Anda di halaman 1dari 28

REFLEKSI KASUS

STASE RADIOLOGI
FK UGM RSUP dr. SARDJITO

Oktania Candrawati, S.Ked


13998
Kelompok 14204

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn. H
Jenis kelamin : Laki-laki
Tanggal lahir : 01/01/1948
Usia
: 66 tahun
Alamat
: Kr. Rayung, Grobogan
No. RM
: 00957575
Tanggal pendaftaran : 5 Maret 2015
Diagnosa klinis
:
Right heart failure, sindrom obstrukstif post TB

HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI


Foto Thoraks proyeksi AP dan lateral, posisi supine,
asimetris, inspirasi dan kondisi cukup, hasil:
Tampak opasitas inhomogen di kedua paru, batas tak
tegas, air bronchogram(+), garis-garis fibrosis pada kedua
pulmo yang menarik kedua hemidiafragma ke arah cranial
(membentuk tenting diafragma), trachea ke arah dextra,
hilus ke arah cranio-lateral, pleura dextra ke arah medial
Tampak pemadatan limfonodi hilus dextra
Tampak opasitas homogen di kedua hemithoraks aspek
inferior, batas tegas, meniscus sign(+), air bronchogram(-)
Cor, CTR=0,58
Tampak deformitas pada os claviculla dextra pars tertia
media, callus(+), garis fractur(-)

HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI


Kesan:

TB duplex lama aktif


Cardiomegali
Old fracture os clavicula dextra pars tertia
media

PEMBAHASAN

Definisi
Tuberkulosis adalah infeksi nekrotik akibat
infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis
yang terutama menyerang pulmo, meskipun
bisa juga menyebar dan menyerang organ
lain seperti: ginjal, traktus gastrointestinal,
tulang, organ genital, bahkan otak.

Patofisiologi TB

Tuberkulosis Primer

Penularan TB paru terjadi karena kuman Mycobacterium


tuberculosis dikeluarkan melalui droplet nuclei dalam udara.
Partikel infeksi ini akan menempel pada saluran napas atau
jaringan paru orang yang menghisapnya. Makrofag akan
memfagosit
Mycobacterium
tuberculosis
dan
menghancurkannya.
Namun
sebagian
kuman
dapat
berkembang biak dalam sitoplasma makrofag di jaringan paru,
membentuk sarang primer atau fokus Ghon. Sarang primer
yang menjalar ke pleura menyebabkan efusi pleura.

Dari sarang primer akan timbul peradangan saluran getah


bening menuju hilus (limfangitis lokal), dan juga diikuti
pembesaran kelenjar getah bening hilus (limfadenitis regional).
Sarang primer + limfangitis lokal + limfadenitis regional
= kompleks primer (Ranke). Semua proses tersebut
memakan waktu 3-8 minggu.

Kompleks primer ini selanjutnya dapat menjadi :


sembuh tanpa meninggalkan cacat
sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas
berupa garis-garis fibrotik, kalsifikasi di hilus
Berkomplikasi dan menyebar secara :
a.
b.
c.
d.
e.

Per kontinuitatum, yakni menyebar ke sekitarnya


Secara bronkogen pada paru yang bersangkutan
maupun paru sebelahnya
Kuman dapat tertelan masuk ke usus
Secara limfogen
Secara hematogen

Tuberkulosis Sekunder

Kuman MTB dorman aktif kembali. Dapat terjadi saat


imunitas menurun. Predileksi terjadi posterior
segments of the upper lobes dan superior segments of
the lower lobes, dapat timbul cavitasi dan fibrosis.

