Anda di halaman 1dari 60

ALL

CASES

CASES
Problem 1 : Propylene / Propane Splitter
Problem 2 : Sour Water Stripper
Problem 3 : Gas Compression
Problem 4 : Field Processing Plant
Problem 5 : Refrigeration Loop with Economizer
Problem 6 : Simplified Turbo Expander Plant
Problem 7 : Acid Gas Sweetening with DEA
Problem 8 : Distillation Column in an NGL Plant
Problem 9 : Refrigerated Gas Plant
Problem 10 : Synthesis Gas Production

Problem 1 :
Propylene /
Propane Splitter

Problem 1 : Deskripsi
A propylene-propane splitter secara umum adalah Column. Dalam simulasi
ini a propylene-propane splitter dimodelkan dengan 2 Columns yaitu
STRIPPER dan RECTIFIER. STRIPPER dimodelkan dengan REBOILED
ABSORBER dan berisi 94 theoretical stages. RECTIFIER dimodelkan
dengan REFLUXED ABSORBER yang berisi 89 theoretical stages dengan
CONDENSER TOTAL.
STRIPPER mempunyai 2 umpan, pertama FEED pada stage 47 dan yang
kedua, stream bottom dari RECTIFIER. Propane direcover dari STRIPPER
bottom dan propene dari top RECTIFIER. FEED dalam kondisi uap jenuh,
pressure 300 psia, molar flow 1350 lbmole/hr dengan komposisinya 60%
propene dan 40% propane (dalam mole fraction).
Pada RECTIFIER, pressure di Tray 1 sebesar 280 psia dan di tray 89
sebesar 290 psia. Sedangkan pada STRIPPER, pressure di tray 1 sebesar
290 psia dan di tray 94 sebesar 300 psia.
Diinginkan reflux ratio pada top stage di RECTIFIER sebesar 16.4 dan flow
rate distillate (propene) pada RECTIFIER sebesar 775 lbmole/hr.
Gunakan SRK (Soave RedlichKwong) untuk fluid packagenya.
Berapa % mole fraction propene di Distillate dan % mole fraction propane di
bottom?

Problem 1 : Process Flow

Problem 1 : Subflowsheet

Problem 1 : HASIL

Problem 2 :
Sour Water
Stripper

Problem 2 : Deskripsi
Konfigurasi Sour Water STRIPPER yang dipelihatkan pada Process Flow di
halaman berikut ini adalah Unit yang umum terdapat di Refineries. Unit tsb
memproses Sour Water yang datang dari berbagai source seperti
Hydrotreaters, Reformers, Hydrocrackers dan Unit Crude.
Sour water feed dengan kondisi 100 F, 40 psia , 50000 barrel/day dengan
komposisi 0.7% H2S, 0.5% NH3 dan 98.8% H2O (mass fractio). Stream ini
diumpankan ke HEAT EXCHANGER untuk menaikkan suhunya menjadi
200 F. Sebagai pemanasnya digunakan liquid dari bottom STRIPPER.
Sour water yang telah dipanaskan akan diumpankan ke STRIPPER pada
stage ke-3. STRIPPER yang digunakan adalah DISTILLATION COLUMN
dengan 8 stage dimana CONDENSER typenya adalah full reflux. Pressure
pada CONDENSER 28.7 psia dan di REBOILER 32.7 psia. Diinginkan
Refluxnya sebesar 10 Molar dan mass fraction NH3 di REBOILER sebesar
0.001%.
Gunakan SOUR Peng-Robinson untuk Fluid Packagenya.
Tentukan berapa barrel/day (standard ideal liquid volume flow) yang
terdapat pada stream 1?
Note : Jika COLUMN yang dibuat belum juga convergen, ubah FIXED
DAMPING FACTOR menjadi 0.4 (defaultnya menggunakan 1). FIXED
DAMPING FACTOR bertujuan untuk mempercepat terjadinya convergence
dan menurunkan effek oscillation dalam perhitungan.

Problem 2 : Process Flow

Problem 2 : Flowsheet

Problem 2 : Hasil

Problem 3 :
Gas
Compression

Problem 3 : Deskripsi
Inlet Gas bersama recycle stream diumpankan ke
SEPARATOR-1 ( P = 0 ) untuk memisahkan gas dari
liquidnya. Sebelum didinginkan dengan COOLER ( P =
10 psi), gas terlebih dahulu dinaikkan pressurenya
menjadi 1000 psia dengan menggunakan
COMPRESSOR. Gas yang telah didinginkan akan
dipisahkan dari liquidnya di SEPARATOR-2 ( P = 0 ).
Liquidnya akan dikembalikan ke incoming Plant dan
digabung dengan Inlet Gas.
Diharapkan gas hasil mengandung 80% Methane (mole
fraction) dengan cara mengatur temperature gas yang
keluar dari Cooler.
Berapa flow rate (lbmole/hr) pada stream GAS HASIL?
Gunakan Peng-Robinson untuk fluid packagenya.

Problem 3 : Data-Data

=========================================
Name
INLET GAS
=========================================
Temp, F
20
Pressure, psia
700
Molar Flow, lbmole/hr
1000
C1
[ Mole Frac ]
0.35
C2
[ Mole Frac ]
0.25
C3
[ Mole Frac ]
0.10
iC4
[ Mole Frac ]
0.10
nC4
[ Mole Frac ]
0.10
iC5
[ Mole Frac ]
0.05
nC5
[ Mole Frac ]
0.03
C6
[ Mole Frac ]
0.02

Problem 3 : Process Flow

Problem 3 : Hasil

Problem 4 :
Field Processing
Plant

Problem 4 : Deskripsi
Dry Gas dan Water dengan temperature dan pressure yang sama
dicampur untuk menghasilkan campuran 65 F dan 1040 psia.
Campuran ini dipanaskan dalam HEATER ( P = 10 psi) agar
mencapai temperature tertentu sehingga setelah menempuh
perjalanan di dalam PIPE (diameter 10 inch, Sch 40) sepanjang 10
miles, temperaturenya masih 20 F di atas hydrate pointnya.
Campuran ini dipisahkan dalam SEPARATOR 3 PHASE ( P = 0 ).
Kemudian gas yang dihasilkan akan dipisahkan dengan
COMPONENT SPLITTER yang beoperasi pada 890 psia agar
semua component kecuali water merupakan hasil dari overhead
outlet (hanya 0.1% mole fraction water yang ikut, selebihnya ada di
bottom outlet).
Gas dari overhead outlet akan didinginkan dengan COOLER ( P =
10 psi) sehingga mencapai -10 F. Gas tsb kemudian dipisahkan dari
liquidnya di dalam SEPARATOR ( P = 0 psi).
Tentukan molar flow gas yang dihasilkan dari SEPARATOR terakhir
ini? Gunakan Peng-Robinson untuk Fluid Packagenya.

Problem 4 : Data-Data

================================================================
Stream Name
DRY GAS
WATER
BP, F
MW
================================================================
Molar Flow, MMSCFD
9
1
N2
[ Mole Frac , % ]
0.98
0
CO2
[ Mole Frac , % ]
0.37
0
C1
[ Mole Frac , % ]
41.83
0
C2
[ Mole Frac , % ]
8.87
0
C3
[ Mole Frac , % ]
7.11
0
iC4
[ Mole Frac , % ]
1.47
0
nC4
[ Mole Frac , % ]
3.75
0
iC5
[ Mole Frac , % ]
1.25
0
nC5
[ Mole Frac , % ]
1.63
0
H2O
[ Mole Frac , % ]
0
1
Hyp_1 [ Mole Frac , % ]
13.20
0
194
107
Hyp_2 [ Mole Frac , % ]
7.80
0
320
147
Hyp_3 [ Mole Frac , % ]
6.51
0
482
217
Hyp_4 [ Mole Frac , % ]
5.23
0
612
716

Problem 4 : Process Flow

Problem 4 : Hasil

Problem 5 :
Refrigeration Loop
& Economizer

Problem 5 : Deskripsi
A Propane Refrigeration Loop akan dimodelkan dengan Hysys.
Propane yang digunakan adalah 100% propane. Saturated
Propane keluar dari CONDENSER dengan bubble point 120 F
akan diturunkan pressurenya menggunakan VALVE KE-1.
Kemudian Propane tsb akan dipisahkan antara gas dan liquidnya
dengan SEPARATOR ( P = 0 psi). Liquidnya akan diturunkan
pressurenya dengan VALVE KE-2 untuk selanjutnya diumpankan
ke HEATER (Dutynya = 5 juta Btu/hr) yang akan menguapkan
semuanya menjadi vapor dengan temperature 20 F.
Vapor ini akan dikompres dengan COMPRESSOR-1 sehingga
pressurenya menjadi 90 psia dan digabung dengan vapor dari
SEPARATOR. Gabungan ini akan dikompres dengan
COMPRESSOR-2 sebelum diumpankan ke CONDENSER
semula yang akan mencairkan semua vapor yang masuk.
Berapa pressure (psia) pada stream 4? Gunakan Peng-Robinson
untuk Fluid Packagenya.

