIAGAM

GUBERNUR

SD YBBSU
SMPN 3
SMPN 12
SMPN 14
SMAN 1

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

4 Oktober 2012

57

1.

BALIKPAPAN

SMAN 2

SMAN 4

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SMAN 8

SMKN 1

2.

PENAJAM PASER
UTARA

SMPN 1

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

GUBERNUR

4 Oktober 2012

58

3.

SAMARINDA

SDN 021 SEI


KUNJANG
SMPN 12
SMAN 11

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SMKN 3
SMKN 8

4.

BONTANG

SMAN 2

SD YAYASAN VIDYA
DAHANA PATRA
SMPN 5

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

4 Oktober 2012

59

KUTAI TIMUR

SDN 006
SANGKULIRANG
SD 1 YPPSB

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SD 2 YPPSB
SD 3 YPPSB
SMPN 1 SANGATTA
UTARA
SMP YPPSB

6.

BERAU

SDN 21
SDN 007
SMPN 8
SMAN 2
SMKN 1

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

4 Oktober 2012

60

7.

PASER

SDN 27 PADANG
PRAPAT
SDN 031

SEKOLAH
ADWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SMKN 1

8.

TARAKAN

SDN 018
SDN 020
SDN 024
SMPN 1
SMPN 2
SMPN 5
SMKN 1

9.

NUNUKAN

SDN 004

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

4 Oktober 2012

61

10.

KUTAI
KERTANEGARA

SDN 028

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

11.

KUTAI BARAT

SMUN 1 SENDAWAR

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

12.

MALINAU

SMPN 1

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SEKOLAH
ADIWIYATA
2012

PIAGAM

GUBERNUR

SMAN 1

13.

BULUNGAN

SMPN 3 TANJUNG
PALAS

SOSIALISASI ADIWIYATA DI TANA


TIDUNG, 2012

4 Oktober 2012

62

AYO KITA
MULAI DARI
DIRI
SENDIRI

AJAK ORANG
DI SEKELILING
KITA JUGA
YA.

MULAI
DARI
SEKARAN
G
MULAI DARI
YANG KECIL

TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT