Anda di halaman 1dari 19

Case

Seorang pasien inisial MA


berumur 5 tahun dibawa
ke
pediatrik
karena
merasa
sakit
pada
tenggorokan,
demam,
menurunnya
nafsu
makan. Pemeriksaan fisik
menunjukkan
bahwa
adanya eritema faringeal
dengan eksudat dan test
antigen
streptococcus
menunjukkan
hasil
positif.

a. Jelaskan istilah yang ada


pada soal tersebut
b. Kemungkinan diagnosa
pada pasien dan gejala
yang
mendukung
diagnosa
c. Terapi yang cocok untuk
pasien
d. Jelaskan apa yang harus
diketahui oleh pasien/
keluarga pasien

Nama pasien : Inisial MA


Umur
pasien : 5
tahun
Gejala yang dialami :
demam, penurunan
nafsu makan, sakit
pada tenggorokan,
adanya eritema
faringeal dengan
eksudat, dan test
antigen (+)
streptococcus

a. Istilah
Pediatrik : spesialisasi ilmu
kedokteran yang berkonsentrasi
pada perkembangan kesehatan,
perawatan, dan penanganan
anak-anak
Eritema : Kemerahan pada
kulit
Faringeal : jaringan yang sama
pada tonsil
Eritema faringeal :
Pembengkakkan pada faring
berwarna kemerahan
Eksudat : Cairan radang
Test antigen : Untuk mendeteksi
infeksi/bakteri
Streptococcus : Bakteri
penyebab infeksi, seperti
infeksi peradangan pada
tenggorokan.

FARINGITIS
Nama Kelompok
Destri wulandari
Khaliq maryono
Nopika dwiwira
Mory kasandra
Rafiza putri
Ringga aldafio
Violeta sylvia fitri

Definisi
Faringitis
adalah
inflamasi
(peradangan) atau infeksi dari
membran
mukosa
(jaringan
lunak/lapisan kulit bagian dalam)
faring
atau
dapat
juga
tonsilopalatina
(amandel).
Faringitis
akut
biasanya
merupakan bagian dari infeksi
akut orofaring (tenggorokan) yaitu
tonsilofaringitis akut atau bagian
dari influenza (rinofaringitis).

Faringitis akut adalah infeksi pada


faring yang disebabkan oleh virus
atau bakteri, yang ditandai oleh
adanya nyeri tenggorokan, faring
eksudat
(cairan
radang)
dan
hiperemis (kemerahan), demam,
pembesaran kelenjar getah bening
leher dan malaise (lesu/tidak enak
badan).

Gambar perbedaan faringitis


dan laringitis
Faringitis

Laringitis

(Radang tenggorokan)

(Radang pangkal
tenggorokan)

Gambar
Tonsilofaringitis

Orofaringitis

(Radang pada tonsil dan


faring)

(Radang sekitar
tenggorokan)

ETIOLOGI
Faringitis
merupakan
peradangan
dinding faring
yang disebab kan
oleh virus (4060%), bakteri (560%), alergi,
trauma, iritan,
dan lain-lain.

Faringitis bisa disebabkan oleh virus


maupun bakteri
Virus : rhinovirus,
adenovirus,
parainfluenza,
coxsackievirus,
epstein-barr
Bakteri : streptococcus
virus,herpes
virus.
group
A,
hemolitycus
chlamydia,
corynebacterium
diphtheriae,
hemophilus
influenzae,
Neisseria
gonorrhoeae
Jamur : candida jarang
terjadi

FAKTOR RESIKO
Faringitis
akut
udara yang
dingin

konsumsi
makanan yang
kurang gizi

merokok
dan
seseorang
tinggal di lingkungan kita
menderita sakit tenggorokan
demam
turunnya daya tahan
tubuh yang disebabkan
infeksi virus influenzae

yang
yang
atau

konsumsi alkohol yang


berlebihan

EPIDEMIOLOGI
Setiap tahunnya 40
juta orang
mengunjungi pusat
pelayanan kesehatan
karena faringitis.
Anak-anak dan orang
dewasa umumnya
mengalami 3-5 kali
infeksi virus pada
saluran pernafasan
atas termasuk
faringitis

Frekuensi
munculnya
faringitis lebih sering pada
populasi anak-anak. Kirakira
15-30%
kasus
faringitis pada anak-anak
usia sekolah dan 10%
kasus
faringitis
pada
orang dewasa. Biasanya
terjadi pada musim dingin
yaitu akibat dari infeksi
streptococcus

hemolyticus
group
A.
faringitis jarang terjadi
pada anak-anak kurang

KLASIFIKASI FARINGITIS
Faringitis akut
Faringitis viral
Disebabkan oleh rinovirus,
adenovirus,
epstein barr
virus (EBV), virus influenza,
coxsachievirus, cytomegalovirus dll.

Faringitis bakterial
infeksi streptococcus hemolyticus
group A
merupakan penyebab
faringitis akut pada
orang
dewasa (15%) dan pada anak (30%).

Faringitis fungal

Candida dapat tumbuh di


rongga mulut
dan faring

Faringitis gonorea

mukosa

Hanya terdapat pada pasien yang melakukan


kontak orogenital

Faringitis kronik
Faringitis kronik hiperplastik
Pada faringitis kronik hiperplastik terjadi
perubahan mukosa dinding posterior (belakang)
faring. Tampak kelenjar limfa dibawah mukosa
faring dan lateral hiperplasi. Pada pemeriksaan
tampak mukosa dinding posterior tidak rata,
bergranular.
Faringitis kronik atrofi
Faring kronik atrofi sering timbul bersamaan
dengan rhinitis atropi. Pada rhinitis atrofi,
udara pernafasan tidak diatur suhu serta
kelembapan nya sehingga menimbulkan
rangsangan serta infeksi pada faring.