Problem 5 : Process Flow

Problem 5 : Hasil

Problem 6 :
Simplified Turbo
Expander PLant

Problem 6 : Deskripsi
A Turbo Expander Plant sering digunakan untuk recover ethane
dari gas alam. Gas mula-mula didinginkan dengan COOLER
hingga mencapai extremely low temperature -105 F sebelum
diumpankan ke SEPARATOR-1 ( P = 0 psi) untuk memisahkan
gas dari liquidnya. Gasnya diturunkan pressurenya menjadi 330
psia di EXPANDER. Kemudian gas tsb dipisahkan dari liquidnya
di SEPARATOR-2 ( P = 0 psi). Liquidnya bersama-sama liquid
dari SEPARATOR-1 akan diumpankan ke DE-METHANIZER
COLUMN (Reboiled Absorber).
DE-METHANIZER COLUMN dioperasikan dengan pressure di
top tray 330 psia dan pressure di bottom 335 psia. Column ini
mempunyai dua umpan yaitu liquid dari SEPARATOR-2 pada
top stage inlet, liquid dari SEPARATOR-1 pada stage 2. Column
berisi 10 stage dan diinginkan komposisi methane pada stage
ke-6 adalah 0.01.
Tentukan flow rate (lbmole/hr) pada overhead di DEMETHANIZER COLUMN. Gunakan Peng-Robinson untuk Fluid
Packagenya.

Problem 6 : Data-Data

==============================================
Stream Name
GAS
==============================================
Temperature, F
60
Pressure, psia
600
Molar Flow, lbmole/hr
100
N2
[ Mole Frac , % ]
1.49
CO2
[ Mole Frac , % ]
0.20
C1
[ Mole Frac , % ]
91.22
C2
[ Mole Frac , % ]
4.96
C3
[ Mole Frac , % ]
1.48
iC4
[ Mole Frac , % ]
0.26
nC4
[ Mole Frac , % ]
0.20
iC5
[ Mole Frac , % ]
0.10
nC5
[ Mole Frac , % ]
0.06
C6
[ Mole Frac , % ]
0.03

Problem 6 : Process Flow

Problem 6 : Flowsheet

Problem 6 : Hasil

Problem 7 :
Acid Gas
Sweetening with
DEA

Problem 7 : Deskripsi
Acid Gas Treating Facility adalah sebuah plant untuk meremove gas
H2S dari aliran gas alam. Stream Sour Gas terlebih dahulu
dipisahkan liquid dari gasnya sebelum diumpankan ke Amine
Contactor (ABSORBER). Sebagai pelarutnya dipakai DEA
(Diethanolamine). Contactor berisi 20 real stages dengan pressure
di top 995 psia dan di bottom 1000 psia.
Amine yang telah dipergunakan akan diflash dari 1000 psia ke 90
psia yang bertujuan untuk gas-gas hydrocarbon sebelum
diumpankan ke HEAT EXCHANGER (gunakan VALVE dan
SEPARATOR 2-PHASE untuk memisahkan liquid dari gasnya).
Pressure drop di kedua side adalah 10 psi. Di HE ini amine
dipanaskan menjadi 200 F untuk diumpankan pada stage ke-4 di
REGENERATOR (Distillation Column).
REGENERATOR ini berisi 20 real stages (include CONDENSER
full reflux dan REBOILER). Pressure di CONDENSER 27.5 psia dan
tidak ada pressure drop. Pressure di REBOILER 31.5 psia.
Diinginkan Reboiler Dutynya sebesar 13.56 MMBtu/hr dan suhu di
Condenser 179.6 F.

Problem 7 : Deskripsi
Amine yang telah bersih dipergunakan sebagai pemanas
di HEAT EXCHANGER. Sebelum didinginkan,
dicampurkan terlebih dahulu dengan stream MAKEUP
H2O (70 F, 21.5 psia). Untuk pendinginan digunakan
COOLER ( P = 5 psi). Kemudian diumpankan kembali
ke AMINE CONTACTOR dengan menggunakan PUMP.
Diharapkan temperature yang keluar dari PUMP adalah
95 F.
Tentukan molar flow (MMSCFD) dari stream Sweet Gas.
Tentukan berapa USGPM (standard ideal liquid volume
flow) MAKEUP H2O yang diperlukan?
Gunakan AMINE Package untuk Fluid Packagenya.

