Anda di halaman 1dari 27

PPOK (PENYAKIT PARU

OBSTRUKSI KRONIK )

Lutfi Malefo
2009730028
Pembimbing :
dr. Dewi Martalena, Sp.PD

Definisi
Menurut GOLD :
Suatu penyakit yang dapat di cegah dan di obati,
yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang
terus menerus yang biasanya progresif dan
berhubungan dengan respon peningkatan inflamasi
kronik didalam saluran nafas dan paru paru oleh
partikel berbahaya atau gas.

Gejala PPOK

Dispneu
Batuk kronik
Produksi sputum kronik

Faktor resiko
Merokok
Genetik
Usia dan jenis kelamin
Pertumbuhan dan
perkembangan paru paru
Paparan partikel
berbahaya
infeksi

Klasifikasi

PPOK diklasifikasikan berdasarkan


gabungan antara gejala klinis pasien,
derajat keparahan berdasarkan spirometri,
kuesioner mMRC dan CAT, serta
terjadinya eksaserbasi dalam setahun.

Kuisioner mMRC (modified British


Medical Research Council)
Kuesioner ini digunakan untuk mengukur
derajat sesak dengan aktivitas yang masih
dapat dilakukan pada pasien dengan PPOK.
Selain itu, dapat mengukur status kesehatan
dan memprediksi resiko mortalitas pasien
PPOK.

CAT (COPD Assessment Test )

merupakan suatu kuesioner, dimana terdapat 8


point pertanyaan yang dapat mengukur status
kesehatan dan perburukan dari PPOK.

Diagnosis

Anamnesis

Riwayat merokok atau bekas perokok dengan


atau tanpa gejala pernapasan
Riwayat terpajan zat iritan yang bermakna di
tempat kerja
Riwayat penyakit emfisema pada keluarga
Terdapat faktor predisposisi pada masa bayi/anak,
mis berat badan lahir rendah (BBLR), infeksi
saluran napas berulang, lingkungan asap rokok
dan polusi udara
Batuk berulang dengan atau tanpa dahak
Sesak dengan atau tanpa bunyi mengi

Pemfis
PPOK dini umumnya tidak ada kelainan

Inspeksi

Pursed - lips breathing (mulut setengah terkatup mencucu)

Barrel chest (diameter antero - posterior dan transversal sebanding)

Penggunaan otot bantu napas

Hipertropi otot bantu napas

Pelebaran sela iga

Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis i leher dan edema
tungkai

Penampilan pink puffer atau blue bloater

Palpasi
Pada emfisema fremitus melemah, sela iga melebar

Perkusi
Pada emfisema hipersonor dan batas jantung mengecil,

letak diafragma rendah, hepar terdorong ke bawah

Auskultasi
suara napas vesikuler normal, atau melemah
terdapat ronki dan atau mengi pada waktu bernapas

biasa atau pada ekspirasi paksa


ekspirasi memanjang
bunyi jantung terdengar jauh

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan rutin
Faal paru
Spirometri
uji bronkodilator

Darah rutin
Radiologi

PENATALAKSANAAN
PPOK
Langkah awal yang penting dilakukan untuk
pencegahan dan pengobatan PPOK yaitu
mengetahui dan mengurangi faktor resiko untuk
terjadinya PPOK

Tujuan terapi :

Mengurangi gejala (meringankan gejala, memperbaiki


toleransi kerja, memperbaiki status kesehatan)

Mengurangi resiko (mencegah progresivitas penyakit,


mencegah dan mengobati eksaserbasi, mengurangi
mortalitas)

Terapi Lainnya
Oksigen.
Oksigen jangka panjang (<15jam/hari) pada PPOK
dengan gagal nafas kronik terbukti dapat
meningkatkan survival. Indikasi pemberian oksigen
yaitu :

PaO2 < 55 mmHg atau SaO2 < 88% dengan atau tanpa

hiperkapnia
PaO2 antara 22-60 mmHg atau SaO2 89% tetapi ada
hipertensi pulmonal, edema perifer yang dicurigai karena
CHF atau polisitemia (Ht > 55%)

Ventilasi
Intervensi Bedah