Anda di halaman 1dari 27

+

ABORTUS

Dr. Moh Birza Rizaldi Sp.OG

PERDARAHAN PADA
KEHAMILAN

DEFINISI ABORTUS
Perdarahan dari uterus yang
disertai dengan keluarnya
sebagian atau seluruh hasil
konsepsi sebelum pada usia
kehamilan < 20 minggu dan
atau berat janin < 500 gr

PATOFISIOLOGI
Pada awal abortus terjadi
perdarahan dalam desidua basalis +
nekrosis jaringan sekitarnya hasil
konsepsi terlepas sebagian atau
seluruhnya (benda asing dalam
uterus) uterus berkontraksi untuk
mengeluarkannya.

Korelasi Abortus dengan Usia


Kehamilan

Pikirkan terjadinya Abortus


bila seorang wanita usia reproduksi datang
dengan gejala sebagai berikut:

ETIOLOGI
+

+
KLASIFIKASI

ABORTUS SPONTAN

+
ABORTUS
IMINENS
Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada
kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil
konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya
dilatasi serviks.
GEJALA DAN TANDA :
Perdarahan pervaginam pada umur kehamilan <
20 minggu
mulas sedikit atau tidak ada keluhan ssama sekali
kecuali PPV
Ostium uteri masih tertutup
Besarnya uterus masih sesuai dengan umur
kehamilan dan tes kehamilan urin masih (+)

TES KEHAMILAN URIN dilakukan tanpa


+pengenceran dan pengenceran 1/10
Bila hasil tes (+) keduanya prognosis baik
Bila pengenceran 1/10 (-) prognosis buruk
PEMERIKSAAN
USG

diperlukan
untuk
mengetahui
pertumbuhan
janin
yang
dan
mengetahui keadaan plasenta
apakah sudah
terjadi pelepasan atau belum
PENATALAKSANAAN :
Tirah baring sampai perdarahan berhenti
Spasmolitik agar uterus tidak berkontraksi
Hormonal : Progesteron atau derivatnya untuk
mencegah terjadinya abortus
Os boleh dipulangkan setelah tidak terjadi
perdarahan
dengan
pesan
tidak
boleh
berhubungan seksual sampai 2 minggu

Abortus insipiens

Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan


sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks
uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih
dalam uterus dan dalam proses pengeluaran

GEJALA DAN TANDA :

Mulas karena kontraksi yang sering dan kuat,


perdarahan bertambah sesuai dengan pembukaan
serviks dan umur kehamilan

Besar uterus masih sesuai dengan umur kehamilan


dan tes urin kehamilan masih (+)

PEMERIKSAAN USG:

Pembesaran uterus masih sesuai dengan umur


kehamilan, gerak janin dan gerak jantung janin
masih jelas walau mungkin sudah mulai abnormal

Penipisan serviks uterus atau pembukaan

Perhatikan ada/tidaknya pelepasan plasenta dari


dinding uterus

PENATALAKSANAAN :

Perhatikan KU dan perubahan hemodinamik

Segera lakukan tindakan evakuasi konsepsi disusul


kuretase bila perdarahan banyak

Pasca tindakan : perbaikan KU,


uterotonika, dan antibiotika profilaksis

pemberian

+
ABORTUS INCOMPLETE
Sebagian

hasil konsepsi telah keluar dari


cavum uteri.

Pada

kehamilan> 10 minggu, keluarnya janin


dan plasenta tidak terjadi secara bersamaan
dan sebagian masih tertahan didalam uterus.
(abortus incompletus) yang biasanya disertai
rasa nyeri akibat kontraksi uterus dalam
usaha untuk mengeluarkan hasil konsespsi.

Perdarahan

umumnya persisten dan seringkali


sangat banyak.

+
Abortus completus

Ditandai dengan keluarnya seluruh hasil konsepsi.

Perdarahan pervaginam ringan terus berlanjut


sampai beberapa waktu lamanya.

Umumnya pasien datang dengan rasa nyeri


abdomen yang
sudah hilang.

+
ABORTUS
HABITUALIS
Abortus

berulang (recurrent abortion) adalah


abortus yang terjadi 3 kali secara berturutturut.

Angka
Resiko

kejadian 0.4 1%.

berulangnya abortus setelah abortus I


adalah 20% ; resiko setelah abortus II adalah
25% dan resiko setelah abortus III adalah 30%

+
Missed abortion

Kematian janin < 20 Mg, tapi tidak dikeluarkan selama > 8 Mg.

Etiologi ??, diduga Hormon progesteron

Gejala

Diawali dengan abortus imminens yang kemudian menghilang


spontan atau setelah terapi.
Gejala subyektif kehamilan menghilang, mammae mengendor,
uterus mengecil, tes kehamilan (-). Sering disertai gangguan
pembekuan darah karena hipofibrinogenemia.

Terapi

Tergantung KU & kadar fibrinogen serta psikis os. Jika < 12 Mg


DC, jika > 12 Mg infus oksitosin 10 IU/D5 500 cc atau
Prostagalndin E

+Abortus Infeksiosus /
Abortus Septik

Abortus infeksiosus : abortus yang disertai infeksi


traktus Genitalia.

Abortus septik : abortus infeksiosus berat disertai


penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran
darah atau peritoneum.

Gejala :

Terjadi abortus disertai tanda infeksi : demam,


takikardi, perdarahan pervaginam berbau, uterus
membesar, lembek, nyeri tekan, lekositosis. Bila
sepsis demam , menggigil, Tekanan Darah .

Penanganan : infus transfusi, Antibiotik. Kuretase


dilakukan dalam 6 jam

ABORTUS PROVOKATUS

+MEDICINALIS
Indikasi:

KRIMINALIS

Tindakan abortus yang tidak mempunyai alasan medis yang


dapat dipertanggungjawabkan atau tanpa mempunyai arti
medis yang bermakna. Hanya untuk kepentingan si pelaku.

Jenis-jenis tindakan abortus kriminalis


- kekerasan mekanik
- obat-obatan

KOMPLIKASI:
-

Perdarahan akibat luka jalan lahir

Syok kematian

Emboli udara

Infeksi dan sepsis

TERIMA KASIH