Problem 7 : Data-Data

================================================================
Stream Name
SOUR GAS
================================================================
Molar Flow, MMSCFD
25
Temp, F
86
Pressure, psia
1000
N2
[ Mole Frac , % ]
0.16
CO2
[ Mole Frac , % ]
4.13
H2S
[ Mole Frac , % ]
1.72
C1
[ Mole Frac , % ]
86.92
C2
[ Mole Frac , % ]
3.93
C3
[ Mole Frac , % ]
0.93
iC4
[ Mole Frac , % ]
0.26
nC4
[ Mole Frac , % ]
0.29
iC5
[ Mole Frac , % ]
0.14
nC5
[ Mole Frac , % ]
0.12
nC6
[ Mole Frac , % ]
0.18
nC7
[ Mole Frac , % ]
0.72
H2O
[ Mole Frac , % ]
0.50

Problem 7 : Process Flow


==========================================
Stream Name

DEA to CONTACTOR

=========================================
Std Ideal Liq Vol Flow, USGPM
Temp, F

190.5
95

Pressure, psia

995

DEA

[ Mass Frac , % ]

27.95

CO2

[ Mole Frac , % ]

0.18

H2O

[ Mole Frac , % ]

71.87

Problem 7 : Process Flow

Problem 7 : Hasil

Problem 8 :
Distillation
Column in LNG
Plant

Problem 8 : Deskripsi
NGL Plant disimulasi menggunakan HYSYS berisi 3
Column yaitu DE-METHANIZER, DE-ETHANIZER dan
DE-PROPANIZER. De-Methanizer dioperasikan sebagai
Reboiled Absorber, dan dua lainnya dioperasikan
sebagai Distillation Column.
De-Methanizer Column dioperasikan dengan pressure di
top tray 330 psia dan pressure di bottom 335 psia.
Column ini mempunyai dua umpan dan a side heater
untuk kontrol vapour traffic di Column. FEED_1 pada
top stage inlet, FEED_2 pada stage 2 dan a side heater
dimodelkan menggunakan energy stream sebagai
umpan pada Column pada stage 4. Column berisi 10
stage dan Overhead Product Rate 2950 lbmole/hr. Liquid
bottom akan diumpankan ke De-Ethanizer Column
dengan Pump dimana discharge pressurenya 400 psia.

Problem 8 : Deskripsi
De-Ethanizer Column diwujudkan dengan Refluxed Distillation
Tower berisi 14 stage serta condenser parsial dan reboiler.
Umpan masuk pada stage 6 dan pressure di condenser 395 psia
dengan pressure drop 5 psia, sedangkan di reboiler 405 psia.
Diinginkan Distillate rate 0.6 lbmole/hr dengan reflux ratio 2.5
molar. Selain itu juga diharapkan ratio antara Ethane dan
Propane di reboiler sebesar 0.01. Liquid bottom dari column ini
akan direduce pressurenya menjadi 230 psia menggunakan
valve sebelum diumpankan ke De-Propanizer Column .
De-Propanizer Column diwujudkan dengan Refluxed Distillation
Tower berisi 24 stage serta condenser parsial dan reboiler.
Umpan masuk pada stage 11 dan pressure di condenser 230
psia dengan pressure drop 5 psia, sedangkan di reboiler 240
psia. Diinginkan Overhead Vapour Rate 0 lbmole/hr, jumlah mole
fraction i-C4 dan n-C4 adalah 0.015 dan mole fraction propane di
Reboiler sebesar 0.02.
Tentukan flow rate (lbmole/hr) pada overhead di De-Propanizer
Column . Gunakan Peng-Robinson untuk Fluid Packagenya.

Problem 8 : Data-Data

=============================================================
Name
FEED_1
FEED_2
DUTY
=============================================================
Temp, F
-138.3
-118.0
Pressure, psia
330
332
Heat Flow, MMBtu/hr
2.00
Comp Molar Flow, lbmole/hr
C1
9.12
2.72
C2
17.23
1.39
C3
2515.70
347.33
iC4
39.83
9.78
nC4
30.39
9.46
iC5
12.91
7.08
nC5
7.13
4.88
C6
1.22
1.78
C7
0.73
2.28
C8
0.20
1.30

