Anda di halaman 1dari 19

KONFLIK & SOLUSINYA

dr. JB Soebroto, Sp.PA (K)

KONFLIK
Konflik merupakan suatu keadaan
yang menunjukkan adanya hal yang
tidak selaras, tidak harmonis, atau
tidak sejalan diantara dua pihak atau
lebih sehingga menyebabkan
pertengkaran. Tak Ada Kehidupan
Tanpa Konflik.

Solusi Konflik
Analisis konflik mencakup kegiatan membedah (mengkaji dan memahami) suatu
konflik dari berbagai sudut pandang untuk memetakan situasi yang berhubungan
dengan konflik, dan mengidentifikasi dasar-dasar penyelesaian konfliik.
Seven Jumps :
Kronologi pemetaan akar konflik , komplikasi
Pandangan karakter para pihak.
Wawasan, Cara Berpikir, Norma, Budaya
Komunikasi
komunikasi konten dan budaya, simpati empati
Kedekatan Hubungan : Rasa, Trust, Conten,
Hubungan Dokter Pasien bervariasi dari Budaya Renggang-Erat
Renggang
lebih bebas , lebih berpeluang, tanpa kehilangan muka
Rasa Malu ? No!!!
Mediator Pertemuan Langsung
Budaya Erat , mempertimbangkan Citra Makna, Rasa, Psikologis
Rasa Malu / enggan Kalau Konflik tidak terselesaikan
Konsiliator
Intermediasi
orang ketiga

Empat Cara Resolusi Konflik


Secara garis besar cara
pengelolaan konflik dapat
dikategorikan menjadi empat cara,
yaitu:
1. Pemaksaan
2. Arbitrasi
3. Mediasi
4. Negosiasi

PERBANDINGAN
Arbitrasi
1. Posisi pihak ketiga sebagai
wasit
2. Pengambilan
keputusan
ada pada pihak ketiga
(pemegang otoritas)
3. Yang dipentingkan adalah
hasil
4. Hubungan diantara pihakpihak yang berkonflik tidak
penting
5. Membutuhkan waktu relatif
singkat
6. Membutuhkan
komitmen
minimal
7. Membutuhkan
pemberdayaan minimal

Mediasi
1. Posisi pihak ketiga sebagai
Fasilitator
2. Pengambilan
keputusan
ada pada pihak-pihak yang
berkonflik
3. Yang dipentingkan adalah
proses
4. Hubungan
atara
pihakpihak
yang
berkonflik
sangat penting
5. Membutuhkan waktu lebih
lama
6. Membutuhkan
komitmen
tinggi
7. Membutuhkan
pemberdayaan maksimal

TOLERANSI
Toleransi menjadi hak warga negara
untuk diperlakukan secara setara
tanpa memperhitungkan lagi latar
belakang agama, etnis, atau hal-hal
spesifik dari seseorang. Diperlukan
sesuatu
institusi
yang
dapat
menjamin
terwujudnya
toleransi
dalam masyarakat, yaitu negara.

RANGKUMAN
PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK
(PERSI)

KETIDAKPUASAN DARI PENERIMA


JASA
PELAYANAN
KESEHATAN
(PASIEN / KELUARGANYA) YANG
DIBERIKAN OLEH PIHAK PEMBERI
LAYANAN
KESEHATAN
(MISAL
;
DR/DRG,
RUMAH
SAKIT,
DLL),
SEHINGGA
BERAKHIR
DENGAN
ADANYA TUNTUTAN GANTI RUGI
KEPADA PIHAK PEMBERI LAYANAN
KESEHATAN TERSEBUT

UU No. 30 Tahun 1999 pasal 1 point 10


Alternatif Penyelesaian Sengketa adalah
lembaga penyelesaian sengketa atau
beda pendapat melalui prosedur yang
disepakati para pihak, yakni penyelesaian
di luar pengadilan dengan cara

KONSULTASI,
NEGOSIASI,
MEDIASI,
KONSILIASI, ATAU
PENILAIAN AHLI.

