Anda di halaman 1dari 23

MALFORMASI

ANOREKTAL

Pembimbing
dr. H Yarie Hendarman Hudly, SpB. FinaCS
Disusun
Singgih Syahrial
10310367

Pendahuluan
Kelainan bentuk anorektum merupakan salah satu dari
berbagai kelainan bawaan yang dapat ditemukan pada
bayi.
Kelainan bawaan ini terjadi akibat adanya gangguan
atau berhentinya perkembangan embriologik di daerah
anus, rektum bagian distal serta traktus urogenitalis
minggu ke empat sampai ke enam usia kehamilan.

Angka kejadian rata-rata malformasi anorektal di


seluruh dunia adalah 1 dalam 5000 kelahiran.
atresia ani lebih banyak ditemukan pada laki-laki
daripada perempuan. Fistula rektouretra merupakan
kelainan yang paling banyak ditemui pada bayi laki-laki,
diikuti oleh fistula perineal.
pada bayi perempuan, jenis atresia ani yang paling
banyak ditemui adalah atresia ani diikuti fistula
rektovestibular dan fistula perineal.

Tinjauan Pustaka
Malformasi anorektal merupakan kelainan bawaan anus
disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi dan
pembentukan anus dari lempeng embrionik.

Embriologi

Pada minggu ke-4 pertumbuhan terdapat kloaka dan


struktur yang disebut membran kloaka.
Kloaka adalah struktur normal pada burung dan ada
pada manusia untuk waktu yang singkat pada tahap
pertumbuhan.
Sebelum manusia lahir, kloaka adalah struktur dimana
colon, saluran urin, dan genital bermuara kemudian
keluar dari tubuh melalui satu lubang.
Jika membran ini tidak berkembang normal, kloaka
mungkin masih terdapat setelah kelahiran pada wanita
atau pada pria akan berkembang bentuk dari anus
imperforata.

A.Fistula
rectourethra
B. Fistula
rectovagina
C. Fistula
perineal D.
atresia anus
tanpa fistula

Etiologi
Atresia ani dapat disebabkan karena:
1. Putusnya saluran pencernaan di atas dengan daerah
dubur, sehingga bayi lahir tanpa lubang dubur.
2. Gangguan organogenesis dalam kandungan.
3. Berkaitan dengan sindrom down.

Gejala Klinis
Gejala yang menunjukan terjadinya atresia ani terjadi
dalam waktu 24-48 jam.
Gejala itu dapat berupa :
1. Perut kembung.
2. Muntah.
3. Tidak bisa buang air besar.
4. Pada pemeriksaan radiologis dengan posisi tegak serta
terbalik dapat dilihat sampai dimana terdapat penyumbatan.

Klasifikasi
Wingspread
Jenis Kelamin Laki-Laki :
Golongan I :

Kelainan fistel urin


Atresia rectum
Perineum datar
Fistel tidak ada

Golongan II :

Kelainan fistel perineum


Membrane anal
Stenosis anus
Fistel tidak ada

Gambaran 2. malformasi anorektal


pada laki-laki.

Jenis Kelamin Perempuan


Golongan I :

Kelainan kloaka
Fistel vagina
Fistel rektovestibular
Atresia rectum
Fistel tidak ada

Golongan II :
Kelainan fistel perineum
Stenosis anus
Fistel tidak ada

Gambaran malformasi anorektal pada


perempuan

Melbourne membagi berdasarkan garis


pubokoksigeus
a. Letak tinggi (, rektum yang
buntu terletak di atas levator
sling dan juga dikenal dengan
istilah agenesis rektum)
b. Letak intermediet (Pada
kelainan letak tengah telah
menembus otot puborektalis
sampai sekitar satu sentimeter
atau kurang dari kulit
perineum)
c. Letak rendah (rektum telah
menembus levator sling
sehingga jarak antara kulit dan
ujung rektum paling jauh 1 cm)

Klasifikasi tipe defek


menurut Alberto Pena
Laki-laki
Defek

Perempuan
letak

rendah.

Fistel Fistel kutaneus (perineal)

kutaneus, stenosis anal, membrane


anal,

dan

malformasi

Defek kompleks
Kelompok
heterogen lain

bucket

handle.
Fistel rektouretra bulbar

Fistel vestibular

Fistel rektouretra prostatika

Fistel vagina

Fistel rektovesika

Anus imperforata tanpa fistel

Anus imperforata tanpa fistel

Atresia dan stenosis rectum

Atresia dan stenosis rektum

Kloaka persisten

defek

kelainan yang ditemukan bersamaan


dengan malformasi anorektal
1. Kelainan kardiovaskuler
2. Kelainan gastrointestinal
3. Kelainan tulang belakang dan medulla spinalis
4. Kelainan traktus genitourinarius

Penatalaksanaan
Leape (1987) menganjurkan pada :
a. Atresia letak tinggi dan intermediet dilakukan sigmoid
kolostomi atau TCD dahulu, setelah 6 12 bulan baru
dikerjakan tindakan definitif (PSARP)
b. Atresia letak rendah dilakukan perineal anoplasti.
c. Bila terdapat fistula dilakukan cut back incicion
d. Pada stenosis ani cukup dilakukan dilatasi rutin.

Prognosis
Prognosis baik apabila gejala obstruksi segera diatasi.

KESIMPULAN
Atresia ani atau anus imperforata atau malformasi
anorektal adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus
atau anus tidak sempurna.
Gejala itu dapat berupa: Perut kembung, Muntah, Tidak
bisa buang air besar, Pada pemeriksaan radiologis
dengan posisi tegak serta terbalik dapat dilihat sampai
dimana terdapat penyumbatan.

TERIMA KASIH