Problem 8 : Process Flow

Problem 8 : Flowsheet

Problem 8 : Flowsheet

Problem 8 : Flowsheet

Problem 8 : Hasil

Problem 9 :
Refrigerated Gas
Plant

Problem 9 : Deskripsi
Anda diminta untuk memodelkan Refrigerated Gas Plant. Tujuan dari
plant ini adalah untuk mendapatkan LTS (Low Temperature
Separator) temperature sehingga dewpoint hydrocarbon sesuai
dengan yang diharapkan. Dew point sales gas diharapkan tidak
melebihi -15 C pada 6000 kPa.
Gas yang masuk ke Refrigerated Plant akan dipisahkan dari liquidnya
di SEPARATOR ( DP = 0 ). Kemudian didinginkan dengan 2 stages,
yaitu dengan terjadi pertukaran kalor dengan product Sales Gas di
dalam Gas-Gas HEAT EXCHANGER (di tube DP = 35 kPa dan di
shell DP = 5 kPa), kemudian dengan Propane Chiller yang
dimodelkan dengan COOLER ( DP = 5 kPa). Temperature outlet
COOLER akan diatur sehingga dew point sales pada 6000 kPa tidak
melebihi -15 C. Gas yang dihasilkan kemudian dipisahkan dari
liquidnya dengan SEPARATOR-2 ( DP = 0 ) . Temperature Sales Gas
diharapkan 10 C.
A Balance operation akan digunakan untuk mengevaluasi dewpoint
hydrocarbon pada stream product pada 6000 kPa.
Tentukan temeperature stream outlet COOLER agar tujuan yang
diinginkan di atas tercapai. Gunakan Peng-Robinson untuk Fluid
Packagenya.

Problem 9 : Data-Data

=========================================
Name
INLET GAS
=========================================
Temp, C
15
Pressure, kPa
7000
Comp Molar Flow, kgmole/hr
1000
C1
[ Mole Frac ]
0.35
C2
[ Mole Frac ]
0.25
C3
[ Mole Frac ]
0.10
iC4
[ Mole Frac ]
0.10
nC4
[ Mole Frac ]
0.10
iC5
[ Mole Frac ]
0.05
nC5
[ Mole Frac ]
0.03
C6
[ Mole Frac ]
0.02

Problem 9 : Process Flow

Problem 9 : Hasil

Problem 10 :
Synthesis Gas
Production

Problem 10 : Deskripsi
Synthesis Gas Production adalah bagian yang penting dalam overall
process synthesizing Ammonia. Gas alam dikonversi menjadi umpan
untuk Ammonia Plant (dimodelkan dengan 3 reaksi konversi dan 1
reaksi kesetimbangan).
CONVERSION REACTION
Reforming reactions :
CH4 + H2O ===== CO + 3H2
. (1) X=40%
CH4 + 2H2O ===== CO2 + 4H2
..(2) X=30%
Combustion reactons :
CH4 + 2O2 ===== CO2 + 2H2O
..(3) X=100%
EQUILIBRIUM REACTIONS
Water-Gas shift reaction :
CO + H2O ===== CO2 + H2
....(4)
Dalam proses ini molar ratio hidrogen & nitrogen dalam synthesis gas
adalah 3 : 1.

Problem 10 : Deskripsi
Gas alam yang telah dibuang H2S-nya adalah sumber
gas Hydrogen yang akan dibuat di Conversion Reactor
(Reformer) dengan mereaksikannya dengan steam.
Udara ditambahkan pada reaktor kedua. Flow udara
diatur agar ratio H2 dan N2 dalam synthesis gas
berbanding 3 : 1.
Oxygen dari udara dibutuhkan dalam reaksi pembakaran
eksotermik saat nitrogen melalui sistem. Penambahan
steam juga untuk menjaga temperature reaktor dan
meyakinkan kelebihan methane dari gas alam akan
digunakan dalam reaksi. Dalam 2 reaktor terakhir, watergas equilibrium reaction membutuhkan operating
temperature berturut-turut 850 F dan 750 F.
Berapa komposisi gas H2 dan N2 (% mole) dalam
stream Synthesis Gas.

Problem 10 : Data-Data
DATA-DATA :
Natural Gas : 700 F, 500 psia, 200 lb/hr, CH4 100%.
Reformer Steam : 475 F, 500 psia, 520 lbmole/hr, H2O
100%.
Udara : 60 F, 500 psia, N2 : 79% mole, O2 : 21% mole.
Flow udara diatur sehingga ratio H2 dan N2 dalam
synthesis gas berbanding 3 : 1.
Comb Steam : 475 F, 500 psia, H2O 100%. Flow steam
ini diatur agar temperature reaktor Combustor Shift tetap
1700 F.
Combustor Reactor adalah reaktor adiabatik.
Reaksi 1 dan 2 terjadi dalam Reformer Reactor.
Reaksi 1, 2 dan 3 terjadi dalam Combustor Reactor.
Reaksi 4 hanya terjadi dalam Shift Reactor.

Problem 10 : Process Flow

Problem 10 : Hasil

SELESAI