MEDIASI
Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa
melalui
proses
perundingan
untuk
memperoleh kesepakatan para pihak dengan
dibantu oleh mediator ( Pasal 1 ayat 7 )
Mediator adalah pihak netral yang membantu
para pihak dalam proses perundingan guna
mencari berbagai kemungkinan penyelesaian
sengketa tanpa menggunakan cara mumutus
atau memaksakan sebuah penyelesaian.
(Pasal 1ayat 6)

Pasal 6 UU no 30 tahun
1999
Mediasi dilakukan atas dasar iktikad baik
dan mengesampingkan penyelesaian
sengketa melalui proses litigasi di PN
Kesepakatan mediasi yang dibuat secara
tertulis adalah final, dan mengikat para
pihak serta wajib di daftarkan di PN paling
lambat 30 hari sejak penandatanganan.
Dan dalam waktu 30 hari wajib selesai
dalam bentuk akta perdamaian. (akta
Vandading)

Mediasi -Mediator
Tahap pelaksanaan mediasi
a. Mediasi Diluar Peradilan
- Mediator bersertifikat atau profesional
-. Mediator non sertifikat atau non
profesional
b. Mediasi di dalam proses peradilan
-. Mediator bersertifikat atau profesional
* Hakim mediator bersertifikat
* Mediator non hakim

Mediasi diluar Peradilan


Keuntungan
1. Kasus sengketa tidak harus melalui proses hukum yang tidak
konvesional
2. Tidak menunggu pengadilan untuk menyarankan mediasi pada
kasus yang diadukan ke PN
3. Dapat dikuatkan dengan akta perdamaian dengan pengajuan
gugatan disertai dengan dokumen dokumen terkait. (pasal 23)
4. Hakim wajib memastikan kesepakatan itu memenuhi syarat
syarat
- Sesuai kehendak para pihak;
- Tidak bertentangan dengan hukum;
- Tidak merugikan pihak ketiga;
- Dapat dieksekusi;
- Dengan itikad baik. (pasal 23)

DASAR HUKUM MEDIASI SENGKETA


MEDIK
1. Pasal 29 UU No. 36 / 2009 Tentang Kesehatan:
Dalam hal tenaga kesehatan diduga
melakukan kelalaian dalam menjalankan
profesinya,
kelalaian
tersebut
harus
diselesaikan terlebih dahulu melalu mediasi.
2. Pasal 60 (f), UU no. 44/2009 tentang rumah
sakit:
Badan
Pengawas
Rumah
Sakit
menerima pengaduan dan melakukan upaya
penyelesaian sengketa dengan cara mediasi.

TAHAP- TAHAP MEDIASI


Ada tiga tahap :
1. Pramediasi ( lemsedikumkes)
a) Menawarkan proses mediasi
b)
Pendekatan pada pihak lain
c)
Penjelasan tentang keuntungan dan
mediasi

2. Sesi Mediasi
Pada tahap ini ada enam langkah yang dikerjakan
oleh mediator :
a) Pengantar dari mediator
b) Pernyataan masalah dari para pihak
c) Pengumpulan informasi
d) Identifikasi masalah
e) Pilihan perundingan dan menghasilkan
d) Mencapai kesepakatan
3. Implementasi
Menjalankan hasil kesepakatan

Peran Mediator dalam Sengketa


Medik
1. Dalam proses mediasi tahap ini
mediator dapat mengambil inisiatif
menawarkan / menghubungi salah
satu pihak baik kepada pihak pasien
dan
atau
keluarganya
maupun
kepada dokter/dokter gigi dan atau
rumah sakit, yang mana kasus
sengketa tersebut sedang berproses,
untuk dapat diselesaikan secara
damai di luar pengadilan.

2. Pada keadaan tertentu mediator


dapat
mengundang ahli dalam
sengketa
tersebut
dengan
persetujuan para pihak. Hal ini pada
kasus
sengketa
medik
sangat
diperlukan jika penyelesaian yang
membutuhkan tehnis medis.

RANGKUMAN CONTENT/MATERI
SENGKETA MEDIS
Pertimbangan :
- Hubungan Dokter Pasien harus intim;
faktanya ada yang erat bervariasi renggang.
- Sering kurang / tidak profesional
Penuntut over confidence
Penuntut over predediction, over estimate
kesehatan / nyawa itu mahal; ada kesan
unsur pemerasan
Solusi :
Medis Bentuk Mediasi

RANGKUMAN / USULAN
Setiap propinsi / PERSI DIY perlu
membentuk :
Tahap I : Tim Mediator Non Sertifikat
Tahap II : Tim Mediator bersertifikat
Anggota : - Dinas Kesehatan Provinsi
- Seksi Hukum Etik PERSI
- Perhimpunan Profesi