Anda di halaman 1dari 32

SISTEM

HEPATOBILIER
Samuel Rumende K
09Leonard Evan Mella
09-199
Natasha Cinta Vinski
10Dyah Anjani Kumara Sari
10-198

Sistem Hepatobilier

Terdiri dari :

Hepar

Duktus
hepatikus
kanan & kiri.

Duktus
choledochus.

Duktus
biliaris.

Kandung
empedu.

Duktus
cystikus.

ANATOMI
HEPAR

Lokasi

regio hipokondrium kanan , meluas


sampai regio epigastrium kanan.

Lobus

Lobus Dextra
Lobus Sinistra
Lobus Quadratus
Lobus Caudatus

Permukaan
Superior

Melekat pada diafragma & dinding ant


abdomen melalui lig. Falciforme & lig.
teres

Inferior
dan
posterior

Kanan : Fossa gall-bladder di depan,


Fossa vena cava inferior di belakang.
Kiri : Fossa vena umbilikalis didepan,
Fossa duktus venosus dibelakang

Pembuluh darah
Arteri
hepatika
Vena porta
Vena
hepatika

Membawa darah
teroksigenasi ke hati.

Membawa darah venosa


yang kaya hasil pencernaan
yang telah diabsorbsi dari
saluran pencernaan
Mengembalikan darah dari
hati ke vena cava inferior

Persarafan

SSO yang melewati pleksus coeliacus.

Trunkus vagus anterior yg percabangkan ramus hepatis yang


berjalan langsung ke hati.

Pbl limfe

Hampir 1/3 cairan limfe tubuh dari hepar.


Pembuluh limfe tinggalkan hati, masuk ke kelenjar limfe
porta hepatis.
Pembuluh eferen menuju Nnll coeliaca.
Dan sebagian menuju NNll mediatinalis posterior.

Aparatus biliaris
ekstrahepatik

Sel hati

Empedu
SEKRESI
PEMEKATAN

Usus
halus

Kantung
empedu

Duktus hepatikus

Keluar dari porta hepatis dan bersatu


membentuk duktus hepatikus komunis.
Panjang 4 cm.
Jalan bersebelahan dengan omentum minus.
Bersatu dengan duktus cystikus dari kandung

empedu membentuk duktus koledokus.

Duktus koledokus

Panjang 8 cm dan diameter 6-10 mm.

Bersatu dengan duktus pankreatikus major.

Bermuara pada ampula vateri ( dinding


duodenum).

Ampula vateri bermuara pada papila duodeni


major.

Bagian distal duktus koledokus & ampula dikelilingi


serabut otot sirkuler spinchter odi.

Kandung Empedu

Terdiri dari
1. Fundus.
1. Bagian inferior hati
2. Setinggi cartlage costa XI kanan.
2. Korpus.
1. Bersentuhan dengan permukaan
visceral hati
2. Berjalan ke atas, belakang, kiri.
3. Kolum.
1. Dilanjutkan sebagai duktus cysticus.
2. Berjalan dalam omentum minus.
3. Bersatu dengan sisi kanan duktus
hepatikus komunis membentuk
duktus koledokus

Duktus cysticus

Panjang 3,5-4 cm dan diameter 2-3 mm


Menghubungkan kolum vesica felea dgn
duktus hepatikus komunis & membentuk
duktus koledokus.
Bentuk huruf s
Berjalan pada sebelah kanan omentum
minus.
Muara : valvula spiralis.

FISIOLOGI

Fungsi Hepar
sebagai
metabolisme
karbohidrat

sebagai
metabolisme
lemak

sebagai
metabolisme
protein

sehubungan
dengan
pembekuan
darah

sebagai
detoksikasi

sebagai
metabolisme
vitamin

sebagai
fagositosis dan
imunitas

Fungsi
hemodinamik

Metabolisme karbohidrat
Glikogenesis

Mengubah heksosa dan


pentosa menjadi
glikogen
Memecah glikogen
Glikogenolisis menjadi glukosa

Pembentukan
pentosa

Untuk menghasilkan
ATP dan asam piruvat
dalam siklus krebs

Metabolisme lemak
Katabolisme
asam lemak
Keton bodies
Active acetate
Kolesterol
Pemecahan fosfolipid

Sintesis
kolesterol

Metabolisme Protein

Hati mensintesis banyak macam protein dari


asam amino dengan proses deaminasi.
Dengan proses transaminasi, hati memproduksi
asam amino dari bahan-bahan non nitrogen.
Hati merupakan satu-satunya organ yg
membentuk plasma albumin dan - globulin
dan organ utama bagi produksi urea.
- globulin selain dibentuk di dalam hati, juga
dibentuk di limpa dan sumsum tulang
globulin hanya dibentuk di dalam hati.

Pembekuan Darah

fibrinogen

Sintesis

Faktor
pembeku
an

protrombin

Koagulasi darah

Metabolisme Vitamin

Semua vitamin disimpan di dalam hati


khususnya vitamin A, D, E, K

Detoksikasi
Proses detoksikasi terjadi pada proses
oksidasi, reduksi, metilasi, esterifikasi
dan konjugasi terhadap berbagai macam
bahan seperti zat racun, obat over dosis.

Fagositosis dan Imunitas

Sel kupfer merupakan saringan penting


bakteri, pigmen dan berbagai bahan
melalui proses fagositosis. Selain itu sel
kupfer juga ikut memproduksi globulin sebagai imun livers mechanism.

Hemodinamik

Hati menerima 25% dari cardiac


output.
Darah yang mengalir di dalam
a.hepatica 25% dan di dalam v.porta
75% dari seluruh aliran darah ke hati.
Hepar merupakan organ penting untuk
mempertahankan aliran darah.

Enzim Hepar

Fosfatase Alkali
Serum Glutamic Pyruvic Transaminase
Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase
Gamma Glutamil Transferase

Fosfatase alkali (ALP)


Diproduksi terutama oleh epitel hati dan osteoblast
Anak tinggi pada tulang, dewasa tinggi pada hati

ALP disekresi melalui saluran empedu


Meningkat dalam serum apabila ada hambatan pada
saluran empedu

Serum Glutamic Pyruvic


Transaminase (SGPT)

Enzim yang banyak disel hati dan akan


keluar apabila terdapat destruksi sel hati.

Serum Glutamic Oxaloacetic


Transaminase (SGOT)
Dijumpai dalam otot jantung dan hati, sementara
dalam konsentrasi sedang dijumpai pada otot rangka,
ginjal dan pankreas. Akan keluar ke sirkulasi dalam
jumlah tinggi bila terjadi destruksi sel.

Gamma Glutamil Transferase (Gamma


GT)

enzim yang ditemukan terutama di hati


dan ginjal, sementara dalam jumlah
yang rendah ditemukan dalam limpa,
kelenjar prostat dan otot jantung.
Kadarnya dalam serum akan meningkat
lebih awal dan tetap akan meningkat
selama kerusakan sel tetap
berlangsung.

Fungsi kandung empedu


Sebagai reservoir empedu.
Memekatkan empedu.
Mengalirkan cairan
empedu ke duodenum

Metabolisme Bilirubin
Ekskresi
Konjugasi
Transportasi

Produksi

Anda mungkin juga menyukai