Adanya air-fluid level menunjukkan komunikasi dengan


jalan napas dan memungkinkan spreading
endobronchial dengan gambaran nodules, 2-4 mm,
batas tegas atau tree-in-bud appearance pada CTscan

Selain itu pembesaran limfonodi hilus, lobar


consolidation, tuberculoma , dan miliary TB juga
menunjukkan adanya TB sekunder

Tanda radiologi TB dibedakan menjadi


TB aktif: bercak berawan, cavitas
TB lama tenang: fibrosis, bintik kalsifikasi
(tuberkuloma)
TB lama aktif: 1 tanda TB aktif dan 1 tanda TB lama
tenang dengan lokasi di apex paru

CXR demonstrates left lung cavitary lesion

Postprimary pattern of TB.Radiograph obtained at presentation shows


focal areas of confluent consolidation (large arrows) in the bilateral
upper lobes. In the right lung, multiple ill-defined, 5-8-mm nodules
(small arrows) can be identified; in the more severely affected left lung,
a bronchopneumonia pattern is present predominating in the lower lobe.

Radiograph obtained 3 months after initiation of treatment shows that


improvement has occurred, with resolution of right lung nodules.
Reticulonodular opacities persist in bilateral upper and left

B milliiary: multiple, well-defined, tiny (2 mm) nodules

Tanda dan Gejala


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Batuk lama, lebih dari 3 minggu


Sakit di dada
Batuk keluar darah atau sputum
Kelemahan atau mudah lelah
Penurunan berat badan
Kehilangan nafsu makan
Merasa kedinginan
Demam
Keringat malam hari

Pemeriksaan Fisik

Paru :
Infiltrat Perkusi redup, Auskultasi suara
napas bronkial atau terdapat ronkhi basah
Cavitas Perkusi hipersonor, Auskultasi
amforik

KlassifikasiTBCmenurutAmerican Thoracic Society

Minimallessions(tingkatI ):
-Luaslesitidakmelebihiapex/costa2 anterior
-Soliterdimanasaja
-Tidakadacaverna

Moderately advancedlessions(tingkatII )
-Lesiinhomogen (bercak)tidakmelebihi1paru
-Bilaadacavernatidakmelebihi4 cm
-Lesihomogen(bayangan sarang-sarang tersebut berupa awanawan yang menjelma menjadi daeah
konsolidasi )tidakmelebihi1lobus

Far advancedlessions(tingkatIII )
-LuasdaerahlebihdaritingkatII
-Cavernalebihdari4 cm (diameter keseluruhan semua lubang

Pemeriksaan Penunjang
Radiologi

: Chest X-Ray PA & Lateral view

1. Tuberculosis Primer :
Pada foto polos thoraks PA posisi erek tampak
gambaran bercak semiopak yang terletak baik
di suprahiler, perihiler, ataupun di parakardial (di
samping cor) dengan batas tak tegas. Tampak
pembesaran limfonodi di lnn. Hilus, lnn.
Parabronkial, lnn. Paratektal. Pada fase lanjut
tampak garis-garis fibrosis berupa garis-garis
berjalan radier dari hilus ke arah luar (superior),
kalsifikasi di lnn. Hilus, cairan di sinus
costophrenicus, pericardial efusion serta
ateletaksis di perihiler.

2. Tuberkulosis sekunder
Pada foto polos thoraks posisi erek tampak
gambran bercak semiopak bentuk amorf
seperti kapas, batas tak tegas, di infraklavikula
(ini menunjukkan infiltrat), tampak densitas
inhomogen bentuk amorf di apeks dan di basis
paru (ini menunjukkan fibroeksudatif), tampak
garis-garis fibrosis, densitas sama dengan
jantung yang menarik organ sekitarnya ke arah
ipsilateral
(mediastinum,
trakea
dan
diafragma/disebut tenting diafragma), tampak
kaverna (bulatan opak dengan lusen di
tengahnya) bentuk bulat atau oval.
Tampak bulatan opak, batas tegas, tepi ireguler,
inhomogen di dalamnya terdapat kalsifikasi
amorf
(ini
merupakan
gambaran

Laboratorium

Sputum BTA (sewaktu pagi sewaktu)


Tuberculin Test

TERIMA KASIH

Chest radiograph obtained in a 4year-old girl shows isolated left hilar


lymphadenopathy (arrow) without
associated parenchymal involvement.

TB MILIER

Merupakan persebaran haematogen dari


infeksi TB. Deposit miliar tampak nodules
dengan diameter1-3 mm, uniform.