Faringitis spesifik
Faringitis tuberkulosis
Merupakan
proses
sekunder
dari
tuberkulosis paru. Pada
infeksi kuman tahan
asam jenis bovinum
dapat
timbul
tuberkulosis
faring
primer
Faringitis luetika
Trepoma
pallidum
(syphilis) dapat
menimbulkan
infeksi di
daerah faring,
seperti juga
penyakit lues

FARINGITIS
Demam
mukosa
Penguapan
kesulitan

Patofisiologi
inflamasi

nyeri edema
kemerahan

mukosa

batuk

sputum
mukosa

Resiko defisit gangguan


Volume cairan
nutrisi
Droplet resiko penularan
tidak

pembersihan jalan
efektif

Gambar. Patofisiolgi Faringitis Akut

nafas

TANDA DAN GEJALA


Faringitis viral : diawali dengan gejala rhinitis
(peradangan pada selaput lendir hidung) dan
beberapa hari kemudian timbul faringitis.
Faringitis bakterial : nyeri kepala hebat, muntah,
kadang disertai demam dengan suhu tinggi, jarang
di sertai batuk
Faringitis fungal : terutama nyeri tenggorokan
dan nyeri pada saat menelan
Faringitis kronik hiperplastik : mula-mula
tenggorok dan nyeri menelan
Faringitis atrofi : umumnya tenggorokan kering
dan tebal serta mulut berbau
Faringitis tuberkulosis : nyeri hebat pada faring
dan tidak berespon dengan pengobatan bakterial
non spesifik
Bila di curigai faringitis gonorae atau faringitis
luetika, di tanyakan riwayat hubungan seksual

PENATALAKSANAAN

Pemberian
farmakoterapi
Topikal
:
obat
kumur
antiseptik,
menjaga kebersihan
mulut,
nystatin,
nitras argentin 25%
Oral sistemik : anti
virus
metisoprinol,
penicilin G benzatin,
amoksisilin,
eritromisin,
deksametason,
cefriakson, antitusif
dan inspektoran,

Terapi pokok
Istirahat yang
cukup,
Minum air putih
yang cukup,
Berkumur dengan
air yang hangat.
Konseling dan Edukasi
Menjaga daya tahan
tubuh,
berhenti
merokok,
makan makanan
pedas,
menjaga kebersihan
mulut,
mencuci
tangan secara teratur

Mekanisme Kerja Obat


1. Methisoprinol
Methisoprinol adalah suatu kompleks senyawa kimia yang terbentuk dari
Inosin dan suatu aminoalkohol, dengan rasio 1 : 3. Methisoprinol
meningkatkan sintesa protein dan nukleoprotein, melindungi struktur dan
fungsi poliribosom, mendiami ribonuklease, menguatkan fungsi
poliribosom, menghalangi pemindahan genetika virus ke poliribosom sel
tubuh dan dengan cara ini menghentikan multiplikasi virus.
2. Penicilin G (Benzatin)
Bekerja dengan menghambat pembentukan peptidoglikan di dinding sel.
Dengan kata lain, antibiotika ini dapat menyebabkan perpecahan sel
(sitolisis) ketika bakteri mencoba untuk membelah diri.
3. Amoksisilin
Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih
pada ikatan penisilin-protein sehingga menyebabkan penghambatan pada
tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel
bakteri, akibatnya biosintesis dinding sel terhambat, dan sel bakteri
menjadi pecah (lisis).
4. Eritromisin
Eritromisin termasuk golongan makrolida, bekerja dengan menghambat
sintesis protein bakteri, bersifat bakteriostatik atau bakterisid, tergantung
dari jenis bakteri dan kadarnya dalam darah. Eritromisin efektif terhadap
kuman gram-positif seperti S. aureus (baik yang menghasilkan
penisillinase maupun tidak), Streptococcus group A, Enterococcus, C.
diphtheriae dan Pneumococcus. Juga efektif terhadap kuman gramnegatif seperti Neisseria, H. influenzae, B.

ISTILAH PADA FARINGITIS

Eritema faringeal adalah terbentuk nya


warna
kemerahan
pada
kantong
fibromuskuler yang berupa bentuk spt
corong terdapat pada bagian dasar
tengkorak
menyambung
ke
bagian
esofagus
yang
di
akibatkan
oleh
pelebaran
pembuluh
kapiler
yang
reversibel
Eksudat
adalah
cairan
radang
ekstravaskular dengan berat jenis tinggi
(diatas 1020) dan sering kali mengandung
protein 2 - 4 mg % serta sel sel darah
putih yang melakukan emigrasi

Hiperplasia
Definisi
Hiperplasia merupakan kelainan progresif berupa bertambahnya isi atau volume suatu
jaringan atau alat tubuh akibat pembentukan atau tumbuhnya sel baru sehinnga terjadi
pertambahan jumlah sel yang menyebabkan jaringan atau alat tubuh membesar.
Pada kondisi tersebut membesarnya jaringan atau alat tubuh disebabkan oleh bertambah
nya jumlah sel, bukan karena sel-selnya membesar.

TERIMAKASIH